
Tadinya Arjuna fikir setelah kalimat sakral itu keluar dari bibir Sahara wanita itu akan malu atau bersikap canggung, tapi sebaliknya Sahara malah bersikap biasa dan mengajaknya mengobrol tentang banyak hal padahal jantung Arjuna sampai sekarang masih berdetak dengan tidak karuan. Pengakuan Sahara tadi masih terus berputar-putar diingatannya apalagi setelah mengatakan hal itu Sahara menatapnya sambil tersenyum dengan begitu manis.
Astaga Arjuna bisa gila dan sekarang semua kata-kata yang sudah dia susun hilang begitu saja padahal semakin lama matahari semakin menghilang. Disampingnya Sahara tersenyum sambil menatap lurus kedepan, benar kata Anjani wanita itu sangat menyukai sunset bahkan Sahara sudah menyiapkan kameranya untuk mengabidikan momen mereka.
"Ra"
"Hmm"
"Kamu senang hari ini?" Tanya Arjuna membuat Sahara menoleh dan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lebar
Arjuna melihat dengan jelas kebahagiaan yang terpancar di mata Sahara dan dia bahagia karena telah membuat wanita itu bahagia.
"Ra"
"Apa lagi?" Tanya Sahara sambil menatap Arjuna dengan tatapan yang begitu polos
"Aku mau bicara, tapi bingung harus mulai dari mana." Kata Arjuna jujur
"Katakan saja akan Ara dengarkan." Kata Sahara sambil menatap Arjuna dengan senyuman manisnya menunggu kata-kata yang akan pria itu keluarkan
Arjuna tidak langsung bicara, tapi dia hanya menatap Sahara dalam diam untuk waktu yang cukup lama sampai akhirnya helaan nafas panjang terdengar dan setelahnya Arjuna tersenyum.
Perlahan tangannya bergerak untuk menggenggam kedua tangan Sahara dan membuat wanita menghadap ke arahnya.
Tatapan mata Arjuna begitu dalam dan membuat Sahara terbuai apalagi ketika pria itu mengusap lembut punggung tangannya dengan ibu jari.
"Dengarkan aku ya Ra." Kata Arjuna lembut
Mengangguk singkat Sahara tidak mampu mengeluarkan suara dia sangat gugup sekarang.
"Mungkin kamu akan bosan mendengarnya karena ini bukan kali pertama aku mengatakannya." Kata Arjuna semakin membuat jantung Sahara berdetak dengan tidak karuan
Memberikan jeda cukup lama Arjuna benar-benar bingung harus mengatakan apa lagi kata-kata yang sudah dia susun telah hilang ketika mereka bertatapan.
"Sebentar Ra aku tarik nafas dulu." Kata Arjuna membuat Sahara tertawa ketika melihatnya
Sialnya tawa Sahara malah semakin membuatnya gugup dan bingung harus mengatakan apa lagi karena Sahara terlihat begitu cantik dimatanya.
Sahara dan senja benar-benar perpaduan yang pas.
"Aku akan tunggu sampai Kakak selesai." Kata Sahara sambil tersenyum manis
"Ra jangan senyum aku jadi makin bingung mau ngomong apa." Kata Arjuna jujur
"Kenapa gitu?" Tanya Sahara dengan kekehannya
"Aku gak fokus kamu cantik banget fikiran aku jadi berantakan." Kata Arjuna yang entah kenapa berani mengatakan hal itu
Tapi, Arjuna jujur dia tidak bisa fokus karena senyuman dan tawa Sahara yang membuatnya hanya ingin diam sambil menatap kecantikannya.
"Ishh gombal banget! Yaudah Ara tidak senyum nihh sekarang cepat bicara!" Kata Sahara dengan wajah yang merona sempurna
Tidak langsung bicara Arjuna masih diam dia ingin mengungkapkan isi hatinya, tapi lidahnya kelu dan bingung harus mengatakan apa.
Menghela nafasnya panjang Arjuna memejamkan matanya sesaat lalu kembali menatap Sahara dengan dalam dan mulai bicara.
