Sahara In Love

Sahara In Love
S2 (32)


__ADS_3

Mata indah Sahara menatap anaknya yang masih tertidur lelap dengan sendu dan cemas ketika mendengar anaknya jatuh dari tangga Sahara langsung panik begitu juga dengan suaminya, tapi ketika mertuanya mengatakan bahwa pergelangan tangan anaknya sudah diurut karena terkilir dia sedikit lega. Sekarang mereka sudah pulang ke rumah dan Alana yang biasanya cerewet itu hanya diam sambil memeluk Sahara lalu kembali tertidur membuat kedua orang tuanya merasa sedih.


Sama halnya dengan mereka Airlangga juga merasa sangat sedih dia juga enggan mengeluarkan suaranya karena takut dimarahi, meskipun orang tuanya sudah tau, tapi mereka tidak mengatakan apapun hanya tersenyum ke arahnya saja. Saat ini Airlangga masih belum masuk ke dalam kamarnya dia berdiam diri di ruang keluarga dengan layar tv menyala menayangkan film kartun kesukaan adiknya.


Tadi siang Airlangga mengganggu Alana yang sedang bermain boneka lalu meledek adiknya dengan mengatakan kalau adik mereka laki-laki dan Alana langsung cemberut lalu memukulnya. Sebelumnya mereka saling memukul dengan boneka sampai akhirnya Alana yang merasa sangat kesal langsung berlari keluar dan berakhir dengan terjatuh.


"Angga"


Suara lembut Sahara terdengar membuat Airlangga mendongak dan menatapnya dengan sendu. Melihat hal itu Sahara tersenyum dan langsung menghampirinya lalu membawa anak itu ke dalam pelukannya.


"Kenapa belum tidur hmm?" Tanya Sahara lembut


"Belum ngantuk Angga mau nonton tv dulu." Kata Airlangga lesu


"Angga yang nonton tv atau tv yang nonton Angga melamun?" Tanya Sahara sambil bercanda


Airlangga mendongak dan menatap Sahara dengan sedih.


"Ana masih sakit ya Mami?" Tanya Airlangga takut


"Hm hanya sedikit besok pasti sembuh, jangan cemas sayang." Kata Sahara sambul mengusap kepala anaknya dengan sayang


"Mami marah gak sama Angga? Tadi Ana jatuh karena Angga." Kata Airlangga takut


"Tidak sayang kamu melakukannya dengan tidak sengaja, kamu juga gak mau kan kalau Ana sampai jatuh dan sakit?" Kata Sahara


Airlangga langsung menganggukkan kepalanya membuat Sahara tersenyum melihatnya.


"Ana pasti marah sama Angga nanti dia gak mau main sama Angga lagi." Kata Airlangga sedih


"Tidak dong Ana kan paling senang kalau main sama Angga, dia bicara begitu karena lagi marah." Kata Sahara


"Berarti Ana gak marah kan Mami?" Tanya Airlangga penuh harap


Sahara tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


"Tidak, tapi besok Angga minta maaf sama Ana ya?" Kata Sahara yang langsung dijawab dengan anggukan oleh anaknya


Tersenyum senang Sahara mencium puncak kepala anaknya dengan sayang dan mengajak Airlangga untuk pergi ke kamar.


"Nah sekarang Angga tidur besok harus sekolah." Kata Sahara


Kembali mengangguk Airlangga membiarkan tangannya digenggam dengan tangan lembut Sahara dan bersama-sama mereka berjalan keluar dari kamar. Sampai di kamar anak-anak ternyata ada Arjuna yang sedang menemani anaknya lalu suaminya itu menoleh ketika melihat anak dan istrinya yang datang bersama-sama.


Menghampiri keduanya Arjuna langsung menunduk dan memeluk Airlangga membuat anaknya tersenyum senang.


"Mau tidur ya?" Tanya Arjuna


Airlangga mengangguk singkat sambil membalas pelukannya.


"Papi marah sama Angga ya? Ana tadi jatuh karena Angga." Kata Airlangga lagi


Melepaskan pelukannya Arjuna menatapnya anak dengan galak dan mengatakan hal yang membuat wajah Airlangga langsung murung.


"Iya Papi marah sekali sama Angga." Kata Arjuna


"Mas"


Arjuna mengabaikan suara istrinya dan fokus pada Airlangga yang sekarang menundukkan kepalanya karena takut.


"Angga minta maaf." Kata Airlangga pelan


"Karena Papi sedang marah sekarang Angga harus segera tidur dan menjaga adiknya dengan baik, oke?" Kata Arjuna


Airlangga mendongak dan langsung menganggukkan kepalanya.


