
ternyata Felix sudah dapat identitas, pria pembawa kotak hadiah itu seorang pengusaha meubel terkenal di jakarta
jika yudha yang bertanya pasti alot dan sulit
vanila saking penasarannya, minta tolong tim nya
kali ini kita harus main lebih cantik..
di tambah bantuan berry sang dokter ahli
"permisi apa di sini ada namanya pak iwan? " ucap donna dan Tia
"saya pak iwan, mbak mau beli meubel apa?
" tidak pak saya binggung vanila kecelakaan, tulang kaki nya patah, dan butuh darah untuk transfusi, ok tahu kan siapa ibu vanila? pancing donna
pak iwan menghela nafas.. menghubungi sebuah nomor
"maaf mbak saya gak bisa kasih tahu? tapi yang jelas ibunya vanila juga sedang di rawat di rumah sakit "
semua omongan itu donna rekam di HP nya
"namanya pak, pliss biar kami cari sendiri? " tambah Tia sambil menangis
"kalau begitu boleh saya jenguk vanila, saya akan beri tahu sendiri padanya " ucap iwan
sesuai rencana bantuan iwan vanila pun pura -pura sakit dan akting di kamar rumah sakit dengan bantuan berry karena dia juga anak pemilik rumah sakit..
di kamar rumah sakit
"vanila.. kamu tidak apa -apa? " tanya iwan
"pak iwan, aku binggung mungkin ini permintaan terakhir ku, tolong beri tahu ibu ku, aku sekarat " akting sakit
pria itu pun tampak percaya, di tambah lagi yudha ada tugas di samarinda besok baru pulang.. vanila bebas..
"nak, ibu mu wanita yang sangat kuat, cuma nasibnya kurang beruntung tapi yakin lah dia sangat menyayangi mu " iwan nampak sedih
"nama ibu ku, please.. " pinta vanila
"violetta, dia berada dekat dengan mu, ini aku hanya bisa kasih alamat tempat dia bekerja "
sebuah alamat bertuliskan.. pabrik perhiasan.. top di jakarta
setelah pak iwan pergi vanila pun tampak senang
yes, akting kami berhasil
"dokter berry Terima kasih " vanila senang
"dasar gadis nakal, ide mu sungguh luar biasa, bagaimana bisa istri jendral berbuat konyol " ucap berry
"darurat, Felix juga terpaksa bocorkan alamat pria itu "
__ADS_1
"suami mu tidak tahu? " tanya berry
"di samarinda besok baru pulang "
mendengar vanila kecelakaan, chat itu bocor saat vanila mengirim.. pada donna alhasil yudha pikir itu sungguh , dan cukup panik menyusul segera ke rumah sakit dari samarinda
"siapa bilang aku pulang besok " yudha datang buru -buru
deg.. wajah donna dan tia tampak pucat jika pak yudha tahu ini akting habis lah kami
"jadi ini tipuan " tatap yudha penuh marah
"mas aku bisa jelaskan " vanila panik
"dan kamu dokter, kenapa ikutan konyol dalam cerita ini " yudha makin marah
berry pun tampak tenang dan melangkah ke hadapan yudha
"pak polisi .. menghargai tugas dan peran mu, tapi aku juga sangat sayang pada vanila sudah sejak 24 tahun lalu dia ingin sekali tahu ibunya, sedikit petunjuk vanila begitu bahagia, aku hanya membantu wanita yang sangat baik dan aku sayangi, lagi pula yang kami lakukan tidak kriminal tidak ada kekerasan, cuma trik otak kami yang pintar "
"mas berry tidak salah, aku yang minta tolong jadi mereka semua itu aku yang minta, jika kamu marah cukup pada ku "
"pulang kita bicara di rumah "
yudha pun bawa vanila pulang tapi ke rumah umi
"vanila kamu benar tidak apa? " tanya umi
"alhamdulillah sehat umi " jawab vanila
vanila pun menjelaskan yang sejujurnya
"mas kali ini jangan marah, mungkin terkadang polisi tidak cepat dalam bongkar kasus, perlu kecerdikan otak seperti menantu ku ini " bela umi
"umi paham, tidak marah pada ku, makasih umi " peluk vanila
"lagi pula bagus dong, jika vanila bisa bongkar sendiri itu berarti kerjaan mas yudha berkurang, udah di bantuin sama istri " bela yuka
yuka masih di jakarta, yuna sudah kembali ke Singapura usai melahirkan..
