Queen Sword

Queen Sword
Eps 19 Jangan Ganggu Mulikku


__ADS_3

Setelah mengganti pakaian Rubia keluar dari kamarnya bersama dengan Lydia dan dua orang dayang lainnya.


Fiona menghampirinya "Apa Anda sudah baik baik saja Yang mulia?" ia sangat khawatir karena saat itu Rubia sampai melarikan diri dari orang orang dengan raut wajah yang tak biasa.


"Ya tentu" Ia mulai melangkahkan kakinya dan Fiona mengikuti dibelakangnya.Tiba tiba langkah Rubia terhenti setelah berjalan cukup lama, karena melihat seseorang yang berjalan kearahnya.


"Salam Kepada Baginda Ratu" Ucap Rubia dan Fiona memberi hormat kepada Ratu Issabella yang tak sengaja berpapasan.


"Kudengar pasukanmu diserang?Kau baik baik saja bukan?Syukurlah aku tahu kau cukup kuat untuk menghadapi beberapa prajurit bayaran,kau harus terus hidup dan melindungi ibumu ini, apa kau mengerti Putriku?" ucap Ratu dengan nada bicara yang halus.


"Saya Mengerti Yang Mulia" jawab Rubia sembari mengepalkan tangannya.


Fiona menatap punggung Rubia dengan tatapan kasihan.


Apa katanya?beberapa orang?seharusnya dia mencari tahu terlebih dahulu sebelum berbicara.


Semakin lama fiona berada disamping Rubia semakin ia mengetahui seperti apa kehidupan seorang Putri Mahkota, ia ikut merasakan perasaannya, seharusnya sebagai seorang ibu, Ratu terlebih dahulu menanyakan apa yang terjadi, apa yang terluka atau menghawatirkan keselamatan Putrinya yang baru saja mengalami hal buruk meskipun itu hanya sekedar kepura puraan semata, begitulah isi fikiran Fiona dalam situasi itu.


Setelah mengatakan apa yang ingin dikatakannya Ratu bersama para dayangnya melanjutkan perjalan mereka dan melewati Rubia begitu saja, Rubia pun kembali melanjutkan perjalanannya, dan sampailah ia diruangan kerja Kaisar, ia membuka pintu dan Axel telah berada di dalam sana.


Setelah memberi salam Rubia duduk di hadapan Kaisar, Axel melirik kearahnya, laki laki itu merasa lega karena Rubia terlihat baik baik saja.


"Aku sudah dengar tentang detail penyerangan dari Sir Harington,pasukan ksatria akan menyelidiki penyerangan ini sampai tuntas, untunglah para ksatria hanya luka luka ringan, dan saya sudah mendengar kalian berhasil melewati krisis karena dibantu oleh seorang swordmaster, apa dia kenalanmu Rubia? Bagaimana bisa aku tak mengetahui pemuda dengan bakat langka diusia muda di kekaisaran ini"


Apa yang sudah kuharapkan..

__ADS_1


Rubia kembali mengepalkan tangannya "Yaa, dia orang yang tak sengaja kutemui"


"Jadi begitu, jika kau tak keberatan apakah kau bisa mempertemukanku dengan pemuda itu?"


"Tolong jangan ganggu orang saya Yang Mulia" ucap Rubia dengan tatapan tajam.


Deg, Kaisar terkejut dengan ucapan beserta reaksi Putrinya yang baru kali ini ia lihat, karena biasanya Rubia hanya akan menjawab dengan Iya atau mengangguk patuh kepada setiap perintahnya.


Kaisar tertawa dengan hambar untuk mencairkan suasana "Hahaha.. apa yang kau pikirkan Rubia, aku hanya ingin mengucapkan terimakasih dan memberikan imbalan karena pemuda berbakat itu sudah memberikan bantuan yang besar kepada keluarga kerajaan, kau tidak bisa menghalangi niat baik Ayahmu ini"


Rubia terdiam, ia berfikir bahwa mungkin saja Ferderick akan merasa senang dan mendapat bantuan yang dibutuhkannya dengan lebih cepat dari Kaisar, itu berarti Ferderick tak akan mau bekerja dibawahnya lagi, entah mengapa Rubia merasa sayang jika sampai Ferderick meninggalkannya, namun..ia tak bisa bersikap egois, karena bisa saja ini yang terbaik untuk hidup Ferderick dan adiknya.