"Ra aku tidak pandai bernyanyi atau bermain gitar apalagi bikin kata-kata romantis, tapi Ara aku bisa membuat kamu bahagia dan mencintai kamu dengan sepenuh hati,"
Kembali memberikan jeda satu tangan yang tadinya menggenggam erat tangan Sahara kini terangkat untuk mengusap lembut pipinya.
__ADS_1
"Mungkin kamu tidak akan percaya Ra, tapi aku mencintai kamu sejak lama tadinya aku fikir perasaan ini akan hilang sendirinya dan ternyata aku salah semakin hari perasaan ini malah semakin besar,"
Menatap Arjuna yang juga menatapnya Sahara tersenyum membuat Arjuna kembali bingung harus mengatakan apa.
"Berkali-kali aku udah ungkapin semuanya, tapi kamu belum bisa terima dan sekarang aku mau mencoba sekali lagi,"
Sebelum mengatakan lebih banyak Arjuna mengatakan hal yang membuat Sahara mengerucutkan bibirnya kesal.
"Kamu jangan senyum dulu Ra tunggu aku selesai bicara dulu." Kata Arjuna
"Iya tidak nih lihat wajah Ara cemberut." Kata Sahara membuat Arjuna tersenyum penuh arti dan kembali mengusap pipinya
Sekali lagi Arjuna menghela nafasnya dia akan mengatakannya sekarang.
"Aku sangat bingung Ra ingin bicara apa padahal sejak tadi pagi aku sudah merangkai kata untuk mengungkapkan semuanya ke kamu, tapi sekarang semuanya hilang,"
Tertawa kecil Sahara mencubit pipi Arjuna gemas membuat pria itu tersentak kaget.
"Katakan saja apa yang bisa Kakak katakan Ara tidak masalah." Kata Sahara
Kembali menghela nafasnya panjang kali ini Arjuna benar-benar mengungkapkannya.
"Aku mencintai kamu Ra dan perasaan ini semakin bertambah besar setiap harinya,"
Menatap mata Sahara dengan begitu dalam Arjuna mengambil sesuatu di saku celananya dan menunjukkan kepada Sahara sambil tersenyum manis.
"Ra kamu mau...."
Belum sempat menyelesaikan perkataannya Sahara sudah lebih dulu berjinjit dan mencium pipi Arjuna membuat pria itu membeku seketika.
"Iya sudah Ara mau." Kata Sahara sambil menatap Arjuna yang terdiam dengan mata membulat
"Kak Juna mau ajak aku pacaran kan? Iya sudah Ara mau jadi pacar Kak Juna." Kata Sahara sambil tersenyum
"Kak"
Sedikit tersentak Arjuna tertawa kecil karena merasa begitu lemah ketika berada di hadapan Sahara.
"Kamu tuh bikin aku gila tau Ra." Kata Arjuna membuat Sahara menunjukkan cengirannya
"Sekarang pakaikan kalungnya untuk Ara." Kata Sahara
Tersenyum penuh arti Arjuna mendekatkan dirinya dan memakaikan kalung kepada Sahara, wanita yang telah resmi menjadi kekasihnya. Saat kalung itu sudah terpakai Sahara menyentuhnya sambil tersenyum dengan begitu lebar merasa bahagia untuk semuanya.
"Terima kasih Kak aku suka kalungnya bagus." Kata Sahara yang ditanggapi dengan anggukan oleh Arjuna
Menatap Sahara dalam diam tiba-tiba saja Arjuna merutuki otaknya yang malah mengingat perkataan Anjani pagi tadi.
'Kalau udah diterima Kak jangan kaku-kaku lagi langsung peluk aja cium juga gak papa di bibir juga boleh'
Masih diam ditempatnya dengan agak ragu Arjuna mendekat dan membawa Sahara kedalam pelukannya membuat wanita itu terkejut dengan gerakan tiba-tibanya.
"Boleh peluk kan?" Kata Arjuna membuat Sahara secara refleks tertawa ketika mendengarnya
Arjuna benar-benar istimewa bahkan sekarang Sahara tidak lagi perduli tujuannya untuk memotret sunset karena ternyata Arjuna lebih menarik perhatiannya.
