Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
kebencian ibu mu..


__ADS_3

"mas pesawat ku sebentar lagi berangkat, lepaskan tangan ku sekarang " vanila berusaha melepaskan tanganya dari genggaman yudha


"tidak, aku suami mu berhak tidak beri ijin, karena kamu istriku " yudha makin emosi


yudha tidak akan melepaskan tangan ku, kalimat itu sepertinya harus aku katakan


"baik, alasan aku ingin pergi jauh dari mu tanpa ijin adalah kebencian ibu mu, umi sudah benci aku dan marah bilang aku bukan lagi menantu nya, kamu dengar itu " vanila bicara sambil menangis


"tidak umi tidak mungkin bisa bicara begitu " yudha tak percaya


"kamu pikir alasan apalagi yang bisa buat aku pergi , ibu mu benci aku karena sudah membuat ayah prasetyo di penjara dan bersumpah tidak ingin aku jadi menantu nya lagi, aku harus pergi mas, aku tidak ingin jadi duri dalam hubungan kamu dan umi, bahkan aku juga hancur saat melihat wanita yang begitu sopan bisa semarah itu pada mu " vanila pun menangis lesu


yudha pun mematung, dan melepas kan tangan vanila, hatinya pun hancur karena vanila tidak mungkin berbohong


"kemarin saat kamu selesai operasi umi melarang ku untuk melihat mu tapi aku memaksa, hasilnya umi memberi syarat jika malam kemarin adalah malam terakhir aku jadi istri mu, aku harus pergi sejauh mungkin kalau aku tidak setuju nyawa umi jadi taruhannya, katakan aku benar kan " vanila terus berusaha menjelaskan semua nya


suara dari speaker bandara jelas lima menit lagi lepas landas, vanila kembali mencium tangan yudha


"aku pergi mas, selamat tinggal " vanila pun berlari pergi menuju pesawat..


hati yudha seakan hancur.. kenyataan ini sungguh pahit, ibu ku wanita yang paling lembut hatinya sekarang berbalik benci istri yang sangat aku cintai..


namun sebelum vanila pergi yudha pun berteriak dengan marah dan sedih


"vanila aku bersumpah akan membawa mu kembali untuk jadi istriku, dan ingat sampai kapan pun kamu itu istriku " teriak yudha dan kakinya pun lemas sedih..


hati vanila pun makin hancur, mas yudha cintaku..


aku pun tak ingin jauh dari mu, kamulah imam ku, tujuan hidup ku, aku pun akan selalu berdoa agar Allah mengabulkan sumpah mu barusan, amien.. vanila pun masuk ke pesawatnya..


yudha terdiam sesampainya di rumah orang tuanya..


"mas yudha, itu mas yudha mi.. mas gak apa -apa kan? " yuka menghampiri


namun mata yudha terlihat sendu dan sembab akibat terlalu banyak menangis..


"aku ingin istirahat, tolong jangan ganggu aku " yudha dingin dan pergi


"mas adik mu khawatir kok judes gitu, lagi pula mas habis operasi kenapa? bawa mobil " tatap umi..


yudha pun melangkah mendekati umi dengan mata sedih

__ADS_1


"iya, aku memang tidak terlalu baik akibat operasi dan sekarang aku makin hancur dan tak ingin, umi tahu istri mu pergi meninggalkan aku " yudha menangis.. datar


"apa mas? vanila pergi, dia nekat pergi " yuka kaget..


"bagus lah, wanita itu memang tidak pantas untuk jadi istri perwira polisi " yuna sinis..


suasana terlihat tidak nyaman..


"umi apa umi juga senang sama seperti yuna, mendengar istri ku sudah pergi menjauh " yudha menatap umi nya..


"mas kenapa? bicara begitu pada umi, apa wanita itu sudah mengatakan yang jelek tentang umi " umi kesal..


"umi adalah wanita yang paling aku cintai di dunia ini, wanita pintu surga ku, tapi aku meskipun jendral terkenal kuat gagah dan berani juga manusia biasa, hatiku hancur mi.. jika benar umi membenci istriku belahan jiwaku "


wajah yudha tampak hancur dan sedih mendalam..


"benar mas, umi benci vanila umi benci istri mu bahkan sekarang umi tidak sudi dia jadi menantu umi, wanita itu sungguh kejam, berani memenjarakan suami mu sekaligus ayah mertua nya sendiri " umi pun menangis emosi


"mas yudha, jangan berani bentak umi, yang umi lakukan itu wajar, istri mu sudah melewati batas nya " yuna memeluk umi..


yudha pun menarik nafasnya.. seakan sesak teramat dalam..


"mas jadi cinta mu lebih besar ke wanita liar itu dari pada ibu mu sendiri " yuna kesal..


langkah yudha terhenti mendengar ucapan yuna


"jika aku tidak mencintai dan menghormati umi lebih dari apapun sudah dari tadi aku pergi bersama vanila istriku, aku ini jendral tanpa pasport itu pun aku bisa tetap berangkat, jadi yuna berhenti menjadi provokasi " bentak yudha berbalik


"yudha, kamu lebih menyayangi wanita yang tega memenjarakan ayah kandung mu sendiri " umi makin sedih


"semua yang terjadi itu adalah kesalahan ayah sendiri, jika umi ingin membela ayah bukan ini caranya, vanila sudah di pihak yang benar " tegas yudha


"tetap saja umi sangat benci vanila " umi makin sedih dan marah..


"aku tahu mi.. tapi ingat lah juga aku bersumpah akan membawa istriku kembali bersama ku apapun yang terjadi, vanila akan aku bawa pulang " sumpah yudha


"jika itu terjadi lewati dulu mayat umi "


"umi, tidak " peluk yuka


perdebatan ini tidak akan habis, yudha pun terdiam tak bisa lagi menjawab ibunya.. dan memilih pergi ke kamarnya dan kunci pintu..

__ADS_1


Tuhan cobaan apa ini?


jika musuh cintaku adalah ibu ku, aku kalah..


aku kalah.. yudha pilu..


cuaca menuju Turki tidak terlalu baik sesekali ada awan yang membuat makin lambat..


saking sedihnya vanila pun tertidur lelap dan tersadar saat tiba di bandara Turki...


"vanila sayang, ayo turun " ucap Ibu vio


"ibu apakah kita sudah sampai? " tanya vanila


"iya, sayang welcom to Turki " ucap ayah Abraham


saat turun dari pesawat ternyata di depan bandara sudah ada 5 mobil e class yang menunggu ke dagangan Abraham bersama anak dan istri nya..


vanila bahkan gugup saat para bodyguard tinggi datang menghampiri


Turki... kota bak cerita di film timur Tengah..


memiliki bangunan tinggi nan mewah..


lampu di sepanjang kota nampak indah dan menawan , seperti mimpi aku sudah berada di Turki, mulai detik ini akan ku lupakan status ku sebagai ibu jendral istri dari prayudha erlangga..


di sini hanya ada vanila aprilia Khan, putri Abraham Khan.


tapi apa aku bisa hidup jauh dari suami ku?


air mata vanila terus menetes..


mobil itu pun berhenti di sebuah rumah mewah besar sangat megah berdesing interior Eropa dan Arab Saudi..


"ayah ini rumah ayah? " tanya vanila


"bukan nak, ini adalah rumah kita " Abraham pun tersenyum...


bahkan begitu terkejutnya vanila saat gerbang di buka sudah banyak pelayan berjejer menunggu di depan pintu..


wah.. ini bak putri jasmine

__ADS_1


__ADS_2