
di cafe vanila pun bicara pada ke 4 team gadis penakluk, untuk membicarakan rencana vanila yang tadi baru saja bertemu mr X
"what mucikari? vanila ide gila apa ini? jangan bilang kamu sudah masukan nomor HP ku atau tia untuk di kasih mr x " ucap Donna
"ha.. ha.. Donna kamu sahabat sejati, sepemikiran " vanila tertawa
"aku rasa mr X itu jalan pintas untuk kita bisa dalam bukti akurat tentang om samer, vanila aku setuju " dukung Denis
"enak saja setuju, Donna itu calon istriku? " protes joni
"jika ini berhasil, apartemen itu aku hadiahkan untuk kado nikahan kalian " bujuk vanila
"deal, aku setuju kapten " Donna bahagia
"tapi vanila, sejauh ini suami belum tahu apapun, kita meski harus hati -hati sebab ini menyangkut keluarga besar mertua mu " tya ragu
"justru itu kita harus yakin untuk menegakkan kebenaran, jika pernikahan ku jadi taruhan nya aku ikhlas, yang aku mau ayahku bebas karena dia tidak salah dan ibu ku, aku pun akan buat dia kembali ingat jika punya aku dan obatnya cuma ayah Abraham, pria yang violencia cintai " tegas vanila
kunci dari semua derita ini perpisahan yang terjadi antara ayah dan ibu ku dan itu di sebabkan oleh samer pria jahat yang jadi duri nya..
setelah usai mengatur strategi, vanila pun pulang mengendarai mobil nya..
hujan deras membuat jalanan macet..
namun dengan susah payah ia bisa sampai ke rumah meski jam nya sudah larut..
ceklek.. pintu di buka vanila jalan berjinjit.. tapi sebuah tangan mendekap dari belakang
"kenapa? ponsel mu, tidak bisa di hubungi " yudha peluk dari belakang
"mas kamu sudah pulang" vanila kaget
"sayang, kenapa? belakangan ini kamu terlalu sibuk, kurang perhatian padaku " dagu yudha menempel di pundak ku
"bayi besar manja sekali, tiap saat kita selalu balas chat, cuma 4 jam aku lupa charge ponsel, sudah lah aku mau mandi " vanila hendak melepas pelukan
"tidak mau, benarkah tidak ada yang kamu sembunyikan " tatap yudha memeluk erat
hati ini jadi tidak tenang ya.. mas yudha aku masih tidak ingin kamu tahu apapun
"tidak ada polisi ku sayang " vanila pun berbalik
"vanila jangan pernah khianati aku ya, aku lebih sanggup bertengkar dengar seribu mafia dari pada satu gadis penakluk yang cantik, aku tidak mau " yudha makin mempererat pelukan
"jika Felix atau agustin tahu, jendral garang jadi manja pasti seru " goda vanila
"iya dan itu karena kamu istriku, gadis penakluk "
cups.. tanpa basa basi lagi langsung polisi tampan itu mencumbu mesra vanila..
__ADS_1
di rumah sakit kasih ibu..
Olivia tampak baru selesai praktek, ban mobilnya kempes sedangkan di luar hujan
"dokter olivia, ayo naik aku antar pulang " berry membuka jendela mobilnya..
"tidak perlu dok, saya naik taksi saja " tolak olive
"ok, besok pagi bersiaplah sp 1" ancam berry
lagi -lagi berry mengancam Olivia dengan surat sp 1..
akhir nya Olivia dan berry pun pulang ke rumah Wijaya..
