Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
aku terpaksa menyentuhnya


__ADS_3

"nak ayo cepat, istrimu bisa mati kedinginan nanti " tegas si nenek


vanila maafkan aku terpaksa menyentuhmu


yudha pun menutup matanya, perlahan membuka seluruh pakaian vanila yang basah, sebenarnya ini tidak benar


aku memegang sesuatu yang belum jadi milik ku


tapi ini darurat..


serr.. tangan yudha pun tambah gemetar saat harus memakaikan bra dan segitiga pengaman itu


jiwa pria normalnya juga ikut hidup


tapi mata yudha terus tertutup berusaha untuk menahanya, aku tidak boleh melakukannya sebelum sah..


kulit vanila mulus sekali, aku pastikan aku akan kembali lagi dengan ini tapi saat kamu jadi istriku


perban pun di ganti, luka nya robek lagi


yudha yang sudah bisa pun bisa kembali menjahit lukanya perlahan..


akhirnya vanila sudah ganti baju


dan yudha pun membuka matanya


menatap wajah gadis itu lagi


vanila apakah kamu tahu tadi itu sangat sulit, aku lebih baik menghadapi seratus ******* dari pada harus itu lagi


tapi aku janji, kamu akan jadi istriku


yudha pun mencium kening vanila..


ke esokkan paginya vanila pun mulai sadar


dan membuka matanya


"aku dimana? "


ah.. mas yudha kenapa? tiba -tiba aku bisa tidur sekamar bersama mas yudha, baju ku sudah di ganti dan luka nya..


"mau kemana? ayo tidur lagi " yudha peluk vanila


"mas yudha kamu sudah bangun? " vanila kaget


"kamu pikir aku bisa tidur, saat sekamar dengan gadis secantik kamu"


"kita dimana? seingat ku, aku di lempar di hutan dan luka ku kembali berdarah "


"itu pun yang jadi pikiran ku semalaman, untuk apa dan kenapa? kamu bisa ada di hutan? " yudha penasaran


vanila pun menceritakan semuanya pada yudha


tentang yang sudah di alaminya


pasti ada seseorang yang sengaja ingin mencelakai mu vanila


mobil Felix dan Agustin pun tiba mas yudha dan vanila pun segera pamit pada si nenek untuk segera pulang


"nona sebenarnya apa yang terjadi hingga anda bisa begini? " tanya Agustin


"aku pun tidak paham bu, tapi yang jelas preman itu menantang ku dan ingin menghabisi nyawa ku "


"apa? berarti ini pembunuhan berencana " ucap Felix

__ADS_1


"benar dan tugas mu sebagai polisi selidiki ini, tangkap segera pelakunya " perintah yudha


"siap pak!! " jawab Felix


"mas yudha aku pulang ke panti saja ya "


"tapi luka mu semalam berdarah banyak sekali, kamu harus di cek up dokter lagi "


"bukankah kamu sudah obati itu sudah cukup "


"apa pak yudha mengobati luka di punggung vanila berati pak yudha buka bajunya " Agustin pun terdiam melihat tatapan wajah yudha


"aku terpaksa melakukannya kalau tidak vanila bisa kehabisan darah di tambah lagi cuaca buruk "


Felix dan Agustin pun menunduk takut jenderalnya marah


"tidak apa, dokter juga harus melihat membuka baju pasiennya untuk mengobati, yang penting mas tidak melakukan yang lainnya kan " goda vanila


"gadis nakal, jaga bicara mu aku ini menyayangi mu bukan memanfaatkan dirimu " yudha pun menepuk jidat vanila


"benarkah kamu kuat menahan lainnya "


Felix dan Agustin kembali saling tatap melihat obrolan intim mereka


"vanila, ayo kita harus segera ke rumah sakit, kalau tidak dokternya segera pergi " yudha gugup


di rumah sakit ternyata yuna pun sedang memeriksakan kandungannya, dan kaget melihat yudha bersama vanila


