Sahara In Love

Sahara In Love
Extra Part (4)


__ADS_3

Salah satu hal yang selalu membuat Arjuna khawatir ketika istrinya hamil adalah ketika Sahara mengalami mual dan terus muntah hingga membuatnya begitu lemas. Seperti sekarang Arjuna sedang menemani Sahara di kamar mandi karena istrinya itu merasa sangat mual, dia memijat pelan tengkuk Sahara.


Sudah cukup lama mereka di kamar mandi, tapi Sahara masih enggan beranjak karena dia merasa mau muntah lagi dan kepalanya juga sangat pusing. Sekarang sudah enam bulan usia kandungannya dan belakangan ini Sahara memang sering merasakan mual, selain itu dia juga jadi sulit untuk tidur.


"Ra are you okay?" Tanya Arjuna cemas karena Sahara memegang dahinya


"Pusing." Lirih Sahara


"Masih mual?" Tanya Arjuna lagi


"Emm sedikit"


"Kita ke kamar saja ya?" Kata Arjuna yang dijawab dengan gumaman oleh istrinya


Dengan dibantu suaminya Sahara kini sudah berbaring di ranjang dan dia langsung memejamkan matanya, berusaha menghilangkan rasa pusing yang menyerangnya.


"Aku ambilkan air hangat dulu ya?" Kata Arjuna yang kembali dijawab dengan gumaman oleh istrinya


Selagi sang suami mengambilkan minum untuknya Sahara memiringkan tubuhnya dan mengusap sayang perut buncitnya. Sebentar lagi anaknya akan lahir dan hal itu yang selalu membuat Sahara merasa lebih baik juga tetap makan meskipun dia tidak ingin.


Selain itu beberapa kali Sahara juga mulai merasakan tendangan anaknya di dalam sana, dia bahagia sekali rasanya seperti disapa oleh anaknya.


Mendadak Sahara jadi mengingat moment ketika Fahisa sedang hamil, dia juga sering mengalami muntah seperti dia hingga terus berbaring diranjang seharian dengan ditemani Daffa.


Dan sekarang Sahara juga merasakannya.


Sahara juga merasa sedikit takut setiap kali membayangkan bagaimana persalinannya nanti, apa dia berhasil?


Bagaimana kalau dia berakhir sama seperti Ibu nya?


Bagaimana kalau Sahara meninggalkan Arjuna dan anaknya nanti?


Seperti Ibu nya yang meninggalkan Daffa dan dia.


"Ra"


Suara Arjuna sedikit membuat Sahara tersentak dan membalikkan tubuhnya seraya tersenyun tipis.


"Minum dulu." Kata Arjuna pelan


Dibantunya Sahara untuk duduk dan bersandar dikepala ranjang lalu Arjuna memberikan air hangat yang baru saja dia ambil.


Setelah habis Arjuna meletakkan gelasnya dinakas dan kembali menatap istrinya seraya mengusap lembut puncak kepalanya.


"Sudah lebih baik?" Tanya Arjuna


Sahara mengangguk singkat sebagai jawaban.


"Sekarang Ara lapar." Kata Sahara


Arjuna tersenyum kecil ketika mendengarnya, terkadang dia khawatir kalau Sahara menolak untuk makan karena sering mual dan muntah.


Tapi, ternyata dia salah pada nyatanya Sahara selalu ingin makan beberapa saat setelah dia muntah.


"Mau makan apa hmm?" Tanya Arjuna dengan lembut


"Bakso"


Sahara mengatakannya dengan semangat membuat Arjuna tersenyum senang dan mencium lembut keningnya.


"Mau makan disana atau dirumah?" Tanya Arjuna


"Di rumah aja." Kata Sahara


Arjuna mengangguk faham lalu dia menghubungi Pak Mun untuk membelikan bakso ditempat favorit Sahara, dia tidak ingin meninggalkan istrinya dan lagi Sahara sendiri tidak mau ditinggalkan olehnya.


