
Karena merasa berhutang budi akhirnya Amelie bersedia mengikuti Axel, sekarang mereka sudah duduk berhadapan di sebuah kedai teh yang biasa dikunjungi oleh para Bangsawan, semua mata kini mengarah pada mereka berdua, itu karena Axel yang memang pada dasarnya sudah populer dan terkenal karena dia adalah calon pasangan Kaisar yang sempurna, tapi apa jadinya tanggapan orang orang jika melihat Axel yang adalah pasangan Kaisar terlihat bersama seorang Lady di tempat umum? Tentu saja tatapan orang orang seolah menusuk punggung wanita yang berada dihadapannya kini.
Amelie merasa gelisah, matanya terus melirik kekana dan kekiri memperhatikan reaksi orang orang, padahal reputasinya bisa dibilang buruk di pergaulan kelas atas tapi pria dihadapannya kini mebuatnya tampak lebih buruk, Amelie pun menggertakan giginya sembari menatap tajam ke wajah Axel yang tampak amat santai meskipun orang orang berbisik bisik di belakang mereka.
Axel menatap Amelie yang tampak gelisah "Apa anda merasa tak nyaman disini Nona?"
Amelie mendekatkan wajahnya "Tentu saja, siapa yang akan nyaman jika ditatap dengan tajam oleh banyak orang, yang benar saja anda mengajak saya ke tempat seperti ini, harusnya anda membawa saya ke tempat yang lebih private" Bisiknya dengan wajah kesal.
"Sayangnya dikedai ini tidak ada tempat seperti itu, karena saya sudah beberapa kali menolong anda maka tolong tahanlah" ucapnya dengan santai sembari menyeruput teh seakan dia sangat menikmati momen itu.
"Isshhh.. utang budi sialan, harusnya anda biarkan saja saya tadi"
"Mana mungkin saya mengabaikan Nona yang berada dalam bahaya, terlebih anda adalah teman Baginda Kaisar"
"Karena aku adalah teman Baginda Kaisar anda seharusnya tak boleh membawaku ketempat seperti ini, apa kata orang nanti"
"Sejak kapan anda memperdulikan pendapat orang lain?"
"Apa anda bodoh? Aku tak bisa bersikap sembarangan jika itu menyangkut Baginda Kaisar"
"Anda sebegitu pedulinya ya dengan Baginda Kaisar? Saya pikir hubungan kalian menjauh karena belakangan ini anda tak pernah mengunjungi Baginda"
Amelie terdiam sejenak "Itu karena aku tak bisa mengganggu Baginda yang sedang sibuk" ucapnya ragu ragu.
"Anda tak perlu merasa tidak enak dengan situasi ini karena sebentar lagi berita pembatalan pertunangan antara saya dan Baginda akan segera terdengar sampai ke penjuru benua"
"Apahhh??? Anda serius?" Axel mengangguk "Kenapa? Apa Baginda akhirnya memutuskan hubungan dengan anda?"
"Saya yang memutuskannya secara sepihak"
Amelie menatap Axel yang tampak tenang namun sorot wajahnya sangat terlihat ia sangat patah hati, ia pun sudah tahu alasannya membuat keputusan seperti itu, tentu saja semua orang tak akan heran jika pada akhirnya Axel Harington akhirnya menyerah untuk tetap berada di sisi Kaisar "Pasti berat kan, semua akan baik baik saja" tiba tiba ucapannya menjadi lembut.
Axel merasa risih dengan tatapan iba dari Amelie "Ehemmm, saya mengatakan ini bukan karena ingin membuat anda mengasihani saya tahu"
__ADS_1
"Hemmm, tetap saja anda sangat kasian"
"Sebenarnya anda memihak pada saya atau pada Baginda Kaisar?"
"Tentu saja Baginda Kaisar"
"Jadi mengapa anda mengasihani saya?"
"Meskipun tak berpihak tapi tetap saja aku bisa mengasihani siapapun yang memang terlihat kasian, seperti tikus yang tertabrak kereta kuda atau cicak yang terinjak manusia pokoknya seperti itulah"
"Haaaa.. anda menyamakan saya dengan hewan hewan buruk itu?"
"Anda tak boleh menghina hewan, tikus dan cicak juga ingin hidup"
"Ya ya, terserah anda saja, saya memiliki sebuah tawaran, itu lah sebabnya saya mengajak anda ke tempat ini, bukan untuk membicarakan hewan"
"Tawaran? Apa itu?"
"Menikahlah dengan saya Nona Amelie Johnston"
"Anda baik baik saja? Minumlah perlahan"
"Haaa, gara gara siapa aku begini, apa aku tak salah dengar?"