"Jangan marahin Angga Papi." Kata Airlangga takut


Arjuna tersenyum dan mencium puncak kepalanya lama.


"Tidak, sekarang Angga tidur atau Papi akan marah." Kata Arjuna


Mengangguk cepat Airlangga langsung berlari dan pergi ke samping Alana lalu merebahkan dirinya disana membuat Sahara tersenyum melihat mereka berdua. Sebelum pergi Sahara menarik selimut untuk menutup tubuh Airlangga lalu mengusap sayang puncak kepalanya.

__ADS_1


"Kalau ada apa-apa panggil Mami ya?" Kata Sahara


Airlangga mengangguk patuh dan Sahara mencium keningnya lama lalu pergi bersama Arjuna ke kamar mereka, membiarkan anak-anak beristirahat.


Bersama sang suami Sahara kembali ke kamar mereka dan Arjuna langsung menariknya ke ranjang lalu memeluknya sambil berbaring menenggelamkan wajahnya di ceruk leher istrinya, tempat yang selalu membuat Arjuna merasa nyaman.


"Aku sedih lihat Ana dia biasanya cerewet gak bisa diam." Kata Sahara sedih


"Hmm dia juga hampir tidak pernah jatuh makanya sekali merasakan sakit dia diam saja." Kata Arjuna uang disetujui oleh istrinya


"Besok dia gak usah ke sekolah dulu." Kata Sahara


"Iya biarkan saja Ana di rumah." Kata Arjuna


"Tadi aku ngeliat Angga sedang neonton tv, tapi wajahnya terlihat murung dan dia terus mengatakan kalau Ana jatuh karena dia." Kata Sahara


"Mereka memang sering bertengkar kan? Bukan sekali dua kali juga Alana berlarian turun tangga di rumah meskipun kita sudah sering memarahi mereka tetap saja anak kita itu ngeyel." Kata Arjuna membua Sahara tersenyum dan mengangguk setuju


"Mungkin menurun dengan Maminya." Kata Arjuna yang kini membuat Sahara cemberut


Dicubitnya perut Arjuna membuat pria itu tertawa dan menjauhkan tubuhnya, sensitif sekali istrinya.


"Nyebelin!"


Tertawa kecil Arjuna kembali memeluk istrinya dan mengucapkan maaf lalu meminta Sahara untuk segera tidur.


"Maaf, sekarang tidur Ra supaya besok tidak bangun kesiangan." Kata Arjuna


Sahara mengangguk singkat lalu mempererat pelukannya menyandarkan kepalanya di dada bidang Arjuna dan memejamkan matanya.


Berusaha untuk pergi ke alam mimpi dan bangun dikesokan harinya.


¤¤¤


Saat pagi datang Sahara segera menyiapkan sarapan tanpa membangunkan anak-anaknya dan hanya membangunkan sang suami saja karena bisa dibilang Arjuna cukup lama kalau di suruh bersiap. Selagi istrinya membuat sarapan Arjuna yang telah selesai mandi dan berganti pakaian langsung pergi ke kamar anak-anaknya untuk membangunkan mereka seperti biasanya.


Memasuki kamar kedua anaknya terlihat begitu lelap membuat Arjuna mau tak mau menyunggingkan senyum manisnya. Berjalan mendekat Arjuna mengguncang pelan tubuh Airlangga membuat anak itu menggeliat sebentar lalu membuka matanya, Airlangga memang mudah untuk dibangunkan.


"Sudah pagi ya Papi?" Tanya Airlangga dengan wajah bantalnya


"Angga siap-siap ya? Kita pergi ke sekolah." Kata Arjuna


"Ana?"


Mengikuti arah pandang anaknya Arjuna tersenyum dan mengusap puncak kepala Airlangga dengan lembut.


"Ana libur dulu sekolahnya." Kata Arjuna


Airlangga terlihat sedih, tapi mengangguk faham lalu beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke kamar mandi.


Setelah membangunkan anak laki-lakinya Arjuna beralih pada Alana yang masih terlihat lelap, tapi ketika tangannya menyentuh dahi Alana dia merasa cemas.


Suhu tubuh anaknya cukup panas membuat Arjuna merasa sangat cemas.


"Ana sayang"


Alana bergumam pelan, tapi enggan membuka matanya.


"Astaga kenapa bisa demam?" Kata Arjuna panik


Arjuna bergegas pergi ke dapur dan menghampiri sang istri yang bertanya-tanya tentang wajah paniknya.


"Kenapa Mas? Kamu harus ke kantor sekarang?" Tanya Sahara


"Ana demam Ra"


Kalimat itu sudah cukup untuk membuat Sahara cemas bukan main dan langsung mematikan kompornya lalu menatap sang suami dengan wajah paniknya.


