
setelah membelikan HP baru untuk vanila, mas yudha pun mengajak vanila mampir ke resto Jepang miliknya..
"mas untuk apa kita mampir kesini? " tanya nila
"untuk makan, bukankah kamu bosan makan bubur terus "
"benar juga ya " nila senang...
rupanya di dalam sudah berkumpul 4 teman vanila, joni, Denis , Donna dan Tia
"kalian juga disini " tanya nila
"iya Pak yudha ingin mentraktir kita atas kesuksesan misi kita " ucap Donna
"vanila kamu sudah sadar " senyum Denis
"iya aku sadar, dari mana saja kamu? katanya kalian menyayangi ku, tapi biarkan aku sendiri di rumah sakit "
"iya maaf, yang penting kita ber 5 sudah kembali dengan selamat dan berhasil "
"bukan berlima tapi 6 aku kan mayor kalian, ayo untuk itu Hari ini kalian bisa makan sepuasnya "tukas yudha
"horee, kita makan enak "semua tersenyum
kami pun makan bersama dengan penuh suka cita, saling bercanda satu sama lain
" Donna kamu masih simpan nomor ku waktu SMA, sini aku pakai lagi "pinta nila
" iya aku bawa, ini ambilah "
"memangnya ada apa dengan nomor SMA apakah punya nomor kenangan sendiri " yudha menaikkan alisnya
"pak yudha belum tahu ya dari dulu vanila tidak pernah ganti nomor HP nya karena nomor itu satunya -satunya yang vanila tulis di halte busway" tambah Tia
"di tulis di halte busway untuk apa? "yudha penasaran
" mencari ibu ku aku sengaja menulisnya di halte di hari aku di temukan aku selalu pergi ke sana berharap ibu ku datang atau menghubungi aku "vanila sedih
" vanila "Tia dan Donna memeluk nila
" Terima kasih pak yudha makanan ini sungguh enak"ucap joni
"sesuai janji ku kalian berlima akan aku transfer masing -masing 100 juta karena sudah berhasil membongkar mafia "
"pak yudha Benarkah, sayang ku Donna kita bisa menikah juga " joni dan Donna senang
__ADS_1
"benar dengan uang itu aku akan buka toko yang lebih besar untuk orang tuaku" Denis senang
"makasih pak yudha " ucap mereka serentak
"dan kamu vanila untuk apa uang 100 juta itu? " tanya yudha
"mungkin aku akan pergi ke Turki "
"Turki kamu ingin jalan -jalan " tambah yudha
"bukan pak, Turki adalah negara yang memproduksi gelang perak hiasan, yang pernah di pakai vanila waktu bayi, mungkin itu petunjuk siapa orang tua vanila " jelas Donna
jadi begitu ya, pantas saja sorot mata vanila sangat tajam seperti khas wanita Arab, atau negara timur
"aku senang jika hadiah itu kalian gunakan untuk hal positif, tapi aku minta maaf meski aku dulu pernah berjanji kalian tidak akan di hukum, tapi berita kalian sebagai tim gadis penakluk sudah sampai pada pengadilan kalian tetap harus di hukum karena sudah melanggar pasal pemerasan ya meski yang kalian peras semuanya para koruptor"
"mas yudha aku tidak setuju, bukankah dari awal kamu sudah setuju untuk tidak menangkap kami jika aku setuju gabung dengan polisi, lalu apa ini kamu ingin memenjarakan kami semua " nila kesal
"benar nona aku minta maaf karena hukum tetap saja berlaku dan kalian bersalah "
"mas yudha, jangan pikir karena aku baru habis operasi tidak bisa meninju wajahmu ya" vanila geram...
