
Rubia melangkah masuk ke dalam rumah kaca yang tak pernah ia masuki sebelumnya,didalam sana terlihat berbagai macam warna bunga yang memenuhi setiap sudut ruangan besar itu, ketika ia muncul para nyonya bangsawan yang telah berkumpul di meja panjang di tengah tengah taman bunga itu semuanya memandang ke arah dirinya,penampilan Rubia yang terbilang sederhana namun elegan itu menuai berbagai macam reaksi yang ditunjukkan dari raut wajah para nyonya yang merajai pergaulan kelas atas itu.Sedangkan penampilan para nyonya itu sendiri sangat mewah, gaun yang mahal buatan desainer ternama dan perhiasan yang lebih mahal daripada gaunnya, hingga mampu menyaingi penampilan Ratu,dari sisi itu saja sudah terlihat orang orang yang berkumpul bersama Ratu bukanlah orang orang sembarangan.
"Selamat siang semuanya, salam Yang Mulia Ratu" sapa Rubia.
Semua orang kecuali Ratu berdiri untuk menghormati kehadiran Putri Mahkota, ketika semua telah duduk kembali ditempatnya masing masing, barulah Ratu berdiri dan menghampiri Rubia, "Kemarilah putriku" Ratu tersenyum ke arahnya, kemudian meraih tangan Rubia dengan lembut dan mengantarnya ke tempat duduk Rubia yang terletak disisi paling dekat dengan Ratu.
Para Nyonya yang melihat tingkah Ratu terhadap putrinya itu begitu antusias, Ratu seolah ingin menghapus rumor rumor Ratu yang memperlakukan Putri kandungnya dengan buruk,rumor yang telah beredar sejak Rubia masih kecil, tapi baru sekarang Ratu ingin mencoba menghilangkan rumor buruk itu, kenapa? Jadi ini juga adalah salah satu alasan Ratu mengajak Rubia menghadiri pesta tehnya, untuk menunjukkan kedekatannya bersama Putrinya yang akan memegang takhta dimasa depan?
"Yang Mulia Ratu, terlihat sekali anda sangat menyayangi Putri anda" ucap seorang Nyonya A.
"Tentu saja, mana ada didunia ini seorang ibu yang tidak menyayangi Putrinya?" jawab Ratu dengan senyum yang lembut.
"Dilihat lihat, semakin dewasa Putri semakin mirip dengan anda" ujar nyonya B.
"Benarkah?"
Rubia hanya terdiam menilai reaksi para nyonya yang terus menorehkan pujian kepada Ratu, padahal ketika Ratu tidak ada mereka akan membicarakan keburukan Ratu dan kekurangannya serta menggunjing anggota keluarga kerajaan,karena keluarga kerajaan selalu menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan di setiap kesempatan perkumpulan, seperti itulah kehidupan para nyonya bangsawan yang sebenarnya.
Apa hanya aku seorang yang merasa tak nyaman berada disituasi ini?
"Yang Mulia Putri, apa anda memang sangat pendiam seperti ini?" celetuk Nyonya C.
Rubia tersentak "Ya?"
"Putri saya memang sangat pendiam dan tertutup, dia akan sangat banyak bicara hanya ketika didepan Ibunya ini" sahut Ratu berbohong tanpa berkedip, dia sangat ahli dalam berakting.
"Apa benar seperti apa yang dikatakan Baginda Ratu Yang Mulia Putri?" tanya lagi nyonya C.
__ADS_1
Rubia melirik ke wajah Ratu yang menyuruhnya mengangguk "Ya, tentu saja" Rubia merasa gugup karena sudah berbohong dihadapan orang orang. Rubia menyeruput teh dihadapannya, "Akh" ia kaget karena teh itu masih sangat panas hingga membuat lidahnya terbakar.
Para Nyonya mulai berbisik membicarakan Putri yang mereka anggap tak ahli dalam bertatakrama, Ratu mulai menatap wajah Rubia dengan tajam,lalu berubah kembali tersenyum ketika seseorang menoleh kearahnya.
"Kau tidak apa apa?Apa lidahmu terbakar?" ucapnya lembut dengan tatapan penuh kasih kepada Rubia.
"Saya baik baik saja, maafkan saya karena merasa gugup dihadapan para nyonya yang hebat ini" yaa, hanya pujian yang mampu mencairkan suasana ini, setidaknya Rubia memahami hal ini meski ia tak pandai bergaul.
"Ahh Yang Mulia bisa saja, anda juga hebat, anda pandai bertarung, tatakrama anda juga baik, anda benar benar sempurna, sangat mirip dengan Baginda Ratu" seketika suasana langsung kembali berubah riuh, setiap orang ingin melontarkan kata kata manis kepada Rubia yang telah memuji mereka, nyonya bangsawan memang sangat tergila gila dengan pujian.Wajah Ratu tampak sangat puas.
