
Keesokan harinya.
Saat itu matahari sudah cukup tinggi, burung yang berkicau riang pun sudah berterbangan mencari makannya, Ketukan pintu sudah terdengar dari kamar Kaisar beberapa kali dalam 2 jam sekali, namun masih belum juga ada respon.
Tok tok tok, ini adalah bunyi ketukan yang ke tiga kalinya, Ferderick mulai membuka matanya perlahan karena sudah cukup terganggu dengan suara berisik itu.Ferderick menoleh ke arah jendela, rupanya matahari hari sudah berada dipuncaknya.
Ia membelai pelan wajah Rubia mencoba membangunkannya "Rubia, sudah siang kita harus bangun"
"Emmmm" ia hanya bergumam pelan.
"Rubia, bukankah kita harus bersiap siap menghadiri perjamuan tamu utusan dari negara tetangga?" ucapnya pelan.
"Apa jadwalnya tak bisa diundur saja?" jawabnya pelan, namun matanya masih tertutup.
"Tidak bisa, tapi mungkin diundur beberapa jam bisa"
"Emmm" ia benar benar masih setengah sadar.
Wajar saja mereka berdua masih sangat mengantuk, selain tubuh yang lelah karena acara pernikahan yang memakan maktu seharian, semalaman mereka berdua melakukan aktifitas malam sampai matahari hampir saja muncul.
Perlahan Ferderick melepaskan pelukannya dari Rubia, ia bangun pelan pelan agar Rubia tak terganggu, kemudian ia berjalan kearah pintu lalu membukanya, disana terlihat beberapa pelayan dan dayang serta pengawal sudah bersiap.
"Salam Yang Mulia" Sapa para pekerja.
"Ya, bisakah kalian kembali setelah satu jam? Baginda sangat kelelahan jadi--" ucapannya terhenti karena melihat wajah orang orang di depannya memerah dan tersipu.
Ferderick mengusap rambutnya kebelakang "Hahhh..apapun yang kalian pikirkan aku tak peduli, kami akan bersiap satu jam lagi" Brakkkkk!! Ferderick segera menutup pintunya, ia malu,ia benar benar belum terbiasa dengan kehidupan Istana dan pandangan orang lain tentang urusan pribadinya yang sulit memiliki privasi.
.
Rubia dan Ferderick melangkah memasuki aula perjamuan,Ini adalah hari pertama mereka berdua muncul sebagai Raja dan Ratu, semua orang menunduk memberikan penghormatan kepada mereka berdua.
"Kalian bisa bangun" ucap Rubia, kemudian ia dan Ferderick duduk di tempatnya, disana Ferderick bertemu dengan Permaisuri Isabella, Ferderick menyapanya dengan anggukkan sebagai bentuk sopan santun.
"Terimakasih banyak karena kalian semua sudah jauh jauh datang kemari untuk menghadiri pernikahan kami, saya harap kalian merasa berkenan dengan pelayanan kami, dan saya harap kalian semua kembali ke negara kalian dengan selamat" ucap Rubia. "Silahkan nikmati perjamuan hari ini dengan nyaman" lanjutnya.
Perjamuan pun berjalan dengan lancar, itu adalah acara resmi demi menunjukkan rasa terimakasih Raja dan Ratu kepada negara sekutu karena sudah bersedia datang memenuhi undangan, karena setelah acara berakhir para utusan umumnya akan kembali ke negaranya masih masing, selain itu saat acara seperti ini bisa juga untuk mengakrabkan satu negara dengan negara lainnya, terutama untuk menjalin kerja sama politik antar negara.
Ferderick yang masih belum terbiasa dengan sorotan dan keramah tamahan banyak orang merasa ingin menghirup udara segar setelah usainya perjamuan, ia mengajak Rubia berjalan jalan di taman Istana, Rubia menoleh ke arahnya, wajahnya dipenuhi kekawatiran, Rubia pun menggenggam tangannya "Apa kau merasa tak nyaman?"
__ADS_1
"Ya, sedikit"
"Perlahan kau akan terbiasa, kau hanya perlu tenang dan percaya diri, sekarang kau adalah orang yang harus dihormati oleh semua orang"
"Saya mengerti, maaf kalau saya terlalu gugup dan membuat anda kawatir"
"Tidak, sama sekali tak terlihat kau gugup, itu karena kau yang biasanya memang tak banyak bicara selain denganku, orang orang pasti menganggapmu bersikap seperti biasa"
"Itu memang benar, tapi para lady dan nyonya bangsawan terus berbisik bisik dibelakang saya"
"Itu karena wajahmu, aku serius"
"Apa anda yakin?" Rubia mengangguk dengan yakin.
"Apa saya memang setampan itu?"
"Apa kau sedang ingin membanggakan wajahmu?" Ferderick pun tersenyum.
Benar,aku harus segera terbiasa,ini tidak sulit asalkan aku terus berada disisimu..
Tiba tiba langkah keduanya terhenti, seorang pria tersenyum kepada Rubia, Rubia pun tersenyum kepadanya.
"Salam Baginda Kaisar, salam Yang Mulia Raja" sapanya, sepertinya Ferderick mengenalinya, dia adalah Pangeran Altez yang sudah menggoda Rubia selama sebulan itu, tiba tiba mata Ferderick mengernyit menatapnya yang bersikap sok akrab dengan Istrinya.
"Terimakasih Pangeran" jawab Rubia.
"Yang Mulia Raja sepertinya tidak menyukai saya, saya jadi sedih, saya pikir tadinya suami teman saya bisa menjadi teman saya juga"
"Apah?? Padahal saya hanya diam saja tapi anda sudah menilai sikap saya, bukankah anda sudah bersikap tidak sopan Pangeran?" jawab Ferderick dengan wajah datar.
