Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
menangis bersama hujan


__ADS_3

masih di taman vanila dan ibu vio terus bercerita tentang berbagai hal menarik


"vanila sejak kuliah Berry selalu cerita di kampusnya ada gadis cantik tapi juga sedikit tomboy, dan ternyata itu kamu, tapi sayang kamu dan berry bukan jodoh " ucap ibu vio


"iya, berry adalah kakak kelas, berry orangya sangat baik dan humble dia salah satu teman terbaik yang sudi berteman dengan ku si gadis yatim piatu ini " vanila tampak sedih


"vanila jadi benar, kamu anak panti asuhan? " vio menatap sendu vanila


"iya sejak kecil, aku di titipkan di panti asuhan, mereka memberi nama ku vanila karena kalung liontin huruf v, yang ada bersama box tempat aku di buang, dan kebiasaan ku yang suka rasa vanila" vanila mencoba tersenyum getir


"kamu suka susu rasa vanila dan liontin huruf v, boleh ibu lihat? " vio penasaran


vanila pun membuka satu kancing kemejanya dan mengeluarkan kalung yang di pakainya


"ini aku selalu memakai liontin ini,mungkin aku pikir suatu saat ibu ku, bisa ingat aku "


vio pun menatap liontin itu dengan aneh dan menegang liontin ya


"vanila aprilia, liontin ini mirip sekali punya ku, tapi aku rasa tidak karena punya ku sudah lama hilang, lagi pula liontin punya ku di buat ekslusif, di bagian kecil belakangnya ada sebuah nama pembuatnya, " vio sedikit mengulas senyum


"begitu? apa liontin itu di buat oleh orang spesial? " vanila harap vio ingat sesuatu


"seseorang pria, tapi aku juga lupa siapa dia? karena itu sudah lama sekali, dan aku juga merasa heran kebiasaan mu menyukai susu, cake, ice cream semua rasa vanila, itu pun aku menyukai nya tapi ibu ku tidak memberi ku nama vanila " cerita vio


jadi benar ibu violencia, kamu ibu ku, buktinya alam semesta sudah menyisakan buktinya kita memiliki kebiasaan dan kesukaan yang sama, vanila tampak berkaca -kaca..


"vanila mata mu berwarna coklat itu seperti gadis turki aku yakin pasti kamu berdarah turki, wajahmu juga cantik, berhidung mancung dan kulit putih, pantas saja berry dulu diam -diam suka pada mu " tambah vio..


ya.. allah semua yang ibu vio katakan itu kuasa Tuhan, hari ini baru terkuak jika gen tidak bisa di bantah aku mewarisi semua yang di milikku ayah dan ibu ku..


"ibu vio, boleh aku peluk aku merasa sangat senang sejak pertama lihat ibu, aku merasa seperti memiliki ibu kandung " pinta vanila


"tentu sayang, ayo peluk ibu " vio membuka kedua lengannya mengijinkan vanila masuk ke pelukannya


suasana terasa haru, air mata vanila tak bisa berhenti menetes, ibu meski kamu belum mengakui aku anak mu tapi aku sangat bahagia

__ADS_1


"vanila hati ibu berbunga sekali saat memeluk mu, aku merasa memeluk anak ku sendiri, mungkin karena di hatiku aku ingin punya anak perempuan" vio senang


"aku pun senang memeluk ibu, aku merasa memeluk ibu kandung ku " vanila tambah sedih.


berry pun memperhatikan dari jauh, kasihan vanila hidupnya penuh air mata, aku akan membantu mu kembali pada ibu mu, setidaknya itu bisa membuat aku tenang, jika melihat orang yang aku cintai itu bahagia (berry menatap dari jendela kamarnya)


waktu sudah malam, vanila pun harus pulang, takut yudha marah vanila berhenti sebelum tikungan menuju rumahnya


"kamu yakin aku antar disini? " tanya berry


"iya Pak dokter, kamu tahu kan jendral ku itu seperti apa, percuma menjelaskan apapun " vanila turun dari mobil


"gadis penakluk, aku janji akan membantu mu, merebut lagi kasih sayang dari ibu mu"


"berry kamu tidak marah jika aku dekat pada ibu mu? " vanila ragu..


