
Mata Rubia menelusuri tempat dirinya berdiri saat ini, hamparan rumput hijau yang ditumbuhi oleh bunga bunga liar yang berwarna warni dan pohon pohon rimbun dengan semilir angin yang terasa hangat dan menyejukkan.
Apa yang sedang terjadi,dimana aku?
Rubia mengangkat tangannya kemudian melihat kedua tangannya,tubuhnya terasa ringan, padahal ingatan terakhirnya adalah ia yang sedang berada dihamparan salju bersama Ferderick menghabisi segeromblan monster.
Apa aku telah mati karena luka cabikan monster? Apa aku sedang berada di surga? Apa memang surga seperti ini?
Rubia kembali melihat sekelilingnya, daun daun pohon hijau itu tampak bergoyang karena diterpa oleh angin.
"Yang Mulia Putri" ucap seseorang memanggilnya, Rubia melihat sekitarnya kembali, kemudian tubuhnya tersentak ketika seseorang menyentuh pundaknya.
Rubia menoleh kebelakang, ia melihat seorang yang pernah ditemuinya itu, seorang penyihir tua yang memberikannya sepasang cincin, penyihir itu memakai jubah hitam, penampilannya masih sama seperti pertama mereka bertemu, bibir wanita tua itu tersenyum kepada Rubia.
"Bagaimana kabar anda Yang Mulia Putri?" ucapnya seraya tersenyum kepada rubia.
"Saya baik, bagaimana anda menemui saya?Dan tempat apa ini?" Rubia kembali melihat sekitarnya, kemudian ia terhenti karena ada hal penting yang seharusnya ia tanyakan terlebih dahulu ketika ia kembali bertemu dengan penyihir itu.
"Saya tahu ada banyak hal yang ingin anda tanyakan" wanita tua itu menyeringai.
"Kenapa anda memberikan cincin itu kepada saya? Penyihir kerajaan bilang bahwa anda ada kaitannya dengan ramalan yang beredar di antara keluarga kerajaan"
"Sudah sangat lama saya menunggu anda, sepertinya saya akan segera mengakhiri hidup panjang yang melelahkan ini, karena yang saya tunggu telah ada didepan mata"
"Apa maksud anda? mengapa anda menunggu saya?" Rubia tak mengerti.
"Saya masih bisa bernafas hingga saat kini karena janji yang saya buat dengan Kaisar pertama kekaisaran ini, saya menantikan keturunan beliau yang memiliki jiwa murni, dan baru kali ini saya menemukannya,meskipun tak sempurna" wanita tua itu kembali tersenyum.
"Apa maksud anda saya adalah jiwa murni itu?" ia menunjuk dirinya sendiri.
__ADS_1
Wanita tua itu mengangguk "Tugas anda adalah membebaskan keturunan Baginda Alexander dari kutukan yang telah sekian lama bergulir di kekaisaran, tapi sebelum itu ada hal mendesak yang harus anda lakukan terlebih dahulu"
"Apa itu?" tanyanya dengan tak sabar.
"Mulai sekarang monster akan terus menyerang seiring anda bertambah dewasa, mereka ingin menghentikan seorang jiwa murni yang akan memutus rantai yang telah terjalin selama ratusan tahun ini"
Rubia tampak terkejut, ia terdiam berpikir sejenak sebelum melanjutkan ucapannya "Apa yang harus saya lakukan?"
"Segel, anda harus menyegel tanah kekaisaran terlebih dahulu agar monster tak bisa masuk ke tanah Grosjean yang Baginda Alexander cintai"
"Bagaimana caranya?"
"Anda harus selalu terhubung dengan seseorang yang bisa melengkapi kesempurnaan jiwa murni anda, orang yang juga memiliki benda itu" ia menunjuk cincin dijari Rubia.
"Apa maksud anda Ferderick?Mengapa?"
"Itu benar tapi--"
"Jangan bingung Yang Mulia,berkat anda kini jiwa anak itu telah terhubung dengan panggilan tugasnya, anak itu memiliki kekuatan yang sama dengan Baginda Alexander, seseorang yang akan melengkapi jiwa murni yang dimiliki oleh Baginda Alexander yang tidak anda miliki"
"Maaf tapi, Apa hubungan anda dengan Baginda Alexander?"
Wanita itu tersenyum "Apa anda mau mendengarkan sebuah kisah dari masa lampau?"