"sudah lah, sudah debat sama kalian " yudha kesal
"kakak ipar, aku dengar blueberry sudah pulang ya, sudah jadi dokter, pasti ganteng bangat ya, dulu itu selain faris blueberry pria yang paling tulus sama vanila "
aduh.. yuka bicara apa ini, suasana panas makin panas gak tahu apa? polisi itu posesif juga
"yuka kita masak yuk, ajari aku masak " vanila mengalihkan
"yuka memang benar dulu berry itu suka sama istri ku? " yudha penasaran
"iya mas, waktu pesta kelulusan, berry pernah bilang jika faris bukan jodoh vanila, maka berry siap gantikan dan bahagia kan, dan vanila tersenyum cerah dengar itu "
"oh.. jadi dokter itu juga pandai gombal " yudha makin kesal
__ADS_1
"yuka lain kali saja kita nostalgia sma nya ya, kamu harus masak nanti suami mu pulang pasti lapar "
vanila mengajak yuka ke dapur
"yuka kamu tahu, mas yudha cemburuan tapi kenapa? masih ceritain berry "
"biarin aja kakak ipar, biar mas yudha makin sadar dan bucin jika punya istri cantik itu di jaga bukan marah mulu "
benar sih.. tapi aku pasti makin sudah nih..
vanila pun duduk menghampiri yudha yang duduk di taman belakang sambil memandangi kolam ikan koi..
"untuk apa kamu kesini? " yudha sinis
"duduk bersama suami ku, dari pada sama orang lain pasti gak boleh kan "
"awas saja kamu berani dekat dengan pria lain, meski aku jendral aku pastikan tembak pria itu "
"aduh.. galaknya " vanila tersenyum..
menyandarkan kepalanya di bahu yudha
"gadis penakluk kamu dan tim mu sungguh hebat, akting kalian tak di ragukan " goda yudha
vanila pun mengeluarkan secarik alamat pemberian iwan
"ini petunjuk, katanya nama ibu ku violetta bekerja di perusahaan perhiasan top di jakarta, tapi kenapa aku merasa pak iwan itu bohong ya '
yudha pun melihat alamat itu..
" ini tidak bohong sayang, cuma perusahaan ini sudah bangkrut dan ganti nama, jadi pamela jewellery "
"mas tahu tempat ini? "
"iya, besok kita kesana? "
"tunggu, boleh lah kita kesana sebagai pembeli bukan polisi yang interogasi "
"kenapa? " yudha binggung
"aku takut jika kamu dan aku datang sebagai polisi, mereka takut dan sukit mengulik, jadi please kali ini kita main cantik pelan tapi pasti "
"wah.. gadis penakluk.. ternyata istriku pintar luar biasa " yudha mengusap kepala vanila
"iya dong.. seperti kita bermain bongkar kasus Leon, aku ingin tabir ini terungkap.. secara rapih karena aku ingin tahu alasan kuat ibu ku begitu kejam pada ku, jika aku tidak ingin di rawat tak perlu di lahirkan " vanila sedih..
"sudah.. jangan menangis, jika polisi dan gadis penakluk sudah kolaborasi semua kasus akan tuntas " peluk yudha
"satu lagi jangan cemburu pada berry, dia cuma teman lama dan kamu suamiku pra yudha erlangga "
"tetap saja aku akan tembak dia jika berani goda istriku "
polisi posesif.. tetap saja
__ADS_1
petunjuk... semoga ini bisa berhasil..