Queen Sword

Queen Sword
Eps 62 Penghianat Kekaisaran


__ADS_3

Dua minggu kemudian, Suasana di ruang rapat terasa sangat dingin dan tegang karena para Bangsawan yang mendukung perdana menteri masih mencoba mencari cari celah untuk membatalkan persoalan terkait penurunan pajak rakyat yang telah berlangsung selama sebulan, pembahasan demi pembahasan terus mereka lontarkan dengan berbicara dengan berputar putar namun tetap mengarah menyalahkan keputusan Rubia dan berharap Kaisar muda itu merubah keputusannya.


Rasanya telinga Rubia sudah tak tahan lagi "Apa kalian menganggapku remeh?" Rubia mengangkat satu tangannya dan mengeluarkan kekuatan sihirnya, seketika suasana yang riuh berubah menjadi hening, wajah para bangsawan memucat tak ada satupun yang berani membuka mulutnya. Karena selama Rubia menjabat sebagai Kaisar ia telah melakukan banyak hal nekat dengan kekuasaannya,satu persatu ia mengganti pekerjanya dengan perlahan, namun tak juga membuat para bangsawan jera dan tetap meremehkannya "Apapun yang kalian katakan aku tak akan merubah keputusanku" ucapnya dengan sorot wajah dingin. "Ada lagi yang ingin dilaporkan?"


"Tidak ada Baginda" jawab Perdana Menteri Lewis.


"Baiklah, jika tak ada aku ingin meminta pendapat tentang sesuatu kepada kalian"


"Apa itu Baginda?"


Rubia menoleh ke arah Irene yang berada di belakangnya "Irene, bagikanlah selembaran yang sudah kau persiapkan kepada mereka satu persatu"


"Baik Baginda" Irenpun berjalan dan melakukan tugasnya dengan cepat lalu kembali ke posisinya, seketika mata para Bangsawan membelalak setelah membaca selembaran di hadapan mereka.


Rubia tersenyum smirk "Bagaimana menurut pendapat kalian, tentang laporan dan bukti yang tertera di hadapan kalian?" Para bangsawan saling memandang dengan resah.


"Grand Duke, bagaimana bisa kau melakukan ini?" ucap seseorang yang berada tepat di samping Grand Duke Lewis.

__ADS_1


Pria tua itu mengernyitkan wajahnya "Baginda, ini fitnah, bagaimana mungkin saya menyelundupkan senjata ke negara musuh dan berniat melakukan penghianatan?" seketika suasana menjadi riuh.


"Disana tak terlulis kau mengirimnya ke negara musuh tuh? Bagaimana ini, kau malah mengakuinya secara tak langsung, apa kau tahu negara musuh itu telah menandatangani surat kerja sama denganku, aku menawarkan kerjasama yang saling menguntungkan sehingga tak ada alasan mereka menolaknya dan pada akhirnya mereka mengatakan kebenarannya bahwa orang dari kekaisaranlah yang mengajak mereka bekerjasama, dan orang itu adalah kau! Grand Duke Lewis dan juga apa kau masih ingat dengan kecelakaan dan juga kejatuhan Count Stewart?" Lewis tertohok mendengar masalah yang ia dengar berturut turut,Rubia menoleh kepada orang orang yang biasa mendukung Lewis, mereka hanya terdiam mencari aman untuk diri mereka sendiri.


"Apa kau sudah kehilangan akal sehatmu Grand Duke? Bagaimana bisa kau berusaha untuk menjual negaramu sendiri? Dan juga apa? Count Stewart? Ternyata Kau? Aku benar benar tak menyangka kau melakukan hal hal tercela itu" celoteh beberapa orang memaki Lewis, orang orang terus berusaha memakinya untuk menunjukkan bahwa dirinya tak ikut campur dengan rencana itu.Pengelakan yang kuat itu terlihat sebagai pengakuan diri sendiri dimata Rubia.


Lewis menjadi sangat geram "Berani kalian memakiku, bukankah kalian juga bekerja sama denganku dan mendapatkan banyak keuntungan?!" teriaknya kepada beberapa rekannya.


