Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
aku dan yudha..


__ADS_3

vanila yang masih berusaha mengambil HP milik nya yang di rebut yudha


"ok, aku jawab please kembalikan HP aku dulu " tatap balik vanila


"kamu tidak bohong sayang " tambah ucap yudha lagi


"mas kamu tidak percaya pada istri mu " vanila berusaha meyakinkan


"baiklah, aku minta tolong jangan di rahasiakan lagi apapun dari ku, aku ini yudha suami mu, kamu harus percaya apapun jika itu sebuah kebenaran aku akan dukung dan bela kamu 'tegas yudha


vanila pun mengambil HP nya, dan buru -buru membuka vidio dan foto kiriman dari CCTV rahasia tya dan tanpa banyak bicara langsung memberikan nya pada yudha...


yudha terdiam dan melihat dengan teliti...


aku dan yudha ada cinta tapi di penuhi api...


api itu mungkin akan membakar salah satu dari kami...


sementara di hotel x terus menarik tangan tya dan berusaha memaksa tya masuk dalam mobil


sambil pistol terus di todong ke arah tya


.


body guard sewaan vanila berusaha mengamati dan membidik dari kejauhan..


dor... sebuah peluru mengenai lengan x..


otomatis joni dan Denis buru -buru menarik tya dan membawanya pergi


" sial.. mereka sudah rencana dengan matang "umpat Xander sambil kesakitan...


akhirnya mobil joni dan Denis pun melaju kencang


tya pun menangis dengan baju hanya tersisa pakaian dalam yang melekat di dadanya


" tya kamu tidak apa -apa? "tanya Denis sementara joni fokus di stir


" tidak, aku malu juga takut pria itu hampir melucuti baju ku "lirih tya


Denis yang ikut sedih membuka jaket nya dan memakai kan nya pada tya


" sudah jangan menangis, kamu sudah aman "peluk Denis reflek


" Terima kasih kalian datang tepat waktu "tya menangis....


sementara vanila dan yudha terus menatap vidio itu dan hening tanpa bicara


" jadi ini benar dan faktanya "tanya yudha membelah keheningan

__ADS_1


" seperti yang kamu baca, ini bukti yang aku perjuangkan selama beberapa bulan terakhir "jawab ku mantap


" lalu siapa yang? kamu beri perintah untuk kamu tembak, jawab itu bukan permainan vanila "mata yudha seakan menikam..


" aku tahu jendral, aku sadar ini bukan sekedar permainan tapi nyawa dan harga diri tya di pertaruhkan, tya yang ada di hotel untuk bertemu x, demi keamanan tim ku aku menyewa body guard untuk mengawasi mereka dan setuju menembak jika tya dalam bahaya "


yudha tercengang dengan jawaban vanila


vanila.. vanila kamu benar -benar luar biasa


berani...


yudha pun melangkah mendekati dan menarik jangut vanila


"gadis penakluk kamu tidak lupa kan, memberi perintah untuk menembak seseorang itu termasuk kriminal, dan aku polisi kamu istri polisi jangan melewati batasan itu " teriak yudha marah


vanila gemetar ini pertama kalinya melihat yudha seperti jendral penuh amarah di rumah


"a.. ku siap resikonya jendral, yang aku lawan itu mafia jadi cuma cara ini yang mampu melawan kejahatan mereka dan melindungi tim ku " air mata vanila menetes...


saat suasana tegang antara aku dan yudha bunyi HP vanila pun membuat yudha melepaskan pegangan dagu vanila


"sebentar aku angkat telfon dulu " vanila ijin


dan ternyata itu dari tya yang menangis, sekarang tya ada di cafe bersama dona yang dari tadi menunggu di sana


tanpa banyak bicara yudha pun mengambil kunci mobil dan menarik vanila masuk ke mobil


perjalanan itu pun tanpa suara yang ada aura kemarahan tampak jelas di wajah jendral tampan itu..


