Sahara In Love

Sahara In Love
S2 (30)


__ADS_3

Keduanya hanya diam juga saling bertatapan tanpa ada yang berniat untuk memulai sebuah percakapan, sibuk dengan fikirannya masing-masing. Setelah berdebat panjang dengan istrinya juga menyadari letak kesalahannya Daffa kembali mengunjungi anaknya dan berniat untuk meminta maaf, tapi sayangnya sejak setengah jam lalu dia hanya diam.


Wajah anaknya masih sedikit pucat dan menantunya bilang bahwa Sahara masih harus di rawat untuk beberapa hari lagi karena anaknya itu hanya makan sedikit selama di rumah sakit. Sejak tadi mata Daffa tidak lepas dari wajah anaknya yang terlihat begitu sayu, tidak ada binar kebahagiaan seperti biasanya.


Harusnya Daffa tau kalau butik itu adalah impian terbesar anaknya, bagaimana bisa dia mau menghancurkan impian itu?


Kesalahan seperti ini hanya terjadi sesekali dan Sahara juga selalu bahkan Arjuna mengatakan bahwa baru tiga hari belakangan ini anaknya kerja hingga lupa waktu. Saat tau alasannya karena sketsa yang terkena tumpahan susu Alana dia jadi merasa bersalah sudah memarahi anaknya habis-habisan.


Selain itu Arjuna juga mengatakan bahwa anaknya sudah mengurangi jam kerjanya bahkan dia sudah sangat jarang ke butik dan memilih untuk melakukan pekerjaannya di rumah. Mengingat semua ucapannya kemarin Daffa semakin merasa bersalah dan setelah helaan nafas terdengar tangan Daffa meraih tangan anaknya yang terlihat mungil.


Saat Sahara menatapnya dia tersenyum penuh arti sambil mengusap tangan itu dengan ibu jarinya.


"Maaf"


Ada raut wajah terkejut ketika Daffa mengatakan hal itu karena tadinya dia fikir Daffa akan kembali memarahinya dan membahas masalah butik yang harus segera di tutup, tapi dugaannya salah.


"Daddy?"


"Maafin Daddy kemarin Daddy terlalu emosi sampai mengatakan hal seperti itu dan membuat Ara menangis setelahnya." Kata Daffa dengan penuh rasa penyesalan


Sahara terdiam, sebenarnya Daffa tidak sepenuhnya salah dia juga salah karena sibuk memikirkan pekerjaan dari pada orang-orang yang mencemaskan keadaannya.


"Daddy jangan minta maaf." Kata Sahara sambil tersenyum


"Daddy hanya kesal dan marah karena kamu membuat Daddy sangat cemas ketika mendengar kabar kalau kamu masuk rumah sakit." Kata Daffa


Sejak dulu Daffa selalu takut tentang Sahara karena anak itu adalah alasan kenapa dia masih berada disini sekarang dan menemukan istrinya.


Seandainya tidak ada Sahara setelah kematian istri pertamanya dulu Daffa pasti akan gila dan menghancurkan dirinya sendiri, tapi berkat Sahara dia berhasil bangkit dan sekarang menemukan kebahagiaannya lagi.


Oleh sebab itu Daffa selalu mencemaskan Sahara bahkan bisa dibilang rasa cemasnya terlalu berlebihan.


"Ara mengerti memang Ara yang salah sudah Daddy jangan minta maaf." Kata Sahara sambil tersenyum


"Daddy buat kamu sedih dan menangis ya?" Kata Daffa sambil menatap anaknya dengan sendu


"Ara menangis karena merasa kalau Daddy jahat dan tidak sayang Ara lagi." Kata Sahara dengan mata yang mulai berkabut


Daffa menghela nafasnya pelan dan mengusap pipi anaknya dengan lembut lalu tersenyum.


"Selamanya Daddy akan selalu sayang sama Ara." Kata Daffa


Tersenyum senang Sahara merasa lega karena Daffa sudah tidak marah lagi dan dia mulai bicara masalah butiknya.


"Kalau Daddy memang mau tutup..."


"Tidak sayang, butik itu akan tetap berjalan." Kata Daffa memotong ucapan anaknya


"Benarkah Daddy?" Tanya Sahara dengan semangat


"Hmm dengan beberapa syarat yang harus Ara turuti." Kata Daffa


"Apa syaratnya Daddy? Ara janji akan menurut." Kata Sahara dengan semangat


Melihat hal itu Daffa tersenyum senang dia mengusap puncak kepala anaknya dengan sayang sebelum bucara dan menyebutkan syarat yang dia ajukan.