"yes of course, kamu itu anak kandung ibu vio, aku bahagia melihat senyum di wajah ibu ku, mungkin jika dia tahu kamu putri nya ibu jadi punya semangat untuk bisa jalan, karena ibu lumpuh tidak selamanya masih bisa di usahain, asal ibu mau therapy" jelas berry


"Terima kasih, aku pulang ya " vanila pergi


vanila pun berjalan dengan sepanjang jalan mengingat sedih moment ketika tadi pelukan bersama ibu vio itu membuatnya menangis haru..


jadi ini rasanya punya ibu.. kesukaan suka rasa vanila itu dari ibu vio dan mata coklat kulit putih, itu ayah Abraham... Tuhan aku bahagia..


vanila pun sampai di depan pintu, lupa pintunya terkunci dan lupa menaruh kunci cadangannya


mas yudha juga belum pulang.. angin berhembus kencang seakan menusuk bathin vanila kali ini dia merasa begitu kecewa mengingat jika ayah mertuanya prasetyo juga terlibat dalam aksi penahanan ayahnya Abraham dan lebih sakit lagi samer semua karena samer.. ayah dan ibu ku menderita..


berarti secara tidak langsung aku menikah dengan anak dan keluarga dari penjahat yang memenjarakan ayah ku... vanila menangis


hujan pun turun.. bukanya meneduh vanila malah sengaja berdiri di bawah hujan seakan menangis bersama hujan..


mobil yudha memasuki pekarangan rumah dan mengeleng lihat tingkah istrinya


"gadis penakluk.. apa yang kamu lakukan di bawah hujan nanti kamu bisa sakit? " yudha datang bawa payung

__ADS_1


"tidak apa? jika aku sakit ada suami ku yang polisi yang akan merawat ku " vanila malah menarik payung hingga yudha juga basah


"kamu jahil.. apa ingin kita seperti adegan film India, mandi di bawah hujan " yudha peluk vanila


"bukan tapi romantisan di bawah hujan " vanila mengecup pipi suaminya


"kamu menggoda ku " yudha pun memeluk pinggang istrinya


aku hanya sedang mencoba bahagia mas, kenyataan kamu suami ku, tapi di sisi lain ada luka yang terjadi itu ulah keluarga mu, tinggal tunggu waktu, entah kita bisa terus bersama atau tidak, karena aku bersumpah akan mengusut tuntas penjahat itu meski nantinya kita pasti akan berseteru..


suara petir memecah ke romantisan mereka


"ayo, kita masuk dingin " vanila menarik tangan yudha


"tunggu, satu scene yang biasanya terjadi di film India yaitu kissing "


yudha pun kembali menaut bibir lembut vanila di bawah hujan.. gelora cinta sang polisi itu juga menggebu..


mereka pun mandi karena dingin.. tak lupa kembali scene romantis, yudha mereka menarik vanila untuk mandi bersama..


namun bukan mandi biasa, sebelum mandi sentuhan bibir yudha seakan belum puas menjelajah leher dan tubuh indah istri nya,.


"ini hukuman, karena tadi kamu sudah mengoda ku di bawah hujan " bisik yudha yang terus sengaja membuat vanila mendesah


"itu sih modus kamu " vanila pun makin agresif membalas kecupan suaminya


alhasil bukan mandi biasa.. harus berlangsung hingga dua jam.. sampai mereka benar -benar kedinginan...


usai ganti baju hangat vanila pun menyisi rambut nya yang hitam dan panjang.. menatap sedih di kaca..


mas yudha apakah kita akan selalu hangat dan penuh cinta seperti ini selamanya...


to


be

__ADS_1


continue...


__ADS_2