
malam ini aku mabuk berat, bukan hanya itu hatiku merasa sangat sedih sekali, yudha mengajak ku naik gondola di Venetian macau semalaman
"vanila kamu sudah tenang " yudha membelai ku
"benar aku harusnya bahagia, sebentar lagi dendam ku akan terbalaskan, leon akan menangis karena cinta " ucapku senang
"tenangkan dirimu aku hanya perlu tahu dimana gudang heroin itu, setelah itu aku pastikan leon akan meringkuk dalam penjara " tegas yudha
"mas yudha Terima kasih sudah membawa ku sampai pada leon, hingga aku bisa balas dendam ini " nila tersenyum
"sayang jangan bahas leon terus, sini dekat aku kita nikmati momen mesra di macau, lihat sepanjang sungai ini pemandangan cukup indah "
benar sepanjang Venetian macau lampu kota tampak indah, bak scene romantis aku pun menyandarkan kepala ku pada bahu yudha
namun tidak selamanya rahasia itu bisa aman dari kejauhan ada seorang yang diam -diam memfoto vanila..
"vanila rindu sekali tidak melihatmu walau cuma beberapa hari " goda yudha
"benarkah apa itu berarti kamu sangat mencintaiku "
"tentu aku sangat mencintaimu " yudha mencium kening vanila
cekrek.. foto pun langsung masuk ke HP leon
besok paginya sesuai jadwal vanila dan leon pergi ke butik
one mall macau pusat perbelanjaan termewah dan terbesar di macau tempat untuk fitting gaun pengantin
"sayang ayo lah, coba gaun pengantinnya " ucap leon
"kalau begitu, aku fitting dulu ya " nila pun mencoba gaun pengantin
HP leon berkedip bunyi pesan itu ternyata berisi WA dari marko yang mengirim bukti foto vanila semalam mesra bersama pria lain
raut wajah leon berubah merah melihat vanila berpelukan dengan pria lain
chat dari marko
paman aprilia itu tidak sebaik yang kamu pikir, jangan tertipu dengan kecantikannya
muka leon merah padam menahan kesal, namun cinta vanila sudah mengisi seluruh hati leon
saat langkah kaki vanila keluar dari ruang ganti, leon tampak takjub melihat kecantikan vanila tampak anggun mirip lah park min Young 😁😁..
"bagaimana apa gaun ini cocok padaku " tanya ku malu
leon tampak takjub matanya tidak berkedip, postur tubuh vanila yang tinggi semampai nampak elegan
"aprilia kamu cantik sekali, ini seperti mimpi aku bisa memiliki calon istri seperti diri mu " puji leon
aprilia aku tidak peduli marko mengirim foto mu dengan siapa? aku tidak peduli
"ya sayang aku pun beruntung mendapatkan calon suami seperti diri mu " vanila tersenyum manis
setelah selesai fitting baju leon tampak tidak banyak bicara dia terlihat aneh sekali
__ADS_1
"leon apa ada masalah, kamu tampak berubah " tanya ku
"tidak sayang aku hanya tidak sabar ingin segera ke hari pernikahan, ayo kita ke rumah ku di macau, supir ku sudah membawa semua baju mu ke sana " ajak leon
namun cuaca macau yang winter pun terjadi badai salju turun tiba -tiba
udara sangat dingin membuat vanila cukup kesulitan, hingga kakinya tersandung terburu -buru
"ah.. " kaki vanila terpeleset hak sepatunya patah
"sayang kamu tidak apa -apa? " leon pun berhenti
"kakiku terkilir sakit sekali " rintih nila
"sudah ayo naik ke punggung ku, sebentar lagi badai salju" leon membungkuk
aku pun tidak percaya leon mengendong ku di belakang seperti kakak pada adik kecilnya
mobil pun melaju menuju rumah leon di macau, namun di waktu lain Tia sedang bersama marko di supermarket. untuk belanja