"tya kamu tidak apa -apa? " vanila sampai di cafe


"vanila, pria itu hampir menodai ku " tya menangis tersedu -sedu..


suasana makin hening saat tim gadis penakluk itu melihat yudha juga ikut datang bersama vanila


"jendral kamu juga di sini, tapi misi ini kami yang melakukan vanila tidak ikut " ucap joni seraya paham memberi penjelasan


"kalian begitu setia dan kompak pada istriku si gadis penakluk susah payah menjelaskan padahal aku belum beri komentar apapun " yudha tersenyum sinis..


tya pun perlahan mulai tenang dan kembali cerita pada vanila


"vanila kamu tahu pria itu terus menodongkan pistol di kepala ku memaksa ku untuk ikut bermalam dengannya, untung lah ada peluru mengenai tangannya kalau tidak mungkin aku tidak bisa pulang lagi "


mendengar itu yudha jadi makin penasaran


"jadi mafia itu sudah berani menodongkan pistol untuk ancam kamu tya? " tanya yudha


.

__ADS_1


"iya jendral, tapi sumpah aku tidak tahu siapa yang menembak lengan pria itu " tya ketakutan..


"kami juga tidak punya senjata jendral " ucap Denis dan joni kompak


"aku tahu kalian tidak salah, jendral jika kamu ingin marah cukup hukum aku saja jangan mereka, karena aku kapten nya sekaligus yang menyewa body guard untuk menembak jika darurat "


sontak ucapan vanila membuat para timnya menatap searah ke vanila


"vanila sejak kapan kamu begitu berani? " donna kesal


"iya, aku terkejut kamu berani melangkah sejauh itu kapten " tambah joni


vanila pun melangkah mendekati yudha yang dari tadi diam dengan tatapan tajam


"jendral.. aku kapten nya yang juga bersalah, cara ini terpaksa lakukan, untuk menghadapi mafia buas seperti mereka terkadang kita juga harus bersikap menjadi licik dan jahat, jika menurut mu aku bersalah cukup aku saja yang kamu tangkap jangan teman -teman ku " vanila terus menatap suaminya itu..


yudha pun tersenyum simpul.. dan melangkah selangkah mendekati wajah istrinya lagi


"meskipun aku polisi dan perbuatan mu itu kriminal, aku tidak mungkin sembarangan menangkap mu ibu jendral, hukum bisa bekerja jika ada laporan, saksi juga korban, jika mafia itu berani melaporkan insiden penembakan itu baru hukum akan bekerja, kamu pikir sendiri mafia itu berani melaporkan ke polisi atau tidak " tegas yudha


ucapan yudha membuat semua tim penakluk bernafas lega


"benar vanila apa yang di katakan suami mu itu benar, jika x berani melaporkan ke polisi posisi mu mungkin akan terlacak tapi sebaliknya itu makin bagus setidaknya kita tidak perlu susah payah kejar dia " ucap Denis tersenyum


"akhirnya kalian tambah pintar, tya berhati -hati lah aku rasa mafia itu akan terus mengejar mu, besok akan ku kirim anggota kepolisian untuk menjaga dirimu, dan kalian juga akan aku kawal juga "


"Terima kasih jendral " mereka kompak..


"kalau begitu sebaiknya kalian semua istirahat, aku pun harus pulang bersama istriku, selamat malam " yudha pun langsung menarik tangan vanila


lagi -lagi di mobil yudha tak banyak bicara


vanila makin bingung, tak pernah yudha bersikap begitu dingin padaku.. apa kali ini aku bertindak di luar batasan..


aku dan yudha


polisi dan gadis penakluk..?


mungkinkah kisah cinta kita ini akan mampu bertahan melewati badai ini


terkadang aku merasa kita tidak cocok terlalu bertolak belakang..


tapi cinta antara aku dan yudha


yang aku rasakan itu sangat membuat aku bahagia sekali..


Tuhan jika masih ada doa yang boleh aku minta aku mohon biarkan kami jadi pasangan seumur hidup kami.. sakinah mawadah till jannah.. amien..


vanila berdoa dalam hatinya..

__ADS_1


__ADS_2