"Kamu pucat Ra." Kata Arjuna tiba-tiba


"Jelek ya?" Tanya Sahara dengan bibir mengerucut


"Kamu cantik Ra, selalu." Kata Arjuna disertai kekehannya

__ADS_1


Tersenyum senang Sahara memeluk Arjuna dengan erat membuat suaminya tersenyum dan membalas pelukannya.


Mengusap sayang pundak istrinya Arjuna dibuat terkejut kala Sahara mengecup lehernya.


"Ra"


Suara Arjuna terdengar berat membuat Sahara tertawa kecil dan menghentikan perbuatan nakalnya.


"Jangan siksa aku Ra kamu tau kita tidak bisa melakukannya sekarang." Kata Arjuna serak


"Iya maaf"


Disandarkan kepalanya di bahu Arjuna sambil tersenyum manis.


"Kak bagaimana kalau nanti Ara ninggalin Kakak?" Tanya Sahara pelan


Merasa terkejut dengan perkataan istrinya Arjuna melepaskan pelukannya dan menatap Sahara yang juga menatapnya dengan disertai senyuman tipis.


Arjuna tidak suka jika Sahara berkata seperti itu.


"Kamu bicara apa Ra?" Tanya Arjuna lembut


Sahara menggelengkan kepalanya pelan.


"Takut, bagaimana kalau nanti Ara sama seperti Mami kandung Ara? Bagaimana kalau nanti Ara ninggalin Kakak?" Tanya Sahara takut


Arjuna tersenyum dan mengusap lembut pipi istrinya seraya berkata.


"Jangan fikirkan sesuatu yang buruk ya Ra, tapi fikirkan hal-hal yang membahagiakan,"


Sahara menatap mata Arjuna yang begitu teduh dan penuh ketulusan.


"Bukankah lebih baik kalau kamu memikirkan betapa bahagianya kita ketika seorang anak akan berada di rumah ini? Bayangkan betapa indahnya ketika aku, kamu, dan anak kita berbagi canda tawa disini." Kata Arjuna dengan senyum manisnya


Sahara terdiam, suaminya benar kenapa dia harus memikirkan hal yang buruk?


Hal itu belum tentu akan terjadi kan?


Kembali membawa istrinya ke dalam dekapannya Arjuna dapat mendengar helaan nafas Sahara bersamaan dengan tangan mungil wanita itu yang membalas pelukannya cukup erat.


"Aku disini dan kamu tidak peru cemas untuk apapun itu Ra." Bisik Arjuna


Sahara mengangguk faham, dia janji tidak akan melakukannya lagi.


Saat tengah asik berpelukan tiba-tiba saja Sahara meringis karena merasakan tedangan diperut buncitnya.


Astaga anaknya mengganggu ke romantisan mereka.


"Kenapa Ra?" Tanya Arjuna cemas


Arjuna yang tadinya cemas langsung tersenyum ketika mendengarnya.


"Dia menendang"


Tangan Arjuna terulur untuk mengusap sayang perut buncit istrinya dan dia menciumnya cukup lama membuat senyum Sahara mengembang sempurna.


"Dia marah karena Mami nya memikirkan hal yang buruk"


Sahara tertawa ketika mendengarnya dan Arjuna pun tersenyum melihatnya.


"Maaf baby Mami janji tidak akan mengulanginya"


Saat mendongakkan kepalanya Sahara dibuat terkejut karena sang suami mencium bibirnya hingga berkali-kali.


Arjuna terlihat bahagia dan Sahara senang melihatnya.


Jika Sahara adalah sumber kebahagiaan bagi Arjuna.


Maka Arjuna adalah sumber kebahagiaan bagi Sahara.


¤¤¤

__ADS_1


Menghabiskan semangkuk penuh bakso ternyata tidak membuat Sahara merasa kenyang, dia masih lapar dan ingin makan lagi. Tanpa basa-basi Sahara mengatakan bahwa dia masih lapar kepada sang suami dan Arjuna yang sudah tidak heran hanya bertanya apa lagi yang dia inginkan.


