
Ferderick dan Kaisan kembali ke penjual Apel merah yang sebelumnya ia beli diujung jalan, namun semuanya telah terjual habis, dengan berat hati mereka kembali dengan tangan kosong, Ferderick memperhatikan raut wajah Kaisan yang terlihat kecewa disepanjang perjalanan.
"Belilah yang lain"
"Nyonya ilona hanya menyukai buah Apel merah" gumamnya muram.
"Haruskah kubunuh Bangsawan dan pelayannya yang menabrakmu tadi agar kau tak terlalu kesal?"ucapnya dengan wajah yang bersungguh sungguh.
"Pfttttt...Apa yang kakak katakan, tak perlu berlebihan" akhirnya Ferderick melihatnya tertawa.
"Nyonya ilona akan senang dengan kedatanganmu saja,dia tak mengharapkan hal yang lain darimu,percayalah padaku"
"Aku tahu kak"
"Kau sudah dewasa ya"
"Ya, tentu saja,apa kakak kira aku akan merengek gara gara beberapa buah apel?"
"Itu bukan sesuatu yang buruk bagiku"
"Ciihhh"
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama mereka pun akhirnya sampai di markas Bayangan Hitam, begitu membuka pintu orang orang sudah berkumpul duduk dengan saling berhadapan di meja panjang menyambut kedatangan Kaisan dengan antusias. Karena sifat Kaisan yang ceria dan mudah bergaul saat kecil, tak butuh waktu lama dia bisa mengambil hati para prajurit bayaran dan berteman dengan orang orang dewasa itu.
"Hei adik kecil kau sudah datang?" ucap salah satu pria bernama Jacob.
"Lama tak bertemu Tuan Jacob dan yang lainnya" Kaisan tersenyum senang.
Stev dan ilona datang dari belakang, ilona berlari ke arah kaisan dan langsung memeluknya "mengapa baru datang sekarang? Apa kau tak merindukan aku nak?" ucap ilona seraya terisak.
__ADS_1
"Saya sangat merindukan anda Nyonya" kaisan menepuk punggung ilona dengan lembut.
"Sudah sudah,istriku.. kau membuat anak yang baru pulang setelah sekian lama merasa sedih" ucap Stev.
Semakin lama Ferderick dan Kaisan mengenal orang orang ditempat itu mereka semakin mengerti bahwa tidak semua pembunuh bayaran itu adalah orang yang jahat seperti kesannya,setidaknya mereka tulus kepada seorang anak yang tak memiliki tempat tujuan seperti Ferderick dan Kaisan, mereka pun sering kali berbagi dengan orang orang yang membutuhkan diluar sana, entah sejak kapan Ferderick menyadari bahwa orang orang yang berada ditempat itu adalah keluarganya.
Ferderick dan Kaisan ikut bergabung di meja panjang yang dipenuhi berbagai hidangan makanan beserta minuman yang sengaja dipersiapkan untuk menyambut Kaisan yang hanya mengunjungi mereka satu tahun sekali, ferderick menatap Kaisan yang sangat dekat dengan ilona dan Stev,mereka terus mengobrol dan menceritakan hal hal yang menarik, raut wajah kaisan tampak bahagia, benar benar bahagia dan bukan pura pura bahagia seperti yang biasa dilihat Ferderick di belakang gedung academy saat ia berkunjung sejenak. Kini Ferderick mulai merasa takut jika sampai mereka berdua kembali kehilangan sosok yang telah menjadi keluarganya itu.
"Anak anak mumpung kita semua sedang berkumpul disini, aku ingin mengumumkan sesuatu" ucap Stev lantang. dan membuat fokus orang orang tertuju padanya.
"Apa itu Tuan, kau membuat kami penasaran, katakan saja katakan" jawab riuh beberapa orang.
"Baik baik tenanglah dulu, aku dan Joseph sudah berunding, seseorang dari kalangan atas sedang mulai menyelidiki tempat kita ini, entah dari mana beliau bisa mengetahui bahwa disini adalah markas pembunuh bayaran, tapi sewaktu waktu kita bisa ditangkap dan dijebloskan ke penjara, bahkan kepala kita bisa saja dipenggal"
"Apaahh?? Apa yang harus kita lakukan Tuan" orang orang pun kaget bukan main mendengar hal seperti itu dari pemimpin mereka, tak terkecuali Ferderick dan Kaisan.
