Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
rumah impian ku


__ADS_3

sampai pagi kami tertidur disini, yudha yang mabuk seperti anak kecil tidur dengan pangkuan ku, alhasil kaki ku keram..


"sayang ini sudah pagi " yudha bangun


"iya, kaki ku mati rasa jadi alas tidur mu semalaman " keluhan nila


"maaf, semalam aku lupa diri, tak sengaja minum vodka " yudha masih merasa pusing


"kamu bilang semalam rumah ini adalah rumah impian mu bersama halida itu benar? " aku penasaran


"iya, rumah ini hasil kerja keras ku, dulu aku ingin kelak di rumah ini aku hidup sejahtera bersama istri dan anak -anak lucu " yudha tersenyum


"tapi aku rasa aku tidak bisa tinggal disini "


deg.. mendengar itu yudha kaget


"kenapa sayang? " mata yudha menatap


"aku vanila aprilia bukan halida tunangan mu, jadi jika rumah ini impian kalian aku tidak berhak disini " vanila pun hendak bangun


"maaf vanila aku tidak bermaksud begitu " yudha pegang tangan ku


"aku paham mungkin halida wanita sangat spesial dalam hidup mu, lagi pula aku tidak suka suasana rumah ini terlalu sepi "


"vanila aku serius jika misi kita menangkap leon dan komplotannya sudah selesai, aku ingin kita menikah dan mulai hari ini rumah ini aku serahkan pada mu, kamu kan arsitek terserah, yang penting di dalam rumah impian ini, harus aku dan kamu di dalamnya " yudha memberi kunci


mas yudha, aku tidak menyangka kamu serius sekali


"mas kamu gak becanda kan, kasih kunci rumah ini ke aku " vanila tersenyum


"tidak sayang, kamu calon istriku jadi terserah design sesuai selera mu "


"tapi kamu percaya sekali pada ku, bagaimana jika nanti rumah ini aku jual gimana? " goda vanila


"boleh, tapi ingat sampai ke ujung dunia pun kamu akan aku kejar " yudha memeluk ku


"sudah lah, ini sudah pagi aku harus ke kantor " vanila melepas pelukan


namun tiba -tiba chat dari leon pun masuk


aprilia, sayang aku ada meeting mendadak bersama mike jadi aku tidak bisa mengajak mu, ke butik pengantin


"sayang siapa yang kirim pesan? " tanya yudha


"leon dia bilang ada meeting mendadak bersama mike, makanya rencana kami ke butik pengantin jadi gagal "


"benarkah apa kamu kesal dengan itu "


"mas yudha bukan itu, aku yakin mike pasti sudah punya rencana makanya sering sekali mereka bicara berdua tanpa aku, mata marko juga selalu menatap ku sinis "


"yang penting kamu harus hati -hati ya, apalagi setelah aku tertembak mereka akan lebih waspada lagi"


"siap pak "

__ADS_1


"ini kan hari libur, lalu apa yang ingin kamu lakukan sekarang? "


"mungkin aku ingin tidur saja, aku lelah "


"bagaimana kita cat ulang rumah ini, sesuai keinginan mu "


"tapi aku harus ganti baju dulu, masa pake gaun begini "


"tunggu disini, aku akan belikan baju untuk mu dan juga sarapan " yudha pun pergi


setelah yudha beli makanan untuk sarapan, aku pun ganti baju celana panjang dan kaos


karena aku suka sekali vanila, aku pun mengecat tembok rumah ini dengan warna vanila


tak lupa kamar tidur utama


aku beli kasur besar sebuah ornamen princess


"jadi ini kamar impian mu "


"ya, di atas tempat tidur aku ingin pasang foto ku yang besar "


"bukan foto mu, tapi akan di pasang foto pernikahan kita " tambah yudha


mendengar itu aku jadi makin berbunga -bunga


"mas kamu selalu bilang pernikahan, apa kamu yakin orang tua mu akan setuju " vanila diam sejenak


