
Ferderick membuka pintu kamarnya, Kaisan yang sebelumnya berbaring segera bangun dan duduk.
"Apa itu tugas yang berbahaya Kak?" ucapnya dengan raut wajah yang sedikit gusar.
Ferderick menatap wajahnya dan tersenyum "Jangan khawatir Kai, ini hanya tugas biasa, Tuan Stev hanya mengatakannya dengan berlebihan"
Tentu saja kaisan tak percaya dengan ucapan kakaknya yang hanya ingin menenangkannya, tapi apa yang bisa dilakukan olehnya, disatu sisi ia ingin bersikap egois dan melarang kakaknya pergi melakukan tugas berbahaya itu, tapi disisi lain ia memikirkan orang orang di tempat itu yang menggantungkan nasib mereka di tangan kakaknya, orang orang disini pun sama berharganya untuk Kaisan.
"Berjanjilah kau tidak akan terluka kak" ucap Kaisan dengan sungguh sungguh.
"Tentu saja, aku berjanji" jawab Ferderick dengan santai.
"Aku serius kak"
"Iya, aku mengerti Kai, percayalah padaku"
"Kakak tidak boleh mengingkari janji"
"Iyaa iyaa, hari ini kau banyak bicara ya"
Kaisan kembali berbaring dengan tatapan kosong.
**********************
Selama beberapa hari suasana di istana sangat ramai dan sibuk karena persiapan pesta besar besaran yang akan dilangsungkan dua hari lagi dalam rangka kemenangan perang sekaligus pertunangan Putri Mahkota, tak terkecuali raja dan ratu yang yang sibuk mendiskusikan pekerjaan yang mengharuskan mereka bersama, meskipun hubungan mereka telah lama memburuk namun Ratu harus menahan diri di sampingnya,demi harga diri yang telah tak banyak tersisa, ia menyembunyikan perasaannya yang ingin sekali melenyapkan suaminya itu.
__ADS_1
Ratu keluar dari ruangan kerja Kaisar dengan tubuh gontai, ia telah muak dan sangat membenci Kaisar karena setiap ia melihat wajah kaisar ia akan terbayang bayang bagaimana suaminya itu menghabiskan malam bersama wanita lain setiap hari dengan wanita yang berbeda beda.
Ratu membuka pintu kamarnya, didalam sana terlihat adiknya Duke Verano telah duduk menunggunya seorang diri, hanya ditemani dengan secangkir teh di atas meja.
"Apa yang kau lakukan disini?" ucap dingin ratu sembari duduk dihadapannya.
"Apa Kakak tidak bisa berbicara dengan lebih ramah kepada adik anda satu satunya ini?" jawabnya tersenyum.
"Aku sangat lelah sekarang, katakan apa yang kau inginkan"
"Yang Mulia Ratu, mengapa anda mengusulkan mempercepat pertunangan keponakanku?"
"Bukankah tanpa bertanya seharusnya kau sudah mengerti apa maksudku?"
"Hill, bukankah kita sudah sering membahas ini? keputusanku sudah bulat"
"Apa kakak sudah lupa siapa yang membantu kakak dengan susah payah hingga sampai di posisi saat ini?"
"Pergilah, aku sangat lelah hari ini"
Duke beranjak pergi dengan darahnya yang sedang mendidih.
Dahulu seorang gadis yang baru saja melakukan debutante di pesta pergaulan kelas atas di istana jatuh cinta pada pandangan pertama dengan pangeran muda yang tampan dan gagah, tapi sayangnya sekeras apapun gadis itu mencari kesempatan untuk bisa sekedar menyapanya ia tetap tak berhasil, perhatiannya selalu tertuju ke arah lain, sang pangeran sama sekali tak meliriknya, setelah hari itu pikiran gadis itu selalu dipenuhi oleh wajah sang pangeran hingga ia kesulitan makan dan tidur.
Sampai suatu hari gadis itu mendengar sebuah kabar yang sangat mengejutkan baginya bahwa kini sang pangeran telah memilih calon pendampingnya,yang membuat gadis itu lebih terpukul adalah pasangan sang pangeran adalah sahabatnya sendiri.Sejak hari itu Gadis itu memisahkan dirinya dari dunia luar.
