
rupanya mata -mata tim FBI yang di suruh yudha pun punya sedikit jejak tentang orang tua vanila
"jendral aku punya info kalau wanita yang membuang bayi di halte adalah, nyonya pamela Wijaya, itu terlihat dari sikap nyonya pamela yang menatap vanila begitu sedih dan merasa bersalah, dan fakta itu pun makin kuat diam -diam nyonya pamela sering memberi donasi ke panti asuhan untuk biaya susu hingga vanila besar " jelas agent FBI
"laporan mu di Terima, kalau begitu telusuri terus motif dari pembuangan bayi nyonya pamela dan aku pun ingin tahu siapa ayah bayi yang di buang itu " ucap yudha sembari membaca laporan jika nyonya pamela suka donasi ke panti..
di duga ibu pamela itu ibu kandung vanila, berarti jika benar vanila dan olivia saudara, meski pun olivia cuma anak sambung, secara hubungan itu juga sama
yudha pun cukup terkejut, mengetahui fakta ini dan lebih memilih untuk rahasia sampai info lebih akurat..
padahal vanilla selangkah jauh lebih unggul..
bukan cuma ayah dan ibu kandung yang dia tahu, bahkan penjahat aslinya pun sudah ketahuan..
hari ini anggota persit kartika candra juga akan mengadakan baksos di rumah lapas
ini kesempatan aku ingin berkunjung ke sel pak Abraham..
"permisi pak Felix, aku ingin berkunjung ke sel tahanan 123" perintah vanila
"siap ibu jendral, tapi waktu kunjungan cuma 20 menit " Felix pun segera menyuruh anak buahnya memanggil Abraham..
inilah detik -detik aku bertemu ayah Abraham, iya ayah yang baru aku ketahuan identitasnya
pria tua yang rambutnya sudah hampir memutih, berjalan dengan kopiah dan tasbih di tangan nya
"ibu jendral, mohon tertib, pak yudha berpesan anda boleh mengunjungi tahanan mana pun tapi jangan terlalu akrab " Felix mengingatkan
"iya, Terima kasih pak Felix "
Abraham pun nampak berkaca -kaca melihat bayi yang dulu di buang pamela kini tumbuh cantik dan membanggakan
__ADS_1
"assalamu'alaikum, pak Abraham aku kesini untuk memberi santunan setiap bulannya dari para anggota persit, ada makanan juga pakaian "
"ibu jendral vanila aprilia, aku senang bisa melihat mu lagi " Abraham sedih
"aham.. itu nama remaja anda kan, teman ku pasti sudah beritahu anda siapa aku? aku pun bahagia sudah tahu siapa anda? tapi ini tidak mudah pak, aku mohon selama aku belum bisa bantu anda membuktikan tidak bersalah aku ingin rahasia ini tetap tersimpan "vanila juga nampak sedih
" apa yang akan kamu lakukan? aku takut itu bisa membahayakan mu nak "
sebutan nak.. terasa hangat aku dengar.. aku yang butuh kasih sayang terasa sejuk di hatiku.
"anda jangan lupa makan dan harus tetap sehat, aku bersumpah cepat atau lambat aku akan bantu anda bebas dengan caraku, meski aku tahu jalan itu pasti sulit " tegas vanila
jalan kebebasan Abraham adalah membongkar kejahatan samer dan prasetyo, ayah mertua dan paman vanila..
"darah mu dan aku memang sama, bisa pasrah untuk keadaan tertentu tapi jika itu salah bisa berontak dengan sekuat tenaga, nak ingat di belakang orang kuat itu ada banyak orang penting di negeri ini, jika kamu yakin ingin bantu ku bebas, contact ke dutaan turki, sebut jika bos muda butuh bantuan, paman Hasyim itu pengacara ku, aku ingin kamu juga terlindungi secara hukum "
iya secara materi Abraham juga tak kalah mapan, cuma waktu di persidangan di masa lalu, Abraham kalah tak dapat bukti untuk membela diri.. Hasyim Muzadi ini lowyer tetap Abraham..
"pak waktu hampir habis, maaf aku tidak bisa bebas bersikap, tapi yang perlu anda tahu aku bahagia, aku sangat bahagia saat tahu siapa diriku? aku janji kita akan bisa bersama dengan waktu yang tak terbatas " vanila pun menangis..
