
Sempat di rawat selama dua hari karena tifus akhirnya hari ini Sahara sudah dibolehkan untuk pulang dengan syarat masih harus beristirahat selama beberapa hari ke depan. Tentu saja Sahara sangat bahagia karena dia bisa kembali ke rumah dan melepas infus yang membuat tangannya sangat pegal.
Sayangnya selama perjalanan Sahara hanya bisa menebalkan kupingnya kala Daffa terus mengomel dan memperingati tentang banyak hal. Saat dirawat Daffa benar-benar menutup sementara butiknya yang membuat Sahara langsung protes, tapi dengan tatapan tajamnya Daffa kembali mengancam.
'Jadi kamu mau butiknya benar-benar di tutup? Hanya sementara atau kamu mau Daddy tutup selamanya?'
Alhasil Sahara hanya diam dan menerima.
Tidak sampai di situ Daffa kembali mengomel ketika bermain ponsel padahal kan Sahara sangat bosan jika hanya berbaring diam di ranjang rumah sakit. Beruntung kalau siang hingga sore Arjuna selalu datang dan menemaninya.
Tapi, Arjuna juga sama pada awal kedatangannya di rumah sakit pria itu mengomel dan mengatakan bahwa Sahara sangat keras kepala juga tidak bisa diomongi.
Astaga Sahara selalu salah di mata kedua lelaki itu.
Hari ini tepat hari ulang tahun Sahara, tapi bukan mendapat ucapan selamat Sahara malah harus mendengar omelan Daffa.
"Dengar ya Ara ini yang terakhir! Daddy tidak mau kamu sampai sakit lagi karena pekerjaan dan untuk dua minggu ke depan kamu tidak usah pergi ke butik." Kata Daffa membuat Sahara langsung ingin melayangkan protesnya
Dua minggu?
Yang benar saja dia harus diam di rumah selama dua minggu, Daddy nya pasti bercanda.
Hanya saja belum sempat protes Daffa sudah kembali bicara.
"Daddy tidak terima protes atau negosiasi apapun, dua minggu atau kamu akan Daddy kurung di rumah selama berbulan-bulan." Kata Daffa
Melihat hal itu Fahisa langsung merangkul Sahara untuk membuatnya tenang dan mengatakan bahwa dia tidak perlu memikirkan ucapan Daddy nya.
"Harusnya Daddy kasih Ara ucapan selamat ulang tahun dan hadiah bukan malah marahi Ara seperti sekarang." Kata Sahara kesal
"Itu hadiah dari Daddy, butik kamu tutup sementara dan kamu di larang kemanapun selama dua minggu ke depan." Kata Daffa
"Daddyyy"
Suara rengekan Sahara terdengar, tapi Daffa tidak perduli keputusannya sudah bulat.
"Mas udah Sahara baru sembuh juga." Kata Fahisa
"Yaudah suruh saja dia kerja lagi sampai sakit dan masuk rumah sakit biar aku bisa sekalian tutup butiknya dan memecat semua karyawannya." Kata Daffa yang masih tidak mau berhenti
"Daddy jahat tau gak?!" Kesal Sahara
"Daddy atau kamu yang jahat udah bikin kami semua panik dan cemas?" Kata Daffa tidak mau kalah
"Ponsel dan laptop juga akan Daddy sita sampai dua minggu ke depan." Kata Daffa lagi
Dia sama sekali tidak perduli dengan wajah kesal anaknya.
"Daddy itu namanya berlebihan, terus Ara dua minggu suruh ngapain?" Tanya Sahara dengan wajah sedihnya
"Istirahat"
"Daddy istirahat tidak harus selama itu dan tidak harus segitunya juga." Protes Sahara
"Daddy tidak terima penolakan apapun." Kata Daffa lagi
"Ara akan nurut, tapi jangan sita ponsel Ara juga nanti kalau Ara mau telpon Kak Juna bagaimana?" Rengek Sahara
"Bukan urusan Daddy." Kata Daffa sambil mengangkat bahunya acuh
"Daddy Ara kan cuman minta ponsel saja tidak yang lain." Kata Sahara yang lagi-lagi tidak ditanggapi oleh Daffa
Menghela nafasnya pelan kedua orang itu memang sama saja Fahisa jadi pusing sendiri. Berusaha menenangkan anaknya Fahisa mengatakan bahwa Sahara hanya perlu mendengarkan ucapan Daffa tanpa memberi tanggapan apapun agar pria itu bisa diam.
