
2 hari lagi adalah akad nikah abraham dan vio, yudha pun dalam kehampaan nya sudah tidak tahan ingin menyusul ke Turki...
"apa ini jendral surat resign, kamu pikir semudah itu kamu bisa aku setujui untuk resign " tatap jendral bintang 4 , bapak jendral hadi wijoyo
"maaf, ijin jendral ada hal yang ingin aku kejar, dan aku harus pergi ke Turki secepatnya " tegas yudha
seketika ruangan itu berubah sepi.. dari kecil mimpi yudha menjadi seorang polisi yang siap sedia membela tanah air, tapi hari ini keputusan berat ingin di ambilnya, bahkan jika uminya tahu makin memperburuk keadaan..
langkah jendral hadi makin dekat menatap tajam wajah yudha
"kamu lupa sumpah saat akan di lantik jadi polisi, kamu adalah polisi paling tegas hingga memiliki julukan jendral muda, dan hari ini tanpa ada alasan darurat kamu ingin resign, apa tanah air mu tidak penting lagi bagimu, jendral pra yudha Erlangga " teriak jendral hadi
seketika orang di luar ruangan pun merasa panik, dan bingung pasti ada masalah..
mata yudha yang menatap lurus, menetes kan bulir air mata meski ekspresi nya terlalu dingin dan tegas
"jendral aku bersumpah rela mengorbankan jiwa raga ku demi tanah air ku Indonesia, tapi hari ini bukan jendral pra yudha yang ingkar akan sumpah nya, tapi yang berdiri di hadapan anda seorang suami yang merindukan istri nya, aku ingin mengejar istriku ke Turki, jika aku tidak resign, sebagai polisi aku tidak mungkin bisa pergi bebas, aku mohon pengertiannya jendral " yudha pilu..
sebenarnya jendral hadi pun paham, namun yudha adalah salah satu polisi berbakat, tak semudah itu membiarkan yudha resign..
jendral hadi pun menarik nafasnya..
"yudha seorang polisi boleh resign dengan 3 alasan darurat, pertama kamu gugur di medan perang, kedua kamu melanggar kode etik dengan melakukan kejahatan, dan ke tiga saat usia mu sudah senja, jadi surat ini tidak aku setujui " jendral hadi merobek surat itu..
hati yudha semakin pilu melihat perlakuan jendral hadi
"jendral apa aku harus bunuh orang dulu agar anda setuju aku resign " teriak yudha gundah
plak.. sebuah bogem mentah mendarat ke wajah yudha, jendral hadi marah
"sebodoh itu kah pikiran mu, yudha kamu adalah polisi didikan ku, aku kecewa dengan sikap mu " jendral hadi kembali teriak
yudha pun berlutut lemas, di luar hubungan atasan dan bawahan jendral hadi juga sebagai sosok ayah bagi yudha
"aku hanya ingin bertemu istriku jendral " yudha menangis..
"buang air mata kelemahan itu, sebagai polisi kamu terlalu lemah menangis karena cinta, aku tetap tidak setuju kamu resign, tapi aku akan pikirkan cara lain agar kamu tetap bisa ke Turki "jendral hadi pun pergi meninggalkan yudha sendiri..
sementara itu Olivia dan berry juga ibu pamela tiba di Turki..
__ADS_1
" assalamu'alaikum, vio akhirnya kita kembali bertemu "peluk pamela
" waalaikum salam, aku juga senang bisa bertemu kalian lagi "sambut vio
sementara Olivia tampak takjub melihat rumah abraham bak istana sungguh megah..
" ibu dimana vanila? apa dia baik -baik saja? "tanya berry
" iya nak, vanila sedang bersama maheer dia sibuk menyiapkan acara untuk akad "jawab vio
" maheer siapa itu? "Olivia bingung
" keponakan om abraham sekaligus wo nya "tegas vio
mereka pun duduk di ruang tamu berwarna maroon dan gold itu
vanila yang baru datang senang lihat berry dan langsung berlari memeluk berry
" berry kamu sudah datang "vanila menangis
" Hai.. jangan menangis nanti maskara mu luntur "goda berry
.
