Queen Sword

Queen Sword
Eps 98 Sir Zhacary vs Pangeran Altez Yohanes


__ADS_3

Trang trang trang Kedua orang itu tampak sangat serius dengan pertandingan yang disaksikan oleh seluruh anggota pasukan ksatria dan juga Kaisar, disini terlihat Pangeran Altez benar benar ingin menunjukkan kemampuannya yang sesungguhnya, ia semakin ganas dan semakin gesit, Zhacary semakin terlihat kewalahan dan terkesan terburu buru sampai ia tak hati hati.


Tranggg.. setelah beradu cukup sengit Zhacary menjatuhkan pedangnya lalu Pangeran Altez sudah mengarahkan pedangnya di leher Zhacary, benar dengan ini mereka semua tahu pemenangnya adalah Pangeran Altez, dia terlihat tersenyum lebih lebar daripada biasanya, dia terlihat puas dengan kemenangannya, sementara Zhacary hanya bisa menggertakan gigi dan merasa malu kepada Kaisar dan bawahannya.


"Zhacary mengaku kalah Baginda, maafkan saya yang kalah dari Pangeran Negara tetangga" ia bersimpuh di hadapan Rubia dengan menundukkan wajahnya.


"Sir, ini hanya pertandingan kecil, mengapa kau sangat serius?"


"Saya malu karena tak bisa mengharumkan nama kekaisaran di depan Pangeran Baginda"


"Tidak perlu merasa malu, dengan ini kau sudah tahu seberapa kemampuanmu dan pasti sekarang kau yang lebih tahu apa yang harus kau lakukan untuk mengasah kekuatanmu, bukan begitu?"


"Benar Baginda" untunglah wajahnya langsung berubah semangat kembali.


"Bagus, kita akan benar benar malu jika aku yang adalah seorang Kaisar tak bisa mengalahkan Pangeran" Rubia mendekati Pangeran Altez.


"Baginda, saya tidak akan mengalah hanya karena anda adalah seorang perempuan" ucap Altez senang.


"Apa kau meremehkanku hanya karena kau seorang perempuan Pangeran?"


"Tentu saja saya tidak berani Baginda"


"Baiklah, kalau begitu tidak perlu banyak bicara lagi" Rubia mulai bersiap mengangkat pedangnya.


"Dengan senang hati Baginda"


Keduanya saling berhadapan, wajah ceria Pangeran Altez seketika berubah menjadi sangat serius, seharusnya ekspresi seperti itulah yang sangat cocok untuk wajah sepertinya, Rubia masih sempat berfikir seperti itu.


Trang trang trang, pertarungan diawali dengan keseimbangan,keduanya semakin serius dan pertarungan semakin sengit, Altez tak mengira, rumor yang beredar tentang Rubia ternyata tak dilebih lebihkan, kemampuan berpedangnya sangat luar biasa, jika sedikit saja Kaisar mengeluarkan kekuatan sihirnya pasti dia sudah tewas di tempat itu, tang tang Kini Rubia telah mendominasi pertarungan, Altez semakin kewalah, seketika pedang Rubia telah mengarah di leher Pangeran Altez.


"Hahhhh hahhhh, saya kalah Baginda" ucapnya dengan nafas terengah engah, kemudian Zhacary dan seluruh pasukan ksatria yang ada di tempat itu bersorak penuh kemenangan, Benar benar orang asing yang malang, dia sama sekali tak memiliki pendukung. Meskipun begitu Pangeran Altez tak menggunakan trik curang, dia jujur dalam pertarungan dan mengaku kalah dengan percaya diri, Rubia menyukai sisinya yang seperti itu.


Zhacary berlari menghampiri Rubia dan membawakan minuman untuknya "Baginda, silahkan diminum"


"Terimakasih Sir"

__ADS_1


"Anda hebat Baginda, sepertinya saya harus sering sering berlatih dengan anda"


"Eiittttt, Baginda akan berlatih dengan saya untuk seterusnya" sahut Altez.


"Apa, anda hanya orang asing"


"Memangnya kenapa? Toh cepat atau lambat aku akan segera menjadi orang kekaisaran" ia tersenyum lagi.


"Ciiihhh, anda sangat percaya diri, tolong jangan bermimpi"


"Sudah sudah, kalian berdua akan berlatih bersama seperti hari ini, yang menang akan berlatih denganku" ucap Rubia menengahi.


"Ugghhh, sepertinya ini akan menjadi waktu yang sulit buatku" Gumam Zhacary.


"Ide bagus Baginda, dan pastinya aku yang akan terus memenangkan pertarungan" ucap Altez.


Seorang Pengawal yang berjaga di ruang kerja Kaisar datang menghampiri Rubia, lalu ia membisikkan sesuatu kepada Rubia hingga membuatnya pergi dengan terburu buru.


