Queen Sword

Queen Sword
Eps 6 Prajurit bayangan


__ADS_3

Setelah perjalanan yang panjang Stev menghentikan kudanya didepan sebuah penginapan sederhana dengan banyak kamar sekaligus kedai minuman beralkohol di lantai bawah, Stev mengangkat Kaisan turun sementara Ferderick bisa turun dengan kakinya sendiri.


Setelah mereka memasuki kedai minuman, tiba tiba seorang wanita memakai baju putih dan korset coklat diperutnya menghampiri mereka dengan raut wajah yang dipenuhi amarah.


"Dasar laki laki Br****** apa kau tahu betapa khawatirnya aku menunggumu, tapi apa ini kau datang membawa dua orang anak laki laki, apa kau memiliki anak dibelakangku???" ucap wanita itu sembari terus memukul mukul dada Stev.


"Tenanglah ilona, aku bisa menjelaskan ini, ini tidak seperti yang kau bayangkan" stev mengangkat kedua tangannya untuk melindungi wajahnya, sementara Ferderick dan Kaisan melihat mereka yang terus berputar putar di depan mereka.


"Cukup Nyonya!" ucap keras Ferderick untuk menghentikan mereka.


ilona mendekati Ferderick, menatap wajahnya lekat lekat "mengapa anak ini sama sekali tak mirip denganmu? apa dia mirip dengan selingkuhanmu?"


"Nyonya, pria itu bukanlah ayah kami" ilona langsung terhenti mendengar Ferderick.


"Benar benar ilona, dengarkan dulu penjelasanku" timpal stev.


Mereka berempat duduk berhadapan di tempat duduk pelanggan..


"Coba katakan" ucap ilona dengan menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Sebenarnya anak ini yang menyelamatkanku, aku hampit terbunuh saat menjalankan misi"


"Benarkah? sudah kubilang jangan mengambil pekerjaan yang berhubungan dengan orang orang istana, kenapa kau sama sekali tak mendengarkanku, untunglah kau bisa kabur dari sana bagaimana jika kau akan langsung ditebas disana, bagaimana denganku? kau mau membuatku menjadi janda?"


"Maafkan aku ilona, aku akan berhati hati dalam mengambil pekerjaan"


"Baiklah, terimakasih dik kau sudah menyelamatkan suamiku yang payah ini"


"Mereka akan tinggal disini karena mereka tak memiliki tempat tujuan"


"Tentu saja, kalian boleh tinggal disini semau kalian, beristirahatlah di salah satu kamar, aku akan membawakan kalian baju ganti" ucap iona dengan wajah yang tersenyum, Ferderick dan kaisan diantar oleh serang pekerja penginapan.


"Bagaimana bisa kau membawa anak anak tampan dan menggemaskan itu?" ucapnya dengan mata yang berbinar binar.


"Aku tahu kau akan senang makanya aku membawa anak anak itu"


"Apa tidak masalah kau membawa mereka begitu saja?"


"Mereka yang ingin ikut denganku, mereka bilang seseorang mengejar mereka dan ingin membunuh mereka, dan mereka tak memiliki tujuan"


"Ahhh anak anak yang malang"


"Dan aku masih belum yakin tapi, aku jelas jelas ingat perutku ini seharusnya terluka, tapi kau lihat sekarang hanya sisa bekasnya, ini sembuh seketika sama sekali tak sakit" stev menunjukkan perutnya kepada istrinya.


"Apa anak itu yang menyembuhkanmu?"

__ADS_1


"Entahlah, tapi saat aku terbangun hanya Ferderick yang ada didepanku" keduanya tampak berpikir.


"Kita harus memperlakukan anak itu dengan baik karena telah menyelamatkan nyawamu, kau mengerti?"


"Baiklah"


Steven dan Ilona adalah sepasang suami istri rakyat biasa berusia tiga puluh lima tahun, mereka adalah pemilik serikat prajurit bayaran 'Bayangan hitam' dengan markas yang berkedok penginapan dan kedai minuman, padahal didalam penginapan itu sebagian besar penghuninya adalah para prajurit bayaran yang siap untuk memenuhi permintaan orang yang membayarnya kapanpuun.


Mereka pasangan suami istri yang telah menikah lebih dari dua belas tahun namun kesulitan memiliki anak, ilona sangat mendambakan seorang anak oleh karena itu ia sangat bahagia dengan adanya kehadiran dari Ferderick dan Kaisan.


Ferderik dan Kaisan berbaring di kamar itu, meskipun sederhana mereka sangat nyaman berada ditempat itu.


Ferderick bangun dan duduk "mana lukamu?" ia memeriksa luka di kaki adiknya.


"Kau bilang tidak sakit, tapi ini sudah membengkak kai, bagaimana kau bisa berbohong pada kakak?"


Kaisan bangun "maaf kak, aku hanya tidak ingin membuat kakak semakin kesulitan"


"Aku akan mengobatimu" tangan Ferderick kembali mengeluarkan cahaya kuning di atas luka kaki kaisan, seketika luka itu benar benar menghilang.