"Boleh, kalau mau cium juga boleh." Kata Sahara bercanda
Menjauhkan dirinya kini Arjuna sudah mulai bisa bersikap biasa dan dengan senyuman jahilnya dia mendekatkan wajahnya membuat Sahara melotot karena wajah mereka begitu dekat.
__ADS_1
"Boleh ya? Cium di bibir boleh?" Tanya Arjuna membuat pipi Sahara merona
Tapi, Sahara yang memang mudah merubah situasi merubah arah pembicaraan ketika dia sudah melihat sunset yang begitu indah.
"Kak ayo foto, tapi dari belakang biar pemandangannya kelihatan." Kata Sahara dengan semangat meskipun pipinya masih meninggalkan rona merah
Menyetujui ajakan kekasihnya Arjuna menoleh lalu meminta tolong kepada seseorang yang ada disana dan hal itu benar-benar membuat Sahara merasa bahagia.
Ternyata menjadi sepasang kekasih dengan Arjuna tidak seburuk yang ada di bayangannya.
Hal ini sangat menyenangkan.
Mengambil banyak foto Sahara akhirnya merasa puas dan setelah berterima kasih keduanya melihat hasil foto yang sudah diambil. Namun, saat melihat hari yang sudah mulai menggelap Arjuna mengajak Sahara untuk kembali ke mobil dan pulang karena perjalanan mereka juga cukup jauh.
"Ra sudah ya? Kita pulang saja nanti terlalu malam lihat fotonya di mobil saja." Kata Arjuna yang hanya dijawab dengan anggukan oleh Sahara
Saat mereka berjalan beriringan Arjuna yang sudah kembali seperti biasanya langsung membawa tangan mungil Sahara kedalam genggamannya.
"Biar seperti orang pacaran"
Tersenyum senang Sahara menyandarkan kepalanya dan mengatakan hal yang sama membuat keduanya tertawa akan tingkah masing-masing.
¤¤¤¤
Sudah resmi menjadi sepasang kekasih sejak tadi keduanya sama sekali tidak berhenti tersenyum bahkan Sahara terus menatap ke arah Arjuna yang sedang fokus membawa mobilnya. Mereka sudah dalam perjalanan pulang lalu Arjuna mengatakan bahwa dia akan mengajak Sahara makan malam dulu dan Sahara hanya menurut saja.
Saat berada disana Sahara yang merasa bosan berkeinginan untuk mengganggu Arjuna dengan meminta salah satu tangannya untuk dia genggam.
"Kak siniin tangan Kakak satu." Kata Sahara membuat Arjuna menatapnya dengan bingung, tapi tetap menurut
Saat Sahara meletakkan tangannya di atas tangan Arjuna yang lebih besar Sahara tersenyum ketika melihat betapa kecil tangannya disana.
"Tangan Ara kecil sekali ya?" Kata Sahara
Menggenggam erat tangan sang kekasih Sahara merasa begitu berbunga-bunga dan tidak ingin waktu ini berakhir dengan cepat.
"Ra"
"Hmmm"
Sahara tidak mau mendongak dan malah asik memainkan jari-jari tangan Arjuna sambil tersenyum senang.
"Mau makan dimana?" Tanya Arjuna
"Kenapa tidak langsung pulang saja?" Tanya Sahara yang tidak merasa lapar sama sekali
"Nanti aku dimarahi calon mertua karena memulangkan anaknya malam-malam tanpa memberikan makan." Kata Arjuna membuat Sahara tertawa kecil
"Terserah Kakak kalau gitu mau makan dimana." Kata Sahara
"Jangan panggil Kakak dong Ra." Kata Arjuna
Menolehkan kepalanya Sahara menatap Arjuna dengan senyum manisnya.
"Sayang? Babe? Honey?"
Arjuna jadi menyesal bertanya karena sekarang jantungnya kembali menggila.
¤¤¤¤
__ADS_1
*Uwuwww udah jadiannn😙
Siapa yang senanggg mereka sudah jadiann*?