Sahara In Love

Sahara In Love
34 : Pesta Pertunangan


__ADS_3

Pukul setengah delapan malam Arjuna baru saja sampai di rumah besar keluarga Wijaya dan Sahara sudah dalam keadaan tertidur, sepertinya dia sudah sangat mengantuk. Sambil tersenyum Arjuna menyingkirkan helaian rambut hitam Sahara di wajah cantiknya lalu mengusap pelan pipi kekasihnya.


Beberapa kali Arjuna memanggil nama Sahara, tapi wanita itu masih belum bangun hingga akhirnya Arjuna memutuskan untuk menggendong Sahara saja dan mengantarnya sampai ke dalam. Beberapa pekerja yang memang sudah kenal dengan Arjuna langsung membantu pria itu untuk membuka pintu kala melihat majikan mereka tertidur pulas.


Memasuki pintu utama seperti biasa Fahisa yang selalu menunggu Sahara sambil menonton tv itu langsung menghampiri keduanya, dia tersenyum melihat perhatian yang diberikan Arjuna kepada anaknya.


"Dia sangat mengantuk, tapi tadi sudah sempat makan malam." Kata Arjuna


"Langsung bawa ke kamar aja." Kata Fahisa sambil melangkahkan kakinya lebih dulu


Mengikuti langkah kaki Fahisa kini wanita paruh baya itu sedang membuka pintu kamar Sahara dan ketika tubuh kekasihnya itu sudah dibaringkan Fahisa langsung menyelimuti Sahara.


"Terima kasih ya Juna sudah mengajak Ara jalan-jalan dan mengantarnya pulang." Kata Fahisa sambil tersenyum tulus


"Sama-sama Mi"


Memandang sebentar wajah kekasihnya Arjuna tersenyum tipis sebelum akhirnya melangkahkan kaki keluar dari kamar itu bersama dengan Fahisa. Saat baru keluar Daffa yang sudah berdiri di depan pintu kamar Sahara mengatakan bahwa dia ibgin bicara dengan Arjuna.


"Arjuna, kamu buru-buru? Kalau tidak ada yang ingin saya bicarakan." Kata Daffa


Fahisa yang sebelumnya ingin protes langsung diam ketika Arjuna menganggukkan kepalanya.


"Tidak Om saya sedang tidak buru-buru." Kata Arjuna


"Kalau begitu kita ke ruang kerja saya dulu." Kata Daffa


Sebelum kedua pria itu pergi menjauh Fahisa mengatakan bahwa dia akan bawakan minuman.


"Mas aku akan bawakan minuman untuk kalian." Kata Fahisa yang ditanggapi dengan anggukan singkat oleh suaminya


Memasuki ruang kerjanya Daffa langsung meminta Arjuna untuk duduk dihadapannya, ada hal yang penting yang harus ia sampaikan.


"Kemarin dari sore sampai malam sekitar jam sembilan ada mobil yang mengawasi rumah saya dari jarak yang tidak terlalu jauh." Kata Daffa sambil menunjukkan bukti cctv yang dia dapatkan


Arjuna melihatnya plat mobil tersebut juga terlihat jelas.


"Mobil itu milik Kevin atau bukan?" Tanya Daffa


Menggelengkan kepalanya pelan Arjuna tau ini bukan mobil milik Kevin lagipula pria itu tidak sebodoh ini untuk memantau rumah Sahara.


"Bukan Om, tapi bisa jadi ini orang suruhannya karena Kevin tidak mungkin sampai melakukan hal ini, dia berpendidikan tinggi orang tuanya pengusaha sukses jadi Kevin tidak mungkin bertindak gegabah begini." Kata Arjuna


Mengangguk singkat Daffa juga sepemikiran dengan Arjuna, tapi tetap saja dia penasaran.


"Sampai saat ini dia tidak ada di kantor, saya sudah tanya beberapa orang dan benar Kevin memang ke Belanda." Kata Daffa


"Beberapa keluarganya memang menetap di Belanda dan mereka juga memiliki usaha disana." Kata Arjuna membuat Daffa mengangguk faham


Belum sempat melanjutkan percakapan pintu ruang kerja Daffa dibuka dan Fahisa masuk membawakan minuman untuk keduanya. Setelah meletakkan minuman yang dia bawa Fahisa mengatakan kepada Daffa agar tidak terlalu lam karena rumah Arjuna cukup jauh.


