Polisi Dan Gadis Penakluk

Polisi Dan Gadis Penakluk
diam tanpa kata


__ADS_3

malam ini aku sangat hancur, biasanya jika aku di hina oleh orang lain sakitnya sebentar akan hilang, tapi ini mas yudha bikin aku hancur


dan rasanya sakit sekali..


Pieter harusnya malam itu bunuh saja pria pecundang itu..


vanila menghela nafas, di tambah tadi aku dengar mas yudha ingin batalkan pernikahan, apakah mungkin itu benar?


vanila menutup matanya, menghadap ke jendela kamar, kenapa? semuanya selalu penuh air mata..


sang jendral pun diam tak bergeming di ruang Pustaka miliknya, biasanya jika yudha sedang marah tidak ada yang berani mendekatinya bahkan umi sekali pun..


kepala yudha di sandarkan di kursi mengingat kejadian 4 tahun lalu di awal pernikahan yuna, memang kedua adiknya memilih menikah muda walaupun setelahnya tetap kuliah


flash back


yudha sedang mengikuti kegiatan kemiliteran, sebagai calon polisi muda yudha kerap tinggal di asrama untuk pelatihan


balik papan 4 tahun lalu


yuna menangis menelfon nya jika suami yang baru saja dia nikahi sudah selingkuh dengan wanita muda di hotel, saat itu aku kesal dah panik


saat ijin cuti di dapat yudha langsung menemui yuna dan Pieter, pria itu memang sedang memohon dan minta maaf pada yuna


yudha yang kesal melihat adik kesayangannya menangis langsung menghajar Pieter tanpa ampun. hingga Pieter nyaris tewas..


tapi saat itu yuna pingsan dan dokter bilang yuna hamil muda ,itu jadi alasan untuk tidak mengugat cerai Pieter..


aku memang belum tahu gadis itu siapa?


tapi yuna bilang gadis itu sangat cantik melebihi dirinya juga memiliki senyum yang menawan


nafasnya terus gelisah.. vanila juga tidak menyangkalnya ..


Pieter dan yuna pun berdebat di kamar


"sayang tega sekali dirimu, membuat rencana pernikahan mas yudha batal, kamu adik yang jahat " Pieter sambil memegang wajahnya yang biru


"kamu kesal wanita selingkuhan mu sudah aku permalukan " yuna sinis


"sudah aku bilang aku tidak selingkuh dan tidak begitu "


"sudah jelas aku melihat tagihan kamar hotel itu atas namamu dan vanila bersama mu malam itu "

__ADS_1


"yuna seharusnya seperti apapun terjadi, kamu harus tetap jaga harga diri suami mu, tapi kamu malah membuka aib di depan semua orang, kamu istri yang kejam "


"aku kejam yang jahat itu kamu tukang selingkuh, kalau saja tidak ada zahwa dan calon anak kita aku sudah tidak tahan"


"harusnya aku yang mengatakan itu, sebelum kamu mengkritik orang lain apa kamu itu sudah jadi istri yang baik, aku jadi menyesal menikahi wanita bocah seperti mu , suami baru pulang malah di suguhi Bogem mentah kakak mu, lebih baik aku pergi saja " Pieter beranjak pergi


emosi yuna yang meluap membuat keram di perutnya, yuna meringis dan merasakan kontraksi hingga terjatuh di lantai


di panti asuhan, semua anak panti nyaris tidur, vanila pun sudah ganti baju dengan kaos dan celana santainya


"kak vanila tolong bunda pingsan " teriak anak panti


vanila pun langsung berlari menuju bunda, wajah bunda terlihat pucat..