"Sudah Ara dengarkan saja Daddy kamu bicara." Kata Fahisa
Seharusnya hari ini Sahara bahagia karena dia sudah bisa keluar dari rumah sakit dan hari ini juga hari ulang tahunnya, tapi Daffa malah begitu menyebalkan ditambah lagi Arjuna yang malah pergi ke luar kota. Rasanya dia ingin marah-marah, tapi tubuhnya masih terasa lemas dan pegal hingga akhirnya Sahara hanya menyimpan semua kekesalannya.
Dia tau dia salah, tapi seharusnya Daffa jangan sampai segitunya juga.
Apa pria itu tidak memikirkan bagaimana nasib para pegawainya kalau butiknya di tutup?
"Mommy pokoknya Ara marah sama Daddy! Ara gak mau bicara sama Daddy lagi!" Bisik Sahara membuat Fahisa hanya bisa tersenyum ketika mendengarnya
Anak itu tidak tau saja kalau di rumah ada kejutan besar yang menantinya, kejutan yang di rencanakan oleh Arjuna dan dibantu oleh kedua orang tuanya. Beruntung sekali Sahara diperbolehkan pulang tepat di hari ulang tahunnya sehingga kejutan itu tidak jadi di undur.
Fahisa sangat yakin kalau kekesalan Sahara akan hilang dengan sempurna ketika sampai di rumah.
Setelah menempuh perjalanan selama hampir setengah jam akhirnya mereka sampai di rumah dan dengan dibantu oleh Daddy nya Sahara masuke ke dalam rumah. Saat memasuki pintu utama Sahara mendapati ada yang aneh dengan rumah ini, gelap dan hanya ada sebuah cahaya lilin tak jauh dari tempatnya berdiri.
__ADS_1
Dia benar-benar mereka terkejut ketika lampu tiba-tiba menyala dan disebrang sana Arjuna berdiri di depan meja yang mana sebuah kue dengan lilin yang tadi dia lihat ada disana. Bersamaan dengan itu seruan terdengar di telinga Sahara membuat wanita itu tersenyum seketika dan langsung mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
Ada kedua adiknya, teman-temannya, saudara, dan siapa itu?
Apa Sahara tidak salah lihat?
Itu orang tua Arjuna kan?
Kenapa keduanya bisa ada disana?
Terlalu lama melamun Sahara sampai tidak sadar jika sekarang Arjuna sudah berdiri dihadapannya dengan senyuman yang begitu manis.
"Hey"
Mendongakkan kepalanya mata Sahara mulai berkaca-kaca ketika melihat wajah Arjuna, dasar pembohong.
"Katanya di luar kota." Keluh Sahara
Tertawa kecil wajah Sahara yang masih sedikit pucat itu terlihat begitu lucu.
"Aku bohong Ra." Kata Arjuna membuat Sahara mengerucutkan bibirnya kesal
"Dasar tukang bohong." Kata Sahara
Tersenyum manis Arjuna membawa tangan Sahara ke dalam genggamannya dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada sang kekasih.
"Selamat ulang tahun ya Ra, jangan sakit lagi dan jangan bandel kalau diomongin." Kata Arjuna membuat Sahara semakin cemberut
Dengan membuang rasa malunya Sahara memeluk Arjuna, dia sangat rindu dengan pria itu karena selama dia dirawat Arjuna hanya datang sebentar. Tawa kecil Arjuna terdengar kala kekasihnya itu memeluknya dengan erat dan dengan penuh kelembutan Arjuna membalas pelukan Sahara.