"Iya sayang tidak akan lama." Kata Daffa


Setelah Fahisa benar-benar keluar Daffa mengutarakan keinginannya.


"Dengar Arjuna untuk saat ini kita hanya akan mengadakan pertunangan saja, masalah ini harus selesai sebelum pernikahan saya harus benar-benar memastikan kalau Kevin tidak akan mengganggu anak saya lagi." Kata Daffa dengan tegas


"Iya Om saya faham." Kata Arjuna


Daffa sangat menyayangi Sahara tentu saja pria itu tidak ingin kalau terjadi sesuatu pada anaknya.


"Saya tidak ingin mengambil resiko apapun, jadi kita akan membicarakan pernikahan setelah masalah dengan Kevin selesai." Kata Daffa yang kembali ditanggapi dengan anggukan singkat oleh Arjuna


"Saya faham Om karena saya juga tidak mau kalau sampai pria itu menyakiti Sahara." Kata Arjuna


"Pria itu cukup pintar sepertinya dia sedang merencanakan sesuatu kita tidak boleh lengah, jangan biarkan pria itu menyentuh Sahara sedikit pun." Kata Daffa dengan penuh penekanan


"Saya punya beberapa kenalan yang bekerja di perusahaan keluarga Kevin dan saya meminta mereka untuk memberitau ketika pria itu sudah kembali." Kata Arjuna


"Bagus, saya juga sudah memperketat penjagaan di rumah." Kata Daffa


Setelah itu keduanya terdiam dan ketika Daffa merasa sudah cukup dia membolehkan Arjuna untuk pulang karena istrinya memang benar rumah Arjuna cukup jauh dan pria itu bisa sampai larut malam kalau dia terus menahannya disini.

__ADS_1


"Kalau begitu saya pamit ya Om? Saya janji akan menjaga Sahara dan tidak akan menyakiti dia." Kata Arjuna


Mengangguk singkat Daffa menepuk pelan pundak Arjuna lalu setelah kekasih anaknya itu pergi Daffa pergi ke kamarnya. Saat masuk ke dalam ternyata Fahisa masih belum tidur membuat Daffa tersenyum tipis lalu mendudukkan dirinya disebelah Fahisa.


"Sudah selesai?" Tanya Fahisa


"Sudah, Arjuna juga sudah pulang." Kata Daffa


"Sebenarnya Mas Daffa bicaraiin sama Arjuna? Apa tentang teman Sahara itu? Apa dia masih mengganggu Sahara?" Tanya Fahisa diliputi dengan rasa penasaran dan cemas secara bersamaan


Tangan Daffa terulur untuk mengusap rambut hitam istrinya, susah payah dia dan Fahisa membangun keluarga sempurna untuk Sahara membuat anak itu bahagia. Tentu saja Daffa tidak akan membiarkan pria itu merusak kebahagiaan Sahara apalagi sampai menyakitinya.


"Hmm hanya saja dia tidak berbuat apa-apa lagi lebih tepatnya dia sedang tidak di Indonesia, tapi tetap saja aku tidak akan berhenti sebelum memastikan bahwa dia tidak akan mengganggu Sahara lagi." Kata Daffa


"Aku takut, perasaan aku gak enak Mas." Kata Fahisa membuat Daffa tertegun ketika melihat tatapan penuh kecemasan disana


"Dia akan baik-baik saja Fahisa." Kata Daffa sambil membawa Fahisa kedalam pelukannya


"Iya aku tau karena suami aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi sama Sahara." Kata Fahisa yang sekarang sudah membalas pelukan suaminya


Di sisi lain Arjuna yang masih dalam perjalanan merasa jika ada mobil lain yang mengikutinya sesekali dia menoleh dan melihat mobil hitam yang sejak tadi mengikutinya. Terlalu sering menoleh Arjuna dibuat terkejut dan menginjak rem secara tiba-tiba kala suara klakson mobil terdengar, dia ada di lampu merah.


