Queen Sword

Queen Sword
Eps 95 Surat Lamaran Pernikahan


__ADS_3

Waktu pun terus berlalu,musim pun telah berganti,kabar Pembatalan pertunangan Kaisar dengan Axel Harington semakin menyebar luas seiring dengan kepopuleran Novel berjudul 'The Emperor's Imortal Sword' di kekaisaran. Siapa yang tak tahu dengan penyebab pembatalan pertunangan itu? Tentu saja semua orang tahu, tapi itu tak membuat para utusan dari negara lain berhenti mengirimkan surat lamaran pernikahan yang ditujukan kepada Kaisar Rubia yang terkenal akan kebajikan dan kecantikannya itu, dengan berbagai alasan demi kepentingan kedua negara, karena bagi orang orang yang ingin memanfaatkan situasi, mereka tak akan pernah menganggap keberaadaan seorang kekasih Kaisar apalagi sampai sekarang orang itu masih belum juga sadarkan diri, dan Rubia hanya bisa mengirimkan surat balasan penolakan dengan ramah.


Setiap hari Rubia selalu meluangkan waktu untuk menemui Ferderick di kediaman Count pada malam hari di waktu waktu orang orang terlelap,sekarang ia bisa pergi dengan leluasa tanpa diketahui oleh siapapun karena kini Rubia telah semakin mengembangkan kekuatan sihirnya, dia telah menguasai sihir teleportasi berkat arahan Gurunya, berkat itu kepergiannya kini tak menimbulkan sorotan rakyat.


Seperti saat ini, Rubia baru saja tiba di dalam kamar Ferderick, ia membawa setangkai bunga mawar merah di tangannya, setelah itu Rubia akan menaruh bunga tersebut di sebuah vas bunga kecil di meja samping tempat Ferderick tidur, setiap hari ia mengganti bunga di vas dengan tangannya sendiri.


Rubia berjalan mendekat lalu ia duduk di samping Ferderick, seperti biasa dia akan menceritakan apa saja yang ia kerjakan dan ia lakukan dalam satu hari sembari menggenggam tangannya.


"Fer, hari ini aku menghadiri pernikahan mantan tunanganku, aku tak menyangka dia akan menikah dengan Amelie setelah tiga bulan membatalkan pertunangan denganku, aku bukannya tak suka dengan hubungan keduanya, malah aku merasa sangat bahagia dan lega karena akhirnya Axel menemukan pendamping hidupnya yang sesungguhnya, Fer aku masih merasa bersalah kepada Axel tapi aku pun tetap tak bisa menikahinya, intinya aku bersyukur mereka berdua menikah dan kuharap mereka berdua bahagia, tapi ada satu hal yang mengganjal perasaanku, Para nyonya Bangsawan yang kutemui di pesta pernikahannya terus berbisik membicarakan hal hal buruk tentang Amelie yang tak tahu malu karena menikahi mantan tunangan sahabatnya sendiri, aku hanya menghawatirkannya sebagai seorang teman"


"Fer, hari ini aku pun sudah mengirim surat balasan utusan dari kekaisaran Deborat, aku menolak lamaran pernikahan dari Pangeran Altez yang adalah pangeran kedua, kau juga pernah melihatnya saat pesta kenaikan takhtaku dulu, aku tak menyangka sampai saat ini dia belum juga menikah, kudengar dia secara inisiatif mengajukan diri kepada Kaisar Deborat untuk mengirimkan surat lamaran pernikahan"


Rubia menatap wajah Ferderick dalam dalam, tangannya membelai pipi dan rambut Ferderick yang telah memanjang "Cepatlah bangun Fer, aku merindukanmu, aku harus pergi sekarang dan kembali lagi besok" Rubia bangun lalu tak lupa ia mencium kening Ferderick sebelum pergi.


Keesokan harinya, Kaisan masuk ke kamar Ferderick, ia melihat bunga segar di dalam vas, ia tersenyum tipis karena Kaisar masih setia menemui Kakaknya yang tak memiliki kepastian hidup, Kaisan mendekati Kakaknya lalu mengeluarkan kekuatan sucinya di atas kepala Ferderick, ia hanya berharap bisa membantu Kakaknya bertahan dengan rutin mengobatinya dengan kekuatan suci yang ia miliki.


.


Trang trang trang, saat ini di tempat latihan pedang Rubia tengah berduel dengan komandan pasukan ksatria yaitu Sir Zachary,dia berusia 27 tahun dan masih lajang, dulu dia adalah wakil komandan,dia adalah orang yang menggantikan posisi Axel setelah Axel naik menjadi Perdana Menteri kekaisaran. Kemampuannya pun terbilang unggul,kini dia melawan Rubia dengan sungguh sungguh.


Prang..Rubia menjatuhkan pedangnya kemudian mereka berhenti "Baginda hari ini anda tidak fokus, jika ini pertarungan sungguhan anda bisa terluka" ucap Zacharie.


