Sahara In Love

Sahara In Love
50 : Kenakalan Arjuna


__ADS_3

Senja memang sesuatu yang indah, tapi di mata Arjuna wajah istrinya yang sedang tersenyum terlihat lebih indah dari apapun. Selalu begitu setiap kali melihat matahari terbenam senyuman Sahara akan mengembang dengan mata teduh yang menatap lurus ke depan dan Arjuna suka melihatnya.


Mungkin itu salah satu alasan kenapa dia memilih untuk mengajak Sahara ke pantai di hari pertama pernikahan mereka, dia ingin melihat kecantikan istrinya di balik keindahan senja yang menemani mereka. Mata indah Sahara akan menatap lurus ke depan sampai kegelapan datang dan ketika langit mulai menggelap dia akan menoleh lalu dengan senyuman mengajak Arjuna untuk pulang.


Dengan senyuman manis digenggamnya tangan sang istri lalu bersama-sama kedunya kembali ke resort dimana mereka akan bermalam. Selama melangkahkan kakinya Arjuna sesekali menoleh untuk menatap Sahara yang sampai sekarang masih menyunggingkan sebuah senyuman, terlihat begitu manis.


"Ra"


Sahara menoleh dan menatap sang suami dengan senyuman.


"Hmm"


"Aku sudah pernah bilang belum kalau kamu itu cantik?" Tanya Arjuna membuat Sahara tertawa ketika mendengarnya


"Sudah sering Ara sampai bosan dengarnya." Canda Sahara


Ikut tertawa Arjuna menarik Sahara agar lebih dekat dengannya, merangkul wanita itu dengan penuh kelembutan.


Malam ini dia sudah menyiapkan banyak hal untuk Sahara, kejutan yang akan membuat istrinya bahagia.


"Ara lapar Kak." Kata Sahara


"Habis ini kita mandi setelah itu baru makan malam." Kata Arjuna


"Emm lalu kejutan untuk Ara mana?" Tanya Sahara sambil mendongak dan menatap suaminya dengan penasaran


"Nanti Ra setelah makan malam." Kata Arjuna membuat istrinya mengerucutkan bibir karena kesal


"Kenapa tidak sekarang aja Kak?" Tanya Sahara


"Kamu penasaran sekali ya?" Tanya Arjuna yang langsung dijawab dengan anggukan oleh Sahara


Dia suka kejutan dan karena Arjuna mengatakan bahwa dia akan diberikan sebuah kejutan Sahara jadi sangat penasaran, dia tidak sabar mendapatkan kejutan yang telah disiapkan oleh suaminya.


"Bersabarlah Ra sebentar lagi kamu akan mendapat kejutanmu." Kata Arjuna sambil tersenyum


"Hmm baiklah baiklah Ara akan sabar, tapi awas ya kalau Ara tidak suka kejutannya." Kata Sahara dengan memasang wajah penuh ancaman yang malah terlihat lucu di mata suaminya


"Kalau kamu suka berikan aku hadiah, setuju?" Kata Arjuna


Sahara mendongak dan menatap wajah suaminya sekilas lalu mengangguk setuju.


"Setuju!"


Baiklah sekarang Arjuna harus memikirkan hadiah apa yang akan dia minta kepada istrinya.


Saat sampai di resort Sahara langsung merebahkan dirinya di ranjang, dia ingin beristirahat sejenak dan meminta Arjuna untuk mandi lebih dulu. Namun, bukannya pergi ke kamar mandi Arjuna malah duduk disebelahnya dan mengatakan hal yang membuat Sahara memukulnya karena kesal.


"Bagaimana kalau kita mandi bersama saja?" Tawar Arjuna dengan wajah yang begitu menyebalkan di mata Sahara


"Kak Juna! Mulutnya sekarang mesum banget sih!" Kata Sahara kesal


Tertawa kecil Arjuna mendekatkan wajahnya lalu mengecup singkat bibir istrinya dan berbisik.


"Sekarang kan sudah menikah, jadi gak papa kan?"


Membulatkan matanya dengan jantung yang berdetak sangat cepat Sahara terlihat begitu lucu, tapi Arjuna dibuat meringis kesakitan kala istrinya mencubit kuat pipinya.


"Gak boleh!" Kata Sahara galak


Cukup lama Sahara mencubit pipinya dan ketika sudah terlepas dia menatap Arjuna dengan sebal, setelah menikah pria itu jadi sangat mesum Sahara kesal.


"Ara gak mau mandi sama Kak Juna! Sana mandi sendirian." Kata Sahara


"Gak mau Ra nanti aja sama kamu." Kata Arjuna yang masih belum puas mengganggu istrinya


"Kak Juna! Sana mandi duluan." Kata Sahara lagi


Menggelengkan kepalanya pelan Arjuna benar-benar membuat Sahara kesal bukan main.