Rubia mengangguk "Tentu jika anda berkenan"
Dahulu sekali, ketika monster monster menguasai sebuah wilayah yang luas, mereka menjadikan manusia yang tinggal di tanah ini sebagai makanannya, kehidupan manusia amat teraancam dan kacau, sampai ketika penyelamat yang memiliki kekuatan besar datang ke wilayah ini, ia menolong seorang gadis miskin yang sedang di cabik oleh monster yang ingin memangsanya.Dia membawa gadis miskin itu dan mengobatinya sampai pulih, sampai suatu hari penyelamat itu menyadari kemampuan yang dimiliki oleh gadis itu, ia menemukan secercah harapan, mereka berdua menghabiskan waktu bersama sembari merencanakan dan mengatur stategi membinasakan para monster.
Kemampuan gadis itu terus berkembang seiring berjalannya waktu, sampai akhirnya pemuda itu menemukan rekan rekan yang memiliki tujuan yang sama dengannya, berkat perjuangan mereka semua akhirnya monster berhasil dimusnahkan, dan kerajaan berhasil didirikan, namun satu permasalahan yang muncul yaitu sebuah kutukan.
__ADS_1
Gadis itu dikirim ke sebuah negara yang jauh dari Kekaisaran Grosjean untuk meneliti mencari solusi dari permasalahan kutukan sekaligus mengembangkan kekuatannya.
Di negara asing yang jauh gadis itu sangat merasa kesepian namun ia terus giat belajar dan melatih kemampuan sihirnya demi orang tercintanya, hingga setelah beberapa tahun berlalu akhirnya jerih payahnya membuahkn hasil, ia telah menemukan solusi dan yakin bisa melenyapkan kutukan tersebut.
Gadis itu segera mengemasi barangnya dan kembali ke kekaisaran, ia begitu bersemangat karena sebentar lagi ia akan segera berjumpa dengan sosok yang sangat ia hormati sekaligus cintai dengan membawa kabar bahagia.
Setelah perjalanan yang panjang menggunkan teleportasi dari tempat ini ke tempat itu selama beberapa hari akhirnya ia bisa melihat sebuah istana yang dibangun oleh cintanya, sangat megah sampai ia tak sabar ingin masuk dan berlari menghampirinya.
Namun, seseorang penjaga mengusirnya karena melihat penampilannya yang lusuh saat ia hendak masuk, betapa terkejutnya ia ketika mendengar dari para penjaga bahwa diistana itu telah ada seorang Ratu dan beberapa permaisuri dari negara tetangga.
Gadis itu berlari pergi karena ia yakin bahwa penyelamatnya telah menghianatinya dan melupakannya, rasa perih yang menyayat hati itu terus dibawa oleh gadis itu seorang diri.
Sampai beberapa tahun berlalu ia menemukan sebuah surat yang telah usang dari seekor burung pengantar pesan, surat itu ditujukan untuk dirinya dari seorang yang ia pikir telah menghianatinya.
Gadis itu sangat terkejut dengan surat yang akhirnya menjawab kesalahpahamannya, pria itu mengatakan bahwa hanya dirinya yang ia cintai meskipun ia telah memiliki pendamping lain itu semua karena tuntutannya sebagai seorang pemimpin suatu negara, pria itu berharap gadis itu kembali ke sisinya meskipun ia tak bisa menemukan solusi untuk kutukan yang telah dideritanya, pria itu hanya ingin menghabiskan sisa sisa harinya bersama dengannya.
Gadis itu terburu buru kembali ke istana kekaisaran Grosjean, seorang sahabat seperjuangan yang mengenalinya tak sengaja berpapasan dengannya di di luar istana dan memberitahukan kepadanya bahwa kekasihnya telah meninggal dunia tiga bulan yang lalu karena kutukan yang telah dideritanya cukup lama.
Gadis itu sangat terkejut sekaligus menyesal, ia menyalahkan dirinya sendiri atas kematian kekasihnya itu, setelah hari itu ia terus hidup menjauhi orang orang yang dikenalnya, ia menghukum dirinya sendiri atas dosa besarnya dan hidup di tempat terpencil yang jauh dari istana.
Kemudian ia berfikir untuk menebus rasa bersalahnya dan menepati janjinya kepada keturunan Pria itu, ia kembali ke istana dan menemui sahabatnya untuk dipertemukan dengan Putra Pria itu, usahanya berjalan lancar namun kekuatan sihirnya menolak tubuh putranya karena jiwa dan kekuatan putranya tak semurni milik ayahnya, ia pun akhirnya pergi dengan tangan kosong.
Sejak hari itu gadis yang telah semakin menua itu hanya menanti seorang pemilik jiwa murni seperti kepunyaan penyelamatnya yang bisa menerima kekuatan besar siihir yang akan mengalahkan kutukan dari sang naga.
.
.
Bersambung.
__ADS_1