Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
jarak


__ADS_3

setelah Olivia tahu fakta tentang vanila anak kandung ibu vio dan Abraham seorang narapidana, rupanya Olivia masih tidak suka melihat vanila tampak makin mesra..


lebih baik aku beritahu umi seperti apa menantu kesayangan nya, aku yakin om Pras pasti kaget memiliki besan seorang napi, olive tersenyum licik..


di rumah orang tua yudha


"jadi begitu umi, fakta jika vanila itu anak dari ibu vio yang sekaligus ibu sambung dokter berry, dan paling mengejutkan ayah vanila seorang napi " tandas Olivia.


rupanya sejak satu jam lalu Olivia di rumah orang tua yudha sudah menceritakan secara detail asal usul vanila


.


"jadi ayah kandung vanila itu seorang napi warga Turki yang bernama Abraham Khan " tanya ayah Pras memastikan


"iya, om beneran sumpah ibu aku sendiri yang bilang jika ibu vio dan pria bernama Abraham itu ayah vanila " Olivia tampak bersemangat


"Olivia pulanglah sekarang, aku rasa om dan tante sedang ada urusan lain " umi nya pun pergi ke kamar..


demikian prasetyo perasaan kacau balau, jika vanila anak kandung Abraham itu akan ada masalah baru yang muncul


ternyata di rumah umi juga ada yuka adik bungsu yudha yang kebetulan sedang menginap, sejak tadi tak sengaja mendengar obrolan serius mereka


"Olivia kamu tidak dengar, pergi lah sekarang tunggu apa lagi, misi mu menjelekkan kakak ipar ku sudah selesai " usir yuka


"yuka jangan marah, yang tadi aku bilang itu fakta, vanila itu tidak pantas jadi menantu keluarga kalian yang terhormat ini " ejek Olivia


"sudah, pergilah cepat " yuka pun mendorong Olivia ke luar dari pintu.


.


gawat.. reaksi umi dan ayah begitu murung, apa ini akan jadi masalah dalam rumah tangga mas yudha, bathin yuka


chat dari umi


mas yudha sore ini, tolong datang ke rumah umi bersama istri mu, ada hal penting


chat yudha


ok, aku pasti datang bersama vanila


sejenak perasaan yudha juga deg-deg an, apa yang sedang terjadi hingga umi pun meminta dirinya dan vanila untuk datang ke rumah sore ini..


di rumah sakit vanila tampak sendu menatap ibu vio yang masih terbaring lemah..


air mata vanila kembali menetes, dan memberanikan diri pegang tangan ibu vio


"ibu aku mohon sadar lah, aku minta maaf jika akibat ulah ku kali ini ibu juga susah, tapi seumur hidupku ini hal yang paling aku inginkan mengetahui ibu kandung ku, aku bahagia juga terharu saat tahu ibu vio adalah ibu kandung ku, meski pun aku juga takut ibu vio tidak menerima ku "air mata vanila sangat deras


vio yang terbaring seperti memiliki kontak bathin pada anaknya, dia pun membuka matanya

__ADS_1


" vanila kamu di sini "sayup -sayup suara itu lemah sekali


" iya, aku menunggu ibu bangun, aku bersyukur ibu sudah sadar, aku panggil dokter berry dulu ya "vanila begitu bahagia..


" tidak perlu, aku ingin bicara berdua dengan mu "vio pun mengengam erat vanila


" apa bu katakan saja, apapun itu aku akan mendengar nya "vanila masih pegang erat vio


" apa benar kamu itu putri ku, yang diam -diam pamela buang tanpa aku tahu? "vio pun bertanya dengan mata sendu


" liontin ini hanya satu -satunya yang aku punya, sebagai petunjuk saat aku di buang cuma liontin ini yang ada dalam box itu "vanila pun kembali mengeluarkan liontin itu


menatap liontin v ini, aku yakin seratus persen ini milik ku, mata vio menatap lekat liontin


" apa kamu punya tanda di pundak sebelah kanan mu, sebuah tanda besar bawaan lahir "vio makin penasaran


meski aku pingsan setelah melahirkan, tapi aku seorang ibu, aku lihat sebuah tahi Lalat besar di pundak anak ku..


vanila pun tanpa ragu membuka kancing kemeja nya, dan membuka pundak itu..


benar betapa kagetnya, pundak putih mulus vanila di belakangnya ada sebuah tahi lalat besar, iya selain ibu vio, bunda nety dan tentu suaminya yang tahu tanda lahir itu..