"assalamu'alaikum" ucap olive membuka pintu
"mbak olive ibu demam " ucap art
"mama sakit " olive pun masuk ke kamar ibunya dengan buru -buru
ya.. ampun badan ibu demam tinggi, sampai 39 temperatur nya
"dokter Olivia tante kenapa? " tanya berry melihat olive panik
"demam tinggi dok" Olivia tampak gugup
meski jutek tapi jika menyangkut ibunya Olivia begitu sayang dan perhatian
di bagasi dokter berry selalu ada alat infus, jarum suntik dan beberapa obat demam
"tenanglah tante cuma flu biasa " ucap berry
"mama apa tadi bertemu vanila? dulu juga jika mama bertemu vanila pasti langsung sakit, gadis itu seperti bakteri penebar virus " Olivia kesal
"tidak sayang, vanila gadis yang baik " bela pamela
"mama tiap kali bahas vanila, aku merasakan aneh, mama begitu care aku yakin vanila itu pasti spesial kan, bukan cuma karena mama kasihan anak yatim piatu " olive kesal dan pergi..
"Olivia" pamela merasa, pusing
"tante istirahat saja ya, biar aku bicara pada Olivia" jelas berry..
.
setelah di beri obat demam pamela pun tidur..
dan Olivia masih duduk di sofa tamu
"Olivia kenapa kamu benci vanila? " tanya berry duduk
__ADS_1
"aku benci karena vanila selalu saja jadi pusat perhatian, mama aku tidak suka dari dulu diam-dian suka bantu ke panti dan kata ibu panti mama ku suka pada vanila, tadinya aku rasa wajar mama ku memang dermawan, tapi double kesal jika vanila yang ibuku perhatikan adalah vanila yang merebut hati yudha " Olivia terlihat bete
.
"jadi itu alasannya? lagi pula semua sudah berakhir, kamu tidak bisa move on, masih banyak pria yang lebih tampan dari yudha dan masih single " ucap berry yang nampak santai
"pria yang lain memang banyak tapi yang kamu suka itu tidak mudah dokter, tidak mudah menghapus cinta meski kadang cinta itu menyakiti karena tak bisa memiliki"
"tadinya aku juga begitu, tapi setelah aku melihat vanila dan yudha saling mencintai, aku rasa egois dan bodoh jika masih menyimpan rasa pada istri orang, lebih baik aku move on dan mengejar wanita yang masih single dan cantik " berry tersenyum
"wanita single dan cantik apa dokter sudah punya gebetan? " tanya Olivia..
"ada, kamu mau tahu siapa? " berry menatap Olivia
.
aduh... duh.. dokter berry jangan menatap begitu aku meleleh..
"tidak aku tidak suka ikut campur urusan orang lain, dokter ini sudah malam, Terima kasih untuk tumpangannya, anda bisa pulang
" hei.. kamu mengusir ku, padahal ini jam makan malam, kita ini kan sepupu, mbak art apa tidak ada makan malam "berry melangkah ke dapur
" ih.. dokter anda ini dokter aneh, mau apa sih malah ke dapur "Olivia pun mengikuti berry
" maaf, bibi gak masak soalnya biasa dokter Olivia diet "jawab art
" owh.. diet badan kayak triplek aja pake diet "berry tertawa.
" please deh.. kamu pulang aja ya jangan bikin rusuh di dapur orang "Olivia marah
" Olivia di rumah kita ini sepupu, jadi galak gitu ya, biarkan abang dokter ganteng mu, numpang makan ya "
berry suka sekali meledek Olivia, semakin olivia kesal makin berry meledek, tanpa canggung berry mengiris, baso, kol dan bawang untuk bahan nasi goreng..
"nona cantik , ayo kita dinner " berry membawa 2 piring nasi goreng
"tidak aku diet" tolak Olivia
namun suara perut tak bisa di bohongi jika olivia juga lapar..
"ha.. ha.. ayo makan saja, jangan gengsi dokter cantik " berry mengedipkan sebelah matanya
sebenarnya sikap berry, bikin tingkah Olivia serba salah.. tapi sekaligus senang ini pertama kalinya
ada cowok seperti berry yang berani mepet Olivia terus...
benih -benih cinta bertaburan...
sama seperti benih cinta yudha, yang terus di tanam di rahim vanila percintaan tanpa henti membuat hubungan mereka makin erat..
__ADS_1
tapi di depan jurang... harus yakin bisa mereka lewati..