
satu minggu setelah kabar setelah test dna di lakukan, hari ini adalah pengumuman hasilnya
sudah ada yudha, vanila dan beberapa staf dari kepolisian yang turut jadi saksi
"pak jendral apa sudah siap untuk mendengar hasil test dna ini? jika sudah siap saya akan bacakan hasilnya? " ucap dokter laboratorium
"bacakan dok, lebih cepat di baca itu makin bagus " mata yudha lurus ke depan
tangan vanila lumayan berkeringat, aku yakin hasilnya pasti cocok, ibu pamela dan ayah Abraham tidak mungkin bohong, bathin vanila
"berdasarkan test DNA, yang di lakukan beberapa waktu lalu, dengan ini pihak laboratorium menyatakan jika gen dari tuan Abraham Khan yang berusia 50 tahun, warga Turki di nyatakan 100 persen COCOK, dengan nyonya vanila aprilia 24 tahun warga Indonesia, pihak laboratorium meyakinkan dengan ini bahwa hubungan nyonya vanila dan tuan Abraham terbukti 100 persen SEBAGAI AYAH DAN PUTRI KANDUNG SAH, di akui secara hukum keputusan ini berlaku per hari ini tanggal 30 September 2022 "
telingaku seakan sejuk mendengar kalimat yang di baca tim dokter laboratorium, akhirnya seorang vanila aprilia yang lahir tanpa identitas, hari ini negara mengakui jika Abraham ayah kandungku, aku bersyukur ya Allah..
"alhamdulillah, Terima kasih ya Allah, engkau sudah buka jalan kebenaran bagiku " vanila sujud syukur
"iya, Terima kasih ya.. Allah akhirnya istriku tahu siapa orang tuanya " yudha ikut bersujud
usai surat itu di baca, kabar pun cepat menyebar yang pertama langsung ke Abraham di sel tahanan
"permisi tuan Abraham, saya mendapat info jika test dna yang Anda lakukan bersama ibu jendral itu dinyatakan cocok, anda terbukti sah sebagai ayah kandung nyonya vanila aprilia" ucap Felix
aura kebahagiaan terpancar jelas di wajah Abraham , mata sendunya kembali berbinar..
"terima kasih ya Allah, ya Robb.. hari ini adalah hari terbaik yang aku tunggu, engkau sudah menunjukkan kuasa mu, aku yakin setelah ini aku pasti bisa bahagia bersama putri ku " Abraham pun menangis..
vanila pun mengajak yudha untuk ke rumah vio, naluri seorang anak juga ingin segera beritahu ibunya jika Abraham itu ayah ku..
"ibu, ada yudha dan vanila di ruang tamu " ucap berry
"vanila dan yudha, berry bantu ibu segera ke sana " mata vio ikut berbinar
"tentu ibu, aku bahagia jika melihat ibu juga bahagia " ucap berry sambil mendorong kursi roda ibunya
"dokter, kamu tidak cemburu kan, jika ibu menyayangi vanila" tanya vio
__ADS_1
hati ini makin bergetar saat melihat ibu vio.. inilah ibuku ibu kandung yang sangat aku rindukan
"vanila putriku " vio memanggil vanila yang duduk di ruang tamu
"ibu " vanila pun datang memeluk vio erat
inilah hari yang aku tunggu memeluk ibu kandung ku dengan semua rasa yang sudah lama terpendam..
"vanila, aku bahagia test dna itu membuktikan kamu putriku sekaligus bukti jika ayah kandung mu itu ada, dia tidak buang kamu, ayah mu cuma terjebak di suatu keadaaan yang sulit, begitu pun aku ibu yang payah, ibu yang tidak bisa membuat mu bertahan di sisiku hingga sepanjang hidup mu harus melalui banyak kesulitan, maafkan aku nak " vio kembali menangis
"tidak bu.. jangan bicara hal tidak penting, aku sangat bahagia karena hari ini vanila aprilia yang hidup nya di kenal anak tanpa identitas akhirnya aku punya ayah juga ibu, aku sangat bahagia.. lepas dari masalah yang membuat kita terpisah aku paham " tatap vanila
sementara yudha mengamati..
aku bahagia sayang melihat mu bahagia punya ayah juga ibu.. sekaligus takut.. masalah apa yang akan terjadi jika benar kamu buka kembali kasus Abraham..
"jendral kesini lah, aku bahagia kamu adalah suami putriku " lambai vio
"iya bu, aku pun bahagia jika melihat istri yang aku sayangi bahagia " yudha mendekati vio
.
ucapan vio seakan isyarat jika hubungan vanila dan yudha tidak akan mudah, tentu ada banyak kejadian di masa lalu yang membuat efek masa kini kurang baik..
"tentu ibu vio, aku sangat mencintai vanila, apapun yang terjadi vanila tidak akan aku lepaskan, meski pun kadang istriku ini suka sekali bertualang, aku akan mengejar dia kemana pun dia pergi "
" pak polisi kamu bilang apa bertualang emang nya aku si bolang, aku bukan bertualang tapi aku suka menjelajahi sesuatu hal yang mungkin orang lain tidak tahu atau tidak mau tahu, aku suka hal itu "
benar mas, aku suka berpetualang dan kali ini akan lebih menyeramkan karena akan menyangkut kamu dan juga keluarga mu.. bathin vanila
"udah lah ma, jangan bikin iri vanila ma yudha jangan di dukung berlebihan aku kesal tahu " celetuk Berry
"ingat vanila itu istriku jangan iri apa maksudnya itu? " yudha menaikkan alisnya
"ha.. ha.. polisi posesif jangan lebay, vanila itu status nya sudah naik setingkat dengan ku " Berry tertawa
__ADS_1
"apa maksudnya? naik satu tingkat? " yudha makin kesal dan bangun
"sudah.. Berry jangan ngomong aneh " vanila ikut bangun
.
"lah emang, kamu itu anak ibu vio berarti otomatis sekarang jadi adik ku meski aku anak tiri ibu, tetap saja kita saudara.. iya kan " Berry tersenyum
"iya juga sih.. mas yudha jangan baper berlebihan " vanila juga tersenyum
"tapi jika yudha nyakitin kamu atau kamu vanila sudah gak nyaman hidup sama bisa kok.. kita lanjutin tingkat kita kan kita gak sedarah boleh dong lebih " Berry memanasi
"awas saja kalau kamu berani, karena sampai kapan pun vanila akan terus bersama ku " yudha bete..
"sudah lah mas.. Berry itu tengil jika kamu makin marah dia bakal makin panasin "
"Berry.. cukup, yudha vanila mumpung kita sudah kumpul, ibu ingin kita makan bersama, kalian mau kan? "
"pasti bu, kami mau " jawab vanila
"ibu, dari pada aku bete ngeliat pasutri ini, aku ajak Olivia sekalian ya "
"wah.. rupanya ada yang lagi pedekate nih " vanila tersenyum
.
"gak juga, cuma Olivia lumayan rese dari pada dia jealous terus lihat yudha sama kamu, mending aku pepet, lumayan hiburan" goda Berry
"dasar blueberry "..
ini adalah moment.. kepastian yang bikin aku sangat bahagia.. punya status jelas, ayah dan ibu yang ternyata sangat menyayangi ku..
meskipun keadaan ini tidak semulus yang ku mau.. tapi aku vanila aprilia berjanji pada diriku sendiri.. aku akan satukan ayah dan ibu ku..
walaupun itu akan berdampak pada kisah cintaku bersama yudha.
__ADS_1