Sahara In Love

Sahara In Love
42 : Lamaran


__ADS_3

Satu bulan berlalu Sahara baru mulai bekerja hari ini, dia akan kembali ke butik dan melakukan pekerjaannya seperti biasa lagi. Selama satu bulan belakangan Sahara lebih banyak menghabiskan waktunya dan di rumah, hanya sesekali dia keluar terkadang bersama Arjuna dan terkadang bersama kedua adiknya.


Setelah satu bulan akhirnya Sahara merasa semakin jenuh hingga memutuskan untuk kembali bekerja, dia sangat tidak sabar. Rasanya sudah sangat lama, apa dia akan lupa caranya menggambar sketsa?


Untuk saat ini Sahara akan diantar juga dijemput dan untuk hari ini Arjuna yang datang menjemputnya. Sekitar pukul sepuluh Sahara sudah siap dan Arjuna juga sudah menunggunya dibawah.


Tersenyum sambil memandang pantulan dirinya dicermin dalam hati Sahara berharap agar harinya akan berjalan dengan lancar.


Mengambil tasnya di atas meja Sahara segera keluar dari kamarnya dan turun ke bawah menghampiri Arjuna yang sedang berbincang dengan Fahisa.


"Sudah siap?" Tanya Fahisa sambil menghampiri anaknya


"Emm sudah, aku berangkat dulu ya Mommy? Ara akan pulang sore." Kata Sahara yang dijawab dengan anggukan singkat oleh Fahisa


"Hati-hati ya? Arjuna bawa mobilnya pelan-pelan." Kata Fahisa


Setelah berpamitan dan mencium punggung tangan Fahisa keduanya segera pergi. Selama perjalanan senyum Sahara merekah dia sangat tidak sabar untuk pergi ke butiknya yang sudah satu bulan dia tinggalkan.


Selain itu Sahara juga merindukan para pegawainya termasuk Diandra yang biasanya setiap hari menelpon atau melaporkan secara langsung hal-hal yang penting. Saat ini semua ketakutan Sahar sudah hilang, dia berani untuk keluar dari rumahnya lagi.


Dan sore ini Sahara memiliki rencana bersama dengan Arjuna.


"Kak Juna hari ini sibuk tidak?" Tanya Sahara yang dijawab dengan gelengan singkat olehnya


"Ada apa hmm?" Tanya Arjuna


Sambil tersenyum Sahara mengatakan bahwa dia ingin pergi ke pantai.


"Ayo kita ke pantai." Kata Sahara dengan semangat


Ikut tersenyum Arjuna meraih sebelah tangan dan mengusapnya dengan lembut.


"Aku akan izin dulu." Kata Arjuna membuat Sahara tersenyum semakin lebar


Setelah itu perjalanan mereka hanya diisi dengan keheningan dan ditemani alunan musik yang berputar. Sekitar tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di butik Sahara yang sudah mulai dibuka.


Ada cukup banyak pelanggan yang berdatangan karena butik itu memang benar-benar tutup selama satu bulan.


"Kak Juna aku pergi dulu ya? Kakak hati-hati dan jangan lupa kabari Ara kalau sudah sampai." Kata Sahara sambil tersenyum manis


"Emm kamu jangan lupa makan siang Ra, aku akan menjemput kamu lagi jam tiga kita akan ke pantai." Kata Arjuna


Tersenyum senang Sahara yang sudah melepaskan sabuk pengamannya mendekat ke arah Arjuna lalu mengecup singkat bibirnya. Hal itu berhasil membuat Arjuna membeku ditempatnya.


"Kak Juna malu ya?" Goda Sahara ketika melihat Arjuna yang hanya diam


Seakan tersadar kini Sahara yang dibuat terkejut ketika Arjuna meraih tengkuknya dan mencium bibirnya. Matanya membulat sempurna, tapi usapan lembut di pipinya membuat Sahara memejamkan matanya.


Ciuman itu begitu singkat karena Arjuna langsung menjauhkan wajahnya, dia tidak ingin kelepasan.


