
rupanya akibat vanila mengaku tunangan yudha, seorang dokter teman dekat yudha bernama Olivia cemburu dan mengadu pada orang tua yudha
"Assalamualikum" ucap yudha
"WA alaikum Salam " ibu yudha menjawab
"oliv sedang apa kamu di sini? " tanya yudha
"sini, mas umi mau tanya sama mas yudha, apa benar ada gadis yang mengaku sebagai tunangan kamu, siapa dia? oliv kaget mendengar nya 'jelas umi
keluargaku ada lah keturunan jawa,dan ayah dan umi mendidik aku dengan ibadah yang taat
" ya mas apakah benar gadis di kantin yang ngobrol dengan mu itu tunangan mu, kenapa? kamu tidak bilang pada aku "olive kesal
yudha melirik jam di tangan nya
" ini sudah malam, sebaliknya kamu pulang "ucap yudha
" tapi pertanyaan kami belum kamu jawab mas "sahut umi
" nama nya vanila aprilia, kalau begitu aku mandi dulu ya umi"yudha pergi
itu lah yudha, pendiam tegas sedikit bicara, apa lagi soal wanita semenjak di tinggal calon istri nya karena kecelakaan, yudha makin tertutup
olive pun sudah hampir 2 tahun mendekati yudha, namun selalu di anggap teman biasa, padahal olive dokter cukup seimbang dengan nya
"mas yudha, sini umi masih ingin ngobrol dengan kamu " pinta umi
"nyaman sekali, tidur di pangkuan umi " yudha manja di paha ibu nya
"vanila aprilia, siapa gadis itu? benar kah dia tunangan mu, kok umi belum tahu " umi penasaran
"sebenarnya aku juga baru kenal mi, cuma tadi dia terpaksa pakai nama ku, untuk menjamin seseorang agar segera di operasi " jelas yudha lagi
"jadi itu hanya terdesak, apa wajah nya cantik, umi senang jika mas mau buka hati lagi, karena sudah terlalu lama kamu patah hati, sedangkan kedua adik mas sudah menikah, bahkan bentar lagi mas punya 3 keponakan, masa om nya masih tetap sendiri " umi pun menarik nafas nya
"entahlah mi, aku masih sulit lupa pada Halida " yudha sedih
Halida ada lah calon istri yudha, namun sebulan sebelum pernikahan Halida kecelakaan saat hendak pergi ke jogja, mobil Halida menabrak pembatas jalan
semenjak itu yudha, jadi sibuk dengan tugas ya sebagai polisi, tanpa ingin punya pacar lagi
"yudha, boleh umi ketemu dengan vanila " pinta umi
"untuk apa? dia jauh dari kriteria umi " yudha mengeleng
"maksudnya dia belum pakai hijab " umi menatap ku
__ADS_1
"lebih parah lagi, awal bertemu kami di kantor polisi, nila menginap di sana atas tuduhan pemerasan, tapi besok ya laporan di cabut" yudha tertawa
"tidak apa -apa? kita tidak boleh menilai orang dari luar ya, coba kali ini saja umi pengen kenal " umi serius
"ok, 3 hari lagi aku ada janji untuk bertemu vanila di resto jepang milik kita, aku mohon pada umi jangan kaget dengan penampilan vanila ya, dan jangan bilang nila jika resto itu punya ku " yudha bangun dan pergi
rupanya selain jadi polisi, yudha juga punya bisnis restoran jepang dan padang
sampai lah pada hari ke 3 , waktu mereka untuk bertemu
vanila berlari, menuju resto jepang tempat yudha janji ketemu
"permisi, aku sudah janji ketemu pak yudha, dimana mejanya " tanya nila
"mbak sudah di tunggu, di meja no 10 " ucap waitress
meja no 10,yudha sudah duduk untuk me nunggu vanila
"assalamu'alaikum, pak " ucap nila dengan nafas terburu -buru
"kenapa? baru datang, kamu sudah telat 10 menit" jawab yudha
"ban motor ku kempes, lagi pula kenapa? anda ingin bertemu di tempat me wah ini, di sini makanan ya Mahal " vanila berbisik pada yudha
namun yudha tersenyum tipis mendengar ucapan nila
"sudah kamu pilih saja, tidak usah pikirkan harga " yudha menyodorkan menu
"assalamu'alaikum, kalian sudah datang" umi duduk di sebelah
"w alaikum salam, umi " jawab vanila terkejut
"vanila jadi benar itu kamu " umi senang
yudha tampak kaget rupanya umi dan vanila sudah saling kenal.