"Ini adalah tugas yang sangat rahasia, jadi saya hanya akan memberitahu Ferderick saja jika Ferderick setuju melakukan tugas itu"
"Jika saja Ferderick menolak tugas itu, apa orang itu akan menyerang dan menangkap kita semua?" tanya salah satu prajurit.
"Benar, hal seperti itu cepat atau lambat akan terjadi" jawab Joseph dengan raut wajah putus asa.
"Apa keputusanmu Ferderick? Ini tugas yang berbahaya kau bisa menolaknya jika tak mau" tanya Joseph menatapnya penuh harap namun pasrah.
Ferderick melihat tatapan yang dipenuhi harapan dari rekan rekannya, ia menarik nafas panjang sebelum menjawabnya "saya akan melakukannya, tugas itu" jawab Ferderick dengan tenang. semua orang pun tersenyum kecuali Kaisan dan ilona yang terlihat khawatir.
"Apa kami harus pergi dari sini Tuan? Tapi kami tak memiliki tempat tujuan lain" tanya seseorang.
"Tetaplah disini, setelah tugas Ferderick selesai kita akan mengganti tempat ini menjadi guild informasi, pekerjaan kalian berkeliling dan mengumpulkan informasi, kita akan menjualnya kepada yang membutuhkan, semakin penting dan rahasianya sebuah informasi maka harganya akan lebih mahal"
__ADS_1
"Syukurlah Tuan, kami lega mendengarnya"
Joseph menambahkan "jika diantara kalian ingin mendaftar sebagai ksatria resmi istana Raja atau bangsawan penguasa wilayah maka akan kami ijinkan dan bantu sebisa kami" beberapa orang terlihat cukup tertarik dengan penawaran Joseph.
Setelah perbincangan yang serius itu selesai mereka melanjutkkan makan makan dan minum minuman beralkohol sampai mereka mabuk untuk melepaskan keresahan karena mendengar sesuatu yang amat tiba tiba itu.
Joseph mengajak Ferderick ke tempat latihan pedang, mereka berjalan perlahan dikegelapan, Joseph menghentikan langkahnya dan ferderick mengikuti.
"Kau pasti bisa mengira ngira mengapa aku mengajakmu kesini" ucap Joseph.
"Tentu"
"Stev si bre***** itu sengaja memilih mabuk karena tak bisa mengatakannya langsung padamu, pria yang terlihat garang itu memiliki sifat yang sangat konyol tapi memiliki hati yang hangat, itulah sebabnya aku tak bisa meninggalkannya begitu saja, sebenarnya kami tak enak hati melimpahkan tugas ini padamu,tapi kami tak bisa mengirim anak yang lain selain dirimu yang memiliki kekuatan paling unggul, jika diizinkan malah aku atau Stev yang akan mengambil pekerjaan ini, tapi beliau tak memperbolehkan kami karena wajah kami sudah dikenali oleh beberapa orang disana"
"Saya mengerti"
"Jika tugas ini berjalan sesuai rencana kau bisa menjadi ksatria istana dengan kemampuanmu yang menonjol itu, dan jika kau tak menginginkan itu kau bisa meminta sesuatu yang lain, bukankah kau ingin kehormatan keluarga Count Steward dan wilayahmu yang disita istana dikembalikan? Itu hal yang mungkin bisa dilakukan oleh Beliau"
Mata Ferderick membelalak, ia tak menyangka pria dihadapannya mengetahui identitasnya yang sebenarnya "Bagaimana anda bisa tahu tentang keluarga saya?" ucapnya ragu ragu.
"Karena aku dan Stev menyelidikimu, maaf tapi kami tidak bisa membiarkan orang yang berbahaya mengancam hidup kami itu sebabnya kami melakukan itu kepada setiap anggota yang baru saja bergabung"
"Saya mengerti, jadi tugas apa yang harus saya lakukan, dan siapa Beliau itu?"
Joseph mengatakannya dengan berbisik ditelinga Ferderick karena identitas orang itu dan target benar benar harus dirahasiakan, Ferderick tampak terkejut mendengar orang yang harus dibunuh dengan tangannya sendiri.
Joseph menepuk bahu Ferderick "Ingatlah jika kau berada dalam bahaya maka cukup lindungi saja dirimu sendiri,apa kau mengerti?" Ferderick mengangguk.
BERSAMBUNG
__ADS_1