"Syarat pertama harus makan tepat waktu dan tidur yang cukup"


"Setuju"


"Kedua tidak boleh begadang atau lembur lagi"


"Setuju"


"Ketiga harus sering main ke rumah sama cucu-cucu Daddy"


"Emm setuju juga"


"Terakhir maafkan Daddy"


"Daddy tidak salah dan baiklah Ara setuju sama semua syaratnya." Kata Sahara dengan penuh semangat


Daffa tersenyum mendengarnya, dia bahagia melihat anaknya tersenyum dan ceria.


Sangat ingin bermanja Sahara merentangkan kedua tangannya dan mengatakan sesuatu dengan senyum manisnya yang membuat Daffa ikut tersenyum.


"Emm peluk?"


Berdiri dari duduknya Daffa mendekat dan memeluk anaknya dengan sayang membuat Sahara tersenyum senang, Daddy nya sudah tidak marah lagi.


"Ara sayang Daddy sayang pake banget banget." Kata Sahara membuat Daffa tertawa ketika mendengarnya

__ADS_1


"Daddy juga sayang sama anak Daddy yang manja ini." Kata Daffa


Dari luar ruangan Fahisa memperhatikan mereka dengan senyum manisnya, bahagia sekali melihat mereka berbaikan.


"Oma ayo macuk"


Suara cucunya membuat Fahisa tersenyum lalu membuka pintu lebih lebar dan membuat keduanya melepaskan pelukan. Melihat Alana yang berjalan mendekat Daffa langsung tersenyum dan merunduk membuat cucunya itu langsung melompat ke dalam pelukannya.


"Dari mana hmm?" Tanya Daffa sambil menciumi pipi anaknya dengan gemas


"Beli jajan cama Oma." Kata Alana sambil tersenyum menggemaskan


"Kenapa Opa tidak di ajak?" Tanya Daffa dengan wajah cemberutnya


"Nanti Mami cendilian kalau Opa ikut." Kata Alana


"Benar juga cucu Opa pintar sekali." Kata Daffa


Alana tersenyum dan minta untuk diturunkan karena dia mau menghampiri Sahara dengan dibantu Daffa anak itu sudah berada di atas ranjang.


"Mami kapan pulang? Ana mau tidul cama Mami." Kata Alana dengan wajah sedihnya


"Sebentar lagi sayang jangan sedih ya?" Kata Sahara membuat Alana hanya bisa mengangguk lesu


Dia rindu Sahara yang selalu menemaninya tidur lalu membangunkan setiap pagi dan makan bersama-sama.


"Jangan sedih dong nanti kalau Mami sudah sembuh kita jalan-jalan hmm?" Kata Sahara


Alana mendongak dan menatapnya dengan penuh semangat.


"Janji ya?" Kata Alana sambil mengangkat jari kelingkingnya


Tersenyum senang Sahara menautkan jari tangannya dengan jari mungil Alana.


"Opa mau tulunnn"


Mendengar hal itu Daffa langsung menggendong cucunya dan menurunkannya.


"Vano sama Vina mana?" Tanya Sahara


"Pulang kuliah mereka akan datang." Kata Fahisa membuat Sahara mengangguk faham


Saat merasa tenggorokannya kering Sahara meminta untuk diambilkan minum yang langsung diambilkan oleh Fahisa. Setelah selesai Fahisa kembali meletakkan minumnya di meja lalu menatap wajah anaknya yang sudah tidak sepucat kemarin.


"Daddy jangan dikasih hp terus tidak baik untuk matanya." Kata Sahara


"Biarkan saja sayang dia hanya main game." Kata Daffa


"Iya Daddy, tapi Ana tidak akan mau berhenti kalau sudah bermain game." Kata Sahara sambil menghela nafasnya pelan


"Pasti mau sayang kita ajak dia jalan-jalan dan Ana kecil ini akan menyerahkan ponselnya." Kata Daffa dengan bangganya


Akhirnya Sahara hanya diam dan membiarkan Daddy nya melakukan apa yang dia suka. Sambil menemani cucunya bermain game Daffa juga mengajaknya mengobrol dan sesekali mencium puncak kepala Alana yang duduk dipangkuannya.


"Mommy aku ngantuk." Kata Sahara manja


"Yasudah tidur saja." Kata Fahisa sambil mengusap puncak kepalanya dengan sayang


"Mas Juna kesininya nanti sore?" Tanya Sahara


"Iya katanya ada beberapa hal yang harus dia selesaikan." Kata Fahisa membuat anaknya mengangguk faham


Sahara tersenyum lalu membawa tangan Fahisa ke pipinya membuat wanita paruh baya itu tersenyum dan mengusapnya dengan sayang.


"Manja sekali anak Mommy hmm?" Kata Fahisa sambil tersenyum manis


"Hmm semua orang juga bilang gitu." Kata Sahara sambil tertawa kecil


"Tidur ya? Biar cepet sembuh jangan sakit lagi." Kata Fahisa dengan lembut


Sahara hanya begumam pelan dan memejamkan matanya ketika Fahisa mengusap pipinya dengan sayang.