"aku kira umi hanya punya anak perempuan saja yuna dan yuka, ternyata ada pak yudha juga " nila senang
"iya mas yudha ini anak pertama umi, yudha vanila ini umi kenal saat umi santunan di panti sesekali suka bertemu, nila kenapa? beberapa bulan ini umi tidak lihat kamu ikut pangajian" umi menatap ku
"saya sibuk, umi bukankah yuna sudah mau punya 2 anak dan juga yuka sudah punya anak, berarti pak yudha di langkah dong "nila tertawa
" aku ini laki-laki tidak masalah "ucap yudha sinis
" mas yudha itu sulit sekali jatuh cinta umi juga binggung, kenapa? sampai sekarang yudha belum juga mau menikah "jelas umi
" mungkin ada yang salah "ledek nila
__ADS_1
" sudah lah, makanan sudah datang kita makan "perintah yudha
rupanya umi dan vanila sudah saling kenal, jauh dari dugaan vanila tidak seliar perkiraan ku
" ya sudah umi pulang dulu an ya, mas yudha antar vanila pulang ya "umi menyuruh sambil tersenyum
" tidak usah mi, aku naik ojol saja "nila menolak
" tidak baik anak gadis, pulang sendiri an bahaya"
akhirnya aku pulang di antar pak yudha
"pak yudha, aku tidak nyangka anda abangnya yuna, pantas saja yuna bilang abangnya itu pria dingin" ucap nila
"maksud mu apa? aku galak gitu " yudha menatap ku
"ya aku rasa itu benar" nila tertawa
"vanila besok, aku ingin uang untuk ganti rugi itu untuk yayasan saja, karena umi ingin ada acara pengajian, aku akan datang ke panti besok " yudha terus melihat ku
"kenapa? mendadak sekali, anda sendiri bisa kan, soal uang aku akan transfer sekarang juga " nila menolak
"apa kamu tidak ingat, umi bilang ingin kamu ikut pangajian, kamu harus setuju sebagai imbalan gara-gara kamu bilang tunangan ku, semua orang jadi ber tanya pernikahan pada ku " yudha sedikit kesal
"benar, aku yang salah aku tidak sangka, aku kenal dengan umi yang juga ibu anda, aku malu sekali " nila menunduk
"tenang saja, umi kan sudah setuju untuk tidak bilang apa -apa pada bunda di panti, jadi jika kamu ikut aku juga akan diam " yudha tersenyum
"jadi anda mengancam aku " nila kesal
"tidak, aku hanya ber fikir jika bunda tahu kamu menginap semalam di kantor polisi, pasti kaget " yudha menambah pusing
"ok, pak aku setuju besok jam 10 aku akan siap menunggu anda " ucap nila kesal
vanila masih banyak hal yang ingin aku tahu tentang dirimu
"mas depan belok kiri ya " ucap nila
"apa kamu panggil aku apa? " suara nila mirip Halida
"maaf aku jadi terbawa, soalnya umi panggil begitu " nila cuek
rasa ini bergetar, Halida kenapa? aku melihat dirimu kembali, bukan ini vanila bukan Halida
"kalau begitu aku pamit ya, terima kasih atas kerja sama kita berkat anda ibu itu sudah kembali pulang dan aku sudah menyuruh anak ya ke jakarta " ucap nila tersenyum
"iya sama-sama " yudha pamit
__ADS_1
jika yudha ada lah kakak yuna, berarti benar yudha itu pria dingin bukti nya sudah berumur belum menikah, tapi wajah nya cukup tampan apa lagi dengan seragam makin gagah..
dasar otak ku.. nila jangan baper...