
"I want you Ra right now"
Sejak kalimat itu terucap dari bibir suaminya jantung Sahara berdetak dengan semakin cepat serta pipi yang memerah sempurna. Tangan Arjuna membelai wajahnya dengan begitu lembut membuat Sahara memejamkan matanya, menikmati sentuhan Arjuna di wajahnya.
Sampai sekarang Sahara masih belum mengeluarkan suara dan tetap diam sambil sesekali menatap suaminya yang juga menatapnya dengan mata berkabut gairah. Kini tangan Arjuna mengusap lembut bibirnya yang sedikit terasa sakit karena mereka sering berciuman dan beberapa kali Arjuna menggigit bibir bawahnya.
Beralih kepada Arjuna yang menatap Sahara dengan penuh damba, dia benar-benar gila ketika melihat wajah polos istrinya serta rona merah di pipi. Sebelumnya dia memang berusaha menahan hasratnya, setidaknya sampai bulan madu mereka hanya saja dia tidak bisa karena Sahara membuatnya hilang kendali.
Setelah memberikan usapan lembut di bibir istrinya Arjuna kembali menciumnya dengan sangat lembut sambil melingkarkan tangannya di pinggang ramping Sahara, dia akan memulainya sekarang. Sebuah senyuman terbit di sela ciuman mereka ketika Sahara membuka bibirnya tanpa dia minta dan tentunya Arjuna tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan hingga langsung memperdalam ciuman mereka.
Sembari memberikan ciuman lembutnya tangan Arjuna menyusup masuk ke dalam kaus hitam Sahara, mengusap punggungnya dengan lembut dan berhasil membuat Sahara menegang di tempatnya. Usapan itu semakin naik dan Sahara kembali tersentak kala Arjuna melepaskan ciuman mereka lalu membuka kaus pria itu dengan tergesa hingga menampakkan perut kotak-kotaknya yang membuat pipi Sahara semakin merona.
"Kenapa hmm? Kamu bisa menyentuhnya kalau mau." Kata Arjuna membuat Sahara semakin merona hingga kupingnya pun ikut memerah
"Tidak... aku..."
Perkataannya kembali terputus kala Arjuna menyentuh ujung kaosnya dan memberikan tatapan yang seolah meminta izin untuk membukanya.
Diamnya Sahara adalah tanda setuju bagi Arjuna hingga membuat pria itu pada akhirnya membuka pakaian milik Sahara. Nafasnya tertahan ketika Arjuna berhasil meloloskan kaos hitam yang dia kenakan, rasanya Sahara ingin pingsan ketika tatapan Arjuna menusuknya dan membuat wajahnya benar-benar memerah.
"Kamu tau Ra? Kamu cantik, sangat"
Sekali lagi sebuah ciuman Sahara dapatkan dan dia hanya bisa menikmati semuanya dengan melingkarkan tangan di leher Arjuna, menariknya mendekat.
Karena Sahara pun tak bisa berbohong kalau dia telah terbawa dengan permainan Arjuna.
Setelah merasa puas Arjuna beralih mencium leher Sahara dan membuat wanita itu melenguh karena kecupan yang dia berikan. Padahal tanda merah itu masih belum hilang, tapi sekali lagi Arjuna membuatnya memberikan tanda bahwa Sahara adalah miliknya.
Miliknya seutuhnya.
"Nghh"
Rasanya benar-benar tersiksa, Arjuna sangat mempermainkan dirinya sekarang membuat Sahara jadi gila karena ulahnya.
"Kamu hanya milik aku Ra"
Bisikan Arjuna terdengar bersamaan dengan kecupan di punggung polosnya yang membuat tubuh Sahara bergerak gelisah, mungkin disitulah titik sensitifnya.
"Kamu milikku seutuhnya"
Tepat setelah kalimat itu di ucapkan Arjuna meloloskan semua pakaian miliknya begitu pula dengan milik Sahara hingga keduanya benar-benar polos sekarang.
Tubuh Sahara tak berdaya di bawah kukungan Arjuna dan matanya kembali terpejam kala pria itu menyentuh tubuhnya, memberikan kenikmatan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
"Aku ingin memulainya Ra"
Hanya gumaman yang dapat Sahara berikan dan Arjuna tau bahwa itu merupakan persetujuan.
Dia akan berhati-hati melakukannya agar tidak menyakiti Sahara.
Hari ini Arjuna akan menjadikan Sahara miliknya seutuhnya, hanya miliknya.