"Tidak, saya bilang menikahlah dengan saya Nona Amelie, apa masih kurang jelas? Haruskah saya berbicara lebih keras lagi?"
"Tidak, tidak perlu, cukup" Ia melirik ke sekitarnya, untunglah sepertinya tidak ada yang mendengarnya.
"Jadi apa jawaban anda?"
"Apa ini semacam lamaran pernikahan dadakan? Aku dan kau? Menikah? Mana mungkin, Tidak mau! Hubunganku dengan Baginda Kaisar akan canggung"
"Pikirkanlah dulu Nona, bagaimana mungkin anda langsung menolak lamaran pernikahan dari pasangan sempurna seperti saya"
__ADS_1
"Wahh, benar benar luar biasa percaya diri, bagaimana mungkin kau mengucapkan itu dengan mulutmu sendiri"
"Itu fakta yang semua orang sudah tahu, saya tampan, kaya, memiliki jabatan tinggi, mapan, ramah dan bijaksana, tidak ada kekurangan"
"Ya ya ya, tapi didepanku kau tak pernah bersikap ramah tuh, lihatlah caramu berbicara ck ck ck, kekuranganmu jelas terlihat dari sifatmu itu"
"Asal anda tahu Nona, saya yakin tidak akan ada wanita yang menolak saya diluar sana, tapi pikirkanlah mengapa saya memilih anda"
"Kenapa?"
"Saya merasa nyaman dengan anda makanya saya bisa bersikap seperti saya yang apa adanya seperti ini, saya bisa menunjukkan diri saya apa adanya, dan yang terpenting bukankah anda sudah lewat usia menikah? Saya juga sudah dengar rumor anda yang tak bisa menikah karena memiliki sikap buruk, pria normal yang mengirimkan surat lamaran untuk anda hanya orang orang yang menginginkan koneksi dengan Baginda Kaisar karena kau adalah temannya atau koneksi Ayahmu yang kaya, atau juga pria yang sudah berumur atau duda, apa saya salah?"
"Ugghh, bagaimana kau bisa mengetahuinya?Kau sungguh menyebalkan"
"Tentu saja semua orang di kekaisaran sudah tahu dengan rumor itu, dengan anda menikah dengan saya anda bisa membuktikan bahwa anggapan mereka semua salah, anda bisa mendapatkan pasangan yang sempurna, bukankah itu cukup menguntungkan anda"
"Tetap saja aku tidak mau, Bagaimana mungkin seorang teman menikahi mantan tunangan temannya, itu memalukan"
"Haaa... pernikahan kontrak, hanya sampai dua tahun, pikirkanlah terlebih dahulu"
"Pernikahan kontrak? Dua tahun? Kau berencana membuatku menjadi janda setelah dua tahun? Mengapa aku? Sepertinya kau memang tak berniat menikahi wanita lain, jujurlah maka aku akan memikirkannya baik baik" Axel hanya terdiam "Kau berencana menyakiti perasaan Baginda Kaisar dengan memanfaatkanku? Atau kau ingin melihat bagaimana reaksi Baginda Kaisar? Atau anda tidak ingin terlihat kalah? Apakah ketiganya?"
Axel menatapnya tajam, bagaimana mungkin wanita yang tampak ceroboh itu bisa menebak jalan pikirannya dengan tepat sasaran.Axel mulai memikirkan jawaban yang menguntungkannya, meskipun tebakannya benar tapi tetap saja ia tak bisa mengakuinya "Itu karena saya tidak ingin tampak menyedihkan, karena nanti jika pada akhirnya Baginda menikahi orang itu semua orang akan mengasihaniku yang terkesan seperti dicampakan, belum lagi pandangan Ibuku yang mengasihaniku, bukankah anda tahu novel itu? rasanya saya tak memiliki harga diri jika tetap berada disisi Baginda, itulah sebabnya saya memilih jalan seperti ini"
Seketika tatapan Amelie yang awalnya penuh kecurigaan berubah menjadi tatapan iba karena Axel menunjukkan raut wajah kasihan, Axel tahu kelemahan wanita di hadapannya itu, meski Amelie berbicara kasar dan terkesan sembrono tapi dia mengasihani orang orang yang lemah, itulah alasannya Baginda Kaisar menyukainya.
"Baiklah, aku akan memikirkannya dengan mempertimbangkan kondisi dan situasiku, serta seberapa keuntungan yang akan kudapatkan jika menikah denganmu selama dua tahun"
"Baik, saya menantikan kabar baik dari anda Nona"
Setelah Axel menyelesaikan urusannya mereka berpisah di depan kedai teh itu.
.
__ADS_1
.
Bersambung.