Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
aku menyesal


__ADS_3

ibu pamela masih menangis bercerita tentang identitas vanila


"jadi om samer dulu pernah ancam tante? " yudha bertanya dengan ekspresi kesal dengar cerita pamela


"jendral, om mu begitu tergila -gila pada vio jadi apapun bisa di lakukan samer, saat bayi mungil dan cantik lahir vio sempat pingsan, jadi aku yang membawa bayi itu sebab " mulut pamela kembali kaku, sulit bicara jika dirinya lah inisiatif buang bayi itu


.


"sebab apa bu? lanjutkan cerita nya, aku siap pasti bukan cuma om samer yang tidak suka kelahiran ku tapi ada yang lain kan " vanila terus menangis


air mata pamela juga makin deras..


"orang tua vio yang juga om ku juga tidak sudi melihat bayi vio yang lahir tanpa menikah dan ayahnya di penjara, murka dia marah menyuruh ku untuk melenyapkan bayi itu secepat mungkin, aku panik dan membawa bayi itu pergi bersama pak iwan pria yang jadi manager suamiku di pamela jewelry, aku ingin sekali merawat mu vanila, namun posisiku belum menikah calon suamiku mas Wijaya juga tidak setuju jika aku baru menikah tapi sudah mengurus bayi..., aku terpaksa membuang mu ke halte menaruh mu dalam box bersama kalung liontin vio dan berharap ada orang baik yang menemukan mu, aku menyesal sumpah aku menyesal " lagi -lagi vio berurai air mata


kaki vanila lemas, malam ini dia hancur mendengar langsung kronologi mengapa dia di buang? hingga nyaris jatuh..


"sayang, kuatkan dirimu apapun yang sudah terjadi, aku disini aku suami mu, akan selalu mencintai mu " peluk yudha


satu fakta terungkap jelas, ibu kandung vanila itu vio dan ayahnya Abraham pria Turki yang masih berstatus tahanan sampai sekarang..


"jadi aku simpulkan ibu kandung vanila itu tante vio, bukan ibu, aku senang mendengarnya setidaknya ibu tidak di rebut cintanya oleh gadis nakal ini " olive justru senang mendengar ini


"Olivia tak bisakah hati mu peka sedikit, dengan senyum mu itu kamu tidak peka jika vanila sedang begitu syok" lirik berry marah

__ADS_1


"dokter kenapa marah? aku cuma lega setidaknya vanila bukan anak kandung ibu ku dan artinya aku tidak perlu berbagi cinta ibu ku pada vanila, gadis yang dari dulu tidak ku suka yang selalu merebut sesuatu yang aku sayangi " Olivia sinis


yudha yang masih memeluk erat vanila pun, merasa sedih luar biasa, fakta ini juga bikin aku syok karena ada nama om samer di dalam ya


"cukup ini sudah malam, aku akan bawa vanila pulang, tante pamela Terima kasih sudah cerita semuanya tentang istriku, apapun yang sudah terjadi aku aja tetap mencintai istriku, dokter berry aku juga minta tolong jaga ibu vio untuk malam ini " yudha bicara dengan tangan terus peluk vanila


akhirnya aku pulang ke rumah suami polisi ku..


meskipun aku sudah tahu ceritanya tapi rasanya lebih sakit ya, mendengar fakta bukan cuma om samer yang ingin melenyapkan aku tapi penolakan dari orang tua ibu vio yang juga kakek nenek ku, itu bikin makin sakit...


"sayang, ayo tidur ini sudah malam, jangan berdiri terus di balkon angin malam tidak bagus nanti kamu sakit " yudha datang mengusap rambut istrinya


"hatiku terasa sakit sekali mas, mendengar semua yang ibu pamela cerita kan tadi, aku sedih ternyata dari lahir kakek nenek ku yang asli juga tidak sudi melihat wajah mu, apa aku benar -benar tidak pantas untuk lahir ke dunia ini, hingga mereka begitu membenciku " mata vanila kembali menangis


..


"tapi mereka semua tidak sudi melihat ku, begitu tidak berartinya kehadiran ku, hingga buat ibu ku juga mengalami hal buruk karena aku "


"stop jangan bicara lagi, kamu tidak boleh bicara hal buruk, semua manusia di bumi sudah terlahir membawa kisah hidupnya masing -masing, harusnya kamu senang setidaknya malam ini aku tahu siapa ibu mertua ku, ayah dan ibu kandung mu " juga mendekap penuh cinta


"kamu tidak menyesal menikahi aku? gadis penakluk yang memiliki masa lalu yang begitu pahit ini , di pastikan aku terlahir tanpa status pernikahan , begitu jauh berbanding terbalik dengan mu seorang jendral polisi, keluarga mu terpandang dan terhormat " vanila menatap yudha..


angin di balkon begitu menusuk, hatiku ya.. aku begitu sedih malam ini

__ADS_1


"iya aku menyesal " sontak ucapan yudha bikin vanila kaget..


"tentu pasti kamu menyesal, harusnya dari awal aku sadar diri tidak jatuh cinta pada mu, dunia kita begitu berbeda, aku wanita yang masa lalu nya berantakan tidak pantas mendampingi diri mu mas, pria hebat polisi muda yang sudah mendapat gelar jendral " vanila mundur selangkah


yudha pun menarik napasnya, malam ini mengapa vanila begitu sensitif sekali


.


"kalau begitu, jika besok ayah dan umi juga tahu fakta ini dan merasa tidak setuju juga menyesal aku menikah dengan mu, aku akan setuju jika kamu ingin pergi dari ku, mungkin kita tidak di takdir kan untuk lebih lama lagi bersama, tetap saja polisi itu tidak cocok dengan gadis penakluk bar-bar sepertiku, tidak cocok.. kalau perlu kembali saja pada dokter Olivia dia lebih pantas jadi istri jendral seperti mu, bukan aku "


mendengar ucapan vanila, yudha pun melangkah maju mendekati istrinya yang sedang kacau hatinya


cup..


cup..


yudha pun memeluk dan mencium bibir istrinya tak peduli sedang marah dan kacau, cara ini lebih efektif untuk menunjukkan rasa cintanya


.


"kamu sudah selesai bicaranya, sekarang dengar aku baik -baik nyonya prayudha erlangga, kamu ini istriku istri yang sangat aku cintai, kita tidak bisa mengubah takdir memilih dengan kisah apa kita di lahir kan, tapi aku menyesal mengapa tidak dari dulu bertemu dengan mu, agar aku bisa terus mencintai dan melindungi istri yang sangat aku cintai, tak peduli apapun fakta kisah mu, aku tetap akan selalu mencintai istri ku vanila aprilia, jadi hentikan pikiran konyol mu itu, ayah dan umi aku yakin mereka juga tidak masalah untuk hal ini, jadi jangan berfikir tentang kita yang akan berpisah apalagi bahas Olivia lagi aku tidak suka, lagi pula enak saja sekarang kamu dan dokter berry itu punya satu ikatan ibu vio, aku tidak akan biarkan kalian lebih dekat lagi "


mendengar penjelasan yudha yang panjang lebar, hatiku menghangat..

__ADS_1


"kamu tidak malu meski ayah mu seorang narapidana? " mata vanila haru...


"vanila aku mencintai mu dengan segenap jiwaku, apapun itu aku tidak peduli karena yang penting kamu istriku, dan aku suami mu, apapun jalan takdir aku akan selalu menemani mu sampai kita tua bersama " yudha kembali mendekap mesra aku....


__ADS_2