Queen Sword

Queen Sword
Eps 80 Kebohongan Putih


__ADS_3

Ferderick dan Kaisan duduk berhadapan di meja makan yang luas, kini meja itu terasa semakin luas karena hanya mereka berdua yang mengisinya, kekosongan orang tuanya semakin terasa disaat saat seperti ini, Ferderick melirik kearah Kaisan yang memperlihatkan ekspresi tak berselera makan.


"Apa makanannya tidak enak Kai?" tanya Ferderick seraya mengunyah makanannya.


Kaisan menggeleng "Bukan begitu kak, aku hanya merindukan Ayah dan Ibu"


"Hemm, kau tak boleh terus terusan membuat Ayah dan Ibu kawatir, mereka akan bahagia jika melihat kau dan aku hidup tanpa beban kematian Ayah dan Ibu"


Kaisan mengangguk "Baiklah"


Sejujurnya Ferderick pun memiliki perasaan yang sama dengan Kaisan tentang kekosongan yang dirasakannya semenjak kembali ke kastel Count, namun sekarang dia adalah seorang kakak sekaligus pemimpin keluarga yang harus terlihat lebih tegar agar adiknya merasa sedikit terhibur dan tak terus menerus berlarut dalam kesedihan jika mengingat orang tua mereka.


"Kai, aku sudah bilang kepada Guru yang mengajarmu, kelasmu akan ditambah, kau harus menguasai semua materi yang diperlukan seorang pemimpin keluarga"


"Mengapa Kakak melakukan itu? Aku bukannya mau menjadi kepala keluarga mengapa aku harus mempelajari hal hal merepotkan?Kakak kan tahu aku ingin menjadi pegawai administrasi di istana, bukankah dengan keadaan kita dan koneksimu dengan Baginda Kaisar itu hal yang memungkinkan?"


Ferderick merasa tertegun, ia menelan ludahnya sendiri karena harus berbohong "Aku berencana bepergian suatu hari nanti untuk waktu yang lama, aku harap kau bisa menggantikanku disaat aku tidak ada, bukankah itu akan lebih baik untuk bersiap siap sejak dini?"


"Apa kakak akan pergi tanpaku? Seorang diri?Kemana?" Ferderick terdiam sejenak, ia bahkan belum benar benar merencanakan kebohongannya dengan maksimal. "Kenapa Kakak diam saja? Apa tak bisa memberitahukannya padaku?"


Ferderick tampak ragu ragu "Hanya ingin berlibur"


"Tidak bisakah kita berlibur bersama?"


Akhirnya dikepala Ferderick terfikirkan sesuatu "Tidak bisa, karena ini adalah tugas rahasia dari Baginda Kaisar"


"Apa kakak serius?Jadi itu berlibur atau tugas rahasia?" Kaisan menatapnya dengan tajam.


"Tentu saja keduanya benar, aku akan melakukan tugas rahasia sekalian berlibur"Ferderick mengangguk angguk.


"Apa akan memakan waktu sangat lama sampai aku harus belajar pekerjaan kepala keluarga?"


"Ya, itu adalah tempat yang sangat jauh, jadi kau jangan mengeluh lagi, dan aku sudah bilang pada Tuan Joseph, beliau akan menjadi guru berpedangmu"


"Apa kakak serius? Aku tak suka berpedang, itu melelahkan"

__ADS_1


"Kai, tolonglah, ini demi kebaikanmu sendiri, paling tidak kau harus mengetahui dasarnya lalu kau bisa melindungi dirimu sendiri, kau tidak ingat betapa payahnya kau berkelahi dengan anak itu kemarin?"


"Ehemmm" Kaisan merasa malu "Baiklah, aku akan berusaha yang terbaik, tapi Tuan Joseph itu sangat kasar dan disiplin saat mengajari kakak, apa dia akan bersikap seperti itu juga denganku?"


"Mungkin akan lebih keras, tapi tidak ada yang lebih baik darinya menurutku"


"Yah,lakukan saja apa yang kau inginkan" wajah Kaisan sudah tampak pasrah.


Tomy datang menghampiri Ferderick "Tuan, ada segerombolan orang orang dengan penampilan seperti preman di depan gerbang, mereka meminta menerobos masuk tapi penjaga gerbang berhasil menghadang mereka, tapi sepertinya mereka akan segera kewalahan" ucapnya dengan wajah kawatir.


"Ahh, aku belum memberitahumu ya mereka akan datang sekarang? Bilanglah mereka bisa masuk aku akan segera menemui mereka, tuntun jalan mereka menuju tempat latihan di halaman belakang" ucapnya seraya menyeka mulutnya.