"Aku tadi kesal karena Kak Juna pergi pas aku ulang tahun, tapi ternyata Kak Juna malah bohong! Dasar jahat!" Kata Sahara
Saat tengah asik berpelukan tiba-tiba suara Daffa terdengar membuat Sahara merengek kesal dan yang lainnya tertawa ketika melihat interaksi menggemaskan keduanya. Sejak kecil Daffa dan Sahara memang selalu membuat orang lain gemas karena sering berdebat untuk hal-hal yang sepele.
"Hey siapa yang izinkan kalian berpelukan?" Tanya Daffa yang langsung dihadiahi cubitan oleh istrinya
"Daddy jangan gangguin Ara terus." Rengek Sahara masih dalam posisi yang sama
"Sahara ayo lepaskan pelukannya." Kata Daffa lagi
"Ishh Daddy diamm." Kata Sahara kesal
Ikut tertawa Arjuna melepaskan pelukannya lalu mengusap kedua pipi Sahara dengan lembut membuat kekasihnya itu ikut tersenyum.
"Sama Daddy kamu dan Devina." Kata Arjuna
Mendengar hal itu Sahara langsung mengalihkan pandangannya ke arah Daffa yang tengah tersenyum dengan begitu manis, pria itu benar-benar menyebalkan. Selama perjalanan dia marah-marah dengan Sahara, tapi ternyata Daffa juga menyiapkan kejutannya.
Sambil berseru dengan suara manja Sahara menghampiri Daffa lalu memeluk pria yang paling dia sayangi di dunia ini dengan begitu erat.
"Sayang Daddyy"
Dengan senyuman manis Daffa membalas pelukan itu, sampai sekarang Sahara hanyalah putri kecilnya yang manja.
Dimata Daffa anak itu tidak pernah tumbuh dewasa.
Hanya Sahara yang masih kecil, manja, cengeng, dan menggemaskan.
Semua orang pasti tau bagaimana sayangnya Daffa dengan Sahara.
¤¤¤¤
Selama berjam-jam mereka menghabiskan waktu di rumah besar Daffa bahkan yang sedikit membuatnya terkejut adalah Abian yang mengobrol dengan santai dengan Daffa bahkan mereka terlihat seperti teman dekat, sangat akrab. Sejak tadi yang dilakukan Sahara hanya duduk sambil mengobrol bersama yang lainnya dan tertawa ketika mereka saling bercerita.
Rasanya semua rasa sakit itu hilang dengan sempurna Sahara merasa begitu sehat sekarang, apalagi Arjuna selalu berada disampingnya. Sampai akhirnya ketika malam sudah semakin larut mereka semua pulang dan dengan paksaan Sahara mengantar mereka sampai keluar.
Arjuna menjadi orang yang terakhir pergi dan sebelum benar-benar menuju mobilnya dia kembali memeluk Sahara dengan erat, menyalurkan rasa rindunya yang sudah begitu besar.
"Kamu bingung ya melihat Papi aku sama Daddy kamu yang tiba-tiba akrab kayak tadi?" Tanya Arjuna yang dijawab dengan anggukan oleh Sahara
"Ada banyak hal yang kamu lewatkan Ra, aku punya kejutan lainnya untuk kamu." Kata Arjuna membuat kekasihnya itu mendongak dan menatapnya dengan penuh rasa ingin tau
"Apa kejutannya?" Tanya Sahara
"Pergi ke kamar kamu dan temukan hadiah yang akan aku berikan, tadinya aku mau kasih langusung hanya saja aku malu." Kata Arjuna sambil tersenyum
"Ihh kenapa malu?" Tanya Sahara
"Aku selalu sulit untuk bicara hal yang penting dengan kamu, rasanya gugup, cemas, dan takut." Kata Arjuna
__ADS_1
"Yasudah nanti Ara lihat, Kak Juna hati-hati di jalan dan kabarin Ara kalau sudah sampai." Kata Sahara
Sebelum benar-benar pergi Arjuna menangkup wajah kekasihnya lalu mencium keningnya dengan begitu lembut hingva membuat Sahara memejamkan matanya.
