Sahara In Love

Sahara In Love
11 : Sebuah rencana


__ADS_3

Acara reuni telah usai sejak lima menit yang lalu dan sekarang Sahara sedang bersama Kevin di dalam mobil pria itu yang sedang melaju menuju rumahnya. Saat Kevin ingin mengajaknya untuk mampir ke tempat lain Sahara menolak dengan alasan bahwa dia sudah mengantuk dan ingin pulang yang akhirnya Kevin turuti.


Selama perjalanan keduanya masih diam padahal tadi Kevin mengatakan bahwa dia ingin bicara, tapi tidak masalah Sahara juga tidak ingin berbicara dengannya karena yang ada difikirannya sekarang adalah Arjuna. Rasa takut kembali datang ketika dia membayangkan Anjani yang dijemput Arjuna lalu mengatakan bahwa dia pulang bersama Kevin dan besoknya Arjuna akan mendiaminya.


Astaga kenapa dia bisa berfikir begitu?


Padahal Sahara sangat tau bahwa Arjuna bukan orang seperti itu, tapi tetap saja dia takut.


"Ra"


Merasa terpanggil Sahara mendongak lalu bergumam pelan sebagai jawaban.


"Hmm"


"Kenapa diam saja? Biasanya kamu selalu berisik kalau kita lagi berdua." Kata Kevin dengan suara lembutnya


"Kan tadi katanya kamu yang mau bicara makanya aku diam, tapi dari tadi kamu diam aja." Kata Sahara membuat Kevin tertawa kecil ketika mendengarnya


"Aku mau minta maaf Ra." Kata Kevin


Kali ini Sahara menatap ke arah Kevin yang sedang fokus ke jalan entah kenapa dia merasa hatinya menghangat ketika mendengar perkataan itu keluar.


"Maaf untuk apa?" Tanya Sahara


"Semuanya, maaf karena kita tidak punya hubungan yang pasti waktu itu, maaf karena ninggalin kamu, dan maaf karena tidak pernah kasih kamu kabar selama aku di Belanda." Kata Kevin sambil menolehkan kepalanya sekilas ke arah Sahara


Tersenyum manis Sahara selalu menunggu kata-kata itu keluar dari bibir pria disampingnya, dia senang ketika mendengarnya.


"Hmm aku maafkan." Kata Sahara membuat senyuman Kevin terbentuk dengan sempurna


"Ra, kita masih bisa seperti dulu lagi tidak? Aku janji tidak akan membuat kamu sedih dan kecewa lagi." Kata Kevin


Terdiam di tempatnya Sahara bingung harus menjawab apa karena dihatinya sudah ada Arjuna sekarang dan dia sudah janji dengan dirinya sendiri bahwa hatinya hanya akan dimiliki oleh Arjuna, tidak boleh ada lagi yang lainnya.


Meskipun itu Kevin.


Hingga akhirnya setelah terdiam cukup lama Sahara menggelengkan kepalanya pelan dan mengatakan hal yang membuat Kevin tersenyum paksa.


"Tidak bisa aku sudah punya seseorang yang aku cintai"


Arjuna


Nama itu yang terlintas di fikirannya sekarang karena sejak dulu Arjuna masih menjadi musuhnya, tapi bedanya dulu Sahara mencintainya dan sekarang keadaan sudah berbalik.


Arjuna telah merebut Sahara darinya dan Kevin tidak bisa menerima semuanya.


'Lo gak tau aja Vin si Arjuna itu selalu ada disamping Sahara kemana-mana pasti sama Arjuna bahkan tadi dia diantar sama Arjuna'


Sial! Dia fikir Sahara tidak akan pernah melupakannya.


Tapi, dugaannya salah dan semua itu terjadi karena Arjuna.


"Kalau gitu kita bisa jadi teman baik kan Ra? Jangan jauhi aku kayak tadi ya?" Kata Kevin berusaha meredakan emosinya

__ADS_1


Berbanding terbalik dengan Sahara yang sama sekali tidak menyadari perubahan wajah Kevin sekarang dia malah tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja kita akan tetap menjadi teman baik"


Oke, kita akan mulai dari awal lagi.


Setelahnya perjalanan mereka diiringi dengan percakapan tentang banyak hal dan kali ini Sahara merasa seperti biasa lagi. Semua obrolan itu membuat perjalanan tidak terasa hingga tanpa sadar mereka sudah berhenti di rumah besar Sahara.


"Sudah sampai, terima kasih ya Vin." Kata Sahara sambik tersenyum manis


Senyuman Sahara masih sama selalu berhasil membuat jantungnya berdebar tidak karuan.


"Langsung tidur ya Ra? Aku langsung pulang karena sudah terlalu larut." Kata Kevin yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Sahara


"Hati-hati dijalan ya Vin"


Setelah mengatakan hal itu Sahara keluar dari mobil dan melambaikan tangannya lalu melangkahkan kakinya ke dalam rumah.


Menatap punggung Sahara hingga menghilang dibalik pintu barulah Kevin melajukan mobilnya meninggalkan rumah besar itu dengan senyuman penuh arti miliknya.