Wah ternyata sikap dan temperamennya sangat buruk, apa ini adalah tipe ideal Kaisar? tahu begitu dulu aku harusnya bersikap seperti ini juga ciihh..
Altez segera tersenyum ramah "Maaf jika anda tersinggung Yang Mulia, saya tidak bermaksud"
"Fer?" Rubia bingung dengan sikap Ferderick.
"Bukankah seharusnya anda sudah pulang ke negara anda Pangeran? Apa yang ingin anda lakukan disini?" ujar Ferderick lagi.
"Ahh, saya hanya ingin menyapa Baginda Kaisar secara langsung sebelum kembali"
"Mengapa anda tak datang dengan Istri anda? Saya dengar anda sudah menikah" Rubia semakin bingung, apa ini sikap seseorang yang masih gugup dengan posisi baru? Rubia pun tersenyum menatap Ferderick yang sepertinya sudah beradaptasi secepat kilat.Altez melirik ke Rubia yang tersenyum menatap suaminya.
__ADS_1
"Yang Mulia, sepertinya anda penasaran dengan saya, apa saya salah?" jawab Altez lagi.
"Sudah sudah, apa yang kalian berdua ributkan, kita sudah bertemu Pangeran Altez, kalau begitu selamat jalan, salam untuk Istri anda" ucap Rubia menengahi, ia pun menggandeng tangan Ferderick dan mengajaknya kembali ke Istana, sementara Altez hanya tersenyum dalam diam menatap kepergian mereka berdua.
Brakk!! Rubia menutup pintu setelah mereka masuk ke dalam kamar, ia menghampiri Ferderick yang saat itu sedang membuka bajunya yang tak nyaman, kemudian Rubia membalikkan badannya yang membelakanginya "Kenapa kau bersikap seperti itu?"
"Apa anda tak suka saya memperlakukan teman spesial anda seperti itu?" jawabnya dengan nada kesal.
Rubia pun tersenyum "Kedepannya teruslah seperti itu, jadilah dirimu sendiri"
"Apa?" ia tak mengira jawaban dari Rubia.
"Kau boleh melakukan apapun yang kau mau"
"Anda tak ingin memarahi saya?"
"Aku tak berani memarahi suamiku" guraunya.Ia membantu melepaskan baju Ferderick.
"Pfftttt" Ferderick pun tersenyum.
"Kau cemburu? Aku tidak menyangka kau secemburuan itu"
Ferderick sedikit menunduk dan berbisik di telinga Rubia "Anda tak suka?"
"Mana mungkin"
Rubia mengecup bibir Ferderick dengan kakinya yang sedikit berjinjit "Rubia..ini masih sore, jangan menggoda saya" Rubia hanya tersenyum sembari terus menggodanya, karena sudah tak tahan lagi dengan godaannya akhirnya Ferderick menggendongnya dengan tiba tiba.
"Kyaaaaa" kakinya meronta ronta..seketika ia sudah berada diatas tempat tidur,dan Ferderick sudah berada di atasnya..
Setelah menikah kehidupan kami terus dipenuhi oleh kebahagiaan, Ferderick melakukan pekerjaannya dengan sangat baik, bahkan dia selalu saja membantuku di setiap ada kesempatan, aku merasa aman dan sangat nyaman memiliki seorang pendamping hidup yang sangat pengertian seperti dirinya. Pembawaannya yang dingin menjadi kekuatannya bertahan di kehidupan Istana,tentunya itu berlaku setelah kami berada di luar kamar kami saja hehe. Kehidupan kami terasa semakin sempurna setelah kami dikaruniai seorang bayi laki laki yang sangat mirip dengan perpaduan kami berdua, bukankah ini berita bagus? Namanya adalah Javier Alexander El Grosjean, mengapa ada Alexander pada namanya? Itu karena kami berdua berharap Putra kami nantinya akan tumbuh bijaksana dan kuat seperti Kaisar pertama Kekaisaran Grosjean yang berbudi luhur.Kami akan membesarkannya dengan penuh cinta dan kasih sehingga dimasa depan Putra kami bisa menjadi seorang Kaisar yang bijaksana.
TAMAT
Haloo semua pembaca yang saya sayangi, terimakasih atas semua suport yang kalian berikan selama ini, terutama pembaca setia yang selalu memberikan pendapat dan dukungannya sehingga saya bisa menyelesaikan novel Queen Sword ini.
Mohon maaf jika masih banyak kesalahan dalam penulisan,alur cerita dan penyampaian yang masih kurang baik, saya berharap bisa terus menulis kedepannya, tolong selalu dukung karya saya agar saya tidak menyerah berkarya di Noveltoon ini dengan persaingan yang amat sangat sulit bagi penulis pemula seperti saya ini hehe,jujur saja saya sering banget down, tapi berkat pembaca yang sering meninggalkan komentar penyemangat membuat saya lebih kuat lagi dan terus belajar. Terimakasih ya Kak sudah menebarkan energi positif, kau yang terbaik 😘
Saya akan kembali dengan season 2 dengan tokoh utama Putra dari Rubia dan Ferderick yaitu Javier Alexander El Grosjean. Cerita yang belum dibahas di season 1 akan dibahas dengan lebih detail di season 2. Tentunya itu akan terwujud jika saya tidak ada halangan dan dukungan readers sekalian,silahkan tinggalkan pendapat anda tentang season 2 di kolom komentar. Akhir kata, Terimakasih kasih banyak semua 🙏🙏
Ini adalah Visual Javier dewasa.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen,subscribe dan follow otor ya, makasih.