"mas yudha sedang apa di sini? " tanya yuna


"kamu juga sedang apa? " tanya balik yudha


"mas yudha aku cek up di antar ibu agustin saja " vanila pergi


melihat wajah yuna selalu masam pada ku, aku tidak enak


"bumil sebaiknya kamu pulang, jika cek up mu sudah selesai "


"mas yudha aku tidak suka melihat mu dekat terus dengan vanila "


"tapi aku suka padanya "tatap yudha


" Olivia itu jauh lebih terhormat dari vanila, dia cantik juga pintar "


"ayuna ini rumah sakit aku sedang tidak ingin mendebat mu "


"mas, pokonya aku tidak setuju jika mas yudha harus dengan dia " teriak yuna


yudha pun melangkah dan mendekati yuna


"aku sudah menyentuh wanita itu, dan berarti aku harus menikahinya, suka atau tidak kamu tidak ada hak " tegas yudha


vanila yang baru keluar, pun mendengar obrolan itu dan cukup binggung dan terkejut dengan kata sudah menyentuhnya


"mas yudha bohong kan, pasti perempuan penggoda itu merayu mu kan "


"tidak kamu salah, karena aku sangat menyukainya makanya aku tidak bisa mengendalikan diriku "


mas yudha, mungkinkah malam tadi?


hati vanila pun berubah kacau


yuna yang melihat vanila berdiri, datang menghampiri nya


"puas kamu perempuan liar , sudah menaklukan kakak ku yang baik " yuna kesal

__ADS_1


"yuna jaga bicara mu "


"mas yudha, aku akan bilang pada ayah dan umi, jika perempuan ini tidak sebaik yang mereka pikir "


yuna pun pergi dengan kesal dan marah


vanila yang masih binggung dengan ucapan yudha pun melangkah ke hadapan yudha


"apa maksud mu tadi bilang sudah menyentuh ku "


"vanila bukan begitu"


plak... vanila menampar wajah yudha


"aku memang nakal juga liar tapi bukan berarti kamu bisa merendahkan ku begitu saja, ibu agustin tolong antar aku pulang " vanila menangis dan pergi


sial.. vanila salah paham


aku hanya alasan pada yuna saja tadi


"vanila tunggu " kejar yudha


"aku bilang aku mau pulang "


"aku antar ya, aku khawatir "


"jika kamu tetap ikut, lebih baik aku naik taksi online saja " vanila hendak turun


"pak jendral, percaya saja saya akan menggantar vanila sampai dengan selamat " agustin beri kode


"baiklah, agustin jaga calon istriku dengan baik ya "


"siap pak!! "


gara -gara yuna


aku juga bodoh bicara begitu, vanila pasti kecewa merasa di rendahkan


yudha terus mengacak-acak rambutnya kasar


sepanjang perjalanan vanila hanya diam dengan air mata menetes


"nona vanila saya tidak ingin ikut campur, tapi sepanjang pengalaman saya jadi bawahan pak yudha, jendral itu pria yang sangat baik juga sopan"


"kamu membelanya karena dia atasan mu " vanila sinis


"bukan nona, tapi feeling saya sebagai wanita, saya tidak tahu pasti yang di maksud pak yudha tadi, tapi saya rasakan pak yudha sangat mencintai anda "


aku pun sebenarnya merasa begitu, 2 bulan ini aku sangat bahagia dekat mas yudha


walau pun sikapnya dingin tapi dia sangat sopan


tapi malam tadi dia yang mengganti bajuku


mungkinkah seorang pria dewasa sanggup melihat wanita dewasa tanpa busana


entahlah otak ku kacau..


yuna pasti tambah membenciku


vanila apakah kisah cinta mu kali ini juga rumit


padahal di pantai aku sangat bahagia saat mas yudha melamar ku..


tapi ayuna adiknya tidak setuju..

__ADS_1


apa salah ku ya? apa karena aku. liar?


atau ada hal lain yang membuat yuna terlihat begitu membenciku, padahal kami baru saja bertemu..


__ADS_2