"iya bu jendral doa pria tua ini, akan selalu menyertai mu, aku yakin kamu gadis kuat dan pintar tapi tetaplah ingat kamu tetap wanita sudah bersuami, jangan sampai demi aku, hidupmu berantakan " aham pun sedih
.
ya.. allah jika saja status ku bukan istri pra yudha seorang jenderal aku ingin sekali memeluk erat ayah ku, meski aku lahir dari sebuah kesalahan tapi aku yakin Abraham orang baik, cuma takdir yang tak berpihak pada kami
"aku pamit ya, semoga anda tetap sehat, assalamu'alaikum" vanila pun pergi dengan mata berkaca -kaca
usai bertemu Abraham.. vanila pun lanjut untuk mengunjungi para narapidana lansia lain yang tak punya sanak saudara, sekali dayung 2 pulau, agar yudha tak curiga
naluri seorang polisi tak bisa di bohongi, saatnya jam makan siang, vanila dan yudha pun makan bersama di kantor polisi..
__ADS_1
"mas, ayo makan aku sudah masakin ayam goreng , sambel juga lalapan " ucap ku mengeluarkan makanan
"sayang aku senang sekali sebagai ibu jendral kamu begitu aktif dalam kegiatan sosial, dan aku tak menyangka kamu mau dan memiliki ide untuk menyantuni para napi yang sudah lansia, apalagi tahanan 123 kamu terlihat peduli peduli banget " tanya yudha sambil makan
"benar sayang aku peduli pada mereka menurut data, banyak napi yang sudah lansia tapi selama di tahan tidak pernah di kunjungi siapapun, aku tahu mereka bersalah makanya di hukum, tapi secara adab dan etika aku kasihan di umur senja mereka harus merasakan kesakitan tanpa dukungan keluarga, sebab aku sendiri tidak punya ayah, aku senang jika sedikit perhatian kecil bisa bikin mereka semangat untuk menjalankan sisa hukuman " jelas ku...
"kamu sungguh luar biasa sayang, aku jadi curiga sesuatu, kamu meminta data pada Felix tentang siapa saja tahanan yang memiliki kemungkinan kasusnya bisa di ajukan kembali, agar meringankan hukuman mereka? apa itu artinya kamu juga berniat bantu mereka bebas sayang? " mata yudha menatap pasti.
sepintar -pintar nya aku, polisi pasti lebih pintar dari ku..
"boleh aku jujur tapi kamu jangan marah dulu, ini baru rencana ku? " vanila ragu -ragu
"apa sayang, katakan saja " yudha terus asyik makan siangnya
"aku sudah berkoordinasi dengan LSM, untuk minta bantuan hukum bagi napi yang ingin kembali sidang, dengan catatan bukti untuk di persidangan itu kuat, pendapat mas gimana?
" sebelum kamu cerita LSM sudah bertanya padaku lebih dulu, rupanya jiwa sosial istriku sangat tinggi sampai berfikir begitu jauh untuk nasib napi lansia "yudha tersenyum
" mas setuju kan, boleh dong "vanila juga tersenyum
" jika itu hal positif aku pasti setuju, tapi ingat kamu juga harus hati -hati, mengungkapkan sebuah kasus itu tidak mudah, pasti akan ada banyak hal luar biasa, aku takut kamu bablas melakukan hal melanggar hukum "yudha sedikit was -was..
" tenanglah, sekarang status ku ibu jendral aku tidak akan bertindak gegabah dan sesuka ku, makanya aku gabung LSM dan akan buat tim pengacara khusus "vanila meyakinkan
" kalau begitu, aku setuju "dukung yudha..
vanila meski kamu istriku terkadang, aku masih belum yakin pada mu,bathin yudha
mas yudha aku minta maaf jika masih ada rahasia yang aku simpan, setidaknya dengan cara ini aku bisa buka kasus yang lama..
narapidana yang akan aku bongkar kasusnya itu Abraham Khan.. ayah kandung ku..
__ADS_1
aku akan cari bukti sebanyak mungkin untuk di persidangan, hingga om samer aku pastikan tidak akan lolos jerat hukum..