Queen Sword

Queen Sword
Eps 88 Kehadiran Katie saat itu


__ADS_3

Duke Verano dan Atala berhasil melarikan diri, kini mereka tengah berada di dalam gua tempat persembunyian rahasia yang biasa digunakan untuk melatih para tentaranya, Duke terlihat sangat lesu, ia terus menerus memegangi kepalanya sembari sesekali terus melirik ke arah Atala yang tak kalah merasa frustasi.


"Bagaimana bisa hal seperti ini terjadi kepadaku, padahal aku sudah menyiapkan dengan rapi, dimana letak kesalahannya" gumam Duke seraya terus merasa gelisah "Atala, bagaimana bisa kita berdua berakhir begini, sekarang kita adalah buronan pelaku pemberontakan, apa yang harus kulakukan sekarang Atala"


"Kau Duke, semua ini gara gara kesalahanmu yang terlalu meremehkan pasukan penyihir kekaisaran, kau bilang mereka hanyalah penyihir penyihir amatir, mereka semua penyihir kelas atas, bahkan ada seseorang yang mungkin mengenaliku, ini semua salahmu sendiri Duke" tukas Atala yang masih meradang.


"Padahal sedikit lagi, sedikit lagi aku hampir menghabisi anak itu, sedikit lagi aku bisa memenggal kepala anak itu, mengapa penyihir datang tepat waktu" sesalnya.


"Sudahlah, tidak ada gunanya kau seperti itu, bukankah kau pun sudah mengira ngira hasilnya akan seperti ini di satu sisi? Buat rencana baru agar aku tak perlu lagi terkurung di tempat ini seumur hidup" di satu sisi Atala mencemaskan keberadaannya yang mungkin bisa dilacak oleh penyihir agung dari kekaisaran Vlair karena ia telah terang terangan menunjukkan dirinya di istana, pasti sekarang orang orang sangat ingin menangkapnya, Atala hanya bisa menggigit jarinya karena sekarang kondisi Duke yang masih drop akibat kekalahannya.


"Rencana, rencana..aku tak bisa memikirkan apapun untuk saat ini" gumam Duke seraya memegangi kepalanya, Atala hanya bisa menggeleng melihat Duke yang seperti itu.


"Dengarkan aku Duke, pertama tama kita harus mencari cara untuk mengalahkan para penyihir kekaisaran yang melindungi Kaisar"


"Ba bagaimana caranya?"


"Apa kau menjadi bodoh setelah gagal? Kita harus mengumpulkan penyihir kuat entah dari mana saja yang penting mereka memiliki tujuan yang sama dengan kita, kirim surat kepada putramu yang sedang berada di kekaisaran Vlair untuk mencarikan penyihir yang mau bekerja sama, seorang penyihir yang memiliki luka dalam yang sulit disembuhkan"


"Benar, benar sekali Atala" Duke mulai tersenyum smirk seraya kepalanya mengangguk angguk.


***


Malam itu Katie berjalan masuk ke kediaman Count Stewart, ia telah terbisa leluasa keluar masuk kediaman Count, bahkan Tomy dan pelayan menyambutnya dengan senang hati, karena Tomy berfikir bahwa kehadiran Katie di tengah tengah keluarga Count sangat memberikan pengaruh positif yang besar kepada kedua kakak beradik Stewart.


"Halo Tomy, dimana Kaisan dan Kak Ferderick" ucapnya ketika memasuki rumah.

__ADS_1


"Beliau berdua sedang berada di meja makan Nona"


Katie tersenyum "Baguslah, aku belum makan malam" ucapnya seraya berjalan dengan cepat menuju meja makan.


"Haloo semuanya, kebetulan sekali aku sangat lapar" ia langsung duduk di samping tempat duduk Kaisan.


Kaisan melirik ke arah wanita itu "Kau sembarangan ya, kau pikir ini rumahmu sendiri" celetuk Kaisan dengan wajah mengernyit.


"Bukankah cepat atau lambat rumah ini akan menjadi tempat tinggalku juga, benarkan Kak Ferderick" katie melirik ke arah Ferderick yang sedang makan dengan tenang. Ferderick pun mengangguk tanpa bersuara dan tetap melanjutkan makannya dengan tenang.


"Kakak.. ahhh menyebalkan" Kaisan bangun dari duduknya dan beranjak ke kamarnya.


