Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
cobaan sebelum menikah


__ADS_3

hari ini jadwal fitting gaun pengantin bersama yudha di butik


"sayang kamu ingin pakai kebaya atau gaun pengantin " tanya yudha


"mas yudha bolehkah aku pakai baju pengantin adat koto gadang aku merasa mungkin kado itu memang untuk ini"


"tentu sayang kamu boleh, mungkin ibu kandung mu berasal dari minang makanya dia ingin kamu sedikit tahu daerah asal mu, lagi pula kamu cantik pakai apapun "


benar koto gadang berasal dari daerah minang kabau, tepatnya Sumatra Barat


mungkin ini salah satu petunjuk yang ibu ku beri


agar aku sedikit tahu asal ku


warna merah marun, pilihan warnanya


bak ratu jodha, vanila pun tampak cantik mencobanya


setelah dari butik, mereka pun berniat hunting lokasi resepsi yaitu di hotel top jakarta


namun di tengah jalan macet, di tambah lampu merah


saat itu tak sengaja vanila melirik sebuah mobil di sampingnya dan itu mobil yang sama saat vanila di serang preman


"mas yudha itu preman yang tempo hari mencelakai aku " nila menepuk yudha


"benarkah, kalau begitu bersiap lah kita akan beri pelajaran mereka, kencangkan sabuk pengaman mu "


mobil yudha pun berlaju sangat kencang berusaha menyalip mobil di depannya


preman yang sadar ada orang yang mengikuti pun menambah kecepatan, nyaris mereka seperti sedang di sirkuit balap Formula 1


bukan yudha jika tidak nekat, terus mengejar hingga mobil itu buntu di sebuah pertokoan yang sepi


"siapa kamu, berani buntuti kami " teriak preman


yudha pun turun dari mobil dengan tangan mengepal


"masih ingat gadis ini, gadis yang kalian keroyok dan lempar ke hutan, dan sekarang saatnya kalian bicara siapa yang menyuruh kalian " bentak yudha


aura yudha pun berubah seorang pemburu


matanya terus menatap memangsa


perkelahian itu pun tak ter elakkan


"sayang kamu mundur lah, biar aku hadapi mereka, 2 lawan 1"


mereka pun langsung berkelahi, tenaga yudha bak film Samson sangat kuat dan tangguh


vanila yang tadinya khawatir malah berbalik ?


preman itu bisa mati, tanpa aku tahu siapa yang menyuruhnya


"cukup mas mereka bisa mati" lerai vanila


preman itu pun babak belur, bahkan gigi nya pun hampir copot semua


"katakan siapa yang menyuruh mu, menyerang ku di pemakaman" tanya vanila


"cepat katakan, atau hari ini terakhir kamu bernafas " bentak yudha


"maafkan kami pak polisi, kami hanya di bayar oleh nyonya besar dan menantunya "

__ADS_1


"apa nyonya itu tante fera tapi siapa menantunya " tatap vanila


"benar nona, tante fera yang suruh dan nyonya muda, margaretha setyawan "


"apa? retha margaretha, istri faris " vanila menangis


insiden vanila gagal di ajak menikah oleh faris, rupanya faris pun menuruti keinginan ibunya menikahi margaretha anak dari pengusaha tambang, dan lebih bikin syok dia sahabat vanila waktu di SMA..


preman itu pun di bawa ke kantor polisi untuk laporan selanjutnya


"mas yudha boleh kah, kamu antar aku ke kantor faris "


"baiklah"


sepanjang perjalanan vanila hanya diam, saat nama tante fera dan margaretha di sebut


kenapa mereka begitu benci aku?


sampailah di kantor setyawan group


vanila langsung naik ke lantai 10 tempat kantor dirut itu berada


tok


tok..


suara ketukan pintu


"masuk lah, sekretaris aku memang menunggu mu " ucap faris yang sibuk


"ini aku kak, vanila bukan sekretaris "


"vanila, benarkah kamu datang kesini?, aku bahagia sekali, belakangan ini aku sibuk dengan bisnis ku, akhirnya kamu rindu juga pada ku"


plak.. vanila menampar faris


"vanila apa ini? kenapa kamu tampar aku "


