Queen Sword

Queen Sword
Eps 67 Akademi Emerald


__ADS_3

Para siswa akademi Emerald berbondong bondong keluar dan mengintip ke luar gerbang utama akademi karena tiba tiba saja sebuah kereta kuda berlambang serigala merah yang berarti adalah lambang keluarga Kaisar mulai memasuki halaman akademi yang luas, suasana begitu riuh, para siswa sangat penasaran dengan seseorang yang akan keluar dari kereta kuda tersebut, mereka mulai menerka nerka, apakah Kaisar muda? Atau permaisuri? dan untuk apa kedatangannya yang mendadak itu? Mereka sudah sangat tak sabar.


Krieet! Saat yang dinanti nanti akhirnya pintu kereta kuda perlahan terbuka, Seorang wanita paruh baya memakai gaun berwarna hijau sederhana keluar dan turun dari sana bersama dengan seorang ksatria istana, mereka berjalan dengan elegan menghampiri para siswa yang berkumpul. Wajah Lydia tersenyum melihatnya begitu disambut oleh para siswa, meskipun pasti mereka tak mengira bahwa dirinya yang akan muncul dari kereta kuda yang megah itu.


"Permisi, apa anda Pengasuh Baginda Kaisar?" tanya salah satu siswa perempuan.


Lydia tersenyum "Benar kau mengenalku Nona?"


"Tentu saja,Apa yang Nyonya lakukan di akademi?"


"Baginda Kaisar mengutus saya secara langsung untuk menjemput seorang siswa, dan saya ingin menyampaikan surat dari Baginda untuk kepala akademi, bisakah kau mengantarku ke ruangannya?"


"Tentu saja, mari ikuti saya Nyonya" seorang siswa yang ramah mengantar Lydia.


Kemudian para siswa yang lain kembali gaduh, pertanyaan pertanyaan tentang siapa siswa yang dijemput kusus oleh pengasuh sekaligus dayang terdekat Kaisar itu? Mereka mulai mengikuti dari belakang.


.


Tok tok tok, Seseorang mengetuk pintu kamar Kaisan, lalu Kaisan segera membuka pintunya, ia melihat seorang siswa wanita yang tadi mengantar Lydia "Kau Kaisan Steward?" tanyanya dengan lantang.


"Kau siapa?" ucapnya dengan reaksi yang datar dengan dahi yang lebam kebiruan yang terlihat dari sela sela rambut peraknya.


"Kau tak tahu aku? Kita kan satu kelas, aku Katie Wilson"


"Ahhh ketua kelas, ada apa?"


"Kau dipanggil ke ruang kepala akademi sekarang"


"Kenapa? Apa aku akan dihukum lagi?"


"Sepertinya bukan begitu, seseorang dari istana datang untuk menjemputmu, lekaslah kesana, dia bilang kau harus membawa barang barangmu juga?"

__ADS_1


"Apa pada akhirnya aku akan dikeluarkan? Padahal tersisa setengah tahun lagi.." gumamnya pelan.


Katie mendekat ke telinga Kaisan "Hei, ucapkanlah yang baik baik tentangku dengan beliau, apa kau mengerti?" bisiknya, namun Kaisan segera menghindar dan menatap anak itu dengan aneh.


"Baiklah, aku akan segera keluar setelah membereskan barangku?"


"Baiklah, aku akan menunggumu dan mengantarmu pada beliau" ia tersenyum ceria.


"Tidak perlu" Brakkk!! Kaisan langsung menutup pintu di depan wajah Katie sehingga membuatnya kaget.


"Wah, dasar anak keterlaluan, yah, wajar jika dia membenciku karena aku diam saja dan hanya mengabaikannya meskipun tahu dia sedang ditindas dan diperlakukan tidak adil, aku menyesal siapa sangka anak seperti itu memiliki koneksi yang amat berbahaya" Gumamnya seraya melangkah pergi menjauh dari pintu kamar Kaisan.


.


Kaisan berjalan sembari membawa tas besar miliknya, ia berjalan dengan hati hati karena semua murid menatapnya dengan antusias.Kaisan merasakan pandangan yang amat menusuk dari berbagai arah.


Apa yang sedang terjadi? mengapa mereka menatapku seperti itu? Seharusnya mereka tak peduli dengan siswa tanpa status sosial sepertiku seperti biasaa.


Maafkan aku kakak, aku tak bisa menepati janji.


