Queen Sword

Queen Sword
Eps 43 Kesepakatan Penyihir


__ADS_3

"Dimana Nona Mayer berada?" raut wajahnya langsung berubah serius.


Rubia tampak bingung "Siapa itu Nona Mayer?"


"Penyihir yang memberikan kekuatannya padamu"


"Jadi namanya nona Mayer?" gumam Rubia.


"Jangan bilang anda tak tahu?"


"Benar, saya tidak tahu keberadaannya, tapi beliau bilang akan menemui saya kembali, jika saat itu tiba saya akan menyampaikan kepadanya bahwa anda mencarinya" raut wajah pria tua dihadapannya tampak kecewa.


"Hahhh, untuk apa saya bertanya jika saya sendiripun sudah tahu jika dia masih menyembunyikan keberadaannya tidak akan ada yang bisa menemukannya, baiklah saya akan membantu anda tapi anda harus menandatangani surat perjanjian sihir"


Rubia mengangguk "Baik, tolong beri tahu persyaratannya"


"Seperti yang sudah anda janjikan, anda akan menjadi murid saya lalu anda akan memberikan keleluasaan atau hak sepenuhnya kepada penguasa kastel sihir untuk kembali menyeleksi orang orang dengan kemampuan sihir bawaan secara berkala,seperti yang anda tahu kami memang sangat kekurangan anggota, syarat yang kedua berlaku setelah anda naik takhta dan apabila anda melanggar maka jantung anda akan meledak" pada akhirnya apa yang Rubia perkirakan memang benar.


Deg, Rubia terkejut dengan ucapan akhirnya "Baiklah, anda harus menjamin bahwa semua yang akan anda lakukan demi kepentingan kekaisaran dan dilarang menggunakan sihir hitam,tidak ada penyalahgunaan wewenang, jika anda melanggar jantung anda juga akan meledak"


"Hohoho tentu saya setuju karena saya adalah seseorang yang tak akan mengingkari janji, rupanya anda tahu sihir hitam juga ya?"


"Tentu saja"


"Apa yang harus saya lakukan untuk membantu anda?"


"Berikan tekanan kepada Kaisar dengan kedatangan anda bersama saya untuk membebaskan orang orang yang tak bersalah di dalam penjara"


"Hanya itu saja? Mengapa anda membutuhkan saya bukankah anda adalah putri tunggal Kaisar"

__ADS_1


"Anda tak perlu menanyakan hal yang telah anda ketahui"


"Hohoho..baiklah, panggil aku guru mulai sekarang karena kau telah setuju menjadi muridku" tiba tiba pria tua itu menggunakan bahasa informal, rupanya dia pandai menggunakan kekuasaannya.


"Ba baiklah Guru" ucap Rubia dengan canggung.


"Hohoho, mari kita temui Ayah tercintamu muridku" Tuan Vallan mendekat ke sisi Rubia, lingkaran sihir teleportasi kembali aktif dalam sekejap mereka telah berada di depan istana.


Rubia dan Penyihir agung berjalan berdampingan seperti layaknya kakek dan cucunya sedangkan Ferderick mengikuti mereka dari belakang, orang orang disepanjang jalan di dalam istana menatap heran mengapa Rubia membawa seorang kakek tua ke dalam istana, karena orang orang istana sama sekali tak pernah melihat Tuan Penyihir Agung, bahkan Kaisar pun tak pernah melihatnya secara langsung,Kaisar menganggap bahwa Penyihir adalah ancaman besar baginya karena ia tak bisa mengendalikan mereka sesuka hati. Kaisar hanya mengirimkan surat jika memang membutuhkan bantuan dari para penyihir, dan juga tak sembarangan orang yang mau penyihir agung temui secara pribadi, namun sosok misterius itu kini dengan senang hati menampakkan dirinya di muka umum.Kenapa?


"Baginda, Yang Mulia putri Rubia datang menghadap" ucap salah satu pengawal yang berada di depan ruangan kerja kaisar, meskipun tak ada jawaban Rubia membuka pintu dengan tangannya sendiri dan masuk ke dalam ruangan.


"Apa lagi yang kau inginkan?" ucap Kaisar begitu melihat Rubia yang masuk. "Mengapa kau membawa orang asing ke ruanganku? apa maumu?" Emosi Kaisar langsung meledak begitu melihat orang yang muncul setelah Rubia.


"Saya akan memperkenalkan diri Yang Mulia, saya adalah Vallan Zahart dari kastel sihir" ucapnya sopan seraya tersenyum.


Deg, Kaisar terkejut sosok yang selama ini dihindarinya dan menyembunyikan dirinya itu tiba tiba berada tepat di hadapannya, matanya membelalak tak bisa berkata kata.