"Maaf kalau ini menyakiti kamu"
Sahara tidak mengerti maksud ucapan itu, tapi sesaat setelahnya dia dibuat tersentak kala sesuatu menembus dirinya dan membuatnya tanpa sadar mengeluarkan air mata.
Tak ada suara yang Sahara keluarkan hanya air mata yang turun membuat tangan Arjuna terulur untuk menghapusnya.
Cukup lama rasa sakit itu Sahara rasakan sebelum akhirnya pergerakan Arjuna membuatnya bergerak gelisah dan perlahan membuka matanya, menatap mata teduh Arjuna.
Lenguhan Sahara terdengar bersamaan dengan tubuh Arjuna yang bergerak pelan di atasnya, entah kenapa Sahara sudah merasa lelah.
"Ara"
"Mmhh"
Saat ini Sahara benar-benar pasrah dan membiarkan Arjuna mempermainkannya entah sampai berapa lama.
__ADS_1
Jujur Sahara merasa bahagia.
Dia bahagia bisa menjadi milik Arjuna seutuhnya.
Semakin lama lenguhan dan desahan Sahara berbaur dengan milik Arjuna, mereka menikmati hari mereka yang cukup panjang.
Berkali-kali Arjuna merubah posisi mereka dan terus bergerak di atas Sahara, memberikan kenikmatan bagi keduanya. Tubuh Sahara terasa begitu lemas, tapi Arjuna tidak dia masih terlihat kuat.
Tidak ada kelelahan yang terlihat di wajah Arjuna berbeda dengan Sahara, dia terengah setiap kali mendapatkannya.
Hingha akhirnya ketika merasa sudah sangat lelah dan tak lagi kuat dia meminta Arjuna untuk berhenti dengan nafas terengah.
"Kak... sudah..."
Hari ini adalah hari terindah bagi keduanya.
¤¤¤¤
Entah berapa lama Arjuna melakukannya, tapi yang jelas mereka sampai melewatkan makan siang dan hingga menjelang sore keduanya masih berbaring lemas di atas ranjang terutama Sahara yang benar-benar lelah dengan permainan mereka. Tubuh polosnya tertutup selimut yang berada hingga lehernya, tapi berbeda dengan Sahara yang tertidur nyenyak Arjuna sama sekali tidak tidur dan hanya diam sambil memperhatikan wajah istrinya.
Senyumannya terbit kala mengingat kegiatan mereka tadi, dia terlalu bersemangat hingga membuat istrinya kelelahan seperti sekarang. Rasa bahagia sama sekali tidak bisa Arjuna sembunyikan dari wajahnya bahkan tatapan matanya dipenuhi binar kebahagiaan.
"Dia kelelahan karena aku tidak mau berhenti"
Kalimat itu Arjuna ucapkan untuk dirinya sendiri dengan tangan yang merapihkan rambut Sahara yang sedikit menutupi wajah cantiknya.
Dia benar-benar tidak menyangka kalau Sahara begitu cantik bahkan di keadaan seperti ini, wajah polosnya begitu menggemaskan.
Beranjak dari tempat tidurnya Arjuna pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan menyiapkan makan siang mengingat hari sudah beranjak sore. Sekitar sepuluh menit Arjuna keluar dari kamar mandi dan kembali menghampiri istrinya yang masih tertidur nyenyak.
"Ara"
Sambil mengusap lembut pipi istrinya Arjuna tersenyum geli ketika Sahara malah menaikan selimutnya hingga menutupi wajahnya.
"Ra makan dulu yuk? Kita belum makan siang." Kata Arjuna sambil menurunkan selimutnya agar dia bisa kembali melihat wajah istrinya
Perlahan Sahara yang memang sudah membuka matanya hanya mengangguk singkat, tapi masih belum beranjak dia menunggu Arjuna pergi dari kamar. Tentu saja dia malu kalau harus berjalan ke kamar mandi tanpa menggunakan busana apapun.
"Kenapa masih tidur hmm? Katanya mau mandi." Kata Arjuna lembut
"Kak Juna keluar dulu." Cicit Sahara membuat suaminya itu tertawa melihatnya
"Kenapa harus keluar?" Tanya Arjuna seolah tak tau maksud dari perkataan istrinya
"Akunya maluuuu." Rengek Sahara
"Kenapa malu sayang? Aku juga sudah melihat semuanya." Kata Arjuna dengan wajah menyebalkannya
"Kak Juna ihhh!"
Wajah Sahara jadi memerah karena perkataan suaminya, tetap saja dia merasa malu kenapa Arjuna tidak mau mengerti?