Ya ampun suaminya sangat perhatian ternyata.


Dengan mata berbinar dan penuh antusias bahwa Sahara ingin makan ayam bakar di restorannya, tentu saja itu bukan hal yang sulit untuk dituruti. Setelah membantu istrinya bersiap mereka pergi ke restoran untuk mengikuti permintaan si Ibu hamil yang kelaparan.


"Habis ini antar Ara ke butik ya Kak?" Kata Sahara


"Butik?" Tanya Arjuna memastikan


"Emm Ara mau kesana." Kata Sahara sambil tersenyum


Arjuna hanya mengangguk faham dan kembali fokus ke jalan, sedangkan Sahara tengah sibuk dengan ponsel Arjuna, memeriksa semua pesan masuk disana.


Sebenarnya Sahara termasuk tipe wanita posesif bahkan dia bisa sangat marah kalau suaminya berbalas pesan dengan wanita selain keluarganya, termasuk dengan Vania. Namun, belakangan ini sudah tidak Sahara mulai mengerti kalau Arjuna hanya akan membahas sesuatu yang penting seperti masalah pekerjaan kepada orang lain.


Selain itu Sahara juga sudah malas untuk berfikir karena Fahisa dan Clara selalu mengatakan bahwa ketika hamil dia tidak boleh banyak fikiran.


Setelah sampai di restoran senyum Sahara mengembang dengan lebar dan dia segera keluar dari dalam mobil membuat Arjuna menggelengkan kepalanya pelan ketika melihatnya.


Saat memasuki restoran salah satu pegawai yang menyadari kehadiran Arjuna langsung menghampirinya.


"Selamat siang Pak"


Arjuna tersenyum dan mengangguk singkat lalu mengajak Sahara untuk duduk dibangku pojok kanan, menanyakan makanan apa yang dia inginkan.


"Mau makan apa?" Tanya Arjuna


"Mau ayam bakar sama french fries terus jus alpukat." Kata Sahara


Pegawai yang tadi mengikuti Arjuna itu langsung mencatat apa yang dikatakan Sahara dan ditambah dengan sedikit pesanan dari atasannya lalu pergi untuk menyerahkan pesanannya.


Sembari menunggu makan siangnya Sahara terus menatap Arjuna yang entah kenapa terlihat sangat sangat tampan.


"Ada apa hmm?" Tanya Arjuna yang merasa ditatap oleh istrinya


Sahara menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak papa Kak Juna tampan Ara suka lihatnya." Kata Sahara membuat Arjuna menatapnya dengan tidak percaya


Tumben sekali, fikirnya.


"Kamu sudah pintar menggoda suami kamu ya?" Kata Arjuna


Terkekeh pelan mata Sahara yang menyipit membuatnya terlihat menggemaskan.


Pipi Sahara yang semakin tembam membuat dia terlihat lucu dimata Arjuna.


Sejak dulu Arjuna selalu senang melihat pipi tembam Sahara dan dulu dia sangat kesal setiap kali Sahara mengatakan bahwa dia ingin melakukan diet.


Arjuna tidak mengerti kenapa Sahara ingin melakukannya dulu?


Beruntung sekarang sudah tidak lagi.


"Kak Juna sekarang Ara masih cantik gak?" Tanya Sahara secara tiba-tiba


"Kamu selalu cantik Ra." Kata Arjuna sambil tersenyum manis


"Meskipun Ara gendut?" Tanya Sahara lagi


"Hmm kamu cantik dan selalu cantik di mata aku malah aku suka melihat pipi tembam ini, menggemaskan." Kata Arjuna sambil mencubit pelan pipinya


Sahara tersenyum senang ketika mendengarnya.


Dia sangat bahagia bisa memiliki suami seperti Arjuna.


¤¤¤


Nanti sore atau malam update lagi yaa😄


Update extra part terakhir terus lanjut season 2😶

__ADS_1


__ADS_2