Dengan ditemani kedua orang tuanya Sahara tertidur dengan lelap.


¤¤¤


Setelah tiga hari mendapat perawatan akhirnya Sahara sudah boleh pulang dan beristirahat di rumah dan tentu saja hal itu membuat anak-anaknya berseru senang karena Mami nya akan segera pulang ke rumah. Selama Sahara tidak ada anak-anaknya terus mengeluh dan merengek pada Arjuna untuk membawa Sahara pulang karena mereka merindukan Mami nya yang cerewet.


Saat menjemput Sahara anak-anaknya ikut dan sepanjang perjalanan pulang mereka terus mengajak Sahara mengobrol membuat wanita itu tersenyum senang. Rasanya menyenangkan mengetahui kalau anak-anaknya merindukan dia di rumah padahal mereka sering protes kalau Sahara banyak melarang.


"Angga tidak pernah main lagi karena Mami tidak ada jadi Angga cuman di rumah main ps." Kata Airlangga sambil menunjukkan senyuman manisnya

__ADS_1


"Anaa juga di lumah Ana main game belbi pakai hp Mami." Kata Alana tidak mau kalah


"Sekolahnya bagaimana hmm?" Tanya Sahara


"Angga sekolah terus dan di kelas Angga dapat nilai seratus." Kata Airlangga bangga


"Anaa juga Ana juga." Kata Alana yang tetap tidak mau kalah


"Ana jangan ikut-ikutan Kakak terus." Kata Airlangga


"Ana tidak ikut-ikut Kakak!" Kata Alana galak


Sahara tertawa melihat perdebatan anak-anaknya dan dia langsung membawa kedua anak itu ke dalam pelukannya.


Dia dan anak-anaknya memang duduk di belakang sedangkan Arjuna di depan bersama dengan Pak Mun yang sedang mengemudi.


"Mami cudah cembuh kan? Belalti kita jalan-jalan ya?" Kata Alana sambil tersenyum manis


"Hmm besok kita jalan -jalan." Kata Sahara membuat Alana berseru senang dan memeluknya


"Angga juga mau." Kata Airlangga


"Iya nanti sama Angga juga." Kata Sahara


Arjuna memperhatikan mereka dengan senyuman, lucu sekali anak-anaknya kalau sudah bersama sang istri beda cerita kalau sedang bersamanya.


Saat sedang bersama Arjuna kedua anaknya itu lebih banyak membuat ribut dan merengek, sedangkan kalau bersama istrinya mereka terlihat tenang dan akur.


"Kamu mau makan apa Ra?" Tanya Arjuna


"Emm sup?" Kata Sahara


Arjuna mengangguk faham dia akan membuatkan untuk istrinya nanti.


"Mami Mami tau tidak? Kemalin Kakak Angga belantem sama Kakak William." Kata Alana membuat Airlangga melotot padanya


Mendengar hal itu Sahara langsung menatap anak laki-lakinya dengan mata memicing.


"Benar sayang?" Tanya Sahara


"Benal Mami kemalin meleka belantem." Kata Alana membuat Airlangga merasa kesal dan mencubitnya pelan


"CAKIT!"


"Airlangga kenapa malah cubit adiknya?" Tanya Sahara dengan wajah galaknya


"Mama Kakak nakal! Cekalang Kakak nakal!" Rengek Alana


"Kamu yang nakal." Kata Airlangga


Alana melotot dan memukul pelan lengan Kakaknya.


Mereka malah saling memukul membuat Sahara menghela nafasnya pelan.


"Hey kenapa malah berantem? Mami baru sembuh." Tegur Arjuna


Berhenti untuk saling memukul Alana langsung memeluk Sahara dan menenggelamkan wajahnya di dada Sahara dengan bibir mengerucut sebal.


"Bukan Angga yang mulai Mami, tapi sekarang Angga dan William sudah berbaikan kok." Kata Airlangga dengan wajah menunduk karena takut di marah


Sahara tersenyum dan mengusap puncak kepalanya dengan sayang.


"Sudah bermaafan?" Tanya Sahara


"Sudah Mami"


"Jangan cubit adiknya lagi ya?" Kata Sahara penuh peringatan


Airlangga kembali menganggukkan kepalanya.


"Ana maaf ya?"


Senyum Alana mengembang dan dia menganggukkan kepalanya sambil menyodorkan jari kelingkingnya.


"Janji jangan cubit lagi?"


Airlangga tersenyum dan menautkan jarinya dengan milik adik kecilnya yang menggemaskan.


"Janji"


Lega rasanya bisa kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarga kecilnya.

__ADS_1


¤¤¤


__ADS_2