
"sudah malam tidak pantas berduaan begini" vanila gugup
"kenapa? apakah kamu takut pada calon suami mu, atau pikiran mu sudah mulai traveling
dasar mas yudha siapa coba? yang gak takut jika di tatap terus menerus
" aku haus, ingin minum dulu "
"sudah jangan banyak alasan, apakah kamu tidak rindu aku? " dagu vanila di pegang yudha
"iya.. tapi "..
belum selesai kalimat vanila, yudha dengan penuh gairah menarik bibir wanitanya, ******* nya tanpa henti hingga vanila sulit bernafas
" mas kita belum., sah"ucap ku pelan
"aku tahu hanya sedikit boleh kan "
yudha kembali mengecup leher vanila, hingga membuat vanila terangsang
semakin dingin, tapi suasana terasa panas
ciuman.. tanpa henti
yudha pun mengendong masuk ke kamar
dan menghempaskan tubuh vanila
"bersabar lah, tinggal 2 hari lagi "
yudha pun menarik nafas panjang
benar hanya menunggu 2 hari, tapi aku tidak karuan
yudha pun memeluk vanila sambil tiduran tapi dari belakang
"jangan berbalik kalau kamu tidak ingin habis , malam ini , raja hutan ku sudah bangun " bisik yudha
benar vanila merasakan ada benda keras yang sedang bergerak kepanasan, ya ampun jantung ku berdebar
godaan orang dewasa sangat sulit mengendalikan nafsu
"tidur lah, aku hanya ingin memeluk diri mu, aku tidak akan melakukannya malam ini bersabar sampai kita sah, karena aku ingin kita mendapatkan keturunan yang baik, aku hanya ingin memeluk diri mu, i love you sayang ku vanila " yudha pun tertidur
vanila tersenyum mendengar ucapan yudha, dan merasa nyaman mas yudha meski hasratnya begitu besar tapi dia tetap menjaga ku, sampai kita sah
aku yakin mas yudha tidak akan melakukan apapun kalau pun aku ikut tidur, tapi ini kok kayaknya panjang bangat ya..
mesum otak ku traveling..
gimana jika besok MP pasti sakit
jantung ku, berdegup kencang bangat
yudha yang terlelap tapi vanila gemetaran
mungkin jika aku bangun atau geser sedikit bikin aku tidak se takut ini
iya pun perlahan melepaskan tangan yudha
namun..
"sudah ku bilang jangan bergerak, atau kita lanjutkan yang tanggung ini mumpung raja ku masih bangun"
"mas yudha kamu tidak tidur " vanila kaget
"kamu pikir aku bisa tahan tidur peluk wanita cantik dan seksi sepertimu "
__ADS_1
"genit " cubit vanila
"makanya ayo tidur " yudha kembali mencium bibir vanila
"aku tidak nyaman, aku di sofa saja ya "
"tidak kita pelukan berhadapan saja "
"itu makin bikin takut "
nafas yudha kembali tak beraturan
"kamu bangun dan bersandar lah di kasur "
vanila pun bersandar
"kalau begitu aku tidur di pangkuan mu, saja "
dasar polisi manja juga
tapi ini lebih baik dari pada pelukan belum halal
aku juga takut bablas kali
aku pun mengakui wajah mas yudha sangat tampan, aura jendral sangat sempurna gagah dan menawan, mana bisa aku pun tidak tergoda
vanila yang menatap yudha
tapi lelah juga, vanila pun perlahan mulai tertidur
suara adzan subuh pun menggema
yudha sudah terbiasa bangun pagi pun, langsung memperbaiki posisi tidur vanila dan memberi selimut
meskipun kamu tertidur tetap saja cantik, aku sudah tidak sabar memiliki semuanya
sinar matahari mulai menyinari, yudha begitu sabar menyiapkan sarapan dan menaruh sepucuk surat karena sebelum cuti menikah harus menyelesaikan urusan sebagai jendral..
jam berapa ini? jam 9 pagi vanila bangun dan berusaha mencari yudha tapi tidak ada
hanya ada 2 potong roti panggang dan segelas susu dan sepucuk surat
sayang aku ke kantor dulu, jika kamu sudah bangun mandi dan makan sarapan di samping tempat tidur, ingat jangan berani batalkan pernikahan kita kalau tidak aku akan menembak mu..