Dengan tangan yang menangkup wajah tunangannya Arjuna mengusap lembut bibir Sahara kemudian mengatakan hal yang membuat pipi Sahara merona.


"Jangan seperti itu lagi Ra aku bisa pingsan dan lipstik kamu bisa berantakan." Kata Arjuna


Mengangguk malu Sahara langsung buru-buru membuka pintu mobil dan berlari memasuki butiknya meninggalkan Arjuna yang tertawa ketika melihat tingkahnya, lucu sekali. Sebelum pergi Arjuna meraih ponselnya dan menghubungi Daffa, dia memiliki rencana indah untuk nanti malam.


'Iya Juna ada apa?'


Seperti biasa Daffa tidak pernah berbasa-basi dia akan langsung bertanya tujuannya menelpon.


"Om saya mau bicara nanti siang Om sibuk?" Tanya Arjuna


'Tidak, hubungi saya setelah jam 1'


"Baik Om." Kata Arjuna dengan semangat


Setelah panggilan itu dimatikan Arjuna tersenyum, dia sudah memiliki rencana yang begitu besar.


Malam ini Arjuna akan memberikan kejutan untuk Sahara, sebuah kejutan yang akan membuat wanitanya bahagia.


Di sisi lain Sahara yang kini sudah berada di ruang kerjanya langsung merutuki dirinya sendiri yang begitu berani melakukan hal itu.


Astaga dia kerasukan apa sih?!


Memukul kepalanya pelan Sahara jadi malu untuk bertemu dengan Arjuna lagi, kenapa dia menjadi sangat agresif?!


Saat tengah asik merutuki diri sendiri pintu ruangan terbuka dan Diandra dengan senyum bahagianya masuk ke dalam.


"Kak Ara"


Mendongakkan kepalanya Sahara ikut tersenyum lalu berlari menghampiri asistennya itu dan memeluknya, dia begitu merindukan Diandra.


Biasanya dia selalu mendengar suara Diandra, entah suara penuh kepanikan ataupun suara penuh kebahagiaan.


'Kak kita ada masalah'


'Kak produk yang baru saja kita keluarkan sangat laku dipasaran'

__ADS_1


Dan sudah satu bulan Sahara tidak mendengar suaranya.


"Diandraaa"


"Kakak apa kabar? Maaf aku tidak bisa mengunjungi Kakak." Kata Diandra dengan penuh penyesalan


"Tidak papa Ra aku sudah lebih baik." Kata Sahara


Setelah pelukan itu terlepas kini keduanya duduk berhadapan, ada banyak hal yang ingin Sahara tanyakan.


Tentang pekerjaan tentu saja.


Sepertinya dia sudah harus memikirkan masalah pekerjaannya.


"Ada apa saja ketika aku libur selama satu bulan?" Tanya Sahara


"Ada banyak Kak, para konsumen banyak yang menghubungi kita baik ke aku atau di media sosial lalu tim bagian produksi juga banyak yang bertanya-tanya karena mereka tidak bekerja selama satu bulan." Kata Diandra membuat Sahara menghela nafasnya pelan


Astaga dia baru sadar bahwa selama satu bulan itu ada banyak orang yang berdampak juga, dia jadi merasa bersalah.


"Terakhir aku bekerja, kita sedang mengerjakan apa Ra?" Tanya Sahara sambil berjalan menuju meja kerjanya


Mengeluarkan beberapa dokumen yang ada di laci Sahara menunggu perkataan dari asistennya.


"Kita sedang pemotretan untuk pengeluaran brand terbaru dan sudah hampir pada tahap produksi lalu Kakak sedang mengurus perihal pembangunan cabang butik kita." Kata Diandra


Mengangguk faham Sahara menghidupkan laptopnya, sepertinya akan ada banyak hal yang harus dia selesaikan.


"Ra tolong hubungi pabrik dan tanyakan tentang barang yang kita pesan sebelumnya lalu hubungi pusat produksi juga katakan bahwa mereka harus bersiap, kita akan kembali bekerja sekarang." Kata Sahara


"Siap Kak"


Setelah Diandra keluar dari ruangannya Sahara kembali menghela nafasnya pelan.