"Aku tidak akan pergi sebelum kamu masuk ke kamar mandi, siapa tau kamu butuh bantuan atau kesulitan untuk berjalan karena perbuatanku tadi." Kata Arjuna membuat wajah Sahara semakin memerah
"Kak Juna jangan gituu!" Kata Sahara sambil mengerucutkan bibirnya kesal
"Aku serius Ra." Kata Arjuna disertai tawa kecilnya
"Kak sana Ara mau ke kamar mandi." Kata Sahara
"Tidak, aku akan disini sampai kamu masuk ke dalam kamar mandi." Tolak Arjuna
Menghela nafasnya pelan Sahara bangun dari tidurnya sambil memegang erat selimut yang menutupi tubuhnya. Sesekali dia melirik Arjuna yang menatapnya sambil tersenyum dan dengan ragu Sahara akan turun dari tempat tidurnya, tapi baru saja akan berdiri rasa nyeri menyerangnya.
Sial!
"Kenapa? Apa sakit?" Tanya Arjuna cemas ketika mendengar ringisan Sahara
__ADS_1
Dia segera menghampiri Sahara yang terduduk di tepian ranjang, masih dengan selimutnya.
"Kenapa hmm?" Tanya Arjuna lembut
"Sakit"
Wajah Sahara begitu menggemaskan ketika mengatakannya membuat Arjuna tersenyum.
"Apa sangat sakit?" Tanya Arjuna
"Emm tidak, tapi nyeri Kak waktu mau berdiri sakit." Kata Sahara dengan sedikit ragu
Sesaat setelahnya Sahara dibuat terkejut karena Arjuna menyingkap selimutnya dan membawa tubuhnya kedalam dekapan pria itu membuat Sahara menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Arjuna, merasa malu.
Membawa istrinya ke kamar mandi Arjuna meletakkannya di dalam bath up lalu mengusap lembut pipinya.
"Aku mau menyiapkan makan panggil aku kalau kamu butuh sesuatu atau merasa sulit untuk berjalan hmm?" Kata Arjuna
Sahara hanya mengangguk singkat dan setelahnya Arjuna pergi untuk menyiapkan makan. Tepat setelah pintunya tertutup Sahara mengehla nafasnya panjang dan menangkup wajahnya dengan kedua tangan.
Dia malu sekali!
¤¤¤¤
Sekitar dua puluh menit Sahara sampai di ruang makan setelah bersusah payah menahan nyeri di bagian bawah sana ketika berjalan dan di sana dia dapat melihat suaminya yang sedang menata meja makan, terlihat berkali-kali lipat lebih tampan dari sebelumnya. Di sisi lain Arjuna yang melihat Sahara langsung tersenyum dan menghampiri istrinya, membantu wanita itu untuk duduk lalu menunggunya menyiapkan beberapa hidangan.
"Harusnya kita belajar masak." Keluh Sahara
"Masih bisa besok Ra." Kata Arjuna sambil tertawa kecil
Mengerucutkan bibirnya kesal Sahara melihat ke arah meja makan dan dia tersenyum ketika Arjuna datang sambil membawa secangkir susu lalu meletakkannya di dekat Sahara.
"Kamu biasa minum susu kan? Mami mertua yang bilang." Kata Arjuna yang dijawab dengan anggukan oleh Sahara
"Terima kasih sayang." Kata Sahara dengan malu
Mendengar kata terakhir yang diucapkan istrinya Arjuna tersenyum menggoda.
"Apa yang kamu ucapkan barusan hmm?" Tanya Arjuna
Dengan wajah merona Sahara menatap Arjuna dan tersenyum sambil kembali mengucapkan kalimat itu.
"Sayang"
Arjuna tersenyum dengan begitu lebar ketika mendengarnya, lagi.
Dia juga sangat menyayangi Sahara.
"Baiklah sekarang kita makan yang sudah aku masak, ada sup dan juga ayam goreng." Kata Arjuna
Baru saja Arjuna ingin mengambil makanannya dengan cepat Sahara menahan tangannya dan mengucapkan sesuatu yang membuat senyum Arjuna kembali merekah.
"Biar aku yang ambilkan"
Sahara ingin menjadi seorang istri yang menjalankan kewajibannya dengan baik.
Selagi Sahara menyiapkan makan untuknya Arjuna terus menatapnya dengan sebuah senyuman tulus.
Ternyata bahagia sesederhana ini.
Terima kasih kepada Sahara yang membuatnya bahagia hanya dengan hal-hal sederhana.
¤¤¤
Gak bisaa nulis begituann :"
Maaf yaa😂 Semoga kalian sukaaa😄
__ADS_1
Nantikan kelanjutannya okeeee😚