"Apa? Orang orang itu?Anda tidak salah?"


"Kau tak salah dengar, lakukan saja"


"Baiklah" dengan wajah bingung Tomy kembali berjalan keluar.


"Siapa orang orang itu kak?" tanya Kai penasaran.


Kaisan bangun dari duduknya "Aku baik baik saja tuh,aku tidak kawatir" ucapnya dengan menyombongkan diri, namun itu berbeda dengan pikirannya sendiri, ia segera pergi untuk menyambut orang orang yang telah dianggap saudara saudaranya, lalu Ferderick mengikutinya.


.


Begitu Kaisan muncul disana orang orang seketika menjadi gaduh "Adik bungsu..." semuanya menghampiri dan mengerubungi Kaisan.


Kaisan tersenyum "Hai semuanya, lama tak bertemu" sapanya ramah.


"Wah, berapa kalipun lihat tetap aku merasa takjub ternyata kau benar benar seorang Bangsawan setelah melihatmu dengan penampilan ini" ucap seseorang.


Wajah Tomy mengernyit "Ohoo.. kalian tidak boleh memperlakukan Tuan muda Stewart seperti teman kalian" ucapnya yang disambut riuh oleh para prajurit.


"Aku baik baik saja Tomy, mereka adalah saudara saudaraku" Para prajurit mengangguk, mereka merasa terharu karena Kaisan masih sama dengan Kaisan yang saat itu tinggal bersama dengan mereka, statusnya tak merubahnya sama sekali.


"Itu tidak boleh Tuan Muda, mereka harus membatasi diri, bagaimanapun hubungan kalian dimasa lalu tapi sekarang Beliau adalah Tuan muda yang harus kalian layani" ucap Tomy tegas.

__ADS_1


"Hei pak tua, kau ini siapa sih kenapa mengatur ngatur hubungan kami?" tanya salah satu prajurit dengan galak.


"Dia adalah Tomy, dia butler di rumah ini, dan dialah yang dulu mengurusiku dan Kak Ferderick saat kecil"


"Sama sama pelayan saja dia sangat belagu" jawab seseorang.


Ferderick sampai dihadapan mereka "Kalian tak boleh berkata sembarangan, disini kita semua adalah saudara,kita akan hidup dengan saling bertemu setiap hari, tidak ada yang dibeda bedakan, lakukan saja tugas masing masing dengan baik,dilarang mengatakan kata kata kasar kepada sesama, semua orang harus saling menghormati,kalian mengerti?" ucapnya dengan tegas.


"Baiklah, begitu lebih baik" mereka serentak setuju dengan ucapan Ferderick.Bagi mereka Ferderick pun masih sama, dia berkata dengan datar dan nada suara dingin, namun bedanya sekarang mereka harus terlihat baik dimata orang yang menjadi bosnya sekarang, mereka sangat patuh, sampai Ferderick merasa aneh.


"Mulai hari ini kalian akan tinggal di paviliun itu, kalian akan menggunakan seragam saat bertugas,aku akan menunjuk pemimpin dan wakilnya setelah mengetes kemampuan kalian satu persatu secara adil, mohon bantuannya"


"Baik Tuan Count" jawab mereka dengan semangat.


"Ehemm" Ferderick membuang wajahnya ke arah lain, sebenarnya ia masih canggung dan malu dengan panggilan Tuan Count dari teman temannya, namun ia harus menahannya agar lebih cepat terbiasa. "Ngomong ngmong aku tak melihat Tuan Joseph?"


"Tuan Joseph ada keperluan pribadi, jadi beliau bilang akan datang saat waktunya Tuan Kaisan berlatih pedang"


"Jadi begitu, kalian boleh membereskan barang ditempat tinggal kalian terlebih dahulu, setelah cukup beristirahat datanglah lagi kesini karena aku akan langsung menilai kemampuan kalian untuk menyesuaikan gaji yang akan kuberikan"


"Hahaha, anda pasti bercanda kan Tuan Count, hahah bukankah gaji kita sudah ditentukan sejak awal hahaha" mereka semua tertawa dengan hambar,mencoba mengelak keadaan.


"Aku serius tuh"


"Wah, ternyata dia benar benar serius, aku harus bersiap siap menunjukkan kekuatanku, benar, benar, sudah lama kita tidak berlatih" mereka berbisik bisik dengan keras.Ferderick pun sangat mengetahui apa yang akan membuat mereka terbakar semangat,mereka akan sangat sungguh sungguh jika itu tentang uang.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa dukung otor dengan like comment subcribe dan vote.


Terimakasih 😊

__ADS_1


__ADS_2