Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
tanda cinta ku..


__ADS_3

saat mereka duduk di taman, hujan pun turun sangat deras membuat mereka basah kuyup


"kenapa? tiba-tiba hujan deras sekali " ucap ku kedinginan


"iya, bahkan badai nya kencang sekali " yudha pun langsung melaju


namun di tengah perjalanan mobil yudha pun mogok


"kok, mati mobilnya" nila kaget


"entah lah, coba aku cek " yudha keluar dari mobil


ternyata ban mobil yudha kempes


"vanila ban mobil ku kempes "


"apa? di tengah badai, mobilnya mogok, aku bisa mati kedinginan" nila menggigil


tempat ini memang sepi, di tambah lagi hujan tidak ada bengkel yang buka di jam tengah malam


"turun lah, kita minta tolong warga sekitar " yudha mengajak ku mengetuk pintu rumah warga


"permisi assalamualaikum"ucap kami


keluar lah seorang wanita setengah tua, dari balik pintu


" kalian mau apa? "


"kami ingin minta tolong, apa anda punya ban cadangan" tanya yudha


"pak apa anda tidak lihat rumah saya saja, tiang bambu, mana mungkin punya mobil? memang kalian dari mana " wanita itu terus menatap kami dari atas sampai bawah


jam sudah setengah 12 malam, kalau aku bilang kami habis jalan pasti warga di sini merasa kesal dianggap kami kencan kemalaman


"saya dan suami saya habis dari rumah saudara, ban mobil kami kempes, apa boleh kami berteduh, aku kedinginan " ucap nila sambil menginjak kaki yudha


"owh, kalian sudah menikah ya, jika kalian suami dan istri tentu boleh menginap, aku kira kalian habis mojok malam minggu an " ucap nya tersenyum


yudha pun mengeleng.. vanila jago dalam hal ini


"ibu, boleh aku pinjam baju ganti aku kedinginan " nila makin menggigil


"tunggu sebentar, aku akan sedia kan kamar untuk kalian "


sementara wanita itu mengambil baju yudha pun bicara


"pintar sekali, kamu jago berbohong "


"mas kamu lupa ya, ini sudah jam 12 malam, jika kita bilang kita habis jalan, apa kata mereka, lagi pula aku hipotermia /alergi dingin " nila langsung bersin


wanita itu hanya tinggal berdua dengan suami nya yang juga sama tuan nya, rumah mereka bilik bambu tapi cukup nya man dan hangat


kami pun di sedia kan kamar, baju daster untuk ku dan mas yudha di kasih celana kolor panjang dan kaos

__ADS_1


"maaf ya mbak dan mas, cuma ini baju yang ibu bisa kasih, itu pun baju anak menantu kami jika dia menginap, tidur lah di sini malam ini, ini sudah malam bengkel jauh dari sini, semoga bisa nya man "


"terima kasih bu"


setelah ganti baju, kami pun duduk bersandar di dinding bilik, hanya ada satu kasur itu pun di gelar di lantai plesteran, benar -benar sederhana


"apa kamu masih dingin? " tanya yudha


"lumayan, aku terpaksa bilang kita suami istri, jika tidak kita tidak akan di beri tempat menginap " jelas ku


"lalu malam ini kita tidur bersama , kan kamu bilang kita sudah suami istri " yudha meledek ku


"tapi aku saja yang tidur di kasur, dan kamu diam di sini saja, badan kekar mu kan cukup kuat nahan dingin " nila tersenyum


"lalu menahan hasrat ku, bersama wanita cantik di tengah hujan, pasti sangat sulit " yudha mulai mendekati aku lagi


"mas, jangan macam-macam ya, ingat kamu itu polisi? " nila takut dan gugup..


"terus polisi memang gak boleh jatuh cinta" yudha membelai rambut ku lembut


saat -saat jantung ku berdebar, lampu pun padam


"kenapa? lampu nya mati "


"diam lah di sini mau kemana? " yudha malah memeluk ku


hembusan nafas terasa sesak di dada


"jika aku setuju, kamu tidak akan menyakiti ku kan " tanya vanila..


"aku tidak janji bisa membuat mu bahagia selama nya, tapi aku pasti kan aku ingin mendampingi mu saat suka dan duka" yudha meyakinkan.


untuk sejenak kami saling menatap tanpa bicara


"vanila, I love you" bisik yudha..


"ya, I love you too" jawab ku


di luar hujan badai, tapi di sini hujan cinta


cup..


cup...


yudha mencium bibir ku, menarik ya lembut, aku pun menikmati nya seakan malam ini kami di mabuk cinta


"terima kasih sudah memberi tempat di hati mu, untuk ku " yudha mencium kening ku


"mas bukan nya umi bilang, kamu ini pria yang sangat sopan lalu kenapa? pada ku begitu nakal"


yudha tersenyum manis


"umi bilang, aku tidak boleh menyentuh wanita yang bukan muhrim ku, karena aku sudah mencium bibir mu, maka aku ingin kita jadi muhrim dan umi pasti setuju "

__ADS_1


"dasar nakal, bukan cuma aku yang nakal, kamu juga " nila pun tersenyum


"ayo tidur lah, di pelukan ku, biar kamu tidak ke dingin an, aku tidak akan me lakukan yang lebih, karena yang tadi itu tanda cinta dari ku " bisik yudha lagi


dasar laki-laki, tidak peduli siapa pun dia, jika sedang jatuh cinta sulit di kendalikan


aku pun tidur di pangkuan yudha, dia menjaga ku semalaman dan benar tanpa me lakukan yang lebih dari ini


paginya ibu itu pun mengetuk pintu kamar kami, dan menyuruh kami sarapan


"sebenarnya kalian dari mana? kok bisa ke maleman" tanya si bapak


"kami dari jakarta mau ke puncak ke rumah sepupu pak " jawab ku


"kalian ini pengantin baru ya " tanya si ibu


"iya kami baru saja resmi " jawab yudha


"kami senang jika ada pasangan muda, itu bagus hindarin dosa"


sementara yudha terus mengeleng, tanda tidak setuju dengan akting ku ini


Felix pun datang membawa ban dan baju ganti untuk kami, dan setelah selesai kami pun pamit


"ibu terima kasih banyak ya atas tumpangan nginep semalam " ucap ku


"sama -sama neng, semoga pernikahan kalian langgeng ya " ucap si ibu


mendengar itu wajah Felix tampak binggung.


"pak apa anda dan mbak vanila itu sudah menikah? " Felix binggung


"tutup mulut mu, fokus saja menyetir" yudha acuh


mata Felix pun beralih melirik ku


"itu hanya akting ayah, agar kami bisa ada tempat untuk nginep, semalam kan hujan badai " jelas ku


"tapi kalian gak ngapa-ngapain kan "


"Felix kamu masih ingin tugas di sini, atau aku mutasi di perbatasan" yudha kesal


"maaf pak, baik saya akan diam " Felix takut


vanila terus tertawa melihat wajah takut Felix


yudha memang polisi yang tegas, dan sedikit bicara, sebagai atasan cukup di takuti


malam ini super istimewa aku dapat tanda cinta dari vanila (yudha bahagia)


mas yudha.. semoga tanda cinta itu benar..


kamu mencintai ku selama nya..

__ADS_1


__ADS_2