"Kau benar, hari ini banyak yang aku pikirkan tapi kau tak perlu kawatir, jika ini pertarungan sungguhan aku akan menggunakan kekuatan sihir"


"Ahh benar juga" jawabnya dengan malu malu.


Tiba tiba Iren datang ke tempat berlatih, ia menghampiri Rubia "Baginda, ada hal mendesak" ucapnya dengan langkah yang tergesa gesa.


"Ada apa?"


"Sekarang Pangeran Altez berada di ruang tunggu, beliau ingin menemui anda secara pribadi"

__ADS_1


"Pangeran Altez? Bukankah aku sudah mengirim surat balasan? Untuk apa dia datang kesini, tanpa janji pula"


"Sepertinya memang ada hal penting, apa anda mau menemui beliau atau saya bilang beliau harus membuat janji terlebih dahulu?"


"Sudahlah, masalah lebih baik di selesaikan lebih cepat, biar kucari tahu apa maunya" Rubia berjalan keluar dari tempat latihan, Iren pun mengikuti dibelakangnya.


"Baginda apa anda akan menemui beliau dengan penampilan ini?"


"Tentu saja, apa ada yang aneh dengan penampilanku?"


"Bukan aneh tapi anda hanya mengenakan kemeja dan celana panjang, bukankah anda setidaknya harus menunjukkan kesan yang baik pada pangeran negara tetangga?"


"Sudahlah, untuk apa, salahnya sendiri datang mendadak begini, aku tak memperdulikan kesannya"


Saat Rubia sampai di ruang tunggu ia melihat sosok tinggi besar dengan rambut berwarna merah itu tengah duduk dengan santainya,penampilannya seperti penampilan seorang pangeran pada umumnya, pakaiannya mewah namun sangat cocok dengan kulitnya yang sedikit gelap, wajahnya pun cukup tampan dan maskulin. Rubia semakin mendekatinya, pria itu bangun setelah Rubia berada tepat di hadapannya.


"Salam Baginda Kaisar Kekaisaran Grosjean"


"Maafkan kedatangan saya yang mendadak Baginda"


"Bukan masalah, apa ada yang bisa saya bantu? Bukankah saya sudah mengirim surat balasan kemarin? Dan anda sudah datang secepat ini?"


"Saya sudah membaca surat balasan anda, kebetulan utusan memang datang bersama saya, tapi saya mampir ke suatu tempat, dan saya tidak terkejut anda menolak saya, saya sudah menyiapkan hati karena yang saya dengar memang anda menolak semua orang dari berbagai negara"


"Jadi apa yang membawa anda kesini Pangeran Altez?"


"Saya hanya ingin menanyakan satu hal kepada anda"


"Silahkan katakan"


"Jika kekasih anda tak bangun lagi apa anda tidak akan menikah?"

__ADS_1


Wajah Rubia mengernyit, ia mulai kesal dengan pria dihadapannya "Entahlah"


"Jadi saya ada permintaan, bisakah anda memberikan saya waktu untuk tinggal di sisi anda? Saya akan menyerah jika dalam waktu satu bulan saya tidak bisa membuat perasaan anda goyah setelah kita menghabiskan waktu bersama, apa anda bisa mengabulkannya?"


"Apa anda pikir lelucon seperti itu menarik?" srot wajah Rubia semakin dingin.


"Baginda, saya sedang berusaha mendekati anda secara tulus, bukan lelucon, saya sangat tertarik dengan anda sejak pertemuan pertama kita, tidak bisakah anda mengabulkannya?"


"Asal kau tahu aku tak akan mudah berubah pikiran"


"Tentu saja saya ingin membuktikannya sendiri, saya berjanji saya tidak akan melakukan hal yang tidak anda sukai selama berada di samping anda"


"Sepertinya anda juga bukan tipe orang yang mudah menyerah ya"


"Benar, itulah kekurangan saya satu satunya" kepercayaan dirinya sangat tinggi.


"Baiklah, lakukan saja sesuai keinginanmu, anda bisa meninggalkan istana kapanpun anda mau meskipun belum sebulan, aku mengatakan ini terlebih dahulu untuk berjaga jaga"


Altez tersenyum, akhirnya ia memiliki kesempatan yang orang lain tak miliki. "Terimakasih atas kemurahan hati anda Baginda, itu sudah lebih dari cukup untuk saya"


"Anda akan mendapatkan tempat tinggal sementara diistana, sekretarisku akan mengantar anda, pengawalku akan mengawasimu 24 jam kau tidak bisa menolak poin ini karena aku tetap harus berjaga jaga demi kebaikan semuanya,ingatlah dengan janjimu, dan jangan melewati batas, aku menyetujui permintaanmu karena melihat kedua negara kita yang sudah cukup lama berkerjasama"


Altez tersenyum "Tentu Baginda saya tidak merasa keberatan, saya memahaminya"


Rubia merasa aneh dengannya, dia seperti seorang pria dengan segudang pengalaman dalam merayu wanita dan terlihat sangat ambisius, ia merasa harus berhati hati dengan pria itu.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2