"Yaudah Ara duluan!" Kata Sahara ketus


Berdiri dari tidurnya dengan kesal Sahara mengambil handuk lalu berjalan menuju kamar mandi, tapi ketika dia baru saja masuk Arjuna mendorongnya pelan dan ikut masuk ke kamar mandi.


Ceklek


Pintu kamar mandi Arjuna tutup tanpa permisi kemudian dia berbalik dan menatap Sahara dengan wajah tanpa dosa.

__ADS_1


"Ayo mandi"


Sahara benar-benar akan memukul kepalanya pakai gayung.


¤¤¤¤


Kekehan kecil terdengar ketika Sahara keluar dari dalam kamar mandi lengkap dengan pakaian yang sudah dia pakai. Tidak, mereka tidak jadi mandi bersama karena Sahara menolak dan mengancam akan mogok bicara serta tidak mau pergi bulan madu, jadi Arjuna mengalah dan membiarkan istrinya keluar.


Saat mendengar kekehan itu Sahara langsung menatap sengit suaminya, dia masih sangat kesal dan marah kalian harus tau. Bukan hanya karena mandi, tapi ada hal lain yang membuatnya sangat kesal.


'Ra nanti malam pakai baju yang diberikan Anjani kepada kamu ya?'


Kalian mau tau baju apa itu?


Anjani, teman baiknya itu memang sangat baik hingga menghadiahkan sebuah lingerie di hari pernikahan mereka.


Dan tau sialnya lagi apa?


Saat Sahara membuka hadiah itu ada Arjuna disampingnya dan suaminya itu tersenyum miring sambil menatapnya, dia benar-benar kesal.


'Sepertinya bagus kalau kamu pakai, pasti terlihat seksi Ra'


Kalau kalian mau tau Sahara langsung melempar wajah Arjuna dengan bantal sangking kesalnya.


Dan sekarang pria itu kembali menggodanya dengan lingerie dari Anjani yang sudah dia jauhkan, tapi malah di masukkan ke dalam koper oleh Arjuna tanpa sepengetahuan Sahara.


Catat ya dia sangat kesal!


"Apa liat-liat?!" Kata Sahara ketus


Tertawa kecil Arjuna menghampiri istrinya dan memeluk wanita itu dari belakang, dia suka mengganggu Sahara.


"Lucu banget istri aku kalau lagi ngambek." Kata Arjuna membuat Sahara mengerucutkan bibirnya kesal


"Malas ahh sama Kak Juna mah gangguin Ara terus, kan malu." Kata Sahara dengan manja


"Iya maaf jangan ngambek lagi katanya penasaran sama kejutan dari aku." Kata Arjuna


Melepaskan pelukannya Sahara langsung menatap Arjuna dengan penasaran.


"Iya tidak sekarang mana kejutan untuk Ara?" Tanya Sahara antusias


Mengangguk cepat Sahara langsung menuju meja rias dan merapihkan rambutnya. Sebelumnya Sahara ingin mengikat rambutnya, tapi Arjuna langsung melarang dan membuat Sahara hanya bisa patuh.


Selesai bersiap Sahara langsung menghampiri Arjuna dan setelah itu keduanya berjalan keluar menuju tempat yang pastinya akan sangat Sahara sukai. Tempatnya tidak terlalu jauh dari resort dan ketika sampai Sahara sangat senang melihat tempat yang sudah suaminya siapkan.


Sepertinya Arjuna sudah merancang makan malam romantis dengannya dan hal itu berhasil.


Tempat ini begitu indah dengan suasana pantai yang begitu terasa, ada lilin-lilin di meja dan kelopak-kelopak mawar yang tersusun indah di lantai.


"Ayo Ra"


Menuntun Sahara ke meja yang berada di sudut Arjuna sudah menyiapkan kejutan yang lainnya untuk sang istri.


Setelah keduanya duduk dan saling berhadapan Sahara tersenyum dengan begitu lebar apalagi Arjuna menatapnya dengan mata teduhnya.


Tidak lama setelahnya beberapa pelayan datang dan mengisi meja dengan berbagai hidangan yang sudah Arjuna pesan, beberapa diantaranya adalah makanan kesukaan Sahara.


Arjuna sangat tau semua hal yang dia sukai.


Baru beberapa saat dikejutkan Sahara kembali dia buat terkejut dengan beberapa orang yang datang dan mulai memainkan musik dengan alat musik yang mereka bawa.


Senyum Sahara semakin terlihat, dia suka sekali dengan kejutan ini.


Makan malam dengan diiringi musik indah yang mengalun.


Arjuna benar-benar tau segala hal yang membuatnya bahagia.