__ADS_1
Setelah beberapa hari adik laki laki yang hanya selisih usia satu tahun dengannya menghampirinya dan menanyakan tentang perubahan sikapnya, gadis itu pun mengakui perasaannya untuk pertama kali dan meminta bantuan kepada sang adik, sang adikpun menyetujuinya dengan senang hati asalkan ia mendapatkan imbalan yang sepadan dengan usahanya, tanpa berpikir panjang gadis itu menyetujui apapun keinginan adiknya asal bisa membantunya mendapatkan sang pangeran.
Beberapa hari berlalu, gadis itu mendapat kabar bahwa calon pendamping sang pangeran yang adalah sahabatnya telah meninggal dengan cara yang tragis, gadis itu menghampiri adik laki lakinya untuk memastikan apa itu semua adalah perbuatannya, adik gadis itu hanya tersenyum dengan penuh kebanggaan atas apa yang telah dilakukannya, gadis itu menjadi sangat ketakutan karena ia merasa sama seperti dirinyalah yang membunuh sahabatnya.
Tapi adik itu terus meyakinkan dan meyakinkan lagi apa yang harus dilakukan oleh kakaknya agar keinginannya terwujud, gadis itu mulai luluh dengan bujukan adiknya, perlahan adik itu mendekati sang pangeran,menemani dan menjadi tempat bersandar bagi sang pangeran yang baru saja tertimpa kemalangan, dari situlah adiknya menciptakan kesempatan besar untuknya, lama kelamaan pangeran luluh dan berpaling seutuhnya kepada sang gadis cantik.
Sejak saat itulah adik laki lakinya menegaskan apa yang harus dilakukan oleh kakaknya sebagai imbalan atas usaha kerasnya,adiknya setiap hari memberikan obat agar kakaknya tak bisa memiliki keturunan, karena ia ingin putranya kelak yang akan menjadi penerus Takhta istana, dengan polos gadis itu menuruti semua keinginan adiknya dan berjanji akan mendudukan keponakannya kelak di Takhta Raja.
Namun sayangnya rencana pemuda itu tak berjalan lancar, Ratu issabela melahirkan seorang Putri, namun Ratu terus meyakinkan adiknya untuk tak perlu mencemaskan tentang kehadiran Putrinya, setelah beberapa tahun berlalu Pikiran Ratu mulai berubah setelah melihat pertumbuhan Putrinya yang sebelumnya tak ia harapkan.
Ratu mulai berfikir tentang apa yang akan terjadi padanya yang telah merasa nyaman dengan posisi wanita paling terhormat di kekaisaran jika ia bukan lagi seorang ibu bagi Kaisar masa depan, ia pun tak bisa terus bersandar pada Kaisar yang memiliki sebuah kutukan dan perlahan ia mulai menyadari sifat asli adiknya yang tak segan segan membunuh siapapun yang menghalangi jalannya.
Ratu semakin merasa yakin setelah ia mengetahui penyebab kematian Putra pertama Duke yang adalah Kakak mereka, adiknya menyingkirkan kakaknya dengan mudah setelah kakak pertamanya ditunjuk sebagai kepala keluarga selanjutnya, ia yakin cepat atau lambat adiknya akan mencari cara untuk menyingkirkannya dan juga Putrinya untuk mendapatkan tujuannya selama ini.
Benar saja, tak lama setelah ia berfikir seperti itu pembunuh bayaran satu persatu menyusup ke kamarnya, namun ia telah bersiap dan meminta perlindungan dari ksatria pengawalnya.
Ratu mulai mencari cara agar dirinya bisa sepenuhnya lepas dari adiknya yang gila kekuasaan dan kehormatan.
Ia harus terus berlindung dengan kekuatan darah dagingnya sendiri, itulah satu satunya cara agar ia bertahan diistana megah itu, sejak saat itu ia mulai berusaha melawan adiknya.
Adiknya mulai menyadari ambisi dari kakaknya itu yang membuat wanita itu melupakan janji janjinya, adiknya yang marah sengaja menyulut api dan mulai menyakiti kakaknya dengan cara memprovokasi kaisar untuk melakukan hubungan dengan wanita lain, dan betapa senangnya adiknya itu karena pada akhirnya Kaisar mengalihkan gejala kutukannya dengan cara yang menguntungkannya.
Ratu yang sibuk melindungi dirinya sendiri bahkan melupakan kewajibannya sebagai seorang ibu yang kelak akan membutuhkan perlindungan Putrinya dimasa depan.
Bersambung.......
__ADS_1