"Sial!"


Beruntung Arjuna menginjak rem dan berhenti kalau tidak sebuah tabrakan pasti akan terjadi, sekali lagi Arjuna menoleh dan mendapati mobil itu berada tepat dibelakangnya. Dengan seksama Arjuna berusaha melihat plat mobil yang tertera disana dan dia terkejut ketika mengetahui bahwa itu mobil yang sama yang mengawasi rumah Daffa kemarin.


Saat lampu hijau menyala Arjuna langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan ketika dia sudah berbelok mobil itu tidak lagi mengikutinya.


Arjuna semakin penasaran dengan semuanya.


Dugaannya semakin kuat bahwa ini semua adalah ulah Kevin dan dia mulai merasa cemas, Sahara sedang dalam bahaya.


¤¤¤¤


Hari demi hari sudah berlalu keadaan mulai membaik Arjuna benar dalang dibalik mobil yang mengikutinya dan mengawasi rumah Sahara ternyata orang suruhan Kevin. Akhirnya Daffa memutuskan untuk mempercepat pertunangan dan setelah tiga hari sejak kejadian itu malam ini mereka akan bertunangan.


Sampai sekarang Sahara masih belum tau apa-apa termasuk tentang kekasihnya yang diikuti oleh orang lain. Semua memang keinginan Daffa agar anak perempuannya itu tidak kefikiran dan Fahisa juga mendukung keputusan suaminya.


Di kamarnya Sahara sedang bersama dengan Anjani yang dari pagi sudah berada disana. Mereka mengobrol dan membicarakan banyak hal yang sesekali membuat keduanya tertawa.


"Anjani kamu mau tau sesuatu gak?" Tanya Sahara


"Apa?"


"Beberapa kali aku pernah dekat dengan pria mereka awalnya sangat perhatian dan bersikap seolah sangat mencintai aku, tapi beberapa bulan setelahnya mereka berbubah dengan alasan yang sama, kamu tau apa?" Tanya Sahara sambil tersenyum kecil


Belum sempat Anjani menanggapi Sahara sudah kembali bicara dengan mata yang menatap lurus kedepan.


"Mereka bilang aku terlalu manja, mudah merajuk, dan banyak mau." Kata Sahara sambil mengerucutkan bibirnya kesal ketika mengingat semuanya


"Sudah berlalu Ra jangan difikirkan lagi." Kata Anjani


"Hmm lagipula aku udah punya Kak Juna sekarang." Kata Sahara sambil tersenyum dengan begitu lebar


"Aku boleh bilang kalau beruntung gak Ra? Kak Juna itu orang yang sangat sabar, baik, dan pengertian dia tidak pernah bisa melihat orang yang dia sayang menangis atau terluka,"


Mengalihkan pandangannya ke arah Anjani wanita itu mulai bercerita tentang Arjuna yang sangat dia kenali.


"Kak Juna selalu membuat Mami sama Papi bangga, tapi pernah sekali mereka dipanggil ke sekolah bukan karena prestasi Kak Juna melainkan karena dia berkelahi dan membuat siswa lain sampai babak belur, kamu juga tau kan?" Kata Anjani yang dijawab dengan anggukan oleh Sahara


Sahara sangat ingat hampir satu sekolah tau kejadian itu, Arjuna si pria incaran para wanita dipanggil ke ruang bk karena berkelahi.


"Kamu tau apa penyebabnya? Aku, pria yang dia pukuli itu pernah mendekati aku dan dia membuat aku terluka sampai menangis juga mengurung diri di kamar makanya Kak Juna marah." Kata Anjani


"Kak Juna memang luar biasa." Kata Sahara sambil tertawa kecil


Ikut tertawa Anjani juga senang karena Sahara yang akan menjadi pasangan Kakaknya, dia tidak tau seandainya perjodohan itu benar-benar dilakukan.


Anjani agak sulit untuk akrab dengan seseorang dan yang menjadi masalah ketika dia sudah tidak suka dengan seseorang pasti seterusnya akan begitu.