untung saja vanila punya mobil hadiah dari mentri, dengan cepat bawa ke rumah sakit


di rumah sakit rupanya yuna pun masuk UGD karena mengalami kontraksi terus menerus sambil menunggu dokter kandungan datang


yudha dan vanila pun bersimpangan sama-sama masuk ruang UGD


namun tatapan mata yudha seakan menolak melihat, mereka diam tanpa kata apalagi senyum


sampai pagi mereka pun menunggu di rumah sakit


"mas yudha tangan mu berdarah sini aku obati kalau tidak bisa infeksi " ucap Olivia yang juga ada jadwal praktek


yudha melirik vanila yang letak kursi tunggunya tidak terlalu jauh


"iya tentu, jika kamu obati pasti akan cepat sembuh " yudha setuju


vanila pun hanya mampu menarik nafas melihat olive yang terus tersenyum pada yudha dan kali ini yudha membalasnya


2 orang di h-4 pernikahannya bersikap seolah diam seperti orang asing diam tanpa kata


vanila pun pergi saat suster beritahu jika bunda akan di pindah ke ruang perawatan


yudha yang melihat vanila pergi pun menghempas tangannya dari Olivia


"Terima kasih sudah mengobati luka ku" bangun langsung pergi untuk kembali tugas di kantor polisi


rupanya kontraksi yang terus menerus membuat yuna harus segera melahirkan secara Caesar


"umi kenapa menangis? " tanya vanila

__ADS_1


"vanila kamu juga disini, yuna akan segera melahirkan secara Caesar "


"aku disini karena darah tinggi bunda kumat, umi tenang saja biar Caesar yang penting selamat "


namun kondisi yuna yang drop , perlu darah untuk persediaan transfusi darah usai melahirkan namun di rumah sakit ini stok darah kosong


"maaf umi apa di keluarga umi, ada yang golongan darah ab negatif, karena stok habis dan yuna butuh darah pasca operasi "ucap suster


"umi sih sama, tapi kondisi umi sudah umuran, kalau aku tidak cocok " jawab yuka


"maaf mbak umi sudah berumur hampir 50 tahun itu sudah rawan tidak bisa transfusi "jelas suster


" kalau begitu ambil saja darah ku, aku ab negatif dan aku muda juga sehat, umi maaf jika aku lancang meskipun aku tahu yuna tidak suka pada ku, aku hanya ingin menolong seorang ibu yang melahirkan, dan suster jangan bilang jika aku yang transfusi, karena yuna pasti menolak "


rupanya obrolan vanila di dengar yuna yang sedang kontraksi , aku tidak sudi darah vanila mengalir pada ku, tapi ini sakit sekali...


operasi Caesar pun segera di lakukan, setelah satu jam yuna pun selamat dan melahirkan seorang anak laki -laki


vanila yang juga masih lemah.. cukup senang mendengarnya, vanila dan bunda pun pulang di jemput sadewa dan meyra


polisi yang hatinya hancur, makin beringas saat ada tahanan yang sulit interogasi, terlebih lagi rata -rata adalah bandar narkoba, yudha makin bengis memukul demi dapat keterangan tentang siapa saja yang terlibat


pukulan itu terhenti saat umi bilang jika yuna sudah melahirkan , yudha pun tersenyum kecil


akhirnya aku jadi paman lagi


meski aku masih lajang tapi kedua adik perempuan ku sudah menikah dan memiliki anak..


"Felix tahan mereka di penjara khusus, jika sampai besok mulut mereka belum juga bicara juga, anak mereka akan jadi yatim "ancam yudha


" siap jendral "ucap Felix


ancaman yudha membuat tahanan bergidik ngeri, memang tidak mungkin membunuhnya tapi siap -siap saja mereka babak belur


vanila tampak lemah setelah donor darah, aku lemas juga mengantuk semalaman tidur di rumah sakit, dan tadi melihat yudha dekat dengan olive menjelang hari pernikahan..


entah lah aku tidak tahu nasibku ke depan


yang jelas hari ini aku ingin tidur..


melepaskan semua masalah..


semoga ada keajaiban..

__ADS_1


vanila pun terlelap tidur...


__ADS_2