
seperti yang sudah di bilang mas yudha dan umi pun datang ke panti untuk mengadakan acara pengajian
"bunda dimana vanila? hari ini nila ikut kan " tanya umi
"ikut justru dari semalam vanila dan yang lain sibuk bikin kue bolu, mas yudha dan umi tunggu sebentar ya, saya panggil nila " bunda pergi
rupanya panti cukup besar juga, yudha duduk dengan tenang berbaris dengan para anak panti dan beberapa tamu undangan yang lain
tibalah saat vanila datang membawa nampan berisi kue bolu dan teh manis
mata yudha terpukau dengan penampilan nila
jilbab warna pink nampak manis serasi dengan senyum vanila, hingga yudha pun tidak berkedip
"permisi ini teh manis dan kue bolu nya" ucap nila dan salim pada umi
"wah.. wah.. vanila kamu cantik sekali seperti bidadari " puji umi
"beda lah umi, mana ada bidadari kayak aku " nila tersenyum
"mas yudha nila cantik kan " umi menyenggol tangan yudha yang benggong
"iya kamu cantik sekali " yudha terpana
"makasih, saya pamit dulu ya, mau jamu tamu yang lain " nila pergi
mata yudha terus menatap wajah nila kemana pun berada sepanjang acara Pengajian
tambah lagi ternyata nila cukup fasih membaca shlawat
makin menambah terpesona vanila nampak cantik dengan penampilan berbeda
selesai acara yudha berkeliling panti untuk mencari vanila rupanya nila sedang ada di bangunan baru di belakang
"rupanya kamu di sini " ucap yudha menghampiri
"pak yudha anda ke sini, aku sedang mengecek bangunan yang akan di gunakan untuk menambah kamar bagi anak panti" jelas nila
"ternyata kamu tidak senakal yang aku pikirkan " yudha tersenyum
"aku memang tidak sebaik yang anda pikirkan, tapi lihat uang yang anda berikan aku gunakan untuk membeli bahan bangunan, terima kasih ya pak atas bantuan anda "
"bukan itu saja kamu cantik dengan jilbab ini, nampak berbeda" puji yudha
"benarkah anda sedang memuji atau merayu saya" tanya nila
"tidak itu fakta" yudha tersenyum
rupanya polisi kaku seperti baut ini mulai lunak
namun saat keduanya mulai asyik menggobrol ada telfon dari seseorang di hp nila
__ADS_1
"kak nila ada telfon" ucap adik panti
"dari siapa? " tanya nila
"mas faris, katanya ingin bicara penting "
"bilang saja, aku sedang tidak ada di panti " nila malas
"vanilla kenapa? berbohong " ucap yudha
"aku hanya sedang malas saja bicara dengannya " jawab ku
"siapa faris itu? teman special" yudha penasaran
"lebih dari itu pak, itu mantan tunangan kak nila " jawab adik panti
"diam jangan ikut bicara, atau tidak ku ijin kan kamu pinjam HP kk" nila kesal
"ok, sebentar aku masih butuh google" mereka pergi
"jadi benar kamu sudah punya tunangan " yudha makin penasaran
"sudah lah, jangan bahas itu aku tidak ingin suasana hatiku jadi berubah, aku tidak suka bicara hal yang sedih " nila mengalihkan
setiap kali aku ingat faris aku merasa jadi manusia yang paling kecewa
setelah acara pengajian memberi kesan bagi yudha untuk kenal lebih jauh, apalagi vanilla tidak senakal di pikirannya
setelah jam pulang kantor yudha sengaja mampir ke mall tempat vanilla bekerja
"lepaskan tangan ku, aku tidak mau ikut dengan mu " nila menolak
"nila kita harus bicara, aku ingin kita perbaiki semuanya " paksa faris
entah mengapa yudha jadi emosi melihat itu
"cukup jangan paksa vanilla lagi " yudha menarik tangan faris
"siapa kamu? aku tidak suka ada orang yang ikut campur urusan ku, vanilla ini tunangan ku " faris dengan nada tinggi
"tidak kita sudah jadi mantan ya kak " nila kesal
"tapi aku tidak mau de " ucap faris lagi
"cukup sekarang aku pacar baru vanilla, jadi jangan ganggu dia " tegas yudha
apa pak yudha? pasti dia hanya ingin menolong ku
"de itu bohongkan, aku yakin kamu itu cuma cinta sama kakak"faris ragu
" benar yudha ini polisi, dan pasti ibunya menyayangi aku seperti anak nya sendiri, tidak seperti tante fera yang benci aku, sudah lah aku mau pulang dengan mas yudha "nila menarik tangan yudha
__ADS_1
" maaf pak, ini hanya akting"nila melepas lagi langsung naik mobil
di perjalanan nila nampak sedih tidak ceria seperti biasanya
yudha menepikan mobilnya mampir di kedai jus
"ayo kita minum jus dulu, biar otak mu fresh " ajak yudha
"pak terima kasih anda menolong ku lagi tadi" ucap nila
"faris setyawan itu dia kan pengusaha property no 1 di Indonesia, jadi benar dia mantan mu, kalau boleh aku tahu apa benar kalian sudah putus? itu pun kalau kamu mau bicara padaku " yudha minum jus buah
"benar faris setyawan itu anak orang terkaya , justru karena dia sangat kaya sulit bagiku untuk di terima di keluarga mereka " nila menunduk
"tampaknya kalian sangat dekat sudah berapa lama kalian pacaran" tambah yudha
"kamu mau tahu bangat ya " nila tertawa
"nila, aku ini tanya serius tadi aku melihat kamu tampak sedih sekali " yudha melihat ku
"aku sudah mengenal yudha sejak 10 tahun lalu, kami ini adik kelas, kak faris satu-satunya laki-laki yang mencintai ku meskipun aku yatim piatu yang tak jelas keluarga ya,namun kenyataan seakan menolak kami bersama karena tidak sederajat" jelas nila
"siapa bilang tidak sederajat, bukankah semua manusia itu sama " ucap yudha
"pak polisi, tidak ada Cinderella di dunia modern, dari pada seumur hidupku aku akan terus bertengkar dengan ibu mertua ku, lebih baik aku mundur cantik" nila juga minum jus
vanila ternyata kisah cinta mu cukup rumit..
"ngomong -ngomong kok bisa, pak yudha ada di mall " tanya nila
"aku hanya sedang lewat pulang dari kantor " jawab yudha
"tapi bukanya ini jauh ya dari kantor anda, tapi terserah lah yang penting aku berterima kasih, karena anda sudah pura-pura jadi pacar ku " nila tersenyum
pak yudha aku hargai pertolongan mu
"apa setelah ini kamu akan pulang? " tanya yudha
"tidak ini kan malam minggu, aku masih ingin jalan -jalan" jawab nila
"jalan -jalan kemana? " yudha sangat ingin tahu
"kencan, bukan kah aku ini jomblo bebas" nila mengalihkan
jangan bilang dia ingin ikut juga, bisa gawat kalau polisi ini ikuti aku terus
"aku juga jomblo boleh ikut juga kan? " yudha ingin ikut
"pak yudha, aku rasa sampai di sini saja ya, aku tidak ingin anda ikuti aku terus, bisa-bisa gebetan ku kabur lihat anda "
semoga ini berhasil membuat yudha batal ikut
__ADS_1
"kalau begitu, aku nail ojol aja ya " nila langsung pergi
rupanya yudha makin penasaran dan diam-diam mengikuti nila dari jauh..