Queen Sword

Queen Sword
Eps 75 Putriku masih hidup


__ADS_3

Dua hari yang lalu telah diselenggarakan rapat yang dihadiri oleh seluruh bangsawan tingkat tinggi yang dipimpin oleh kerabat terdekat Kaisar yaitu Duke Verano, rapat darurat tentang pengambilan keputusan jika dalam waktu seminggu Kaisar tak juga bangun maka Permaisuri Isabella selaku Ibu kandung dari Kaisar harus menunjuk penerus takhta untuk menggantikan keabsenan Kaisar yang masih tak sadarkan diri, serta membahas tentang kutukan yang diderita oleh Kaisar Rubia yang berefek sangat membahayakan bagi keberlangsungan kekaisaran.Duke terus berusaha menggiring opini para Bangsawan untuk melengserkan Rubia dari Takhta dengan memanfaatkan rumor yang sedang beredar.


Hari itu setelah rapat Duke Verano mendatangi istana Permaisuri Isabella, penjaga yang awalnya menghalangi Duke untuk masuk namun karena menerima ancaman dan tekanan akhirnya penjaga membukakan pintu untuk Duke.


"Apa yang kau inginkan?" ucap Permaisuri begitu duduk berhadapan dengan Duke di ruang tamunya. Tangan Permaisuri mengepal dengan kuat di bawah meja, perasaan muak,benci sekaligus takut membayanginya yang berhadapan dengan adik kandungnya sendiri itu.


"Bagaimana kabar Kakak selama ini?" ucapnya dengan santai seolah tak pernah terjadi apapun diantara mereka berdua.


Permaisuri menggigit bibirnya sendiri "Katakan saja langsung apa tujuanmu datang kesini, aku tak perlu menjawab ucapan yang hanya basa basi"


"Hehehe, santailah kak, jangan tegang, aku datang kemari karena ingin mengajukan kerja sama denganmu, maukah kau mendengarkanku terlebih dahulu?"


"Katakan saja tak perlu berbelit belit"


"Hahaha, baiklah, seperti yang sudah kau dengar Kak bahwa Putrimu sampai saat ini belum juga sadarkan diri, Putrimu menderita gejala kutukan yang sangat fatal, penyakit kegilaannya membuatnya ingin membunuh seseorang yang berada dihadapannya, jadi Putrimu itu akan sangat berbahaya, kami para bangsawan sudah melakukan rapat jika dalam waktu seminggu Kaisar tak juga bangun maka Kau sebagai Ibu kandungnya harus menunjuk seseorang untuk meneruskan takhta, kau sudah tahu kan siapa yang seharusnya ditunjuk?"


"Aku tak mau"


"Tak bisakah kau pertimbangkan terlebih dahulu kak, aku berjanji akan membuatmu hidup dengan nyaman dipenuhi kemewahan yang tiada habisnya dan kami akan terus melindungimu, bukankah hanya itu tujuanmu"

__ADS_1


"Aku tak peduli lagi, pergi kau" teriaknya dengan mata yang membelalak.


Mata Duke langsung ikut membelalak wajahnya semakin mengeras, seolah dia telah kehabisan kesabaran menghadapi kakaknya "Ingatlah posisimu, dan ini bukanlah permintaan melainkan adalah perintah, kau harus tahu sekarang aku sedang menggunakan cara yang paling bijaksana sebagai seorang adik" Duke mulai menyeringai menatap Permaisuri yang terlihat gemetar ketakutan. "Sepertinya kau sudah cukup mengerti, datanglah ke ruang rapat besok dan tunjuklah keponakanmu sebagai pewaris takhta, mari bergandengan tangan untuk melengserkan Kaisar yang tubuhnya dipenuhi dengan darah terkutuk itu" Duke segera pergi setelah menyampaikan keperluannya.


Setidaknya Permaisuri bukanlah orang yang bodoh, ia paham apapun yang akan menjadi keputusannya ia tetap akan berakhir dibunuh jika Jasson yang akan naik ke takhta, adiknya itu tak mungkin akan membiarkan orang yang sudah tak berguna tetap hidup disampingnya, berbeda dengan Rubia, meskipun hubungan mereka berdua sangat tak baik namun ia yakin bahwa Putrinya tak akan membunuhnya meskipun ia sendiri tak mengetahui seperti apa gejala kutukan yang diderita putrinya yang masih sangat muda, semalaman Permaisuri tak bisa tidur dan terus memikirkan ucapan adiknya itu, seberapa banyak pun ia berpikir ia tetap merasa tak memiliki pilihan selain berusaha untuk melindungi nyawanya hari ini.