Rubia berjalan dengan cepat menuju ruang tunggu, disana Tuan Penyihir Agung bersama dua orang sedang menunggunya.


"Ada apa ini Guru? Anda Tuan Penyihir Agung dari kekaisaran Vlair Pangeran Robero?" kemudian Rubia menoleh ke seseorang yang tertunduk di samping Robero dengan tangan terikat, dia adalah sepupunya Jasson "Kau Jasson? Mengapa kau bersama dengan Tuan Penyihir Agung? Ada apa ini?" Rubia terlihat bigung.


"Silahkan jelaskan situasinya Pangeran" Ucap Vallan.


"Baik, jadi begini Baginda Kaisar, kami menemukan anak ini sedang bertransaksi dengan seorang penyihir hitam di kekaisaran Vlair, tak hanya satu tapi sudah lebih dari tiga orang"


Rubia kaget, ia menatap Jasson dengan tajam "Memalukan" Jasson hanya menunduk ketakutan.


"Saya hanya kawatir anak ini akan menyebabkan sesuatu yang membahayakan bersama para penyihir hitam, seperti yang sudah diketahui, jika tujuh penyihir hitam dengan kekuatan kelas tinggi mulai bersekutu lalu menggabungkan kekuatan dan memiliki tujuan yang sama sama buruk mereka akan menciptakan sebuah malapetaka yang akan menghancurkan seluruh dunia, karena anak ini berasal dari Kekaisaran maka saya harus memberitahu anda secara langsung atas seberapa berbahayanya hal yang telah dilakukannya"


"Jawab jujur jika kau tak ingin kepalamu melayang sekarang juga, apa Ayahmu yang menyuruhmu melakukan itu?" tukas Rubia dengan ekspresi penuh amarah. Jasson mengangguk perlahan.


"Tolong ampuni saya Baginda, saya hanya takut jika tak menuruti keinginan ayah saya?"


"Apa kau berfikir aku percaya dengan dalihmu itu?" Rubia benar benar sangat murka.

__ADS_1


"Baginda, ada satu lagi yang mengganjal perasaan saya" ucap Robero."Saya merasakan jejak penyihir hitam yang sedang menjadi buronan kekaisaran Vlair di istana ini" Rubia semakin tersentak.


"Itu adalah jejak penyihir yang beberapa bulan lalu menyerang istana dan bermaksud melakukan kudeta, kami sudah melacaknya namun sampai sekarang masih belum ditemukan, penyihir itu menghilang bersama Duke Verano" sahut Vallan Zahart.


"Jadi begitu, langkah yang sangat berani bagi seseorang buronan, namanya adalah Atala" ucap Pangeran Robero, sehingga membuat Jasson tersentak dan tubuhnya gemetar.


Rubia kembali melirik ke arah Jasson "Kau, apa kau mengenal Penyihir Atala? Jawab jujur kalau tidak---"


"Baginda Kaisar, sebelumnya anda harus tahu, Penyihir Atala adalah orang yang sangat ingin membuat malapetaka dan menghancurkan dunia, saya yakin dia secara diam diam memanfaatkan Duke Verano" timpal Pangeran Robero.


"Rupanya penyihir itu sangat berbahaya, apa kau dan Ayahmu tahu jika kalian sedang dimanfaatkan oleh Atala demi tujuannya?" Tanya Vallan kepada Jasson.


Jasson pun sangat kaget, rupanya selama ini mereka memang dimanfaatkan, makannya selama ini Atala selalu berusaha mengulur ulur waktu, Jasson mulai menggigit bibirnya "Kami tidak tahu"


"Hahhh, kalian sama saja saling memanfaatkan, jadi jangan memasang wajah seolah kau adalah korbannya" ucap Rubia dengan kesal "Pangeran, saya akan mengurung anak ini di penjara sementara kami akan terus memperketat pencarian Atala dan Duke Verano" ucap Rubia.


"Baik,karena masalahnya sangat serius maka saya juga akan berpartisipasi membantu pelacakan Atala jika Anda mengijinkan"


"Tentu saja kami akan sangat berterima kasih, benar kan Guru?"


"Benar Baginda, selama waktu anda berada disini silahkan tinggal dengan nyaman di menara sihir Pangeran"


"Baiklah, itu akan lebih memudahkan kita bekerjasama Tuan Vallan"


"Terimakasih atas bantuannya Pangeran"


"Tidak perlu berterima kasih Baginda, Atala berasal dari Vlair jadi itu sudah tanggung jawab saya yang abai sampai Atala lolos dan menyebabkan kekacauan di Kekaisaran"


"Saya mengerti"


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2