Saat memasuki rumah seperti biasanya Sahara disambut dengan Fahisa yang menunggu dia pulang. Hal seperti itu sudah lama terjadi bahkan ketika dia masih kuliah dan ikut organisasi di kampus Fahisa selalu menunggunya sampai pulang ke rumah.


Lalu memeluknya dan mengatakan hal yang sama.


"Kenapa baru pulang?" Tanya Fahisa


"Acaranya memang baru selesai Mommy." Kata Sahara


"Kenapa tidak minta jemput hmm? Pulang sama Juna ya?" Tanya Fahisa yang langsung dijawab dengan gelengan kepala oleh anaknya


"Sama Kevin." Kata Sahara pelan


Mendengar nama itu raut wajah Fahisa berubah dan Sahara dapat melihatnya dengan jelas, tapi dengan segera Sahara langsung menjelaskan.


"Tadi pulang sama dia karena katanya dia mau bicara." Kata Sahara membuat Fahisa mengangguk faham


"Yasudah sekarang Ara ke kamar tidur sudah malam." Kata Fahisa


Setelahnya Sahara pergi ke kamar dan langsung ke kamar mandi untuk menghapus make up serta mengganti pakaian lalu merebahkan tubuhnya di ranjang sambil memainkan ponselnya. Berkali-kali menatap room chat nya dengan Arjuna dia menghela nafasnya panjang karena pria itu masih belum membuka pesan yang dia kirim.


Berkali-kali Sahara mencoba untuk tidur, tapi tidak bisa dia terus menatap ponselnya dan berharap Arjuna akan membalas pesannya atau menelponnya.


Apa Arjuna marah karena dia tidak pulang bersamanya?


Merasa frustasi karena tidak bisa tidur dan terus memikirkan banyak hal akhirnya Sahara memutuskan untuk menelpon Arjuna, tapi sampai dua kali dia menelpon panggilannya tidak diangkat.


Rasanya sedih karena biasanya Arjuna selalu membalas atau mengangkat telponnya dengan cepat, tapi sekarang pria itu tidak membalas ataupun mengangkat telponnya.


Menghela nafasnya pelan Sahara berusaha memejamkan matanya.


Namun, baru beberapa menit ponselnya bergetar membuat mata Sahara kembali terbuka dan senyumnya langsung terbentuk begitu melihat nama Arjuna disana.


"Kakak! Kenapa tidak balas pesan Ara? Kenapa tidak angkat telponnya?" Tanya Sahara tanpa jeda

__ADS_1


'Aku habis dari kamar mandi Ra baru sampai rumah'


Menghela nafasnya lega Sahara kira Arjuna marah padanya, dia takut kalau Arjuna pegi menjauhinya.


"Kakak sudah mau tidur ya?" Tanya Sahara


'Belum ngantuk Ra, kamu kenapa nelpon? Gak bisa tidur ya?'


"Emm kepikiran Kakak jadinya tidak bisa tidur." Kata Sahara yang tanpa dia sadari membuat Arjuna membeku disebrang sana


Cukup lama Sahara tidak mendapat balasan apapun dan membuat wanita itu berfikir kalau Arjuna telah mematikan panggilannya, tapi saat dia lihat panggilannya masih tersambung kok.


'Ra jangan bilang gitu lagi aku bisa serangan jantung'


Mendengar hal itu Sahara tertawa membuat Arjuna yang mendengarnya tersenyum senang, tapi benar dia sangat terkejut ketika mendengar perkataan Sahara tadi.


"Ish Kakak ini ada-ada saja, tapi aku serius aku kepikiran Kakak takut Kakak marah." Kata Sahara


'Marah? Marah kenapa?'


"Karena pulang sama Kevin tadi Kakak suruh aku supaya jangan dekat-dekat sama dia, tapi tadi Ara malah pulang sama dia." Kata Sahara membuat Arjuna tersenyum penuh arti disebrang sana


Dia senang saat tau Sahara mencemaskannya itu berarti Sahara juga mencintainya dan keputusannya sudah bulat dia akan menyatakan cintanya besok.


"Kak aku pulang sama dia karena katanya dia mau bicara." Kata Sahara lagi


'Aku tidak marah Ra'


"Huftt kalau gitu Ara sudah lega." Kata Sahara sambil menghela nafasnya


'Ra besok kamu sibuk?'


Mendengar pertanyaan itu senyum Sahara langsung mengembang, kalau sudah begini Arjuna pasti akan mengajaknya jalan-jalan.


"Tidak juga memang kenapa?" Tanya Sahara


'Mau ajak kamu keluar'


"Kemanaaa?" Tanya Sahara dengan penuh semangat


'Pantai, tapi kalau kamu sibuk....'


Dengan cepat Sahara memotong perkataan Arjuna.


"Tidak! Besok Ara tidak sibuk! Ayo kita ke pantai besok Ara akan libur kerja saja." Kata Sahara antusias


Disana Arjuna tersenyum dengan begitu lebarnya ternyata benar kata Anjani kalau Sahara sangat menyukai pantai.


'Baiklah aku akan susul kamu besok'


Diwaktu yang bersamaan, tapi ditempat yang berbeda keduanya tersenyum dengan penuh kebahagiaan.


Besok Arjuna akan membuat Sahara menjadi miliknya.

__ADS_1


Mereka akan memulai sebuah hubungan yang baru.


__ADS_2