Sampai menjelang subuh akhirnya ia mulai terfikirkan untuk kabur dari istana sebelum Jasson naik takhta, harta dan kekuasaan memang sangat berarti baginya, namun ia mulai menyadari tak ada yang berarti lagi jika hidup dalam bayang bayang nyawanya yang terancam.


***


Permaisuri pun keluar dengan seorang dayangnya dari istananya dengan memakai gaun resminya yang mewah, ia melihat sekelilingnya, sinar matahari yang hangat, angin yang sejuk, sudah lama sekali ia tak menikmati hal hal normal seperti itu karena hidup terkurung didalam istananya.


Setelah berjalan cukup jauh akhirnya ia terhenti di depan Ruangan rapat, pintu bernuansa gold itu terasa begitu mencengkam baginya kini, tak lama penjaga membukakan pintu.


"Yang Mulia Permaisuri Isabella memasuki ruangan"


Permaisuri pun masuk, ia melihat telah banyak sekali Bangsawan kelas atas yang telah berkumpul di meja luas itu, semua orang bangun lalu menunduk memberi hormat untuknya tak terkecuali Duke Verano dan putranya yang terlihat berbinar binar dan sangat bersemangat. Inilah sisa sisa kehormatan yang ia miliki, hanya sampai hari ini.


"Kalian bisa kembali duduk" ucap Permaisuri seraya berjalan ke tempat duduknya yang biasa digunakan oleh Kaisar. Suasana menjadi sangat hening dalam sekejap.

__ADS_1


"Jadi bagaimana keputusan anda Yang Mulia Permaisuri, siapa orang yang akan anda tunjuk sebagai penerus takhta dan menggantikan Kaisar yang sedang terkena kutukan mematikan dan berbahaya itu?" ucap Duke Verano seraya menyeringai menatap Permaisuri yang terlihat tak memiliki pilihan.


"Saya, akan menunjuk.." semua orang mendengarkan dengan seksama, namun tiba tiba ucapan Permaisuri terhenti karena keraguan.


"Anda harus lekas Yang Mulia, masa depan kekaisaran berada ditangan anda,apalagi yang anda ragukan, posisi Kaisar tak bisa terus dikosongkan" ucap salah satu bangsawan.


"Putri saya belum mati" Permaisuri mengepalkan kedua tangannya, tubuhnya gemetar, entah mengapa ia mengatakan kata kata yang tidak ada dalam rencananya, suasana menjadi sangat gaduh, Duke dan Putranya memelototi Permaisuri yang sedang gemetaran.


"Apa anda masih tak mengerti Yang Mulia, kini Kaisar Rubia masih tak sadarkan diri dan entah akan sampai kapan, posisi kaisar tidak bisa terus dikosongkan, meskipun Kaisar bangun kembali pun kutukan yang dideritanya sangat membahayakan keselamatan orang disekitarnya, kita tidak bisa menoleransi hal hal berbahaya yang akan ditimbulkan oleh Kaisar" ucap seseorang yang membuat Duke tersenyum smirk.


"Itu benar Yang Mulia, Tolonglah segera ambil keputusan dengan bijak" sahut beberapa orang.


Permaisuri merasa semakin terpojok, tatapan tatapan yang semakin menusuk membuatnya ingin segera keluar dari situasi itu, ia menghela nafas panjang terlebih dahulu "Baiklah, saya akan menunjuk Putra dari Duke--" ucapnya terhenti lagi karena mendengar suara, semua orang menoleh ke arah pintu.


"Braaaakkkkkkk, Duuuaarrrrrrr" seseorang menghancurkan pintu ruangan rapat menggunakan kekuatan sihir, semua orang sangat terkejut dengan aksi nekat itu, lalu Rubia bersama sekretaris dan pengawal pribadinya muncul setelah Pintu besar itu berhasil diruntuhkan, wajah kedua wanita yang muncul bersama Rubia pun tak kalah terkejut, bahkan sangat syok, keringat di wajah mereka berdua terus mengalir deras.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2