"Luar biasa kak, kakiku langsung sembuh" kaisan tersenyum sembari menggerak gerakkan kakinya.


"Ingat kai, kita harus menyembunyikan kekuatan kita ini, kau nantinya juga akan bisa menggunakan kekuatan seperti kakak setelah kau berusia sepuluh tahun, berjanjilah kau akan merahasiakannya dari siapapun, apa kau mengerti?"


Diam diam ilona telah menyaksikan hal menakjubkan dari balik pintu yang sedikit terbuka itu, itu benar benar membuatnya mengerti apa yang telah terjadi kepada suaminya, awalnya ia sama sekali tak bermaksud mengintip sesuatu yang amat mereka rahasiakan tapi rasa penasarannya mengalahkan logikanya. Ia benar benar takjub melihat dengan mata kepalanya sendiri cahaya kuning itu mampu menyelamatkan nyawa seseorang. Ia benar benar bersyukur karena suaminya yang tengah sekarat bertemu dengan mereka berdua.Ia pasti telah kehilangan suaminya jika anak itu tak menemukan Stev saat itu. Sejak saat itulah ilona menganggap pertemuannya dengan anak anak itu adalah sebuah takdir, ia bertekad akan menjaga anak anak itu seperti anak kandungnya sendiri.


Tok tok tok, "aku akan masuk anak anak" ucap ilona dari balik pintu.


"Baik, masuklah nyonya" jawab ferderick.


Ilona melangkah masuk "aku membawakan pakaian ganti untuk kalian, tapi ini sedikit kebesaran, besok saya akan membuatkan kalian pakaian yang lebih layak" ucapnya dengan lembut.


"Terimakasih Nyonya, ini lebih dari cukup untuk kami"


"Anak yang baik, beristirahatlah aku akan pergi"


"Baik" Ferderick merasa aneh, karena sosoknya kini terlihat lebih lembut dari pada tadi saat mereka mengobrol, namun ferderick merasa tetap harus waspada kepada siapapun yang ditemuinya.


***************************


Keesokan harinya.


Ferderick diarahkan oleh seorang prajurit menuju ke tempat latihan, ketika ia tiba disana semua mata yang tampak garang melirik ke arahnya dengan serentak.


"Hei nak kau disini?" ucap Stev menghampirinya.

__ADS_1


"Selamat pagi Tuan Stev" jawab Ferderick memberi salam.


"Ya, disini kau tidak perlu terlalu kaku, bertemanlah dengan mereka semua, nantinya mereka yang akan membimbingmu dan memberikan ilmu kepadamu, karena ada urusan aku harus pergi tterlebih dahulu"


"Baik"


Setelah Stev pergi seseorang menghampirinya.


"Hei, siapa namamu?"


"Ferderick" jawabnya lantang tanpa mengubah raut wajahnya.


Satu persatu orang disana menghampirinya dan melontarkan sebuah pertanyaan kepada Ferderick, hingga terciptalah sebuah kerumunan yang mengerubungi Ferderick.


"Hei ku dengar kau melindungi Tuan Stev dari serigala, apa benar?"


"Ya" jawabnya singkat.


"Kenapa anak kecil sepertimu ingin bergabung dengan kami?"


"Karena saya tak memiliki tempat tujuan"


"Apa ayah dan ibumu membuangmu?"


"Mereka sudah meninggal"


Seketika tatapan garang mereka berubah menjadi tatapan kasihan, diwajah mereka seakan tertulis seperti anak yang malang, kasihan.


"Hei hei apa yang kalian lakukan kepada anak kecil, kalian akan membuatnya takut dengan wajah kalian" ucap seseorang yang baru saja datang bernama Joseph.


"Ciih.. baik Tuan Joseph"


Orang orang pun pergi dan melanjutkan latihan mereka masing masing, mata Ferderick terfokuskan oleh orang yang sedang melakukan sparing.


"Kau pasti berfikir untuk apa seorang prajurit bayaran berlatih seperti seorang ksatria istana kan?" ucap Joseph.


"Bukankah memang latihan diperlukan untuk semua orang yang ingin menjadi lebih kuat?"


"Wahh.. jawaban yang sangat dewasa, apa kau benar berusia sepuluh tahun?"


"Tentu saja"


Joseph menatapnya dengan tersenyum, ia mulai tertarik dengan ferderick dan ingin mengasahnya menjadi sebuah pedang tajam yang tak terkalahkan. Joseph adalah orang kedua  yang cukup dihormati di pasukan prajurit Bayangan Hitam, Ia dan Stev bersama sama mendirikan serikat itu dan membuatnya dikenal memiliki reputasi yang cukup baik berkat kemampuannya. Stev dan Joseph adalah seorang mantan ksatria istana dari kalangan rakyat biasa yang mengundurkan diri karena suatu alasan.


Bersambung.............................

__ADS_1


__ADS_2