"Happy birthday and i love you Ra"
Setelah itu Arjuna pergi meninggalkan Sahara yang masih diam dengan pipi bersemu merah dan ketika kekasihnya itu benar-benar menghilang dari pandangannya Sahara berlari kecil menuju kamarnya. Suara penuh peringatan Daffa bahkan dia hiraukan, Sahara hanya ingin saru hal, menemukan hadiah dari Arjuna.
Saat masuk ke dalam kamarnya ternyata hadiah dari Arjuna berada di ranjangnya, sebuah kotak berwarna pink dengan pita di atasnya. Tersenyum lebar Sahara segera mendudukkan dirinya di ranjang lalu membawa kotak itu kedalam pangkuannya.
Dengan hati-hati Sahara membuka kotak hadiah dari Arjuna disana ada sebuah kotak yang lebih kecil, album foto, dan surat yang ditulis di atas kertas berwarna biru.
Pertama Sahar mengambil kotak yang lebih kecil lalu membukanya dan ternyata isinya adalah sebuah jam tangan yang begitu cantik, ada sebuah sticky notes juga disana.
Semoga kamu suka, aku beli ini sama Anjani dia yang bantu pilihkan♡
"Tentu saja aku suka." Gumam Sahara
Beralih ke album foto yang tidak terlalu tebal Sahara terkejut ketika melihat ada banyak foto dirinya dan kata-kata manis yang di tulis Arjuna disampingnya.
Saat melihat foto terakhir yang merupakan foto mereka ketika dipantai Sahara begitu tersentuh kala membaca kata-kata yang ditulis Arjuna.
Terima kasih sudah hadir dihidupku Sahara, i love you and that's all i really know
Kenapa pria itu manis sekali sih?
Dengan senyuman Sahara mengambil surat yang ada di sana lalu membukanya dan sekali lagi dia dibuat tersentuh hanya dengan membaca kalimat yang pertama.
Untuk seseorang yang paling aku cintai
Arjuna kurang ajar Sahara bisa sakit jantung kalau begini.
Setiap membaca kalimat yang ada disana Sahara tidak bisa menahan senyumnya bahkan dia jadi mau menangis ketika membaca kalimat terakhir disana.
Arjuna benar-benar membuatnya gila.
¤¤¤¤
Untuk seseorang yang paling aku cintai
Selamat ulang tahun untuk kamu yang sudah mengisi hatiku dengan penuh cinta, semoga kamu selalu mendapat kebahagiaan dalam hidup.
Happy birthday Sahara! (Aku nulis ini sambil bayangin kalau aku lagi peluk kamu)
Aku bingung mau nulis apa, tapi ini lebih baik dari pada aku harus bicara secara langsung sama kamu.
Sahara kamu suka baca novel dan aku yakin kalau kamu sudah membaca begitu banyak kisah cinta yang romantis.
Ada banyak tokoh yang pasti kamu kagumi dan berharap bahwa kamu akan punya pasangan seperti mereka.
Seperti yang kamu bilang bahwa kamu pernah ingin memiliki seorang pria yang pandai bernyanyi atau berkata-kata romantis, tapi sekarang kamu hanya ingin seorang pria yang mencintai kamu dengan tulus.
Sahara, kamu mau menulis sebuah kisah denganku?
Mari kita menulis kisah cinta yang akan kita ceritakan dengan anak-anak kita nantinya.
Aku tadi bilang bahwa kamu melewatkan banyak hal kan?
Kamu tau apa yang kamu lewatkan?
Kedatangan orang tua aku ke rumah kamu untuk melamar kekasih cantikku ini.
Kami hanya tinggal menunggu jawaban kamu Ra.
Aku sudah menyiapkan kejutan lainnya, tapi untuk besok.
Bersiaplah untuk itu Ra dan jawaban kamu juga aku tunggu besok.
I love you Sahara and i really do♡
Sehat selalu jangan sakit lagi.
Your future husband
Arjuna
¤¤¤¤
Tauu ahh benci banget sama Arjunaaa😭
__ADS_1
Btw apa yaa kejutannya hmm??
Sahara boleh gak Arjunanya buat aku ajaaa😭