Queen Sword

Queen Sword
Eps 25 Membebaskan Perbudakan


__ADS_3

Rubia bersama dengan Ferderick dan para pasukan ksatria beserta pemimpinnya menuju ke lokasi penjara budak ilegal dengan mengendarai kuda perang, yang langsung dipimpin oleh Rubia sendiri, begitu sampai disana penyergapan pun dimulai dengan sangat riuh, bentrokan senjata antara pasukan ksatria dan para penjaga penjara budak berlangsung cukup lama, meskipun butuh waktu namun para penjaga berhasil diamankan, satu orang penanggung jawab berkepala plontos yang melarikan diri pun berhasil ditangkap oleh Ferderick, kemudian pasukan ksatria membawa para penjahat ke istana untuk segera diadili.


Rubia berjalan masuk dengan membawa kunci gembok yang ia dapatkan dari penjaga, Rubia membuka kunci penjara, orang orang yang berada didalam penjara menatap Rubia dengan tatapan ngeri sekaligus histeris karena telah melihat bagaimana dirinya melawan para penjaga.


"Tenanglah, beliau adalah Yang Mulia Putri Mahkota kekaisaran ini,kalian akan segera dibebaskan" ucap Ferderick yang melihat orang orang merasa ngeri, begitu mereka mengetahui identitas Rubia mereka segera berlutut, menangis haru karena akhirnya pemerintah melihat rakyatnya yang kesusahan di tempat tersembunyi itu, dan membebaskan mereka dari hidup yang tak adil bagaikan hidup di dalam neraka yang telah mereka jalani begitu lama.Sorot mata yang sebelumnya terlihat tak memiliki keinginan hidup kini telah berubah.


"Sudah cukup, bangunlah dan lekas keluar dari tempat ini, kalian sudah aman" ujar Rubia sembari membuka pintu penjara.


Perlahan lahan orang orang keluar dari penjara kemudian mengikuti Rubia keluar dari tempat itu, begitu pindu dibuka, disana mereka melihat kembali sinar matahari yang telah sekian lama tak mereka lihat, perasaan haru berkecamuk dari reaksi mereka, namun beberapa dari orang orang itu terlihat gundah dengan pikirannya masing masing, Rubia berbalik badan dan melihat orang orang itu.Ia mengerti apa yang ada di pikiran orang orang yang tak memiliki tujuan atau orang yang telah kehilangan keluarganya.


"Kalian bisa kembali ke keluarga kalian masing masing, yang tidak memiliki tujuan ikutlah dengan Sir Axel Harington untuk diberikan pekerjaan" Rubia menunjuk Axel yang berada disebelahnya, seketika orang orang itu saling memandang satu sama lain dan tersenyum bahagia bersama.


"Yang Mulia" panggil Axel dengan raut wajahnya yang resah.


"Ya?"


"Bisa kita bicara sebentar"


"Baik" mereka berdua berjalan sedikit menjauh dari orang orang.


"Apa ini tidak apa apa Yang Mulia?"


"Aku mengerti apa yang kau kawatirkan, tapi aku harus melakukan ini, terimakasih karena kau mau menuruti permintaanku dengan mengerahkan pasukan ksatria"

__ADS_1


"Baginda Kaisar?" ucapnya ragu ragu.


"Tenanglah, sisanya biar aku yang mengurusnya, kita harus mengantarkan orang orang ini dan segera kembali ke istana" ucapnya santai dan kembali menghampiri orang orang yang menunggunya.


Awalnya Axel merasa ragu untuk memenuhi permintaan Rubia yang tiba tiba dan sangat mendadak, karena seharusnya anggota pasukan lainlah yang mengurusi hal hal yang terjadi di luar istana, tapi akhirnya dengan penuh pertimbangan dan alasan Rubia yang jelas ia merasa harus membantu Rubia,meskipun ia tak tahu apa yang akan dipikirkan oleh Kaisar dan Duke Verano yang seharusnya bertugas memimpin penyelidikan kejahatan dan kekacauan diluar istana. Setelah semua ini berakhir ia mulai khawatir dengan dampak yang akan diterima oleh Rubia sendiri yang telah bersiap dengan segala resiku yang harus ditanggungnya karena mengambil keputusan sendiri.


.


Kabar tentang Tuan Putri yang melakukan penyergapan budak ilegal segera menyebar luas dan menjadi desas desus hangat di dalam maupun diluar istana.Tentu saja para Rakyat begitu memuji tindakan Tuan Putri mereka yang telah membebaskan anggota keluarga mereka dari perbudakan dan perdagangan manusia karena terlilit hutang dan lain sebagainya, tapi lain dengan apa yang dipikirkan oleh para Bangsawan yang memihak kekuasaan Duke Verano.