Beruntung Sahara adalah kekasih Kakaknya.

__ADS_1


"Kamu juga sebagai calon Kakak ipar harus baik sama aku Ra." Canda Anjani


Berdecih pelan Sahara mengatakan sesuatu lalu memeletkan lidahnya membuat Anjani merasa sebal dan menatapnya dengan galak.


"Aku mau jadi Kakak ipar yang jahat"


Diiringi dengan tawa mereka kembaki mengobrol dan kali ini Arjuna yang menjadi topik pembicaraan.


Mungkin kuping Arjuna sedang panas sekarang.


¤¤¤¤


Pesta pertunangan Arjuna dan Sahara malam ini hanya dihadiri keluarga dan teman dekat dari keduanya. Senyuman pasangan itu terlihat begitu manis setelah keduanya bertujar cincin, rasanya sangat membahagiakan.


Semua ini baru awal dari perjalanan kisah mereka masih ada perjalanan panjang menunggu keduanya.


Teman-teman keduanya mengucapkan selamat dan menggoda mereka untuk segera menikah yang hanya ditanggi dengan tawa kecil Arjuna juga pipi merona Sahara. Tentu saja Arjuna juga ingin segera menikahi Sahara, tapi masalah dengan Kevin sampai sekarang masih belum selesai.


"Astaga kalian serasi banget tau gak?! Ayo dong cepetan nikah." Seru Wenda sambil berhambur ke pelukan Sahara


"Tunggu aja undangannya ya?" Kata Arjuna sambil terkekeh


"Jangan lama-lama ya! Ngomong-ngomong Ra maaf ya karena aku gak sempat jenguk kamu." Kata Wenda


"Gak papa Da lagian aku udah sehat kok." Kata Sahara sambil tersenyum manis


"Sehat lah orang dipinang sama pangerannya." Goda Wenda membuat Sahara memukul pelan lengannya


"Ishh kamu tuh!"


Tertawa kecil Wenda kemudian pergi menghampiri temannya membiarkan tamu yang lain menemui Sahara dan Arjuna.


Setelahnya mereka menikmati acara dengan berbincang bersama para tamu hingga akhirnya ketika waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh satu persatu tamu mulai pulang dan menyisahkan beberapa kerabat yang masih berada di rumah.


Sekarang dua keluarga itu sudah semakin dekat bahkan Daffa dan Abian juga sudah sangat akrab mereka sering mengobrol masalah pekerjaan. Selain itu ada Clara dan Fahisa yang sama-sama antusias dengan kedekatan anak mereka yang sebentar lagi akan menikah.


Lalu ada kedua adik Sahara yang sudah mulai akrab dengan Anjani.


Saat acara sudah selesai tiba-tiba pintu utama terbuka dan memperlihatkan seorang pria dengan wanita juga anak kecil yang memasuki rumah Daffa.


Mata Sahara yang melihat ke sana langsung membulat dan senyumannya semakin mengembang lebar.


"PAMAN KEENAN"


Dengan penuh semangat Sahara berlari kecil menghampiri teman baik ayahnya itu lalu memeluknya.


"Ihh datangnya telat!" Keluh Sahara membuat Keenan tertawa ketika mendengarnya


"Ya ampun kamu sudah besar sekali sekarang Ra." Kata Keenan yang membuat senyum Sahara kembali mengembang


Pandangan Sahara kini beralih kepada wanita disebelah Keenan dan juga anak berumur sembilan tahun disebelahnya.


"Tante Hana kangen." Kata Sahara sambil memeluk wanita itu


Arjuna yang melihat itu ikut mendekat lalu menyapa keduanya.


"Haii Kaniaa"


Sahara mencium kedua pipi anak itu lalu memeluknya.


Kania sangat lucu mirip sekali dengan Hana.


Malam ini benar-benar sempurna bagi Sahara.


Dia sangat bahagia.


¤¤¤¤


Aduhh senangnyaaa😶


Tapi dapet telpon dari Kepin katanya dia otw bikin rusuhh😱

__ADS_1


__ADS_2