"Yang Mulia Putri, maaf jika saya lancang, tapi saya sungguh penasaran tentang suatu hal" celetuk lagi Nyonya D.
"Silahkan katakan Nyonya saya akan mendengarkan" jawab Rubia dengan sesekali tersenyum.
Nyonya itu memasang wajah yang tak enak "Anu itu, apa benar anda memiliki hubungan kusus dengan pengawal pribadi anda?"
"Rumornya juga pengawal anda sering kali keluar masuk kamar anda apa itu benar Yang Mulia?" ucap lagi nyonya lain.
Rubia merasa diserang dan dijatuhkan ke tanah setelah dipuji puji setinggi langit, menghadapi nyonya bangsawan memang sungguh pekerjaan yang melelahkan, Ratu tampak terkejut mendengar rumor yang ia sendiri tak mengetahuinya, Ratu merasa sangat kesal ia mulai menggigit bibirnya dan mengepalkan tangannya.
Rubia bangun "Apa maksud anda sekalian?" raut wajahnya berubah dingin dalam sekejap.
"Aahhh sepertinya rumor itu memang benar karena Yang Mulia Putri tak kunjung menjawab" bisik bisik para nyonya yang terdengar jelas di telinga Rubia.
"Tolong jangan salah sangka dan menyebarkan rumor yang tak berdasar, Putri telah bertunangan dengan Sir Harington dan hubungan mereka sangat baik" ucap tegas Ratu, ratu telah kesulitan menahan amarahnya.
"Jadi begitu, maafkan kami yang mulia, kami yang hampir percaya dengan rumor buruk itu, apakah anda berdua bersedia memaafkan kami?" ucap seorang nyonya untuk kembali mencairkan suasana, meskipun meminta maaf tapi wajahnya sama sekali tak terlihat menyesal.Mereka malah terlihat sangat menikmati mempermainkan perasaan Ratu dan Rubia ditempat itu.
__ADS_1
Setelah pesta teh selesai dan para nyonya telah meninggalkan rumah kaca, ratu menahan Rubia.
"Apa yang dikatakan para nyonya itu benar Putri?" tanyanya dengan galak, sorot matanya benar benar berbeda saat sekarang dan tadi didepan para nyonya.
"Tidak benar"jawabnya tegas.
"Apa kau yakin? Tidak akan ada asap jika tak ada api! Katakan kebenarannya padaku"
"Apa Yang anda inginkan?Saya sudah mengatakan yang sebenarnya" tatapnya dengan tajam.
"Jika bukan kau berarti anak itu ya, panggil pengawal Putri diluar" ucap ratu kepada dayangnya.
"Apa yang akan anda lakukan dengan orang saya?" tatapan Rubia semakin menajam, membuat Ratu semakin curiga dengan hubungan keduanya.
"Orang saya? Sekarang kau mengakuinya??" Ratu menggeleng tak percaya.
Ferderick masuk dan menghampiri Ratu, Plakkk..Ratu menampar wajahnya sebelum Ferderik selesai mengucapkan salamnya.Darah diwajah Ferderick menetes karena tergores cincin Ratu, Ferderick sangat kaget dibuatnya hingga tak bisa berkata kata, kemudian ia menoleh ke arah Rubia, wajah Rubia terlihat sangat marah menatap wajah Ratu.
"Kau yaa, pasti kau sengaja menyebarkan rumor demi keuntunganmu?Apa kau ingin dihukum karena tak tahu tempatmu dan berulah??" Ratu terus berteriak di depan wajah Ferderick.Sekali lagi tangan Ratu ingin mengulangi tamparannya di wajah Ferderik namun Rubia menangkap tangan Ratu.
"Cukup!Bukankah biasanya anda tak memperdulikan urusan saya?Lakukanlah sesuatu yang biasa anda lakukan,jangan membuat saya ingin menertawakan anda" ucapnya dengan geram, Ratu menoleh ke wajah Rubia yang tampak menyeramkan itu hingga membuat Ratu memucat dan ngeri. Rubia menepis tangan yang digenggamnya dengan kuat itu, kemudian ia melangkah dan menarik tangan Ferderick keluar dari tempat itu.
Tubuh Ratu terhuyung dan terduduk karena dari yang saat ini ia lihat ternyata rumor itu memang benar adanya dan ia terus terngiang ngiang dengan perkataan terakhir putrinya itu yang melukai harga dirinya.
.
.
__ADS_1
Bersambung.