Duke Verano yang mengetahui kabar tersebut lebih cepat dari pada orang lain segera mengambil tindakan karena ia merasa tak terima dengan apa yang telah dilakukan oleh Rubia, Duke Verano segera menemui Kaisar dan menjadi rang yang pertama menyampaikan kabar itu kepada Kaisar.


"Begitulah kabar yang telah beredar luas di antara rakyat Baginda Kaisar" tutupnya setelah selesai mengatakan apa yang ingin dikatakannya.


"Mengapa aku baru mendengar kabar ini darimu Duke?"jawab Kaisar dengan mengerutkan dahinya.


"Anak itu benar benar diluar dugaanku, kupikir dia hanya akan tunduk dan menurut dengan perintahku, aku salah mendidiknya" mata Kaisar semakin menajam.


"Masalahnya disitu Yang Mulia, sebagai Putri seorang Raja mengapa Putri bertindak sesuai dengan kehendaknya sendiri dan tak meminta persetujuan anda terlebih dahulu Baginda, saya hanya menghawatirkan martabat serta  pandangan para Bangsawan dan rakyat kepada anda"


Duke Verano tersenyum melihat raut wajah Kaisar yang terlihat mengeras karena telah termakan oleh ucapannya yang sengaja ingin menjelekkan Putri Rubia dihadapannya demi tujuan pribadinya.


"Terimakasih atas rasa simpatimu kepadaku Duke, kau pasti bergegas datang kemari dan memberitahuku agar aku tak kehilangan martabat serta harga diriku di depan para Bangsawan dan Rakyat karena tak mengetahui apa apa tentang keributan yang ditimbulkan oleh Putriku sendiri" Kaisar mengepalkan tangannya di atas meja.

__ADS_1


"Benar Yang Mulia, maka dari itu saran saya, setelah para pelaku dibawa kemari anda harus segera menurunkan perintah untuk mengeksekusi mereka begitu mereka tiba, itu akan menunjukkan pengaruh dan kekuasaan anda sebagai seorang Kaisar kekaisaran ini"


Kaisar mengangguk setuju "Ya, kau benar, lakukan seperti apa yang kau katakan Duke, aku mempercayaimu sepenuhnya"


"Baik Yang Mulia"


"Hanya kau yang paling bisa diandalkan dan kupercayai Duke, kerja bagus, aku akan mendidik putriku sendiri dengan lebih keras"


"Sebuah kehormatan untuk saya Yang Mulia jika anda berfikir seperti itu, saya mohon undur diri untuk mempersiapkan hukuman bagi para penjahat itu Yang Mulia"


"Baik Duke, pergilah"


Duke Verano berbalik badan dengan bibirnya yang tersenyum smirk, ia melangkah keluar dari ruang kerja Kaisar dengan perasaan puas.


Sesuai dengan rencana Duke Verano, begitu para penjahat sampai di istana, ia segera menurunkan perintah atas nama Kaisar untuk mengeksekusi penjahat di hadapan rakyat yang telah berkumpul di gerbang istana. Para ksatria yang membawa penjahat pun merasa bingung karena eksekusi mereka terlihat sangat tergesa gesa dan tak menunggu Putri Rubia kembali sebagai orang yang telah menyelesaikan masalah perbudakan itu. Para ksatria bertanya tanya bagaimana Kaisar bisa melakukan itu sebelum masalah perbudakan diusut sampai tuntas, namun mereka yang hanya seorang ksatria tak bisa mengatakan apapun dan hanya bisa menuruti perintah dari Duke Verano yang menggunakan nama Kaisar secara langsung.


Setelah beberapa saat Putri Rubia,Ferderick dan Axel Harington kembali keistana, betapa terkejutnya mereka begitu mengetahui bahwa penjahat yang mereka tangkap dengan susah payah telah menjadi mayat sebelum mereka menginterogasinya.


Rubia menghela nafas panjang, "Huhhh" ia merasa ternyata ia masih belum bisa menandingi pikiran licik Duke Verano yang selangkah didepan lebih dulu dari dirinya.


Rubia melangkahkan kaki masuk ke istana yang diikuti oleh Ferderick dan Axel dibelakangnya, tiba tiba ksatria pengawal Kaisar menghadangnya dan memberitahukan bahwa Kaisar telah menunggunya di ruang kerja.Rubia bergeas berjalan mengikuti ksatria pengawal itu.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2