
misi yang di jalani yudha untuk menangkap alex sungguh luar biasa, mafia satu ini sungguh memiliki banyak koneksi mulai dari pejabat, kepolisian bahkan para menteri setempat
"jendral aku yakin, kita pasti punya cara untuk membongkar bisnis haram alex " ucap Felix
"iya, aku pun yakin tapi sepertinya sebulan tidak cukup di Turki untuk membongkar kejahatan mafia ini, bisnis berlian di tambah pencitraan yang baik sering berbagi pada duafa membuat alex terlihat bak malaikat " tegas yudha sambil melihat berita surat kabar
"maaf jendral apa kali ini kita minta bantuan ibu untuk bisa bantu mendekati alex " tanya Felix
mendengar ucapan Felix alis yudha berdiri dan lurus menatap mata Felix
"apakah kamu lupa? vanila kini sudah jadi istriku, sebagai suami aku rela istriku jadi umpan begitu " bentak yudha marah
"maaf.. maaf jendral, saya tidak maksud melecehkan ibu saya hanya ingin beri saran " Felix ketakutan
"hei.. jendral lepaskan anak buah mu ketakutan " ucap heru membuka pintu
heru Singh dia intel.. anggota FBI berdarah Pakistan dan India, namun bertugas di Turki kali ini juga berkolaborasi dengan yudha untuk menangkap alex
"sudah lepaskan " heru menepuk pundak yudha
"sejak kapan kamu campuri urusan ku? " tanya yudha
"dasar jendral pemarah, aku paham maksud Felix sebab aku sudah melihat profil dan biodata istri cantik ku, mengingat kalian pasangan yang terlibat cinlok menangkap mafia dan sukses, aku rasa ide itu tidak buruk jendral " heru tersenyum
yudha menghela nafas dan duduk meredakan emosi nya
__ADS_1
"pak heru, aku dulu mungkin bisa tahan saat istriku dekat Leon demi keberhasilan misi ku, tapi sekarang dia mahram ku, tak seorang pun berhak selain aku, terhadap istriku, aku tidak bisa setuju saran mu " yudha menolak
"okay.. aku mengerti tapi demi negara mu dan kebebasan NKRI dari narkoba tak bisakah kamu berfikir cara lebih sederhana, karena begitu melihat backsound istri mu, aku yakin vanila itu super smart dan beauty dia akan menjaga dirinya dengan baik " heru meyakinkan
"entah lah.. biarkan aku berfikir cara lain, selain mengajak istriku terlihat misi satu ini " yudha pun pergi meninggalkan ruangan itu
sementara di kantor vanila dan alex sedang meeting
maher sepanjang meeting memperhatikan raut wajah alex yang tampak sumringah yang tak henti memandangi vanila hingga meeting usai alex terus tersenyum
"vanila kamu bisa pulang bersama ku sekarang " ucap maher
"i'm sorry aku tidak bisa, aku masih ada pekerjaan sedikit lagi " jawab vanila
"tapi uncle Abraham sudah menyuruh ku untuk pulang bersama ku" tambah maher
namun belum lagi maher pulang, alex pun masuk ke ruangan vanila
tok..
tok
suara ketukan pintu
"masuk tidak di kunci " ucap vanila
__ADS_1
"mrs vanila boleh aku masuk " ucap alex
"tuan alex, anda belum pulang " vanila kaget
"tadinya aku ingin pulang tapi aku lihat kamu nampak sibuk " alex duduk
"iya sir, ini membuat aku sibuk aku tidak terlalu jago pembukuan makanya butuh waktu untuk mengecek besar laba dan pengeluaran untuk project baru ini, sebab aku tak ingin ada kesalahan " jelas vanila
"boleh aku bantu, aku rasa aku tak ingin melihat mu pulang malam sendirian nona " alex terseyum
"ok, Terima kasih tuan " vanila setuju
sebagai wanita dewasa aku paham gerak gerik jika seorang pria sedang mendekati wanita
begitu pun alex apa dia memiliki rasa padaku?
gerak geriknya sangat aneh
tapi sudah lah, aku ini ibu jendral vanila aprilia erlangga istri yudha tidak akan ada tempat bagi pria mana pun selain suami ku..
meskipun aku tidak tahu kapan masa itu kembali?
masa dimana kami bisa bersama lagi sebagai suami dan istri,..
hm.. mengingat tembok itu sangat tinggi ibu mertua marah dan tak tahu bisa memaafkan aku atau tidak, yang jelas jauh dalam hati ku aku ingin menikah cukup satu kali seumur hidup ku..
__ADS_1
cukup jadi istri prayudha..
akankah gadis penakluk dan polisi jendral prayudha bisa kembali.. the comming soon part 2..