Seketika wajah Katie menjadi murung "Kak, bagaimana ini? Bukankah kakak berjanji akan membantuku jika aku menjadi pasangan kakak di pesta pergaulan kelas atas sampai aku terlibat rumor pernikahan denganmu"


"Nona, kau harus bersabar, pelan pelan saja, jangan datang di waktu waktu seperti ini, ini sudah malam kau seperti gadis nakal, datanglah saat siang, aku akan terus membantumu jadi kau jangan menyerah"


Ferderick menyeka mulutnya "Aku membantumu semampuku, sudah malam kau harus kembali, dan kurangi sikap bar barmu itu"


"Hahhh, yasudahlah, jika kakak tak bisa membantuku aku tak mau lagi membantu Kakak, ingat itu"


"Aku mengerti, aku akan membicarakannya dengan Kai, bisakah aku minta tolong satu hal lagi? Ini yang terakhir Nona"


"Kakak mau minta tolong apa lagi? Partner pesta lagi? Padahal aku minta satu hal tapi kakak belum juga berhasil mengabulkannya, tapi kakak terus terusan minta tolong? Yang terakhir anda bilang? aku ingin tertawa"


"Ini benar benar yang terakhir, aku janji, setelah hari ini aku tak akan minta tolong lagi denganmu"

__ADS_1


"Baiklah, katakan saja, karena kelak anda juga akan menjadi keluargaku aku bersedia membantumu"'


Ferderick tersenyum "Kelak saat aku tak ada disini kuharap kau selalu berada disisi Kaisan untuk menemani dan terus memberikan dukungan padanya, aku minta tolong jangan menyerah untuk mendapatkan hatinya dan teruslah berada disisinya"


"Ahh hanya itu? Kalau itu tanpa kakak minta pun aku akan melakukannya dengan senang hati, tapi aku tak bisa janji jika suatu hari nanti aku akhirnya bertemu dengan pria yang benar benar tulus mencintaiku,dan aku tak memiliki harapan dengan adikmu, aku akan meninggalkannya saat itu, kakak tahu kan jika bukan karenamu aku ini pasti sudah mendapatkan puluhan surat lamaran pernikahan"


"Tentu saja aku tahu, bukankah itu juga yang kau mau? yang terpenting kau harus mementingkan kebahagiaanmu, tapi asal kau tahu Kai bukannya tak ada perasaan sama sekali denganmu"


"Apa kakak yakin?"


"Tentu saja, aku tahu jika sehari saja kau tak datang pasti Kai mencari cari keberadaanmu dimanapun dia berada, meskipun ia tak mengakuinya"


Katie tersenyum puas "Kakak serius?" Ferderick mengangguk. "Baiklah kalau begitu, aku harus pergi sekarang, sebenarnya aku hanya mampir hihi" Katie bangun dari duduknya dan melangkah pergi.


"Berhati hatilah"


Orang orang berfikir aku akan menikah dengan Katie, entah bagaimana rumornya menjadi seperti itu, tapi sebenarnya Katie adalah teman yang ditemui oleh Kaisan di akademi Emerald, Katie menyukai adikku, bisa dibilang amat sangat menyukai Kai, dia adalah wanita yang pantang menyerah dan penuh dengan ambisi, awalnya aku dan Kai merasa sangat terganggu dengan sikap dan kehadirannya di kediaman Count, tapi lama kelamaan kami menerimanya dengan tangan terbuka karena aku sendiri melihat betapa tulusnya perasaannya menyukai Kai, saat itu aku menawarkan sebuah kesepakatan dengannya, aku minta dia membantuku untuk menjadi partner saat aku menghadiri pesta dansa yang mengharuskan aku membawa pasangan, seperti yang kalian tahu aku sama sekali tak tertarik memiliki seorang teman wanita selain Baginda Rubia sampai akhirnya aku merasa kesulitan menjalani aktifitas seorang Count di pergaulan kelas atas, Katie adalah gadis yang paling cocok, namun aku sungguh tak menyangka, ternyata Katie adalah seorang yang sangat terkenal di pergaulan kelas atas, jika aku tahu itu dari awal aku tak akan menjadikannya pasangan pestaku, sampai akhirnya rumor yang beredar menjadi tak terkendali bahkan sampai ketelinga Kaisar, tapi itu bukan hal buruk juga.


Tapi untungnya Katie sama sekali tak goyah dengan berbagai spekulasi orang orang tentang hubungan kami, dia hanya fokus menepati janjinya dan membantuku selama aku mengijinkannya berada disekitar Kaisan yang tertutup dan aku berjanji akan membantunya mendapatkan hati Kaisan. Awalnya Kai sangat terganggu dan sama sekali tak tertarik kepadanya meskipun Katie mengungkapkan perasaannya dengan terang terangan, aku pikir ada sesuatu yang terjadi di antara keduanya di akademi dan aku tak perlu mengetahuinya.


Lama kelamaan aku melihat Kai yang mulai membuka hati kepada Katie, aku pikir ini bukan hal buruk jika pada akhirnya Kai menemukan pasangan yang tulus mencintainya seperti yang Katie tunjukkan selama ini.Karena pada akhirnya aku harus memenuhi tugas dan tanggung jawabku dengan meninggalkan Kai sendirian di rumah besar ini, alangkah lebih baiknya jika ada seseorang yang bisa selalu berada disisinya. 


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2