" putri ku "vio pun memeluk vanila dan langsung menutup lagi pundak itu dengan kemeja baju vanila


" ibu, anda mengakui aku "vanila tersenyum senang


jadi fakta lagi, ibu vio tidak hilang ingatan, cuma sengaja berusaha melupakan masa lalu yang teramat pedih ini


mereka pun terus merasakan cinta yang hilang sudah kembali, terus saling memeluk dan menangis..


jam menunjukkan pukul 5 sore, sesuai pinta umi yudha pun mengirim chat pada istrinya


chat yudha


sayang kamu dimana? aku mau jemput


chat vanila


aku masih di rumah sakit, kamu kesini aja, aku senang banget mas, ibu vio mengakui aku sebagai anaknya.. 😊😊


membaca pesan itu yudha pun nampak lega, akhirnya bisa bercengkrama dengan ibu kandung nya.


setelah ibu vio kembali tidur, vanila pun keluar dari ruang rawat ibu vio


"apa ibu sudah tidur? " tanya berry


"dokter, iya ibu sudah tidur, aku permisi pulang ya, mas yudha mau jemput " jawab vanila


"vanila aku senang akhirnya kamu bisa bertemu ibu kandung mu, tapi aku tetap tidak suka melihat wajah mu senang saat menyebut nama yudha " keluh berry

__ADS_1


"blueberry hentikan ocehan mu, mulai sekarang kita saudara " vanila terus melangkah menuju parkiran..


mobil yudha pun membawa vanila sampai di rumah orang tuanya


"assalamu'alaikum, umi ayah kami datang " ucap vanila sopan


"masuk lah kalian sudah di tunggu di ruang keluarga " jawab yuka


di ruang keluarga sudah ada umi dan ayah yang duduk dengan wajah menegang


"ada apa ini kenapa? wajah ayah sama umi aneh banget " ucap yudha buka obrolan


umi melihat vanila dari atas sampai bawah


.


"mas, apa ini pertanda buruk aku merasa aneh " bisik vanila


.


"tenanglah sayang, jangan gugup " sebenarnya juga gugup luar biasa


mengingat ayahnya mantan kapolda, bagaimana jika masalah ayah kandung vanila seorang napi, apakah ayah bisa legowo menerima ini..


jarak.. aku tidak ingin ada jarak antara aku dan vanila akibat masalah ini


"jadi kalian sudah menemukan siapa orang tua kandung vanila? " tatap ayah Pras dingin


yudha genggam tangan vanila dan beri kode, agar yudha saja yang beri penjelasan


.


"iya, ayah kami sudah mengetahui orang tua kandung vanila, bahkan aku pun sudah menyewa intel khusus untuk selidik kasus ini " yudha berusaha tenang


.


"lalu nak, apa hasilnya " kali ini umi ikut bertanya


"violencia ibu sambung dokter berry adalah ibu kandung vanila, dan ayahnya Abraham Khan warga negara Turki yang kini masih di hukum di tahanan itu ayah kandung vanila "


petir.. seakan menyambar


dada Pras sakit, ini fakta betul.. jika Abraham ayah vanila itu sama saja kembali menguak luka itu..


.


luka antara samer, vio dan Abraham.. beberapa tahun lalu..


mungkinkah ada jarak untuk tidak sakit dengan hal ini jika vanila tahu kasus dulu.. bathin Pras tyo berkecamuk...

__ADS_1


__ADS_2