Tubuh Kaisar menjadi sedikit gemetar, ia bangun dari duduknya dan mendekati mereka berdua "Tuan Penyihir agung, duduklah terlebih dahulu" kaisar menunjuk kursi dengan sopan. "Maaf Tuan pennyihir agung,ada keperluan apa anda datang kesini dan bersama Putri?" ucapnya ragu ragu.


"Mohon maaf atas kelancangan saya Yang Mulia,saya kesini hanya ingin meminta persetujuan anda bahwa hari ini saya secara resmi mengangkat Tuan Putri sebagai murid saya, apa anda menyetujuinya?"


Kaisar tampak bingung, ia melirik ke arah Rubia yang hanya terdiam menatapnya "Ya, tentu saja anda bisa melakukan apapun jika anda mau, tapi apa itu berarti Rubia akan menjadi seorang penyihir?" tiba tiba kaisar berfirasat buruk.


"Benar Yang Mulia, didalam diri Yang Mulia Putri telah terdapat kekuatan sihir yang sangat besar, saya berencana melatihnya untuk mengembangkan kekuatan itu, terlebih lagi kini tanah kekaisaran sedang terus menerus dilanda oleh serangan monster yang tiada habisnya, seorang keturunan Grosjean harus melakukan penyegelan di tanah ini karena para monster memang sedang mengincar keturunan Baginda Alexander yang telah membinasakan rasnya"


Tiba tiba Kaisar bergidik, Putrinya yang selalu ia remehkan ternyata memiliki kekuatan sihir, kekuatan yang paling ingin dihindarinya di dunia ini, kekuatan yang tak bisa ia kendalikan dengan tangannya yang hanya seorang manusia biasa.


"Ya, lakukanlah yang terbaik untuk kekaisaran Rubia, ayahmu ini hanya bisa mendukungmu dari belakang" kaisar tersenyum kecut.

__ADS_1


"Kami akan melakukan sesuai keinginan anda" jawab Tuan Vallan.


"Yang Mulia, saya memiliki bukti bahwa orang orang Bayangan Hitam bukanlah pelaku yang menyerang saya"


Kaisar kembali tertohok "Kenapa kau membahas itu tiba tiba?" ucapnya ragu ragu seraya berhati hati menilai reaksi Vallan.


Rubia mengabaikan ucapan Kaisar, dan meletakkan beberapa lembaran kertas transaksi di Bayangan Hitam di hadapan Kaisar "Ini adalah bukti seluruh transaksi di bayangan hitam selama sebulan terakhir, dan seperti yang tertulis ini adalah transaksi Guild informan bukan prajurit bayaran,waktunya sudah tertera disini dan tertulis disisni bahwa usaha mereka legal" rubia tersenyum seraya menjelaskan selembaran satu persatu melihat reaksi Kaisar yang tak berdaya.


"Kenapa kau menunjukkan ini semua Rubia?" ucap kaisar yang ingin mengalihkan pembicaraan.


"Saya ingin anda membebaskan orang orang yang tidak bersalah itu"


"Yang Mulia, jika anda membutuhkan interogasi kejujuran untuk menemukan pelaku sebenarnya saya sebagai penyihir agung kekaisaran siap membantu dengan kekuatan yang saya miliki"


"Tidak tidak Tuan penyihir agung, saya tak ingin merepotkanmu dengan urusan para penjahat, saya akan mengurusnya, dan Rubia aku akan memerintahkan para penjaga untuk melepaskan mereka sekarang juga, tidak ada alasan kekaisaran menahan orang yang tak bersalah, dan tolong sampaikan kepada mereka bahwa aku meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi"


"Baik, akan saya sampaikan seperti yang anda minta"


Setelah keluar dari ruangan Kaisar Rubia dan Ferderick mengantarkan Vallan kembali ke kastel penyihir hingga sampai depan pagar.


Rubia menundukkan kepala di depan Vallan "Terimakasih untuk hari ini Guru, saya tidak menyangka anda akan sangat berguna tanpa saya harus menjelaskan satu persatu permasalahannya"


Ctak! Vallan menyentil dahi Rubia.


"Awww" Rubia memegangi dahinya yang sakit dan menatap pria tua itu dengan tajam.


"Murid tidak sopan, jika mau berterimakasih ya berterimakasih saja, apa sekarang kau pikir aku adalah sesuatu yang amat berguna untukmu? Dasarr  anak pip  dasar pip" penyihir tua itu terus mengatakan kata kata umpatan. "Sudahlah, aku akan memaafkanmu karena kau muridku" setelah menyelesaikan ucapannya dia langsung berteleportasi dan menghilang.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2