Tok tok, kaisan mengetuk pintu ruangan kepala akademi, ia sangat kaget karena tiba tiba saja kepala akademi membukakan pintu dengan sangat cepat dan tersenyum ramah kepadanya, namun Kaisan segera menundukkan wajahnya seperti biasa.


"Masuklah Tuan Muda" ucap Pria paruh baya dengan kumis yang tebal itu dengan sangat ramah, hingga Kaisan merasa lebih takut dari biasanya.


Apa apaan ini, sejak kapan aku menjadi Tuan muda dimatanya.


Lydia menghampiri Kaisan yang tampak sedikit gemetaran, tangannya merengkuh kedua tangan Kaisan yang gemetar. "Tuan Muda Steward, jangan takut, Baginda Kaisar secara langsung mengirim orang tua ini untuk menjemput anda menemui kakak anda" ucapnya dengan lembut.


Kaisan segera mendongakkan wajahnya "Kakak? Apa Kakak membuat masalah dengan Baginda Kaisar? Apa aku dan kakakku akan dihukum?" wajahnya tampak panik.


Lydia terdiam berfikir sejenak, apa yang sebenarnya telah dilaluinya sampai sampai ia menghawatirkan banyak hal seperti ini? Lydia menghela nafas panjang dan melirik ke arah kepala Akademi dengan tajam sampai membuat pria itu kaget bukan main.

__ADS_1


"Ke kenapa anda menatap saya seperti itu?" ucapnya dengan hati hati.


Lydia tak menghiraukannya dan segera mengalihkan kembali pandangannya ke arah Kaisan "Tuan muda, jika memang anda dijemput untuk dihukum  pasti yang datang kesini adalah rombongan ksatria kan? Saya adalah Lydia, saya Pengasuh sekaligus dayang pribadi Baginda Kaisar, saya datang untuk mempertemukan anda dan Kakak anda, kedepannya anda bisa melanjutkan pendidikan di kediaman anda, Baginda Kaisar telah menyiapkan guru yang sangat kompeten untuk anda" jelasnya dengan lembut.


Kaisan tertegun, ia menelaah apa yang baru saja dikatakannya "Apa benar begitu?"


"Tentu saja, mulai hari ini anda dan Kakak anda akan kembali ke kastel Count, tempat tinggal anda dahulu"


"Benarkah? Apa anda serius" Kaisan kaget dan ingin terus memastikan kebenarannya, ia tak percaya saat yang dinantikannya akhirnya tiba. Lydia pun mengangguk dengan senyuman.


"Silahkan menunggu dikereta kuda denga Tuan Ksatria Tuan muda, saya akan menyelesaikan urusan disini sebentar"


"Baik" ucap Kaisan dengan semangat, Seorang ksatria menghampirinya dan mengambil tas besar yang dipegang olehnya.


"Saya akan membawakannya Tuan Muda"


"Padahal saya bisa sendiri"


"Ini tugas saya Tuan Muda, tolong biarkan saya melakukan tugas saya atau anda akan melihat saya dipenggal oleh Baginda Kaisar"


Kaisan Kaget lagi"Apaa??"


Lydia menjewer telinga ksatria bernama Robert itu hingga ia kesakitan "Husss, baginda bukan orang seperti itu, kau menakut nakuti Tuan muda yaa" ucap Lydia pelan namun sorot matanya mengerikan, ksatria itu pun segera meminta maaf dan menutup mulutnya. Kemudian kedua orang itu berjalan keluar dari ruangan.


Lydia kembali berbalik badan dan menatap sinis kepala akademi itu, ia mendekat lalu tangannya memberikan surat dengan lambang kaisar, pria itu menelan ludah dan mulai gemetar seraya membuka amplop surat itu.Setelah selesai membaca surat pria itu merasa kakinya lemas hingga ia terkulai di lantai dengan mata yang berkaca kaca.


"Aku tak perlu menjelaskan panjang lebar kan? Intinya Kau dipecat karena telah terbukti melakukan penyalah gunaan kekuasaan sebagai kepala akademi, penyuapan, memanipulasi nilai siswa dan kekerasan kepada beberapa siswa yang diketahui memiliki status sosial yang rendah, terutama Tuan Muda Kaisan Steward, kau sudah menyentuh seseorang yang tak seharusnya kau ganggu!! Semua orang akan mulai diselidiki dan akan mendapat hukuman sesuai perbuatannya, terutama setelah Kaisar memutuskan hukumannya secara langsung" Lydia tersenyum smirk menatap pria yang terlihat tak berdaya dihadapannya itu, lalu ia berjalan keluar dari ruangan itu.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2