Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
pamela dan aku


__ADS_3

kedatangan om samer ke Indonesia, akan jadi moment spesial untuk ku bisa mengali lebih banyak info.. dan hari ini secara sengaja aku janjian lagi dengan ibu pamela


pantai.. aku menunggu ibu pamela di tepi pantai menatap luas.. samudra biru yang seakan tanpa batas...


"vanila, ibu sudah datang " ucap pamela berdiri di samping ku


"ibu aku senang bisa melihat mu saat usia ku sudah 24 tahun, meski dari awal otak ku pun tidak bisa menerima yang ibu lakukan itu sangat kejam, ibu membuang ku ke halte.. aku merasa seperti manusia yang tak di inginkan " vanila berbicara tanpa menoleh


"sayang, aku minta maaf aku panik juga binggung, kakek mu ayah vio benar -benar marah tak sudi ingin melihat bayi vio, aku pun tak berdaya tak punya pilihan lain.. vanila aku menyesal " menangis.


"selain menyesal ibu memang tak bisa lakukan apapun semua sudah terjadi, hari ini aku ingin bertemu ibu untuk, sedikit minta bantuan" vanila pun berbalik ke arah ibu pamela


"apa nak? katakan, jika ibu mampu aku akan lakukan untuk menebus rasa bersalah ku "pamela menangis


" bantu aku cari bukti jika ayah Abraham tidak bersalah, aku ingin ayah ku bebas dan cuma ibu pamela orang yang aku andalkan, sebab paman samer sudah ada di jakarta "tegas ku


"samer ada di jakarta, kalau begitu aku akan bilang padanya jika anak vio yang jadi korban dari kelicikan nya itu menantu kalian " pamela hendak pergi


"jangan bu.. bukan cara itu tapi bantu aku dengan cara yang lain "


vanila pun menyuruh ibu pamela untuk menemui om samer, di sebuah coffe shop dan menyuruh pamela bicara tentang masa lalu, diam -diam vanila akan memberi sebuah pin untuk merekam suara seperti saat bersama leon dulu


sesuai arahan vanila, ibu pamela mengirim chat pada om samer untuk bertemu di sebuah coffe shop..


"pamela sudah lama kita tidak bertemu, bahkan nomor ponsel mu juga tidak di ganti " ucap samer


"iya, duduklah aku ingin bicara santai mumpung kamu ada di Indonesia " pamela mencoba ramah


"waktu sudah berubah, dulu kita bertemu saat masih remaja sekarang kita sudah menua, bahkan rambut kita berubah warna " samer mencoba akrab


"samer, apa kamu tahu vio sudah lumpuh dan amnesia? " tanya pamela


"vio amnesia? benarkah, meski pun itu benar hidupnya sudah bahagia sejak dia menikahi dokter berry " samer menyeruput kopi


"iya, vio sudah menikah dengan dokter berry, tapi bukankah dulu kamu juga jatuh cinta padanya " tanya pamela


"tidak, aham yang jatuh cinta bukan aku " elak samer


.


.


pamela aku tahu vio amnesia, makanya aku rasa sampai kapan pun hidupku akan tetap aman

__ADS_1


"benar juga, Abraham yang jatuh cinta padahal vio sebenarnya ada hati untukmu, cuma sepupu ku itu agak pemalu, tapi sudah lah semua sudah tak berarti kita juga sudah menjalani hidup masing masing" pancing pamela.


"kamu bohong vio tidak pernah menyukai ku, vio hanya tertarik pada Abraham, dan itu membuat aku benci padanya "samer terlihat kesal


" jika saja vio lebih memilih kamu, mungkin nasib sepupu ku tidak akan setragis ini , memiliki calon suami bandar narkoba, vio ku yang malang "semoga samer kebablasan bicara


" itukah akibat vio terlalu mudah jatuh cinta, jadi bodoh "umpat samer


" yang paling buruk adalah Abraham, aku dengar dia akan di penjara seumur hidup, pantas lah penjahat memang harus di hukum "pamela pun mencoba lebih santai


" pamela, kita sudah sama -sama tua sekarang, tapi akui rasa cinta ku pada vio tidak berubah meski bertepuk sebelah tangan vio adalah gadis yang paling cantik dan ramah, yang pernah mencuri hatiku "kenang samer


" samer, pamela sudah lumpuh hilang ingatan juga, kita masih beruntung memiliki ingatan meski usia kita sudah senja "