"Baiklah, saya akan mengundangnya keistana jika dia mau"


"Yaya, tentu saja kita tidak bisa memaksanya, jika dia tak menginginkannya" Kaisar tersenyum, ia yakin bisa menarik pemuda berbakat itu kesisinya. Rubia sangat tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Kaisar hanya dengan melihat senyumannya itu.


"Ada yang perlu saya bicarakan dengan anda Yang Mulia" jawab tegas Rubia.


"Saya undur diri Yang Mulia" ucap Axel lalu membuka pintu dan keluar.


"Apa yang ingin kau bicarakan? Katakanlah"


"Ini tentang kutukan dikeluarga Raja"


"Ada apa?"

__ADS_1


"Seperti apa gejala awal atau tanda tanda yang anda rasakan ketika mengetahui kutukan itu mulai bekerja ditubuh anda?"


"Mengapa kau menanyakan ini? Apa ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi tubuhmu?"


"Bukan, saya hanya ingin bersiap siap"


"Baiklah, kau memang berhak tahu, awalnya aku kesulitan tidur, jantung berdebar debar dan perasaan tidak tenang, tapi keadaan sepeprti itu masih bisa disembuhkan untuk sementara oleh pendeta penyembuh, semakin hari gejalanya akan semakin sering,keadaan tubuh akan melemah ketika setelah pikiran telah dipenuhi dengan gambaran gambaran kepedihan peperangan dan dosa yang pernah dilakukan oleh Kaisar pertama dalam upaya menguasai tanah ini, setelah seperti itu pendeta penyembuh sudah tak akan bisa mengobatiku, disaat itu aku butuh tempat pelampiasan agar aku melupakan pikiran dan perasaan bersalah yang menggerogoti dan menguasai tubuhku, jika mampu mengalihkan perasaan itu dan mempertahankan akal sehat aku akan bertahan hidup, namun hidup yang sangat melelahkan seperti di neraka inilah yang disebut dengan kutukan kegilaan dan kehampaan yang sebenarnya"


"Apa tidak ada cara untuk menghentikan kutukan itu?"


"Jika memang ada mengapa para raja sebelumnya memilih membunuh dirinya sendiri?"


Rubia terdiam sejenak, sepertinya tidak ada cara untuk menyingkirkan kutukan yang membelenggu keluarga kaisar, cepat atau lambat pun dirinya akan berakhir seperti para kaisar sebelumnya.


Kaisar melanjutkan "Aku hanya mendengar sekilas bahwa ada seorang penyihir tua yang masih hidup sejak tanah ini berhasil dikuasai oleh Baginda Alexander, rumor yang beredar diantara keturunan Raja adalah hanya Alexander sendirilah yang bisa menghilangkan kutukan itu melalui perantara kekuatan yang dimiliki oleh sipenyihir tua itu, tapi itu sesuatu yang mustahil karena Baginda Alexander sendiri sudah berpulang lebih dari tiga ratus tahun yang lalu"


Setelah mendengarkan penjelasan Raja,Rubia berjalan keluar, ia termenung karena telah menyadari keadaannya yang sebenarnya, benar kutukannya ternyata masih berada ditahap awal, karena ia belum pernah memiliki gambaran yang diberi tahu oleh Raja.


ini baru tahap awal tapi aku sudah hampir kehilangan akalku dalam melampiaskan perasaan hampa ini..


Saat Rubia berjalan melewati depan kamar tidur Raja ia berpapasan dengan dua orang wanita asing yang memakai gaun dengan belahan dada rendah yang menuju ke dalam ruangan itu, kedua wanita itu memberikan salam kepada Rubia tanpa merasa malu, Rubia pun hanya melewati mereka dan tak menghiraukan salam keduanya.


Meskipun aku tahu Kaisar melakukan hal memalukan itu agar dia bertahan hidup tapi aku tetap tak terbiasa dengan hal memalukan seperti itu, apa tidak ada cara lain bagi Kaisar untuk mengalihkan perasaannya itu? ahhh aku sungguh muak dan lelah, apa aku akan berakhir seperti Kaisar?itu tidak boleh.


"Yang Mulia, saya mendapat pesan dari Sir Harington bahwa beliau menunggu di ruang tamu istana anda saat beliau meninggalkan ruangan raja tadi" ucap Fiona sembari mengikuti Rubia berjalan.

__ADS_1


"Apa orang itu tidak lelah?" gerutu Rubia namun meskipun ia menggerutu ia tetap mempercepat langkahnya karena seseorang menunggunya.


Bersambung.....


__ADS_2