"Kami tidak bersalah Baginda, Hei Duke jangan melibatkan orang yang tak bersalah, kau memang harus dihukum agar merasa sedikit jera! " suara riuhan terus menggema diruangan itu.Rubia hanya tersenyum dan melihat orang orang yang saling memaki dan menyalahkan satu sama lain.


"Baik Baginda"


"Tidak Baginda, tolong ampuni saya, Baginda!!" ia terus berteriak seraya tubuhnya diseret oleh para ksatria, tiba tiba suasana menjadi hening sekaligus tegang.


Rubia menatap wajah ketakutan mereka yang seakan diselimuti oleh dosa "Bersiaplah menerima hukuman jika nama kalian disebutkan oleh Grand Duke, aku akan membersihkan sisa sisa penghianat sampai ke akar akarnya, rapat selesai" Rubia bangun dan keluar dari Ruangan, ia melihat wajah Ferderick didepan pintu, wajahnya masih sangat murka, selama ini ia menjadi lebih pendiam dari biasanya. Rubia kembali melanjutkan perjalanannya ke ruangan kerja dengan diikuti oleh Irene dan Ferderick.


.

__ADS_1


Seminggu yang lalu,Setelah mendapatkan informasi dari Guide Bayangan Hitam, Rubia, Ferderick beserta Guru dan beberapa ksatria pengawal elit melakukan perjalanan rahasia ke Kekaisaran Lucent dengan menggunakan teleportasi dari satu tempat ke tempat yang lain hingga akhirnya sampai di Kekaisaran Lucent, Kekaisaran yang sampai saat itu masih menganggap musuh bebuyutan dengan Kekaisaran Grosjean karena keinginan Kaisar Ailen atau Ayah Rubia yang ingin melakukan penakhlukan meskipun telah menandatangani kesepakatan jalan damai,namun pada akhirnya gagal.


Raja Kekaisaran Lucent yang murka karena Kaisar Ailen menghianati perjanjian perdagangan kedua negara dengan cara menutup akses jalur perdagangan antar negara secara sepihak masih memendam dendam yang membara dan sedang bersiap siap untuk melakukan gencatan senjata.


Saat mendapat surat dari Kekaisaran Grosjean, Kaisar Lucent kira Pihak Kekaisaran hanya ingin mengirimkan utusan yang tak berkuasa seperti yang telah terjadi sebelumnya,mereka selalu merasa diremehkan, Raja telah berniat menolak utusan itu mentah mentah jika ingin menawarkan kesepakatan kembali begitu tiba ditanahnya.


Namun pikirannya berubah setelah Kaisar sendiri yang mendatanginya, Rubia meminta permohonan maaf atas apa yang telah dilakukan Kaisar sebelumnya kepada negaranya, ia berjanji akan menepati janji dengan menggunakan kesepakatan sihir yang lebih meyakinkan, Rubia berjanji akan bekerja sama mengirimkan bahan makanan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dari harga jual negara lain, bahan pangan yang tak bisa tumbuh di tanah bersalju, musim yang berlangsung setiap setengah tahun sekali di Kekaisaran Lucent, dengan syarat kesepakatan perdamaian dan memberitahukan dengan detail siapa saja orang dari negaranya yang terlibat menyelundupkan senjata dan berniat melakukan pemberontakan.


Raja merasa sangat puas oleh perjanjian dengan Kaisar muda itu, Raja Lucent bahkan sampai memperkenalkan putranya dan menawarkan pernikahan politik dengan putra keduanya yang berusia dua puluh tahun itu, namun sayangnya Rubia harus menolak karena dia sudah memiliki tunangan sejak ia kecil, Raja Lucent merasa sangat sayang namun ia tetap bersikeras untuk menjodohkan anaknya jika pernikahan Rubia tak berjalan dengan lancar.


Ketika Rubia dan romongannya ingin segera kembali, Raja Dan Ratu Lucent pun terus menahannya, sampai akhirnya mereka bertahan disana hingga dua hari, itu adalah usaha mereka untuk terus mendorong putranya mendekati Rubia selama waktu mereka berada disana, namun Rubia tetap tak merubah keputusannya, setelah dua hari setelah jamuan makan malam Rubia meninggalkan Kekaisaran Lucent dengan membawa hasil yang memuaskan.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2