"mas marko, kita beli apa lagi ya " tanya Tia
"mungkin bahan makanan karena cuaca winter, kita stok banyak " jawab marko
"mas marko dingin sekali "Tia kedinginan
" ayo kita mampir ke coffe shop dulu "marko pegang tangan Tia
" macau ternyata dingin sekali, minum coffe di sini terasa nikmat "
"iya, kenapa mas? "
"tidak aku hanya merasa aprilia tidak menyukai paman, cintanya terasa meragukan "
benarkah marko sudah curiga pada vanila
"mungkin karena belum sah, aprilia orang tuanya cukup ketat jadi maklum lah " Tia beralasan
"tunggu di sini, aku ingin ke toilet dulu, baru kita pulang "
saat marko pergi ke kamar mandi buru -buru Tia kirim WA pada vanila
chat dari Tia
vanila hati -hati tampaknya marko sudah curiga pada mu dan leon pun sudah di beritahu, waspada lah
membaca itu vanila pun jadi paham, saat sampai di rumah leon masih terlihat kaku
"sini aku pijat kaki mu " leon memegang kakiku
"tidak usah nanti juga sembuh " aku menolak
leon terlihat begitu perhatian padaku dia memijat kaki ku dengan lembut
"pelan-pelan " aku merintih
__ADS_1
"sayang ku aprilia, perlu kamu tahu aku tidak bisa melihat orang yang aku cintai terluka, aku tidak sanggup " pandangan mata leon penuh arti
entah kenapa? aku pun merasa leon menyembunyikan sesuatu
"leon Terima kasih banyak untuk cintamu selama ini, aku bahagia " ucapku semoga leon percaya
"di luar dingin, aku buatkan teh hangat untuk mu "
namun angin begitu kencang membuat jendela terbuka, aku pun berjalan untuk menutup nya, dan tak di duga di sebrang sana aku melihat pria yang mirip yudha, tidak itu memang mas yudha yang sedang menyamar rupanya dia pun paham aku disini
"sayang kenapa diam di jendela? nanti kamu dingin " leon pun menghampiri
"tidak, aku pun hanya ingin menutup jendela " aku cukup kaget
leon pun melihat sosok pria itu benar itu pria di foto tadi di kirim marko yang sedang memeluk aprilia
apakah aprilia berselingkuh ? tapi dia baru di macau
"sayang apakah kamu mencintai ku " tatap leon
"tentu saja aku sangat mencintaimu " jawabku
aku ingat pesan Tia agar waspada apa leon sudah curiga sesuatu
gerakan tangan leon pun terus membelai rambut
wajahnya pun sangat dekat padaku
ya ampun, leon pasti ingin mencium ku, apa yang harus aku lakukan agar leon percaya, apa aku terpaksa mesra pada leon dengan mencium bibir nya, tapi bagaimana hati mas yudha?
dari sebrang mata yudha pun memperhatikan vanila dan leon, matanya menatap tajam
"aprilia aku sangat mencintai mu " leon menempelkan bibirnya padaku
aku terpaksa mesra dan menutup mata jika aku tolak ciuman leon dia akan curiga, mas yudha maafkan aku..
cup..
leon pun mencium bibir ku untuk pertama kalinya, aku hanya diam tak membalasnya hanya pasrah saja
sedangkan yudha yang kesal pergi ke dalam dan meremas gelas minuman yang ada di tangannya
vanila aku yang salah sudah membawa mu pada misi ini
kini aku pun harus berjuang menahan gejolak cemburu padamu dan leon
terkadang dalam perang jika ingin menang harus banyak berkorban
seperti aku rela korban pura pura cinta pada leon
dan mas yudha rela korban perasaan menahan cemburu yang luar biasa
ketika cinta itu tumbuh kita hanya wajib menjaganya..
tapi keadaan beda, cinta vanila dan yudha tumbuh saat langkah sedang berjuang menapaki duri..
__ADS_1