Hari ini dia akan melalui hari yang panjang.


Mari kita kembali bekerja lagi.


¤¤¤¤


Sekitar pukul dua siang Arjuna pergi ke kantor Daffa untuk bicara, dia ingin memberikan kejutan kepada tunangannya. Seperti apa yang pernah Daffa bilang bahwa pernikahan baru bisa dilaksanakan ketika semuanya sudah membaik dan sekarang sepertinya waktu yang tepat.


Dia berencana kembali melamar Sahara nanti malam.


Menghela nafasnya pelan Arjuna membuka pintu ruang kerja Daffa dan masuk ke dalam. Disana Daffa sedang duduk sambil menikmati kopi yang ada di hadapannya.


Mengangguk singkat Arjuna mendudukkan dirinya dihadapan Daffa, dia akan meminta izin pria ini terlebih dahulu.


"Apa yang ingin kamu katakan?" Tanya Daffa sambil menatapnya dengan alis bertaut


"Om saya ingin menikahi Sahara, saya berencana untuk melamarnya lagi nanti malam." Kata Arjuna dengan penuh keberanian


Daffa dapat melihat pancaran penuh keyakinan dari mata hitam Arjuna dan dia rasa tidak ada pilihan lain selain menerimanya.


Arjuna adalah pasangan yang tepat untuk anaknya.


"Kamu yakin?" Tanya Daffa kembali memastikan


"Sangat yakin Om saya tidak mau menunda lagi, saya janji akan melindungi Sahara dan tidak akan pernah menyakitinya." Kata Arjuna yakin dan tegas


"Semua tergantung Sahara datanglah ke rumah saya nanti malam dan minta jawaban dari anak saya." Kata Daffa membuat senyum Arjuna merekah


"Baik Om saya akan datang bersama kedua orang tua saya." Kata Arjuna semangat


Ikut tersenyum Daffa semakin yakin dengan Arjuna, pria itu pasti bisa menjaga dan membahagiakan anaknya.


"Semoga berhasil." Kata Daffa


"Tapi, Om saya ingin memberikan kejutan untuk Sahara." Kata Arjuna


"Kejutan? Apa? Katakan saya akan bantu." Kata Daffa


Dengan senyuman Arjuna mengatakan segala rencana yang sudah ia buat.


Rencana yang dia harapkan akan menjadi salah satu moment yang tidak akan pernah bisa Sahara lupakan.


¤¤¤¤


Pukul tiga sore Arjuna berhenti dibutik milik Sahara lalu menelpon wanita itu dan mengatakan bahwa dia sudah ada di depan, mereka akan pergi ke pantai. Tidak butuh waktu lama Sahara sudah keluar dengan senyuman manisnya dan berlari kecil memasuki mobil tunangannya.


Sebelum Arjuna melajukan mobilnya Sahara memanggil namanya dan membuat Arjuna menoleh lalu dengan tiba-tiba Sahara memeluknya, erat sekali. Satu kata yang keluar dari bibir Sahara membuatnya bahagia bukan main.


"Kangennn"


"Bagaimana hari kamu? Ada kesulitan?" Tanya Arjuna sambil melepaskan pelukannya lalu mengusap lembut pipi Sahara


Menggelengkan kepalanya pelan Sahara merasa senang, pekerjaannya memang cukup banyak mengingat dia sudah meninggalkannya selama sebulan.

__ADS_1


Hanya saja dia suka dan tidak merasa lelah.


"Tidak, kalau Kakak bagaimana?" Tanya Sahara


"Hmm tidak ada masalah makanya aku bisa datang tepat waktu, kamu tadi makan siang?" Tanya Arjuna lagi


"Makan sama Diandra." Kata Sahara sambil tersenyum


Mencium singkat kening wanita itu Arjuna kemudian melajukan mobilnya dengan Sahara yang tersenyum senang, dia merasa begitu berharga setiap kali bersama Arjuna.