"tapi kan mereka belum tahu kalau kita akan ada hubungan lain "


"sayang kamu ini kenapa? aku mencintai mu pasti semua akan lancar "


"terkadang aku merasakan takut yang luar biasa, mengingat kita jauh berbeda kamu punya jabatan tinggi, keluarga berada yang terpandang, apa bisa kita bersama? sedangkan aku, siapa aku? aku saja tidak tahu siapa orang tuaku " vanila sedih


tiap kali aku bermimpi, tiap itu juga aku merasa takut luar biasa


"sayang jangan bicara seperti itu, aku tidak peduli apapun yang penting aku nyaman dan bahagia bersama mu " yudha menghapus air mata ku


"wah.. wah.. kenapa aku jadi menangis tersedu begini " nila tersenyum


"ayo kita teruskan, sekarang apa lagi yang ingin kamu design dari rumah ini " ajak yudha


kami pun terus berlanjut aku meminta yudha membuat taman bunga kecil di belakang rumah


dan mendesign dapur dengan ornamen ungu


yudha pun hanya mengangguk seperti suami penurut


kami pun duduk di bangku di taman


"sayang kenapa? bengong lagi, ayo kita makan dulu " yudha membawa nasi padang


"nasi padang tapi kenapa? cuma satu bungkus punya mu mana" vanila balik tanya

__ADS_1


"aku ingin makan sebungkus berdua dengan mu " yudha tersenyum


"pelit sekali, bukankah kamu punya restoran padang sendiri "


"benar bukannya pelit, aku ingin menikmati suasana romantis saat bersama mu "


kami pun makan bersama, dan terus di iringi canda dan gurau


"mas jika besok aku dan leon mesra lagi aku mohon, percaya lah itu aprilia bukan vanila jadi percaya pada ku agar aku makin semangat " ucap ku lagi.


"iya sayang, peran ini harus sukses kita sudah hampir sampai di ujung tombak, aku ingin cepat membongkar semua kejahatan leon "


"lagi pula aku pikir ini cukup seru seperti drama Korea, aku menyamar untuk menangkap mafia "


"vanila sebenarnya aku berpikir sebaliknya aku merasa takut, yang kita hadapi itu mafia jadi tetaplah waspada dalam kondisi apapun "


entah kenapa? suasana hatiku jadi tidak karuan, semoga tidak terjadi apapun..


"tenang saja jika aku takut mati tidak mungkin aku sanggup berjalan sejauh ini " jelas ku meyakinkan


"gadis penakluk, berjanjilah apapun yang terjadi untuk jangan pernah meninggalkan aku " yudha mengulurkan jari kelingking


mas yudha kekanak -kanakan sekali


"apa harus begitu? " nila binggung


"ayo berjanjilah, aku lebih siap berperang di medan melawan mafia daripada kehilangan dirimu "


"ya aku berjanji, dasar gombal polisi ku makin jago gombal "


jari kelingking kami saling mengait, tapi entah rasa hatiku pun aneh, seperti nya sesuatu akan terjadi


perasaan takut kehilangan kamu mas


email pun masuk di HP vanila , dan mengatakan


jika besok akan ada transaksi heroin dari Bandar Jepang dan Korea


vanila gemetar, rupanya jaringan leon sangat luas


"mas yudha aku dapat email dari kolega bisnis haram leon jika besok akan ada transaksi heroin skala besar " vanila masih gemetar


"benarkah, lalu dimana lokasinya? " yudha penasaran


"di pelabuhan kota kalimantan, itu daerah perbatasan Indonesia dan Malaysia " tambah ku


"ok, aku akan kembali mempersiapkan, untuk menangkap semua anak buah leon "


tapi ini janggal tidak mungkin hal sedetail ini mike biarkan masuk ke HP ku


pasti ada hal yang lain, dan perasaan ku juga tidak tenang


tapi aku siap, jika memang harus berperang melawan kebenaran..

__ADS_1


__ADS_2