vanila pun mandi dan berganti baju yang memang isi rumah ini sudah seperti miliknya
bel berbunyi
siapa yang datang
cek lek
"yuna kamu kesini? " vanila kaget
"boleh aku masuk "
"masuk saja inikan rumah kakak mu "
"benar rumah ini sudah berubah design, mengikuti selera mu, dan semalam kalian bersama "
deg.. kaget
"iya semalam aku dan mas yudha tidur bersama aku mengakuinya, jika kamu marah terserah saja "
"mas yudha sudah dewasa, terserah saja kalian melakukan apapun "
kok, tumben dia santai
__ADS_1
"yuna apa kamu masih belum puas tentang pieter dan aku? " tatap vanila
"vanila " yuna memeluk vanila
aku kaget yuna memeluk ku dan menangis
"aku yang bodoh aku minta maaf vanila sudah menghina mu, aku mohon maaf dan tolong jangan batalkan pernikahan hanya karena kebodohan ku "
akhirnya yuna sadar
"ayo duduk tenangkan dirimu"
"vanila aku minta maaf karena sudah menghina mu beberapa hari ini, aku menyesal, aku egois, kamu tidak akan batalkan pernikahan dengan mas yudha kan, aku takut jika itu terjadi mas yudha akan hancur lagi dan kali ini aku rasa tidak akan sanggup melewatinya "
"kenapa kamu bisa yakin begitu? "
"dulu saat halida meninggal bukan cuma halida yang pergi tapi senyum mas yudha juga hilang, dia sedikit bicara lebih sibuk dalam kepolisian dan memilih tugas ke provinsi yang beda setiap tahunnya, karena ingin membuatnya sibuk, sampai umi sakit baru lah mas yudha setuju pulang dan stay tugas di jakarta "
"apa kebencian mu sudah hilang pada ku? "
"iya kak vanila, kamu calon kakak ipar ku, harusnya aku tidak kurang ajar pada mu, aku senang setelah bertahun -tahun senyum kakak ku kembali merekah dan itu karena mu kakak ipar, mas yudha yang tegas, galak dan seperti pembunuh berdarah dingin makanya dia di takuti semua penjahat, kini kebahagiaan mas yudha adalah dirimu, kakak ipar ku vanila aprilia "
senyum vanila mengembang saat yuna bilang kakak ipar
"ternyata kamu ipar merayu ku "
mereka pun tertawa lepas
"kelak jangan kamu ulangi lagi ya "
setelah itu pun yuna mengajak vanila pulang ke rumah umi
"umi ada acara apa ini? " tanya vanila
"malam bainai.. bukankah kamu ingin menikah dengan baju koto gadang, jadi malam bainai di lakukan, sehari sebelumnya bisa juga di sebut pesta bujang"
telapak tangan vanila pun di hias dengan henna pengantin..
ya Allah inilah rasanya punya keluarga..
aku bahagia sekali memiliki mas yudha
yang keluarga nya sepenuh hati menyayangi ku
malam itu juga di adakan pengajian..
sebelum.. besok akad nikah
"vanila kamu cantik banget, apalagi besok jadi pengantin pasti lebih cantik " puji yuka
"yuka panggil kakak ipar, meski kalian seumuran tapi sekarang kamu harus lebih menghormatinya " ucap yuna
"waduh.. kalian sudah akur ya.. syukurlah kalau begitu, akhirnya kak yuna sadar, jika sampai vanila batalkan pernikahan aku khawatir kali ini mas yudha akan jadi jomblo seumur hidup "
mereka pun tertawa..
"kakak ipar kamu tenang saja meski sudah berumur mas yudha itu tampan juga gagah, jadi bersiap lah malam pertama " bisik yuna
dasar kalian..
wajah vanila memerah malu..
benar kemarin saja sulit di kendalikan..
apalagi besok..
yang masih stay nunggu vanila yudha sah.. makasih ya..
__ADS_1
tambahin like nya dong...