"Demam?"


"Iya aku akan ambilkan air hangat untuk mengompres Alana." Kata Arjuna


"Biar aku saja Mas Juna telpon dokter saja sekarang." Kata Sahara cepat

__ADS_1


Arjuna mengangguk dan bergegas pergi ke kamar meninggalkan Sahara yang sedang mengambil air hangat. Sebelum pergi dia memanggil Bi Yuni untuk melanjutkan tugasnya membuat sarapan lalu bergegas pergi ke kamar anaknya.


Sampai di kamar Sahara melihat Airlangga yang menatap adiknya dengan sedih sambil mengusal dahinya membuat Sahara tersentuh ketika melihatnya. Saat melihat kedatangannya Airlangga langsung berdiri dan menghampiri Sahara dengan raut wajah penuh kesedihan.


"Mami sepertinya Ana sakit." Kata Airlangga sedih


Sahara tersenyum tipis lalu menghampiri anaknya dan menyentuh dahinya yang memamg cukup panas. Dengan hati-hati Sahara mengompres dahinya menggunakan air hangat membuat Alana menggeliat pelan dalam tidurnya.


"Sayang"


Mata Alana perlahan terbuka lalu dia merengek pada Sahara membuat Sahara benar-benar tidak tega melihatnya.


"Mamii cini aja"


"Iya sayang Mami disini." Kata Sahara sambil menggenggam tangan mungil anaknya


Sesaat setelahnya Arjuna masuk ke dalam dan mengatakan kalau dia sudah menghubungi dokter, tapi sedikit memakan waktu karena dia masih berada di rumah sakit sekarang.


Mengangguk faham Sahara kembali mengusap kepala anaknya dengan sayang.


"Ana makan ya sayang? Mami suapin." Kata Sahara lembut


"Enggak"


"Makan ya? Sedikit saja." Kata Sahara lagi


"Enggak mau Mamii." Rengek Alana yang ingin menangis


Menghela nafasnya pelan Sahara menoleh dan menatap anak laki-lakinya yang hanya diam, dia sudah memakai seragam sekolahnya.


"Mas Juna ajak Angga sarapan dulu terus antar ke sekolah biar Ara siapkan semua buku-bukunya dan bekalnya minta Bi Yuni untuk siapkan." Kata Sahara


Baru saja Arjuna ingin bicara anaknya sudah menggelengkan kepalanya pelan dan menolak pergi sekolah.


"Angga gak mau sekolah." Kata Airlangga


"Kenapa sayang?" Tanya Sahara dengan lembut


"Angga gak mau sekolah! Angga mau di rumah sama Ana." Kata Airlangga dengan wajah sedihnya bahkan matanya mulai berkaca-kaca sekarang


"Ada Mami di rumah yang menjaga Ana sekarang Angga sekolah ya?" Bujuk Arjuna


Airlangga menggelengkan kepalanya lagi lalu dia berlari ke kamar mandi dan menutupnya sambil berseru.


"Angga gak mau sekolah!"


Sahara dan Arjuna saling pandang lalu tersenyum penuh arti, sayang sekali Airlangga pada adiknya.


Dengan langkah pasti Arjuna pergi ke arah kamar mandi dan mencoba membuka pintu yang ternyata dikunci anaknya dari dalam lalu dia mengetuk pintunya.


"Angga buka pintunya." Kata Arjuna pelan


"Angga gak mau sekolah! Angga mau dirumah sama Ana!" Kata Airlangga dari dalam sana


"Iya enggak sayang kamu gak pergi ke sekolah hari ini hmm? Di rumah aja sama Mami, tapi sekarang buka pintunya dulu ya?" Kata Arjuna lagi


Cukup lama tidak ada jawaban sampai akhirnya pintu itu terbuka dari dalam dan Airlangga langsung keluar dengan pipi yang basah karena air mata.


Ya ampun bahkan anak itu sampai menangis.


"Angga enggak mau sekolah." Kata Airlangga


Arjuna tersenyum penuh arti lalu memeluk anaknya yang mulai menangis tanpa suara.


"Iya Angga di rumah jagaiin Ana sama Mami." Kata Arjuna


Dengan cepat Airlangga menghapus air matanya dan menatap Arjuna yang tersenyum padanya.


"Angga sayang Ana gak mau sekolah kalau Ana lagi sakit"


Ya ampun kenapa anaknya bisa menggemaskan begini?


¤¤¤

__ADS_1


Aww gemess bangettt jadi pengen cubit Angga :(


__ADS_2