"Kak Juna kita lihat sunset ya?" Kata Sahara


"Iya sayang aku sudah minta izin sama Daddy kamu." Kata Arjuna


"Yess"


Selanjutnya perjalanan mereka dihiasi dengan segala cerita Sahara tentang hari-harinya tadi dan dengan setia Arjuna mendengarkannya sambil sesekali memberikan tanggapan.


Sekarang Sahara sudah benar-benar kembali.


Sahara yang penuh dengan senyuman dan keceriaan.


¤¤¤¤


Matahari perlahan mulai pergi dan di tepi pantai Sahara bersama dengan Arjuna menyaksikannya, keindahan matahari terbenam benar-benar mengagumkan apalagi kalau dilihat di pantai seperti sekarang. Sebelumnya mereka hanya berjalan menyusuri pantai dengan kaki telanjang lalu pergi untuk meminum air kelapa dan ketika langit perlahan berubah warna Sahara langsung mengajaknya untuk melihat sunset.


Senyuman Sahara mengembang dengan begitu lebar sambil sesekali mengabadikan moment itu di dalam ponselnya. Satu hal yang paling dia sukai di pantai adalah keindahan matahari ketika akan terbenam.


"Sahara"


"Emm"


Saat menoleh Sahara dibuat tertegun ketika melihat tatapan Arjuna yang begitu tulus dan dalam.


"Kamu senang?" Tanya Arjuna


Mengangguk dengan penuh semangat Sahara menunjukkan senyum manisnya menunjukkan bahwa dia sangat bahagia sekarang.


"Ra tutup mata kamu aku punya sesuatu." Kata Arjuna


"Apa?" Tanya Sahara penasaran


"Tutup mata dulu." Kata Arjuna


Menutup matanya Sahara menunggu apa yang akan dilakukan Arjuna setelahnya.


Tubuh Sahara menegang ketika dia merasakan tangan Arjuna menyentuh lehernya.


Sahara menahan nafas sampai akhirnya Arjuna mengatakan bahwa dia sudah boleh buka mata.


"Aku belikan kalung." Kata Arjuna membuat Sahara menunduk untuk melihat kalung indah yang melingkat di lehernya.


"Terima kasih Kak aku suka." Kata Sahara dengan senyum manisnya


Mengangguk singkat Arjuna mengajak Sahara untuk segera pulang sebelum semakin larut.


Membawa tangan itu ke dalam genggamannya Arjuna mengajak Sahara untuk pulang, mereka akan menuju kejutan spesial yang sudah dia siapkan.


Selama perjalanan mereka hanya diam, seolah bingung harus membicarakan apa.


Selain itu Sahara mendadak merasa gugup, dia merasa ada sesuatu yang akan terjadi padanya.


Setelah menempuh perjalanan cukup panjang kini keduanya sudah sampai di rumah Sahara dan sekali lagi Sahara merasa semakin gugup tanpa alasan. Apalagi ketika Arjuna menggenggam tangannya dan mengajaknya untuk masuk ke dalam rumah.


Hal pertama yang dia lihat benar-benar membuatnya bertanya-tanya sambil menatap tunangannya debgan bingung.


"Kenapa orang tua Kakak ada di rumah Ara?" Tanya Sahara pelan


Mereka belum masuk semakin jauh dari pintu utama.


Dengan senyum penuh arti Arjuna mengatakan sesuatu yang membuat Sahars terpaku dengan jantung berpacu semakin cepat.


"Saat itu kamu tidak tau kalau orang tua aku datang untuk melamar kamu dan sekarang aku membawa mereka lagi, untuk membantu aku melamar kamu." Kata Arjuna


Cukup lama Sahara terdiam sampai akhirnya sebuah senyuman terbentuk disana.


"Mereka ingin mendengar jawaban kamu Ra, please marry me." Kata Arjuna


Sahara tidak menjawab karena pria itu sudah lebih dulu membawanya menghampiri kedua orang tua mereka.


Malam ini adalah malam yang tidak akan pernah Sahara lupakan.


¤¤¤¤


Uwaww😚 Siapa nih yang tidak sabar mereka menikahh😄


Tunggu terus yaa kelanjutan ceritanyaa❤

__ADS_1


__ADS_2