"pamela, aku sangat mencintai vio bahkan setelah aku menikah vio tetap masih jadi cinta di sudut hatiku," samer sedih


"samer apakah kamu yakin tidak terlibat dengan semua kejadian yang menimpa vio dan aham? " tanya pamela


"kamu menuduh ku pamela Wijaya " tatap samer


"bukan, cuma opini, lagi pula Abraham adalah pria Turki kaya, pantas saja jika dia jadi gembong narkoba, kalau kamu mana mungkin kan " pamela tersenyum


"aku pun bisa, maksud ku aku pun jika mau bisa melakukannya, cuma tidak akan sebodoh aham "


"samer, kamu tidak akan sejahat itu kan pada vio? " kali ini pamela menatap lebih dalam


"pamela hidup ini tidak selalu mudah, terkadang ada hal membuat kita merasa begitu sakit, penolakan, aku benci di tolak, jika vio tidak bisa ku miliki , aham pun tak memiliki nya, benar kan dokter berry yang jadi suaminya, kalau begitu permisi, aku masih sibuk "..


kalimat demi kalimat terekam, satu motif lagi samer sakit hati pada Abraham.. tidak banyak bukti.. tapi cukup untuk bahan di persidangan nanti..


usai sibuk dengan urusan nya pada ibu pamela, vanila pun pergi ke sebuah tempat di mana kejadian penangkapan Abraham, di apartemen lama milik om samer, sekalian untuk membayar DP apartemen untuk Donna dan joni


sebuah pemandangan aneh, om samer juga terlihat ada di lobby apartemen


untuk apa? bukankah kemarin para petugas bilang apartemen nya sudah di jual.. atau mereka bohong


vanila pun memakai masker, mengikuti langkah om samer menuju sebuah kedai kopi di lantai bawah apartemen itu


rupanya sudah ada seorang pria yang duduk menunggu om samer..


" halo syamsir, akhirnya kamu datang juga "ucap mr X


" sampai kapan kamu akan menjadi ganggu hidupku terus, ini cek 300 juta, aku pastikan ini yang terakhir aku turuti, dasar pemeras "samer kesal

__ADS_1


" selama rahasia mu ingin aman selama itu juga, aku akan kuras habis uang mu, lagi pula uang itu juga milik Abraham "mr X tertawa


..


" stop, sudah ku bilang jangan sebut Abraham lagi "samer marah


" pria Turki itu sudah membusuk di penjara akibat kelicikan mu, dan tipu daya ku, wajah ku ini butuh perawatan kulit agar tidak rusak "


"dengar aku, tidak bisa kamu peras, pergi kamu dari sini cepat " usir samer


mr X.. pria berkulit putih dengan wajah mirip oppa Korea, itu asli atau bukan..


aku yakin ini pasti salah satu kaki tangan om samer, tapi siapa dia?


vanila pun mengikuti pria itu hingga ke parkiran


namun rupanya, pria itu sangat pintar dan tahu jika vanila mereka mengikuti


"siapa kamu? kenapa dari tadi mengikuti ku " tatap mr X


"tidak, saya cuma kebetulan lewat " alasan vanila masih pakai masker penutup wajah


"jika kamu wanita penggoda yang di urus samer untuk menggoda ku, aku rasa sia -sia, aku tidak tertarik " mr X acuh


rupanya sering kali, samer selalu mengirim wanita untuk menjebak x agar menghabiskan uangnya lagi di pijat plus -plus milik samer


wah .. wah.. double fakta samer juga punya bisnis sampingan. haram lain..


"kamu pasti kaki tangan samer Khan? " tanya vanila


"wanita aneh, pergilah aku tidak ada urusan meladeni mu " pria itu hendak pergi..


tak tahan vanila pun menarik kemeja pria itu


"kamu mau apa? " bentak si pria


"benar, aku suruhan samer, dia bilang rugi sudah beri mu uang, aku punya banyak teman wanita yang mungkin bisa bikin menggoda mu "


"kamu mucikari? " tanya si x


"ku, rasa begitu aku pastikan pelayanan ku, akan jauh lebih memuaskan dari produk samer , karena aku saingan bisnisnya " vanila bohong "


.

__ADS_1


vanila.. vanila.. mucikari... kali ini rencana mu luar biasa...


__ADS_2