"sabar dulu kapten gadis penakluk, kendalikan emosi mu, kecantikan mu bisa berkurang jika kamu marah " goda yudha
semua pun berusaha menahan tawa
"aku sudah mengadakan rapat dengan para petinggi polisi lain, dan mereka setuju jika kalian tetap di hukum, tapi kami akan memberikan hukuman berbeda untuk kalian, mengingat kalian berlima memiliki keahlian khusus, kami putuskan kalian selama 3 bulan mengajar dinas sosial tempat bagi orang terlantar yang di asuh negara "
"maksud anda kami mengajar apa pak? kami bahkan banyak yang tidak lanjut sekolah " Denis binggung
rupanya hukuman bagi mereka adalah mengajar dinas sosial, sesuai keahlian, Donna jago make up mengajar merias pengantin , Tia mereka mengajar memasak , Denis dan joni ahli ite mengajar ilmu komputer, dan yang lebih spesial vanila jago taekwondo akan mengajar bela diri
"selama 3 bulan kami jadi guru, ok kami setuju yang penting kami tidak di tahan" ucap joni
"tidak di tahan hanya selama 3 bulan ini kalian harus stay di jakarta tidak boleh kemana pun sebagai jaminan " tegas yudha
"itu tandanya aku harus tunda pergi ke Turki " vanila sedih
"nanti setelah 3 bulan kamu bisa bebas kemana pun " yudha memegang tangan vanila
usai dari resto mas yudha pun mengantar ku pulang ke panti
namun di ruang tamu rupanya danielo susah menunggu ku
"ibu aku rindu, ibu dari mana? " peluk danielo
__ADS_1
"sayang ibu ada urusan sedikit, kemana ayah dan bunda mu " tanya nila
"mereka ke kantor, dari tadi aku disini sama oma nety aja, ibu tadi papi juga kesini belikan aku mainan yang banyak karena ibu lama pulangnya papi pulang "
"sayang papi itu siapa? ibu baru tahu kamu juga punya papi? " nila binggung
"om faris yang tinggi dan tampan, om faris bilang dia akan jadi papi aku karena akan segera menikah kembali pada ibu "
deg raut wajah yudha pun berubah kesal
"ibu om polisi ini siapa? " tanya danielo lagi
"baiklah panggil aku abi yudha, karena aku juga akan segera menikah dengan ibu vanila " ucap yudha
yang juga membuat kaget vanila
"danielo sayang bobo sama oma ya, ini sudah malam " perintah vanila
"ok, tapi besok sebelum aku pulang ke Singapura aku ingin ibu anak jalan bukankah ibu sudah janji untuk membawa ku main ke dufan "
"tentu sayang besok abi juga akan menemani mu, ayo sana bobo " tegas yudha
"good night ibu, aku senang deh punya banyak orang tua " danielo tersenyum
bunda nety pun membawa danielo untuk tidur, dan tinggal vanila dan yudha yang bicara duduk santai
"vanila rupanya faris tidak main -main dia ingin kembali pada mu, lihat aku kamu tidak pernah berjanji untuk kembali padanya kan "
"mas yudha aku sudah bilang kisah aku dan faris sudah berakhir, aku tidak tahu kenapa? faris ingin kembali pada ku, tapi benar aku sudah putuskan tidak ingin menikah dengannya itu pun masih berlaku " tegas vanila
"lalu jika pada ku apa kamu mau? " tatap yudha
mas yudha di tatap seperti ini aku deg-deg an sekali
"jika kita jodoh aku pasti mau " vanila tersenyum
"lagi pula kamu tidak punya pilihan, apapun itu kamu harus Terima aku jadi suami mu, ayo istirahat lah, besok jam 10 aku jemput kita akan ajak danielo jalan -jalan "
"tapi kamu tidak sibuk? "
"demi calon istri dan anak ku aku pasti bisa, ayo istirahat lah sayang, aku pulang ya " yudha mengecup rambut vanila..
ucapan mas yudha bikin aku bahagia banget ya..
setidaknya dia terlihat menerima danielo
__ADS_1
semoga saja Tuhan beri kita jalan untuk berjodoh..
pria baik seperti mu pasti bikin aku bahagia..