" blueberry aku rindu kamu "lirih vanila
Olivia meski tahu berry dan vanila sudah jadi saudara tetap saja jealous
" aku tahu, sudah ayo jangan menangis "berry hapus air mata vanila
" iya, oliv.. maaf aku tidak maksud lain, aku hanya refleks senang juga sedih bertemu kalian "vanila berusaha menjelaskan
" tidak apa, aku paham kok, vanila aku pun sudah beritahu yudha untuk ikut ke Turki, namun sayangnya polisi mu tidak merespon dia tetap dingin "jelas Olivia
" benarkah "vanila sedikit kecewa
" Olivia sayang, harusnya kamu tidak bicara begitu, vanila ayo kita ngobrol di tempat lain "berry ajak vanila pergi ke taman depan
Olivia makin jealous tak karuan.. dasar kalian itu kakak adik tapi tidak sedarah, gerutu Olivia dalam hati..
__ADS_1
di taman Berry pun mengajak vanila untuk bicara tenang
" blueberry untuk apa kita kesini nanti calon istri mu cemburu tahu "ucap vanila
" vanila hampir 2 minggu di Turki, aku yakin hatimu tetap tidak baik kan, jauh di hati kecil mu kamu sangat merindukan suami polisi mu kan "
ucapan Berry itu sangat benar..
"Berry kamu adalah the best boy friend sangat tahu isi hatiku, aku pikir jauh di Turki semua akan baik -baik aja, tapi sebaliknya aku makin kacau dan sangat merindukan suami ku " vanila kembali menangis
Berry pun kembali menghapus air mata di pipi vanila
.
"gadis penakluk jadi seorang polisi itu memiliki tanggung jawab luar biasa di tambah lagi yudha itu jendral atau bapaknya polisi tidak mudah baginya untuk bisa bebas pergi ke luar negeri, meski mungkin hatinya sangat rindu pada mu tapi statusnya sebagai polisi itu sulit " Berry memberi penjelasan
"jadi berarti mas yudha dan aku tidak akan bisa bertemu lagi, benar begitu blueberry " vanila makin sedih
"hei.. jangan menangis maksud ku bukan begitu, aku yakin yudha pasti menemukan jalan untuk bertemu dengan istri cantik nya, atau mungkin saja yudha melakukan cara ekstrem yaitu resign "
"resign.. tidak Berry.. tidak boleh resign jadi polisi itu impian mas yudha dan kebangaan keluarganya, itu tidak boleh ".. vanila merasa bingung
jika hal itu benar mas yudha harus resign hanya untuk bertemu dengan ku.. itu akan memperburuk keadaan kami
belum pasti resign yudha di setujui atau tidak, membuat umi yudha cukup terkejut dan yudha pun di tunggu di ruang keluarga rumahnya
" assalamu'alaikum, umi sudah tunggu yudha lama "yudha mencium tangan umi nya
" duduk mas, umi ingin tanya sesuatu yang amat penting "umi masih sinis
" apa yang umi ingin tanyakan, aku akan jawab jika punya jawabannya "yudha pun duduk berlutut dengan kepala bersandar di paha umi nya
hubungan yang beberapa minggu ini memanas memang membuat ruang antara yudha dan umi
" mas tadi jendral hadi menelfon kamu mengajukan surat resign namun di tolak, apakah resign itu adalah cara ingin jauh dari umi "umi pun menangis
" umi, maaf.. yudha minta maaf bukan begitu tapi aku hanya manusia biasa tepatnya pria biasa aku hanya merindukan istriku dan ingin menyusulnya meski pun aku tahu umi benci istri ku "yudha menangis
sebenarnya hati umi juga menangis.. namun keadaan ini sangat sulit..
__ADS_1
baru kali ini umi melihat polisi gagah ku menangis..