"Aku harap kamu suka Ra." Kata Arjuna


"Ara suka, sangat terima kasih Kak." Kata Sahara dengan senyum manisnya


"Aku mau mengatakan sesuatu dan kali ini bukan lewat surat, tapi lewat bibirku sendiri." Kata Arjuna membuat Sahara tersenyum mendengarnya


Dia ingat kalau Arjuna sering kali mengirim surat kalau ingin mengatakn sesuatu kepadanya, lucu sekali.


Dia selalu bilang kalau bicara di hadapannya, dia akan gugup dan tak tau mau mengatakan apa.

__ADS_1


"Hmm katakan"


"Kita pertama kali bertemu karena Anjani dan sejak pertemuan itu aku terus memikirkan kamu Ra, berharap bahwa aku akan bisa melihat kamu besok dan seterusnya,"


Arjuna mengatakannya sambil menatap Sahara dengan dalam.


"Dulu aku sempat berfikir kalau perasaan ini hanya cinta monyet yang akan pudar seiring berjalannya waktu, tapi ternyata aku salah Ra karena bukan memudar setiap hari perasaan ini malah semakin dalam,"


Menarik nafasnya cukup panjang Arjuna mengatakan sesuatu yang membuat pipi Sahara merona.


"Setiap hari aku malah semakin mencintai kamu Ra"


Setelah mengatakan hal itu Arjuna meraih tangan Sahara dan mengusap tangan mungil serta cincin pernikahan mereka yang melingkar indah di jari manis Sahara.


"Aku tidak bisa menjelaskan bagaimana bahagianya aku ketika bisa melingkarkan cincin ini di jari manis kamu Ra, pernikahan kita adalah mimpi aku sejak aku menyadari bahwa aku begitu mencintai kamu." Kata Arjuna


Sahara tersenyum dan menatap Arjuna dengan begitu dalam, dia dapat melihat ketulusan di tatapan mata suaminya.


Tatapan teduh yang menghanyutkan.


"Ara juga bahagia"


Keduanya saling melemparkan senyuman manis yang menenangkan.


Semua kekesalan Sahara menghilang begitu saja.


Dia sangat beruntung bisa mendapatkan Arjuna yang mencintainya dengan sedalam ini.


¤¤¤¤


Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam dan sepasang suami istri itu masih belum tertidur, mereka habis bercerita tentang banyak hal hingga tidak sadar kalau waktu sudah hampir larut malam. Keduanya berpelukan dengan posisi saling berhadapan dan berbaring di atas ranjang, saling tersenyum juga bertatapan.


Tangan Arjuna kini terulur untuk membelai wajah istrinya, mengusap lembut pipi Sahara. Mata Sahara terpejam merasakan sentuhan penuh kelembutan di pipinya.


"Sudah kefikiran mau bulan madu kemana?" Tanya Arjuna membuat mata indah Sahara terbuka


Menggelengkan kepalanya pelan Sahara mengatakan bahwa Arjuna saja yang menentukan.


"Hmm terserah Kakak saja." Kata Sahara


"Bagaimana kalau lombok? Atau Bali?" Tanya Arjuna memberikan pilihan


"Dua-duanya boleh terserah Kak Juna." Kata Sahara


"Jangan terserah kamu harus menentukan." Kata Arjuna membuat Sahara menghela nafasnya pelan


"Iya nanti Ara fikirkan dulu." Kata Sahara


Tersenyum senang Arjuna mengatakan hal yang membuat Sahara berfikir maksudnya.


"Mau pemanasan?" Tawar Arjuna


"Pemanasan apa?" Tanya Sahara dengan kening berkerut


"Pemanasan untuk membuat baby"


Bisikan itu membuat Sahara merinding, tapi belum sempat protes sebuah ciuman sudah membungkamnya.


Arjuna menciumnya dengan sangat lembut dan Sahara berusaha untuk membalasnya, tapi Arjuna sangat menggebu hingga membuatnya hampir kehabisan nafas.


Mendorong pelan dada suaminya Sahara terengah karena kehabisan nafas, tapi belum sempat menghirup udara dia kembali menahan nafasnya kala bibir Arjuna mendarat di leher jenjangnya.


"Kak"


Sahara merasakan sensasi aneh yang tidak pernah dia rasakan apalagi ketika Arjuna menggigitnya disana dan membuat Sahara bersuara.


"Ahh sakitt"


Tidak berhenti di satu titik Arjuna kembali berpindah di sisi lain lehernya dan membuat Sahara merasa hampir kehilangan nafas karena dia selalu menahan nafasnya setiap bibir Arjuna mendarat di lehernya.


Sial, begini saja dia sudah jantungan apalagi kalau lebih dari ini.


Dia bisa gila.


¤¤¤¤


Nakal banget Arjunaaa😈

__ADS_1


Nantikan kelanjutannya yaa😂


__ADS_2