Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
ingin bersama mu


__ADS_3

alex berdalih bisnis dengan Abraham terpesona melihat cantiknya vanila, alex pun tak peduli fakta jika vanila itu istri orang dia tetap ingin memilikinya..


hari ini alex datang membawa sebuket bunga ingin bertemu vanila di rumah Abraham


"mr alex angin segar apa yang membawa mu, hingga berkunjung ke rumah ku? " tanya Abraham


"mr Abraham, aku cukup senang bisnis collabs perusahaan kita beromset bagus dan itu tak lain akibat dari kecerdasan putri mu miss vanila, aku kesini membawa sebuket bunga boleh aku bertemu vanila " alex bicara penuh senyum


sementara ibu vio mencium aroma yang tidak wajar, itu terlihat ekspresi ibu vio tak suka lihat alex datang


"tuan alex, aku rasa anda tak perlu sibuk membawa bunga seperti ini, vanila tidak terlalu suka bunga " ucap vio tak suka


Abraham binggung dan mengerutkan dahinya, istrinya terlihat tak suka alex


tapi karena tak enak hati, Abraham tetap menyuruh art nya untuk memanggil vanila


"itu dia vanila, sayang kesini mr alex datang ingin bicara padamu " lambai Abraham


"mr alex anda datang sepagi ini di hari minggu? " vanila kaget


"hari minggu benarkah aku bahkan lupa hari, ini untuk mu vanila aku sangat senang sebab omset diamond collabs kita untung banyak " senyum alex mengembang


"terima kasih, tapi seharusnya anda tidak perlu repot seperti ini, aku juga tidak terlalu suka bunga " vanila tersenyum pura pura


"benarkah, bagaimana jika aku ingin mengajak mu makan siang untuk merayakannya " ajak alex


"dimana memang tempatnya? " tanya vanila


vio terlihat mengeleng, tanda tak setuju


"ok, tuan alex tunggu aku ambil tas dulu " vanila setuju


vanila sebenar nya juga tak ingin, namun ada alasan lain yang tidak mungkin dia tolak, jika tidak bisa di bantah alex adalah collabs perusahaan terbesar, berakibat buruk bagi perusahaan jika ada masalah dengannya


cafe...


"tuan alex aku kira kamu akan mengajak ku ke resto tapi ini di cafe " vanila tersenyum


"tidak nona, aku rasa kita masih muda jadi lebih cocok di cafe, ayo silahkan pesan " alex bersikap sangat manis


alasan lain kenapa? aku setuju makan siang bersama alex, aku kesal dengan mas yudha meski sudah di Turki tapi dia tidak mau datang kerumah bertemu ayah dan ibu, aku ingin tahu benarkah ucapan suami polisi ku, jika meski dari kejauhan dia memantau aku..


"vanila boleh aku jadi teman mu yang lebih dekat? " tatap alex


"lebih dekat, maksud anda, aku tak paham tuan " jawab vanila


"aku ingin mengenal lebih jauh lagi, tentang dirimu siapa vanila aprilia Khan? " alex begitu terlihat antusias

__ADS_1


"tak ada yang istimewa tuan, aku biasa saja, anda kan seorang bos besar dan kaya pasti sudah memiliki banyak teman wanita, iya kan " vanila santai


"ha.. ha.. benar tapi mereka semua tidak semenarik dirimu " senyum alex mengembang


baru beberapa menit di cafe ada chat masuk dari yudha


chat yudha


istriku jangan nakal ya..


vanila tersenyum membaca pesan itu, semakin jahil ingin memanasi suaminya


"vanila kenapa? tersenyum sendiri " alex bingung


"oh.. maaf tuan aku hanya tersanjung mendengar gombalan anda "


"tidak ini bukan gombal.. aku serius aku senang melihat mu, perasaan itu muncul saat kita pertama bertemu " tatap alex tak berkedip


"tuan alex anda terlalu berlebihan " vanila semakin tersenyum


yudha dari table belakang sedang duduk memperhatikan vanila


alex sandro buronan mafia yang sedang aku cari, untuk apa dia mendekati istriku


"permisi sir.. menurut info alex dan perusahaan Abraham sedang bekerja sama, sekarang vanila jadi owner nya otomatis mereka akan sering bertemu " jelas Felix


sementara alex makin agresif menyiapkan satu buah kado untuk vanila


"tuan apa ini? " tanya vanila menatap kado itu


"open please " pinta alex


"ok, aku buka " vanila membuka kado itu


ternyata isinya sebuah liontin cantik bertahta berlian swarovski, berbentuk hati namun di tengahnya huruf v


"kamu suka? " tanya alex


"ini terlalu mewah tuan, lagi pula aku sudah punya liontin inisial nama ku " vanila menunjukkan kalung di dalam gaunnya


.


"oh.. sial aku kalah telak, itu pasti dari kekasih mu, iya kan " alex tampak kecewa


"bukan, ini dari ibu ku.. kalung ini memiliki bagian sejarah hidupku hingga aku sampai ke titik ini, berkat kalung ini aku punya keluarga utuh " vanila tampak sedih


"i'm sorry, aku tidak maksud bikin kamu sedih " alex mengusap air mata vanila dengan tissue

__ADS_1


otomatis jendral dari jauh menatap lekat cemburu


"sudah lah tuan, aku tidak apa -apa " vanila risih


"vanila aku bukan tipe orang yang suka pura pura, aku mengajak mu kesini karena aku sangat tertarik pada mu, aku ingin selalu bersama mu " alex menatap begitu dalam


"tuan, anda tidak perlu seperti itu " vanila gugup


alex.. pria ini terlihat fokus dan serius bikin kikuk..


"vanila maukah kamu jadi teman wanita ku? " tanya alex


"tuan, maksud anda teman bukannya kita sudah berteman "


"maksud ku, aku tertarik padamu bukan sebagai partner bisnis tapi pria yang menyukai wanita dan ingin memiliki mu " alex tambah meyakinkan


"i'm sorry sir.. i'm married " vanila menunjukkan cincin di jarinya


hati alex tampak kecewa tapi tak menyerah..


"yes, aku tahu.. tapi ku dengar pernikahan mu ada masalah besar, aku tidak ingin bertanya apa dan mengapa? hingga saat ini suami mu tidak bersama mu, yang jelas jika suami mu mencintai mu, dia tidak akan melepaskan dirimu apapun yang terjadi, begitu pun diriku aku hanya ingin kamu tahu jika aku sangat menyukai mu dan ingin bersama mu tak peduli kamu sudah menikah atau belum, cinta tetap cinta "


kalimat alex ucapkan nyaris bikin salting vanila, tapi suamiku ada di Turki itu tandanya dia sangat mencintaiku, cuma agak aneh mas yudha tidak mau muncul di hadapan ayah dan ibu


yudha yang jengkel berjalan mendekati alex dan vanila yang asyik mengobrol dan sengaja berpura -pura mendorong waitres saat lewat di dekat alex, alhasil sebuah kopi tumpah di jaz


"i'm sorry sir " ucap waitres


"you crazy " bentak alex


sementara yudha yang memakai topi mengirim chat pada vanila


chat yudha


sudah ku bilang jangan harap bisa nakal dan lolos dari pengawasan polisi mu


vanila kaget membaca pesan itu dan tersenyum


berarti pria bertopi dan baju serba hitam itu jendral..


polisi ku.. suamiku..


chat vanila..


itu akibat suami ku yang tidak ingin mendekat, aneh seperti kamu sedang bermain detektif selalu sembunyi..


membaca itu yudha pun berpikir..

__ADS_1


sayang aku memang sedang menjadi detektif..


__ADS_2