"karena kamu orang yang pernah aku cintai tapi hidupku selalu di bikin susah, begitu pun sekarang saat aku bilang aku sudah move on, kamu tetap ingin kembali pada ku, dan itu membuat ibu mu makin benci aku " teriak vanila


rupanya margaretha juga datang ke kantor hendak mengajak faris makan siang dan terkejut dengan kedatangan vanila


"faris dan vanila sedang apa kamu di sini? " ucap retha


"kamu terkejut, atau binggung kenapa? aku masih hidup " vanila balik menatap retha


"vanila ada apa ini? " faris bingung


"jadi kamu istrinya faris retha margaretha" teriak vanila


"retha apa kamu bisa jelaskan ada apa ini? " faris bingung


"mungkin vanila datang karena iri padaku yang sudah mengambil diri mu " retha gugup


"aku iri, atau sebaliknya kamu yang iri padaku, tapi itu sudah tidak penting lagi, aku kesini untuk beri tahu jika preman yang kamu sewa kemarin untuk membunuh ku sudah meringkuk di penjara "


mata retha membulat kaget sekaligus takut


"vanila apa maksudnya ini, jangan bikin binggung, kemarin saat aku di luar kota, aku dengar kamu kecelakaan lagi, bagaimana luka mu sudah sembuh "


"stop kak, jangan peduli lagi pada ku, karena itu membuat istri mu makin menggila untuk membunuh ku "


"fitnah itu fitnah sayang, vanila datang untuk menghancurkan rumah tangga kita "

__ADS_1


"hah.. jika aku mau sudah dari dulu aku lakukan, jadi istri faris pertama saja aku tidak mau apalagi sekarang, itu tidak berguna "


"vanila jangan teruskan kata itu membuat hatiku sakit "


lagi -lagi faris masih mencintai vanila


"baiklah aku tidak basa basi lagi, minggu lalu istri mu yang tersayang sudah menyewa preman untuk mencoba melukai ku, bahkan aku di lempar ke hutan "


"apa? margaretha apa itu benar? " bentak faris


"tidak sayang, mama mertua yang ingin membunuh vanila bukan aku " retha keceplosan


"itu benar, karena kamu kak masih saja peduli pada ku, ibu mu dan istri mu makin gila benci aku "


"retha margaretha, kamu keterlaluan" faris hendak menampar retha


namun vanila menangkis tangan faris


"aku tidak suka jika seorang pria memukul wanita "


"kamu dengar retha, vanila masih membela mu meski kamu jahat padanya, itulah kenapa? aku sangat mencintainya "


"faris setyawan, kamu kejam sekali bicara begitu di depan istri sah mu " retha menangis


"retha aku setuju menikah karena ibuku yang minta, sedangkan kamu paham aku sama sekali mati rasa pada mu "


"vanila kamu puas sudah menang, harusnya kamu mati saja kemarin " teriak retha lagi


"tapi nyonya sekarang kamu yang harus merasakan buah dari ulah yang kamu tanam, petugas bawa nyonya retha untuk di tahan " yudha masuk bersama polisi wanita


"vanila kurang ajar kamu " retha makin kesal


faris yang terpukul tak menyangka jika istrinya begitu jauh melangkah


"pak polisi lalu ibu ku " faris panik


"nyonya fera juga sedang di jemput oleh petugas wanita"


ibu dan istri ku di tangkap


"vanila aku malu sekali, tapi sungguh aku tidak bermaksud menyakiti mu, aku minta maaf jika cinta ku selalu membuat mu susah " faris menangis


mata yudha tampak kesal, mendengar ucapan faris


ya ampun apa ini cobaan sebelum menikah


"sudahlah kak lupakan cinta kita sudah berakhir saat aku menyerah, dan membiarkan mu menikah, dan hari ini aku tegaskan jika aku sudah move on dan akan menikah dengan mas yudha jadi buang semua yang sudah terjadi antara kita "


deg.. ucapan vanila membuat faris sangat sedih


"vanila aprilia 10 tahun kebersamaan kita begitu mudahnya kamu bilang melupakan, hatiku sakit sekali vanila lebih sakit dari waktu kamu menyuruh aku menikah aku sakit hati vanila " faris terus menangis


ekspresi wajah yudha makin kesal


"kalau begitu aku akan pamit, lebih baik kakak urus saja ibu dan istri mu di kantor polisi "


vanila pun mengandeng tangan yudha pergi keluar..


masih mau lanjut


vote dulu, like, koment


makasih ya...

__ADS_1


__ADS_2